Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Rumah Singgah yang Hommy, Pengejawantahan Hobi Emi Susanta

    Emi Susanta
    Ruang tamu dengan pernak-pernik unsur kayu
    Ruang aktivitas menjadi favorit dengan view halaman depan
    Kitchen set modern minimalis dan ruang makan
    Kamar tidur utama berkonsep modern nan elegan

    Rumah bukan hanya sebagai tempat berteduh dikala hujan atau panas, tetapi juga sebagai tempat dimana sebuah keluarga dapat berinteraksi, tumbuh, dan berkembang bersama dengan baik. Kenyamanan menjadi aspek yang diutamakan guna mendapatkan ketenangan batin sang penghuni rumah. Indah yang tidak berarti harus mewah, tetapi lebih menuju pada kepuasan batin akan rumah yang memberikan rasa nyaman untuk ditinggali. Hal tersebut yang menjadi alasan Emi Susanta dalam memilih hunian sebagai “rumah jujukan” bagi keluarga besarnya.

    Dilihat dari segi fasad, memang hunian ini nampak tidak jauh berbeda dengan deretan bangunan lainnya yang berada di kawasan perumahan Grand Permata Residence, Jalan Imogiri Barat, Ngentak, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Bangunan rumah dua lantai tersebut berkonsep minimalis modern, senada dengan apa yang diusung oleh pihak pengembang sendiri. Namun, sesuatu yang berbeda akan dijumpai setelah memasuki area dalam rumah tersebut. Hunian milik pria yang berprofesi sebagai desainer produk home accessories tersebut mengusung sebuah konsep design interior bergaya modern dengan sentuhan kearifan budaya lokal, yaitu mengekspos material alam sekitar seperti kayu, rotan, bambu dalam penggunaan ornamen dan elemen dekorasi yang dikemas modern di beberapa sudut ruang dan pemilihan furnitur yang digunakan. “Untuk fasad sendiri memang saya tidak mengubahnya, karena dari awal beli sudah begini dan peraturan developer memang tidak memperbolehkan adanya perubahan bentuk bangunan luar. Hanya ada sedikit penambahan taman hijau di bagian depan bangunan dan penyesuaian bagian interiornya saja. Tata interior ini memang saya sesuaikan dengan keinginan saya, kebetulan memang saya juga hobi dengan interior design”, tutur Santo, sapaan akrabnya.

    Nuansa interior modern dengan sentuhan klasik langsung terasa begitu memasuki ruang tamu rumah tersebut. Memaksimalkan luasan lahan yang tidak begitu besar, Santo berhasil mendesain penataan ruang yang cantik dan juga fungsional. Pemilihan furnitur dan pernak-pernik dengan dominasi material kayu turut menghadirkan sentuhan bergaya klasik pada area ruang tamu. Sebuah meja kayu tempel menjadi dekorasi unik sekaligus inspiratif terdapat pada sisi dinding ruang tamu. Meja kayu yang menempel pada dinding bata ekspos bernuansa putih tersebut memanjang hingga area dapur, berbentuk layaknya sebuah mini bar lengkap dengan stole bar rotan. Di atas meja tersebut juga dihiasi dengan pernak-pernik yang mempercantik dekorasi ruang, sedangkan pada sisi bawah terdapat sebuah cabinets kayu yang juga di desain serupa. Pada sisi lain, terdapat sebuah sofa minimalis berwarna abu-abu dengan table set kayu berkonsep rustic yang memanfaatkan limbah kayu jati. Sebagai background, pemilihan warna hijau pastel dengan hiasan dinding berupa ornamen bergaya etnik berbahan kulit pohon pisang tampil begitu menarik. “Dalam menata interior rumah ini sebenarnya tidak ada konsep baku, hanya memaksimalkan kebutuhan ruang saja karena memang luasannya tidak terlalu besar. Untuk warnanya memang sengaja saya pilih warna-warna netral agar kesannya lebih hommy,” ungkap pria asli kota Wonosari tersebut.

    Masuk lebih ke dalam, terdapat sebuah ruang makan yang bersandingan dengan area dapur bernuansa minimalis modern. Sebuah table set kayu dengan kursi rotan bergaya klasik digunakan sebagai ruang makan, dengan lampu gantung ala industrial semakin menambah kehangatan saat makan bersama keluarga tercinta. Di samping ruang makan juga terdapat sebuah dapur yang bergaya lebih minimalis. Kitchen set bernuansa motif kayu nampak bersanding serasi dengan pemilihan warna putih pada keramiknya. Tidak lupa Santo juga menambahkan beberapa hiasan agar suasana dapur menjadi lebih hidup.

    Nuansa natural turut disuguhkan pada rumah yang berdiri di atas lahan seluas 108 m² tersebut di area mini backyard. Pada area terbuka di bagian belakang tersebut terdapat sebuah kolam berisi ikan Koi peliharaan Santo. Pada sisi sekeliling kolam tidak lupa diberikan berbagai macam tanaman hias, menambah syahdu suasana area taman belakang. “Kebetulan saya memang hobi ikan Koi, jadi di area taman belakang saya bikin kolam saja. Di sini kadang saya bisa menghabiskan waktu lama hanya untuk sekedar bersantai sembari memberi makan ikan. Sengaja saya beri kursi juga untuk duduk. Suasananya tenang jadi enak untuk bersantai,” cerita pria jebolan ISI tersebut.

    Memasuki area lantai atas yang lebih difungsikan sebagai area private, terdapat sebuah tangga bergaya minimalis dengan dinding kaca lebar pada salah satu sisinya. Aplikasi dinding kaca tersebut memberikan kesan luas, dengan view langsung menuju taman belakang. Pada area lantai atas tersebut terdapat dua kamar tidur, yaitu kamar tidur utama dan kamar tidur untuk tamu. Kamar tidur tamu didesain simpel dengan meminimalkan penggunaan ornamen tambahan. Nuansa pada dindingnya dipilih warna putih yang berpadu dengan aksen kayu pada furnitur yang digunakan. Jendela kaca dengan ukuran yang cukup besar kembali diaplikasikan untuk memberikan kesan luas kamar tidur tersebut. Penggunaan jendela kaca tersebut juga untuk memaksimalkan sisi pencahayaan dan sirkulasi udara pada ruang.

    Konsep dekorasi interior yang cukup menarik dihadirkan pada area kamar tidur utama. Saat memasuki ruangan yang menjadi favorit pria yang bekerja di salah satu perusahaan ekspor produk home accessories tersebut, akan terlebih dahulu melalui sebuah ruang aktifitas dengan konsep dekorasi yang inspiratif. Sebuah meja kerja minimalis berbahan kayu tertempel pada dinding bata ekspos bernuansa putih, menghadirkan perpaduan warna yang cantik. Beberapa buku tertata rapi pada sebuah rak kayu bergaya senada yang terletak tepat di samping meja kerja. Pada sisi lebih dalam, terdapat sebuah ruangan bersantai lengkap dengan sofa santai dan karpet bulu berwarna coklat. Sebuah televisi layar datar yang ditempatkan di atas kabinet kayu bergaya simpel menjadi hiburan di ruangan tersebut. Jendela kaca yang memiliki view bagian depan rumah menjadi daya tarik tersendiri dari ruangan ini. “Saya menyebutnya ruang aktifitas saja, karena memang banyak kegiatan yang biasa saya lakukan di sini. Ya kerja, ya bersantai sambil bermain musik, semua dapat saya lakukan di ruangan favorit saya ini. Kalau cuaca cerah, view gunung Merapi dan Merbabu dapat terlihat jelas dibalik jendela kaca,” papar pria bungsu dari 4 bersaudara tersebut.

    Pintu masuk kamar tidur utama menggunakan sebuah cermin besar yang dapat digeser, menciptakan kesan tersembunyi. Konsep simpel nan nyaman juga diterapkan dalam menata kamar tidur utama. Dominasi unsur kayu pada ranjang tidur minimalis dan lantai berpadu dengan nuansa putih dinding kamar, memberikan kesan hangat pada ruangan tersebut. Ruang wardrobe juga didesain dengan memaksimalkan fungsi serta space yang ada. Bathroom berada tepat di samping ruang wardrobe dengan konsep dan fasilitas modern. “Karena orang tua masih tinggal di Wonosari dan beberapa keluarga berada di luar kota, rumah ini menjadi jujukan mereka saat liburan di Jogja, makanya yang penting dibuat hommy dan senyaman mungkin. Sudah beberapa kali ditawar orang tapi tidak saya jual. Saya sudah terlanjur nyaman dengan rumah ini, jadi tidak akan saya jual,” pungkas Santo mengakhiri perbincangan. Farhan-red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain