Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Sensasi Urban Boutique Resort di YATS.COLONY

    Yats Colony Boutique Resort
    Receptionist room sekaligus mini butik
    Konsep Mezzanine tipe Ha
    Nuansa simple nan nyaman pada kamar tipe Na
    Kamar tipe Ca dengan fasilitas twin bed

    Semua orang pasti suka jalan-jalan dan melancong keluar kota ketika liburan tiba. Salah satu kota yang menjadi favorit untuk disinggahi adalah kota Yogyakarta. Tidak hanya wisata alamnya, budaya, dan kuliner menjadi daya tarik tersendiri ketika kita berlibur di kota ini. Banyaknya tempat wisata tidak menjadi hal yang aneh lagi ketika kita menemukan hotel-hotel berjajar di sepanjang jalan kota Jogja. Menjamurnya boutique hotel terutama di kota Jogja dewasa ini mengharuskan setiap hotel untuk memililki ciri khasnya masing-masing. Begitu pula dengan YATS Colony yang mengusung tema urban boutique resort di sebelah barat kota Yogyakarta. Ari Respati dan Lalitia Apsari, kakak beradik dan co-founders dari YATS Colony memusatkan perhatian mereka untuk membangun memori yang menyenangkan bagi para pengunjung yang bermalam di penginapan ini. YATS Colony merupakan hotel baru yang hype di Yogyakarta meskipun masih terbilang baru karena bulan November 2016 yang lalu diresmikan. Di kalangan anak-anak muda Jogja hotel ini sudah tidak asing lagi karena hotel ini instagramable dan cukup hits di media sosial. YATS Colony mengusung tema urban dan minimalis juga dengan berbagai pepohonan dan tanaman di sekitar menjadikan hotel ini fresh dan terasa seperti di Bali.

    Bertempat di tengah kota, tepatnya di Jalan Patangpuluhan No. 23, Wirobrajan, Yogyakarta yang persis bersebrangan dengan rumah persembunyian Ir. Soekarno saat agresi militer Belanda pertama, tema resort yang diusung hotel ini diharapkan mampu membawa kenikmatan suasana resort tropis di sela hiruk-pikuk dan kesibukan kota Jogja. “Meskipun sedikit jauh dari keramaian, YATS Colony hanya berjarak kurang lebih 2 km dari Malioboro atau kurang dari 15 menit. Hotel ini sangat cocok menjadi tempat peristirahatan sementara ketika mengunjungi Jogja. Letaknya juga terhitung dekat dengan beberapa tempat wisata seperti Keraton, Alun-alun, Taman Sari dan lainnya,” papar Aprilian Laili, Community Relations YATS Colony.

    Jika terlihat sekilas dari fasad depan bangunan hotel, mungkin tidak akan terbayang hidden paradise yang terletak di belakangnya. Area resort memang terletak agak tersembunyi di balik bangunan resto dan lobby room.Untuk menuju ke area tersebut dapat melalui sebuah lorong yang cukup ikonik dengan lukisan sepasang manusia Rusa dan Kelinci sedang menyatukan tangan mereka membentuk sebuah terowongan. Sosok yang ada pada lukisan tersebut digambarkan sebagai kedua owner kakak-beradik yang sedang menyambut para tamu yang datang ke YATS Colony. Dengan total 31 kamar yang tersedia untuk mengakomodasi kebutuhan menginap para tamu, kamar-kamar tersebut terbagi menjadi 5 tipe yang berbeda. Yang menarik adalah kelima tipe kamar di boutique hotel ini yang masing-masing bernama Ha, Na, Ca, Ra, dan Ka. Hanacaraka sendiri adalah sebutan untuk aksara serumpun di daerah Jawa. Tipe-tipe kamar tersebut tersebar di berbagai bangunan yang terpisah dan juga diberi nama unik untuk setiap bangunannya, seperti Kuru, Harahuna, Saka, Pachala, dan Madra yang diambil dari bahasa Sansekerta. Satu hal juga yang menarik dengan YATS Colony adalah betapa pengelola penginapan ini gemar “bermain” dengan kreatifitas nama dalam semua fitur penginapannya. Misalnya untuk laundry mereka menggunakan SALIN, MUSTAKA untuk shower cap, ada juga RAWUH, RIKMA, CUKURAN, dan masih banyak lagi yang bisa kita temukan baik di kamar maupun spot lain di tempat ini. Hal semacam ini yang menjadikan keunikan tersendiri karena akan mudah dijadikan story bagi mereka yang aktif di media sosial.

    Tipe kamar paling tinggi yaitu tipe Ha yang terletak di sisi selatan swimming pool dan berada pada bangunan Harahuna. Selain arsitektur bangunan yang mengadopsi desain tropis minimalis dengan banyak penggunaan material kaca pada fasad depan bangunan, kamar tipe Ha ini menjadi menarik dengan konsep kamar mezzanine di dalamnya. Lantai bawah digunakan sebagai bathroom dan juga area penyimpanan wardrobe. Lantai kedua sebagai area aktifitas lengkap dengan sofa set bergaya modern minimalis di tengah ruangan, sedangkan kamar tidurnya berada di lantai atas. Pemilihan furnitur bergaya minimalis nampak begitu diperhatikan secara detil, mulai dari material, warna, hingga tata letaknya. Sebuah wall art karya salah seorang seniman kenamaan Indonesia, Sarkodit, nampak terpampang cantik di salah satu dinding kamar yang semakin memperindah dekorasi interior di kamar ini. View depan kamar yang langsung berhadapan dengan kolam renang begitu memanjakan tamu yang menginap.

    Kamar favorit dan cukup diminati oleh pengunjung YATS Colony adalah tipe Na. Tipe kamar seluas 36 m² ini memiliki sebuah tempat tidur king size serta 2 akses pintu masuk yang salah satunya berada tepat di bibir kolam renang, sehingga memudahkan tamu yang menginap di kamar ini untuk mengakses salah satu fasilitas andalan dari boutique hotel ini. Pemilihan furnitur handmade bergaya minimalis serta tata letaknya yang terkonsep membuat ruangan kamar terasa luas dan nyaman. Tempat bersantai yang berada tepat di tepi jendela kaca berukuran besar seakan menegaskan sisi artistik dari segi desain interiornya. View di balik jendela kaca yang langsung mengarah pada area swimming pool membuat siapapun betah untuk bersantai di tempat ini. Kamar tipe Na juga memiliki teras kecil di belakang yang letaknya berada di tepi kolam.

    Tipe kamar berikutnya yaitu kamar tipe Ca yang juga masih berada dalam satu bangunan dengan kamar tipe Na, yaitu bangunan Kuru. Tipe kamar ini memiliki desain yang kurang lebih sama dengan kamar tipe Na. Yang membedakan hanya pada luasan kamar yang sedikit lebih kecil, kurang lebih mempunyai luas 22 m2 dan tempat tidurnya yang menggunakan double bed berukuran single.

    Spot yang menjadi icon dari YATS Colony adalah swimming pool yang berada tepat di bagian tengah area penginapan. Kolam dengan tanaman hias di sekelilingnya tersebut tidak begitu luas namun eye catching dengan nuansa tropis nan asri di dalamnya. Swimming pool dengan gaya khas alam tropis tersebut nampak sempurna dengan adanya circular pool lounge yang berada di tepi kolam dan dapat digunakan sebagai area bersantai maupun barbeque party yang dapat disiapkan.

    Untuk rate harga yang ditawarkan YATS Colony terbilang cukup terjangkau, sebanding dengan fasilitas dan pengalaman yang di dapat ketika menginap di tempat ini. Kamar tipe Ka ditawarkan mulai dari harga 650 ribu per malam, tipe Ra dengan harga mulai dari 700 ribu per malam, kamar tipe Ca seharga 850 ribu per malam, kamar tipe Na yang ditawarkan mulai harga 1.050.000 per malamnya, kemudian tipe Ha dengan grade kamar tertinggi yang ditawarkan dengan harga 1.200.000 untuk per malamnya. “Untuk rate harga tersebut biasanya berubah tergantung periode booking. Pada saat high season maupun musim libur tentu saja harganya akan naik,” tutup Laili. Farhan-red

    YATS.COLONY
    Jalan Patangpuluhan No. 23,
    Wirobrajan, Yogyakarta 55251
    Telp : (0274) 375 948
    WA : +62 817 150 811
    IG : YATS.Colony
    Email : hello@yats.co
    www.yats.co

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain