Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Rumah Murah Jogja, Kelas Premium Semarang Berkembang-bagian 1

    Perspektif deretan model rumah komersial tipe 36 Nawa Village Pleret
    Perspektif model rumah komersial tipe 27 Arthaka Village
    Draft perspektif rumah murah subsidi tipe 27, Grhatama Hills
    Perspektif rumah tipe 33, cluster villa tropical, Bukit Tentrem Triwidadi

    Perkembangan properti di tahun 2019 diyakini masih sangat potensial dan menjadi pilihan utama para investor untuk menanamkan asetnya. Terlepas dari agenda politik momentum pileg dan pilpres bulan April 2019 nanti, area Jogja dan kota tetangga yakni Semarang terus menampakkan pertumbuhan yang positif. Diprediksi iklim investasi properti akan kembali ‘normal’, setelah even pemilihan umum.

    Khusus Jogjakarta, tahun 2019 banyak ditandai dengan banyak munculnya kawasan hunian yang menyasar golongan menengah ke bawah dan peruntukkan rumah murah subsidi. Area sisi Selatan Jogja, yakni Bantul masih menjadi lokasi yang paling representatif bagi perumahan murah.

    Untuk kawasan Semarang, perkembangan kelas premium makin menampakkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Sisi Selatan makin terbentuk menjadi kawasan elit. Sedangkan perkembangan perkotaan mulai terlihat mengarah ke sisi Barat Kota Semarang. Berikut kita berikan beberapa referensi kawasan hunian Jogja dan Semarang.

    -JOGJAKARTA-
    Nawa Village Pleret menjadi kawasan hunian yang ke 3 yang berhasil dihadirkan oleh developer PT. Maro Anugrah Jaya. developer anggota Apernas (Asosiasi Pengembang Perumahan Sederhana Sehat Nasional) ini memang cukup konsen membuka kawasan perumahan yang menyasar konsumen kelas menengah bawah atau lebih dikenal rumah murah bersubsidi. Sebelumnya developer sudah terlebih dahulu membuka lokasi di wilayah Bantul lainnya, yakni Nawa Village Bangunjiwo dan Nawa Village Kenalan.

    “Kami memang berkomitmen untuk mau dan mampu menggarap pasar rumah murah di Jogjakarta, kami menunjukkan kepedulian sekaligus komitmen untuk mensukseskan program sejuta rumah murah dari pemerintah pusat. Diperlukan alternatif solusi untuk mewujudkan kebutuhan masyarakat dengan penyediaan rumah tinggal yang terjangkau. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan kami berkomitmen untuk hal tersebut, “ terang Andario Dwi Wardana, selaku Direktur Pemasaran PT. Maro Anugrah Jaya.

    Perumahan Nawa Village Pleret berlokasi di Segoroyoso Pleret Bantul saat ini telah memasuki pembangunan tahap awal pemasaran soft launching di pertengahan Januari 2019 lalu, dengan menyediakan total 385 unit rumah yang berada di atas lahan seluas 4 hektar. Dari segi kawasan, Nawa Village Pleret mempunyai kontur geografis lahan yang mendatar dan memiliki aksesibilitas yang baik untuk dijangkau calon konsumen. Lebih lanjut Rio, sapaan akrabnya menjelaskan, “Lokasi kami punya akses relatif dekat dengan pasar tradisonal Jejeran dan Pleret, rumah sakit Permata Husada, Balong waterpark, Stadion Sultan Agung, wisata kuliner sate klatak Jejeran. Terhubung akses menuju ringroad Timur maupun ringroad Selatan, dekat dengan kawasan wisata religi Imogiri, kawasan wisata alam bukit Mangunan serta puncak Becici, dan 19 menit menuju terminal Giwangan.

    “Lokasi Nawa Village Pleret ini berada di dekat kawasan pemukiman, sehingga infrastruktur penunjang sudah relatif memadai, baik jalan lingkungan, jaringan listrik, maupun jaringan air bersih. “Untuk rumah murah bersubsidi kami lakukan penjualan secara bertahap. Kami juga menyediakan rumah non subsidi dengan 2 pilihan tipenya, yakni tipe 36/72 dan tipe 45/72, yang kami tawarkan mulai 198 jutaan. Jumlahnya pun terbatas, yakni kami sediakan 35 unit rumah saja. Kami juga sediakan 12 unit kios dengan tipe 48/60, yang kami tawarkan di kisaran harga 160 jutaan. Sedangkan untuk rumah murah bersubsidinya, kami menyediakan 338 unit rumah yang mempunyai standar tipe yakni tipe 30/60, dengan harga jual 137 jutaan.

    Ditahap pertama perumahan tersebut sudah berhasil menjual sekitar 150 unit rumah murah bersubsidinya. Adapun konsumennya pun beragam, keluarga muda yang baru pertama kali memiliki rumah dengan latar belakang pekerjaan yang beragam, baik PNS maupun pegawai swasta serta wiraswasta. “Bagi yang berminat, konsumen bisa menyiapkan DP 10% saja, bisa diangsur selama 6 kali. Kami juga sudah bekerja sama (PKS) dengan perbankan nasional, yakni BTN untuk penyaluran kredit KPR nya. Apabila konsumen mengambil jangka waktu KPR sampai 20 tahun, angsurannya hanya 800 ribuan per bulan. Melihat respon konsumen yang sangat antusias, kami targetkan Nawa Village Pleret akan bisa sold out di bulan April 2019,” terang Rio optimis.

    Meskipun tergolong rumah murah, namun pihaknya tetap mengedepankan kualitas bangunan sebagai syarat mutlak pembangunan rumah. "Untuk spesifikasi teknis bangunan kami pasti mengusahakan kualitas bahan bangunan tak asal-asalan. Struktur beton bertulang dengan dinding bata merah, plafon, kusen kayu, aliran air dari PDAM serta aliran listrik PLN berdaya 900 Watt sampai 1300 Watt. Bangunan perumahan Nawa Village Pleret terdiri dari 2 tipe bangunan yaitu tipe 30 (subsidi) dan tipe 36 (non subsidi). Masing-masing tipe memiliki 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu sekaligus ruang keluarga, dapur, serta carport,” pungkas Rio menutup perbincangan.

    Arthaka Village hadir sebagai salah satu perumahan yang menyasar pasar konsumen yang ingin memiliki rumah dengan harga yang masih terjangkau untuk kelas lokal Jogjakarta. Perumahan Arthaka Village berlokasi di Sindet, Trimulyo, Jetis, Bantul per Februari 2019 melakukan launching tahap awal penjualan sebanyak 93 unit rumah murah bersubsidi. PT. Drihatra Kertagriya Arthaka mempunyai visi dan misi untuk mampu menjadi salah satu developer yang menyediakan rumah murah bagi masyarakat lokal Jogjakarta. “Diperlukan alternatif solusi untuk mewujudkan kebutuhan masyarakat dengan penyediaan rumah tinggal yang terjangkau. Salah satunya dengan memanfaatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan kami berkomitmen untuk hal tersebut, “ terang Anendagustiar Putra Negara, selaku Komisaris PT. Drihatra Kertagriya Arthaka, yang akrab dipanggil Putra.

    Untuk mendapatkan rumah bersubsidi sebagai bagian dari program sejuta rumah murah yang dicanangkan pemerintah saat ini, masyarakat sebagai konsumen harus memenuhi persyaratan yang ditentukan. Di antaranya, penghasilan maksimal 4,5 juta, harus ditempati sendiri, rumah pertama, dan tak akan diperjual belikan selama 5 tahun. Syarat ini sebagai langkah untuk memeratakan kepemilikan rumah sebagai pemenuhan kebutuhan tempat tinggal masyarakat yang membutuhkan. "Disebut bersubsidi dalam artian bukan harganya yang disubsidi tapi selisih bunganya yang disubsidi oleh pemerintah. Diharapkan adanya pemenuhan syarat-syarat tersebut bisa tepat sasaran," papar Putra.

    “Untuk 2019 ini dijual seharga Rp 137 – 140 jutaan dengan menyediakan opsi hunian tipe 27/60,” imbuh Tony Andriansyah, Marketing Arthaka Village. Dengan uang muka 7 juta , jika jangka waktu angsuran selama 20 tahun maka konsumen hanya membayar cicilan dikisaran 800-an ribu per bulan. Syarat lain yang dipenuhi adalah persyaratan sesuai dengan pengajuan KPR yang secara umum.

    Ketentuan KPR Bersubsidi FLPP yaitu uang muka mulai 1%, suku bunga 5% tetap selama jangka waktu KPR, sudah termasuk premi asuransi jiwa dan asuransi kebakaran, dengan jangka waktu KPR bisa sampai 20 tahun. "Sampai akhir Februari 2019, unit rumah kami sudah terjual 30 unit. Sebuah respon yang sangat antusias, khususnya pasar lokal Jogjakarta. Kami juga sudah PKS dengan Bank BTN untuk penyaluran kredit KPR Rumah Bersubsidi ini, jadi calon konsumen tidak usah khawatir terhadap kelengkapan legalitas perumahan kami,” terang Hajar Pambudi, selaku Direktur-nya.

    Meskipun rumah bersubsidi memiliki harga tergolong murah bisa dibandingkan rumah yang dikembangkan oleh developer rumah reguler, namun pihaknya tetap mengedepankan kualitas bangunan sebagai syarat mutlak pembangunan rumah. Untuk spesifikasi teknis bangunan kami pasti mengusahakan kualitas bahan bangunan tak asal-asalan," ungkap Putra.. Struktur beton bertulang dengan dinding bata merah, plafon, kusen kayu, aliran air dari PDAM serta aliran listrik PLN berdaya 900 W atau 1300 W.

    Bangunan perumahan Arthaka Village ini mempunyai tipe standar 27 atau tipe 30, dengan luasan kavlingnya 60 dan lebar depan fasad bangunan 6 meter . Masing-masing tipe memiliki 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu sekaligus ruang keluarga dan dapur. Selain itu, dari segi kawasan, Arthaka Village memiliki aksesibilitas yang baik untuk menjangkau dan dijangkau. “Lokasi kami terhubung dengan poros Jalan Imogiri Timur Km.12,5. Secara akses relatif dekat dengan fasilitas umum, baik pusat perekonomian, fasilitas kesehatan, kawasan wisata baik alam maupun budaya, serta sarana transportasi umum. Kami juga berikan alternatif rumah berkonsep 1 lantai lainnya, yakni Arthaka Village I, yang berlokasi di kawasaan Gunung Sempu, Tamantirta Kasihan Bantul,” tutup Putra berpromosi.

    Grhatama Hills menjadi produk perumahan terbaru dan terbesar yang pernah dihadirkan oleh developer PT. Devcorena Cipta Grhatama. Dikatakan Martinus Lukito, selaku Marketing Executive, “Kawasan hunian terbaru kami ini berdiri di lahan seluas kurang lebih 2,9 hektar kawasan perumahan tersebut rencana akan menawarkan 300-an unit rumah untuk penjualan tahap awal ini kepada konsumen kelas menengah ke bawah. Untuk tahap 1 kami buka 75 unit khusus rumah subsidi saja.”

    Lokasi perumahan tersebut berlokasi di daerah Bawuran Pleret Bantul. Lingkungan perumahan tersebut masih menyuguhkan sebuah lingkungan yang alami sehingga cocok untuk dijadikan kawasan hunian nan asri, segar dan masih menyuguhkan panorama alam yang memukau. “Kami tawarkan kawasan hunian dengan konsep natural menyatu dengan alam sekitar dengan standar ukuran rumah subsidi yakni 27/60 dengan harga jual 137 – 140 jutaan,” ungkapnya.
    Minat pasar dikatakan Lukito, sapaan akrabnya, “Respon pasar lokal masih sangat bagus dan sangat antusias untuk mengambil unit di Grhatama Hills. Mereka yang mencari hunian pertama banyak terserap di perumahan tersebut. “Dengan harga tersebut kami yakin kebanyakan konsumen kami kelak akan lebih banyak mereka yang mencari hunian pertama, Bahkan sampai akhir Februari 2019, sudah terdapat 25 unit rumah yang sudah dipesan dan dibooking oleh calon konsumen,”papar Lukito saat ditemui di kantornya.

    “Kami optimis Grhatama Hills ini akan menuai kesuksesan seperti kawasan kami terdahulu. Sebelumnya kami sukses menggarap rumah murah bersubsidi yakni di Griya Argatama yang menghadirkan 73 unit rumah. Untuk rumah subsidinya sudah habis terserap pasar, masih menyisakan unit-unit terakhir sebagai rumah murah komersial yang kami tawarkan di harga 165 jutaan dengan tipe 30/70,” ucapnya.

    Ditambahkannya meski unit rumah kami dijual secara subsidi namun soal kualitas dan estetika fasad bangunan tetap dijaga. “Sesuai prediksi kami, minat pasar rumah subsidi sangat besar di kota Jogja. Pasar rumah subsidi ini kami pilih untuk menyiasati agar tetap ada pergerakan penjualan di tengah pasar properti kelas menengah bawah yang masih mengalami perlambatan, karena banyak pengembang yang cukup kesulitan mencari lahan untuk peruntukan perumahan murah bersubsidi di Jogjakarta. Rumah subsidi menjadi magnet besar karena konsumen akan mendapatkan berbagai keuntungan dan kemudahan, subsidi bunga, DP mulai 7 juta, cara bayar melalui KPR bank BTN serta angsuran 800 ribu per bulan sampai jangka waktu 20 tahun,” terangnya.

    Diungkapkan Lukito, “Pematangan lahan terus kami kerjakan, land clearing, dan pembangunan beberapa infrastruktur pendukung sedang kami siapkan,”ucapnya. Meski menawarkan hunian bagi segmentasi kelas menengah kebawah pihaknya tetap komitmen untuk menyajikan kualitas bangunan yang prima di kelasnya. Menawarkan gaya bangunan minimalis, perumahan tersebut disajikan dengan kualitas spesifikasi bangunan yang baik, seperti bata merah, lantai keramik, pondasi batu gunung, plester aci, listrik 1300, air PDAM, kusen alumunium, dan rangka atap baja ringan. Denah ruang yang ditawarkan memang cukup simpel namun memenuhi kebutuhan penghuninya. “Desain ruang dua kamar tidur, ruang tanpa sekat, dan dapur,”ucapnya singkat.

    Melihat potensi pasar yang tinggi tak heran jika pengembang tersebut menargetkan dalam waktu 3 bulan akan habis terjual. Selain itu, dari segi kawasan, Grhatama Hils memiliki aksesibilitas yang baik untuk menjangkau dan dijangkau. “Lokasi kami berada bisa diakses melalui Jalan Imogiri Timur Km 10 maupun dengan akses Jalan Wonosari km 5. Relatif dekat dengan pasar tradisional Pleret, rumah sakit Permata Husada, wisata kuliner sate klatak Jejeran, hanya 15 menit dari Ringroad dan terminal Giwangan, serta dekat dengan area wisata alam hutan pinus,” tutupnya.

    Bukit Tentrem Triwidadi merupakan kawasan perumahan yang menyasar kelas menengah ke bawah garapan PT. Paradua Bangun Nusantara. Pertumbuhan penduduk secara alami pada pasar kelas menengah bawah Jogja dibaca baik oleh pengembang ini. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pasar kelas tersebut, Bukit Tentrem Triwidadi menawarkan rumah-rumah tipe satu lantai dengan harga yang relatif sangat terjangkau bagi konsumen lokal. Seperti dikatakan Adji Antariksa, selaku Kepala Kantor Jogja-Jateng PT. Paradua Bangun Nusantara, “Kami memang berkomitmen untuk terus menggarap pasar rumah murah dan rumah murah bersubsidi di Jogjakarta. Sesuai visi misi perusahaan, kami menunjukkan kepedulian sekaligus komitmen untuk mensukseskan program sejuta rumah murah dari pemerintah pusat.”.

    Bukit Tentrem Triwidadi berada di atas lahan seluas 2,5 hektar, rencana akan dihadirkan 208 unit rumah, dengan komposisi kawasannya di bagi menjadi 2 blok, yakni blok rumah subsidi dan blok rumah komersil non subsidi. “Planning-nya untuk rumah subsidi kami akan hadirkan sebanyak 50 unit rumah, 150 rumah komersial non subsidi, serta 8 kios. Untuk pilihan tipe rumahnya, untuk rumah subsidinya kami berikan tipe standar 30 dengan luas bangunan 60 m². Untuk rumah non subsidi kami berikan nama blok cluster Villa Tropical, dengan 3 pilihan tipe rumah, yakni tipe 33, tipe 44, dan tipe 60 dengan luasan tanah variabel mulai 65 m² sampai 140 m²,” lanjut Adji, panggilan akrabnya.

    “Saat ini kami sudah mulai fokus untuk menggenjot penjualan, seiring dengan progress pembangunan infrastruktur maupun unit-unit rumah yang sudah terjual. Untuk rumah subsidi, harga yang ditawarkan 137 jutaan. Sedangkan untuk rumah villa tropical, kami tawarkan mulai harga 200 jutaan sampai 600 jutaan. Kami membidik target konsumen dari masyarakat lokal Jogja, misalnya keluarga muda yang baru pertama kali memiliki rumah dengan latar belakang pekerjaan yang beragam, baik PNS maupun pegawai swasta serta wiraswasta. Khusus rumah di cluster Villa Tropical diungkapkan Adji, “Kami menyuguhkan konsep hunian yang berbeda. “Secara gaya bangunan di tahap dua lebih pada gaya minimalis tropis.

    Menurut Adji, “Pasar lokal masih sangat besar, sehingga keberadaan Bukit Tentrem Triwidadi yang berada di lokasi strategis perkembangan perkotaan Jogjakarta, khususnya ke arah Barat. Semakin terdukung seiring telah dibangunnya Bandara New Yogyakarta International Airport di Kulon Progo. Perumahan ini memiliki aksesibilitas yang cukup memadai, terhubung dengan poros jalan Sedayu – Gesikan dan berada di daerah perkembangan perumahan Bantul, dengan berbagai fasilitas umum serta infrastruktur yang sudah cukup komplit.

    “Bukit Tentrem Triwidadi ini berada tak jauh dari kawasan industri Pajangan, sentra Batik Gesikan, desa wisata Krebet, serta wisata alam Curug Pulosari, Kedung Pengilon, Curug Banyu Nibo serta wisata kuliner ingkung ayam. Tidak jauh dari lokasi ini, menyusul akan dibangun Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (UII), tak jauh pula dari kampus STIE Hamfara dan Universitas Mercu Buana, dan ke depan akan hadir Kampus Terpadu UIN. Dengan berdirinya beberapa pembangkit lingkungan di daerah tersebut dapat dipastikan daerah tersebut akan mengalami perkembangan di berbagai sektor kehidupan,” terang Adji semangat.

    Untuk lebih menggenjot penjualan, kami berikan promo khusus, yakni program KPR dengan DP ringan 10%. Untuk cara cash bertahap diberikan beberapa opsi angsuran, mulai 6 x, 12 x, dan 36 x cicilan tanpa bunga dengan uang muka 30 %. Kami juga akan berikan bonus tambahan, berupa hadiah langsung AC atau TV LED 32”, pungkas Adji. Wahyu Pras-red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain