Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Seni Ekplorasi Woodcraft Garapan 189 Craft

    189 Craft
    Aneka Produk 189 Craft
    Aneka Produk 189 Craft_2
    Proses pengukuran & pemotongan pola

    Kerajinan dari kayu di Indonesia sudah ada sejak jaman dahulu. Hal itu dapat dilihat dari berbagai peninggalan purbakala yang terbuat dari kayu. Perkembangan kerajinan kayu di Indonesia juga sangat pesat, terbukti dengan berbagai jenis kerajinan telah di hasilkan. Karena di Indonesia sangat melimpah ketersediaan bahan baku kayu, di setiap daerah mempunyai kayu-kayu yang khas dan bisa diolah menjadi barang kerajinan dengan kualitas baik. Secara umum kayu yang digunakan untuk membuat suatu kerajinan adalah kayu mahoni, kayu jati, kayu pinus, dan banyak jenis kayu yang lain. Ada juga pengrajin yang menggunakan kayu bekas atau kayu sisa yang sudah tidak terpakai untuk dijadikan berbagai produk kerajinan. Dalam membuat kerajinan tangan dari kayu diperlukan skill dan juga ketrampilan untuk mengolah bahan baku tersebut, terutama ketrampilan untuk menggunakan alat-alat pendukung yang berhubungan dengan peralatan gergaji dan ukir. Dengan menguasai ketrampilan tersebut, siapapun dapat menciptakan berbagai kerajinan dari kayu seperti hiasan dinding, miniatur, tempat tisu, lukisan, dan berbagai kerajinan lain. Sedangkan saat ini kerajinan yang diminati oleh pasar mancanegara seperti kerajinan ornamen atau patung, anyaman dan juga kerajinan kayu seperti berbagai furnitur rumah tangga.

    Dengan berbekal pengalaman dalam hal woodcraft sejak tahun 1991, workshop yang kemudian berdiri sendiri dengan label 189 Craft hadir untuk memenuhi kebutuhan berbagai souvenir kayu. Berawal dengan kecintaannya terhadap barang-barang interior, Antonius Aditya Nugraha memilih untuk memulai bisnisnya sendiri di bidang woodcraft tersebut pada pertengahan tahun 2016 yang lalu. “Sebenarnya bermain di bidang kerajinan kayu sudah cukup lama, dulunya sempat ikut orang dan kebetulan kakak juga mempunyai bisnis di bidang perabotan kayu. Sedikit lucu memang ketika menekuni suatu bidang hanya karena alasan-alasan mendasar dan klasik, 'suka'. Tapi prinsip saya, selama saya melakukannya 100%, saya yakin pasti ada hasilnya, apapun itu. Dan dengan latar belakang 'suka' tersebut dapat menjadi sebuah modal yang saya kira cukup penting untuk menjaga passion bekerja di bidang ini, ujar pria yang sempat berkecimpung dalam dunia balap nasional itu.

    Dengan produk kerajinan yang lebih berfokus pada barang-barang berukuran kecil, seperti Wedding Ring Box, Name Card Holder, Pencil Case, Desk Organizer, Tissue Box, dan berbagai macam kerajinan lain, 189 Craft semakin berkembang sebagai produsen woodcraft yang terbukti dengan semakin meningkatnya permintaan pasar. Mengenai bahan baku dari produknya, 189 Craft lebih banyak menggunakan bahan kayu Mahoni. Kayu Mahoni dipilih karena teksturnya cukup halus, seratnya indah dan berwarna merah muda sampai merah tua. Kerajinan kayu dengan menggunakan kayu Mahoni akan tampak lebih terlihat bagus dan menarik. Selain itu ketersediaan kayu tersebut di wilayah Jogja masih cukup melimpah sehingga tidak akan terkendala apabila sewaktu-waktu datang pesanan dalam jumlah yang banyak. “Tantangan penggunaan material kayu Mahoni sendiri adalah jamur yang dapat muncul pada permukaan kayu. Namun dengan proses finishing yang tepat, masalah tersebut dapat diatasi karena kita menggunakan bahan polyurithane yang berkualitas, papar Adit.

    Workshop yang berlokasi di Jalan Kusumanegara No.189, Muja Muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta yang kemudian nomor bangunannya digunakan sebagai brand tersebut mempunyai 9 karyawan ahli yang mengerjakan proses produksi mulai dari pemotongan bahan mentah, penghalusan, hingga perakitan dan 7 orang karyawan yang khusus mengerjakan proses finishing. “Untuk pengerjaan bahan mentah hingga produk setengah jadi dan proses finishing memang sengaja dipisah. Workshop untuk proses finishing sendiri berada di daerah Jalan Kaliurang. Hal itu dilakukan demi menjamin hasil akhir produk yang terjamin, dimana hal tersebut sangat berpengaruh pada kepercayaan konsumen kami,” imbuh Adit.

    Proses pengerjaan dimulai dari pemotongan bahan kayu menjadi bentuk pola sesuai dengan jenis produknya. Setelah melalui proses tersebut, potongan-potongan kayu yang telah membentuk pola tersebut akan melalui proses penghalusan pertama dengan cara diamplas. Potongan-potongan yang telah melalui proses penghalusan tersebut selanjutnya akan dirakit menjadi produk setengah jadi. Setelah itu kerajinan yang telah dirangkai akan melalui proses pengamplasan tahap akhir sebelum nantinya dikirim menuju finishing workshop. Seluruh proses produksinya menggunakan alat-alat modern dengan tidak meninggalkan sentuhan handmade untuk menjaga kualitas detail dan unsur seni dari produk 189 Craft.

    Adit menuturkan bahwa potensi pasar di bidang woodcraft masih sangat terbuka lebar karena tiap jenis barang sudah mempunyai segmen sendiri, konsumen sendiri dan hal-hal lainnya yang menunjang sebuah produk tersebut dapat laku dan beredar di masyarakat. ”Perkembangannya menurut saya cukup baik. Ya prinsip hukum rimba, siapa yang kreatif dia yang akan bertahan. Maksudnya, sisi kreatifitas tiap pengrajin memang harus selalu maksimal. Kreatif di sini bisa berarti kreatif dalam melihat peluang di pasar. Misalnya menciptakan produk yang unik namun tetap berkualitas, juga kreatif dalam memasarkan produknya. Jadi menurut saya selama pengrajin memenuhi dua hal di atas, peluangnya akan selalu ada,” yakin Adit.

    Hingga saat ini konsumen-konsumen produk 189 Craft telah tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Semarang, Jakarta, Surabaya, hingga Bali. Sebagian besar order berasal dari instansi-instansi baik pemerintah maupun swasta, namun ada juga beberapa konsumen untuk retail dan kebutuhan pribadi. Mengenai harga yang dipatok untuk produk dengan kualitas dan eksklusifitasnya tersebut terbilang cukup bersaing, mulai dari harga 100 ribu hingga 400 ribuan. Selain memasarkan produknya lewat website dan media sosial, 189 Craft juga rutin mengikuti pameran berskala nasional bahkan internasional. “Untuk prospek kedepannya, saat ini saya sedang mengarahkan usaha ini ke dalam bisnis interior, bukan sebagai arsiteknya, namun sebagai eksekutor arsiteknya. Saya yang akan mengejawantahkan konsep dari arsiteknya. Saya ingin mewujudkan itu, karena bisnis properti (kompleks perumahan dan real estate, rumah pribadi, hotel) semakin banyak di Jogja. Menurut saya ini adalah peluang bisnis yang bagus,” pungkas Aditya. Farhan-red

    189
    Jalan Kusumanegara No. 189,
    Muja Muju, Umbulharjo, Yogyakarta
    Telp.: (0274) 587065
    www.189.co.id
    Instagram : 189craft_

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain