Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Sinyal Properti Jogja Kembali Bergairah Lagi - bagian 2

    Perspektif  hunian tipe 90 & tipe 100 Hara Residence, berkonsep private cluster
    Progress pembangunan hunian tipe 40 Villa Argomulyo
    Deretan hunian 1 lantai  tipe 46 & tipe 55, Green Kuantan Residence
    Perspektif hunian tipe 45, Griya Arta Palihan

    Hara Residence secara bertahap mempersiapkan infrastruktur kawasan hunian terbaru yang berada di area Jogja Utara. Lokasinya tepat berada di tepian Jalan raya Tajem, Nomporejo Wedomartani Ngemplak Sleman. Faktor aksesibilitasnya tergolong sangat strategis. Berada di area sarana pendidikan, yakni kampus III USD Maguwo, Instiper, Unriyo, STIE YKPN-UPN Veteran-Atmajaya-UII Ekonomi, dan Kampus Pusat Terpadu Budi Mulia.

    Terkoneksi dengan akses Ringroad Timur dan Jalan Raya Jogja – Solo, 10 menit dari pusat hiburan dan perbelanjaan Hartono Mall dan TransMart. Dukungan sarana olahraga seperti Stadion Internasional Maguwoharjo dan Wahana Wisata Air Jogja Bay. Untuk fasilitas kesehatan pun sangat memadai seperti dekat Rumah Sakit UAD, Rumah Sakit Medika, Rumah Sakit Hermina, dan Rumah Sakit JIH. “Bahkan ke depan, lokasi Hara Residence sangat dekat dengan akses entry-exit tol Jogja – Solo yang berjarak tempuh kurang dari 5 km saja,” papar Septi Ariyani, selaku Project Manager-nya.

    Lokasi perumahan yang berada di sisi Jogja Utara masih menjadi primadona dan magnet utama para investor atau calon konsumen yang kebanyakan berasal dari luar daerah. Dukungan geografis yang masih sangat asri dan nyaman untuk sebuah rumah tinggal. Dan pastinya potensi percepatan nilai investasi-nya menjanjikan capital gain sangat prospektif dan berbagai infrastruktur pembangkit lingkungan yang sudah tersedia semuanya. “Hara Residence merupakan perwujudan sebuah karakter hunian premium dengan berbagai kemudahan akses yang berada di kawasan prestisius,” lanjut Septi, sapaan sehari-harinya.

    Developer Cakrawala Metrik saat ini juga sedang menyiapkan beberapa infrastruktur pendukung seperti pagar keliling kawasan dan jalan lingkungan. “Kami juga sudah membuka Marketing Gallery di lokasi Hara Residence nya pun sudah selesai kami bangun dan sudah melayani konsultasi maupun pendampingan bagi calon konsumen yang survei ke lokasi. Memasuki semester kedua tahun 2020 ini, setelah iklim perekonomian beradaptasi dengan kondisi pandemi, kami masih optimis gairah pasar properti kelas middle up Jogja akan segera bergairah kembali. Apalagi kepastian proyek tol Jogja – Solo sudah jelas Ijin Penetapan Lokasi (IPL)-nya, diharapkan segera lebih meningkatkan calon konsumen segera melakukan transaksi dengan kami,” lanjutnya semangat.

    Hara Residence di rancang sebagai hunian minimalis modern dengan nuansa tropis. Konsep hunian tropis akan terlihat mulai dari fasad sampai lingkungan kawasan yang akan dikemas natural nan estetik. Rumah di Hara Residence dikonsep sebagai cluster premium nan eksklusif layaknya private resort. “Kami menawarkan hunian premium terbatas, yakni 16 unit dengan menghadirkan rumah 2 lantai berkonsep tanpa pagar memberi ambience yang lega dalam kawasannya. Fasilitas one gate system, security 24 jam with CCTV, dukungan fasilitas jalan lingkungan selebar 7 meter makin menambah nyaman untuk mobilitas penghuninya,” imbuh Septi.

    Kawasan yang berdiri di atas lahan seluas 3182 m² ini, menghadirkan pula commercial & busssines area. Kami menawarkan ke calon konsumen atau investor di bangunan 4 lantai yang akan mengusung konsep layaknya kost eksklusif. Sebuah konsep investasi properti yang memberikan peluang passive income yang menguntungkan. Standar rumah yang ditawarkan ialah tipe 90 dengan luas tanah mulai 100 – 108 m². Kami masih tawarkan harga perdana, mulai kisaran 1,4 miliaran, harga tersebut sudah termasuk PPN, IMB, biaya pemasangan listrik, dan air bersih. Konsumen yang berminat mengambil unit rumah di Hara Residence diberikan program promo special discount up to 100 juta,” pungkas Septi Ariyani.

    Villa Argomulyo menawarkan konsep bangunan tropis, smart home, dan dialiri internet kecepatan tinggi dengan desain minimalis kental nuansa ala villa yang prestisius di Barat kota Jogja. Kawasan seluas total 1,3 hektar direncanakan menghadirkan total 97 unit rumah tinggal ini berada di dusun Kaliurang Argomulyo Sedayu Bantul merupakan garapan developer PT Graha Wijaya Land. Menawarkan aksesibilitas yang baik untuk menjangkau berbagai sarana pembangkit lingkungan, seperti sangat dekat dengan Sekolah Terpadu SD Budi Mulia 2, Universitas Mercubuana Yogyakarta, 8 menit dari kampus Terpadu UMY, 5 menit dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, dan ke depan akan sangat dekat dengan infrastrktur baru yakni akses Jogja Outer Ringroad, rencana kawasan Kampus Baru UKDW di wilayah Sedayu, serta tak jauh dari Kampus UIN Terpadu di Pajangan.

    “Sejak awal membangun, kami matangkan konsep hunian yang cocok dengan keinginan pasar khususnya kelas middle Jogjakarta,”papar Slamet Riyadi, selaku Project Manager PT Graha Wijaya Land. Dengan garis arsitektur yang mendukung untuk iklim di Indonesia yang tropis, desain kombinasikan langgam minimalis yang sedang menjadi tren dengan unsur tropis tentunya. Penggunaan material pada fasad bangunan yang mengkombinasikan material kayu, aksen batu alam, serta bukaan kaca sebagai aksen minimalis, tampil apik menghiasai fasad bangunan. Menerapkan unsur fungsi sirkulasi udara dan cahaya alami secara maksimal, denah ruang di konsep dengan penataan ruang yang simpel yang meminimalkan sekat. Penghawaan dan pencahayaan alami diterapkan juga pada bukaan jendela yang relatif besar dan lebar untuk fungsi jendela sekaligus sirkulasi udara serta kecukupan cahaya sehingga menghemat penggunaan listrik di siang hari. Untuk menambah kenyamanan, ketinggian ceiling plafon ruang utama kita buat rata-rata 4,5 meter.

    Perumahan yang terletak di tepi Jalan Puring yang terhubung dengan Jalan Wates Km 9,5 Sedayu Bantul serta poros jalan alternatif Sedayu – Pajangan - Bangunjiwo ini menawarkan beberapa pilihan tipe, yakni tipe 36, tipe 40, dan tipe 45. Untuk tahap awal ini kami buka penawaran sebanyak 25 unit. “Saat ini progress di lapangan sudah masuk ke pembangunan infrastruktur pendukung kawasan, yakni gerbang kawasan, beberapa unit rumah terpesan, dan unit rumah contoh tipe 40. Sejak soft launching akhir 2019 lalu, kehadiran kawasan kami mendapat respon yang positif dari calon konsumen. Untuk kisaran harganya tipe 40/94 mulai 422 jutaan,” imbuh Is Hermawan selaku Head Marketing-nya.

    Respon pasar cukup menggembirakan, walaupun pasar terkendala dengan kondisi pandemi covid19, namun Villa Argomulyo tetap mendapatkan calon konsumen yang potensial. “Perkembangan Sisi Barat Jogjakarta, terbukti ikut terdongkrak dengan keberadaan magnet baru infrastruktur transportasi yakni Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo. Terbukti hingga kini banyak pengembang mulai memparkirkan produknya di kawasan tersebut. Sisi barat dengan poros jalan Jogja - Wates menjadi daya tarik yang cukup kuat. arus kunjungan survey konsumen ke lokasi kami menunjukkan kenaikan positif. Kami semakin optimis, akan menjadi kawasan hunian yang sangat potensial sehingga untuk investasi properti yang sangat menjanjikan, dan sampai Agustus 2020 ini sudah terjual lebih dari 5 unit,” lanjut Wawan, sapaan akrabnya.

    Villa Argomulyo memberikan fasilitas umum dan fasilitas sosial pendukung kawasan. “Berkonsep one gate system, security 24 jam dengan dukungan CCTV baik kawasan maupun unit, free internet selama 1 tahun, dengan menggunakan smartdoor, lebar mainroad 7 meter serta jalan lingkungan 6 meter, balai warga, dan playground. Untuk legalitasnya, kami sertipikat sudah pecah per kavling dan IMB per unit sudah ready. Bagi calon konsumen yang berminat membeli secara KPR, kami juga sudah bekerjasama dengan beberapa perbankan, yakni BTN dan BTN Syariah,” pungkas Slamet Riyadi.

    Green Kuantan Residence mempunyai lokasi yang sangat prima, menjadi kekuatan utama sebuah kawasan hunian. Keunggulan utamanya terletak di lokasi yang berada di tepi Jalan Provinsi Jogja – Wates km. 9 Plawonan Argomulyo Sedayu Bantul, yang notabene menjadi jalur utama menuju magnet terbaru DIY, yakni keberadaan dan telah resmi beroperasinya Bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo per akhir Maret 2020 lalu.

    Menawarkan aksesibilitas yang baik untuk menjangkau berbagai sarana pembangkit lingkungan, seperti sangat dekat dengan Universitas Mercubuana Yogyakarta, 8 menit dari kampus Terpadu UMY, 5 menit dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, dan ke depan akan sangat dekat dengan infrastruktur baru yakni akses Jogja Outer Ringroad (JORR), dekat dengan rencana entry-exit tol trase Jogja – Cilacap, rencana kawasan Kampus Baru UKDW di wilayah Sedayu, serta tak jauh dari Kampus Terpadu UIN di Pajangan.

    “Kami semakin yakin, Jogja Barat akan tumbuh pesat seiring dengan pertumbuhan perekonomian wilayah kecamatan Sedayu dan kabupaten Kulon Progo dan dukungan infrastruktur transportasi maupun sarana pendidikan yang menjadi trigger utama perkembangan menuju area sub urban Jogjakarta,” terang Adoram Arthanto, Marketing Manager Merapi Arsita Graha (MAG).

    Wujud kolaborasi green living and green building concept. Kehadiran kawasan ini sekaligus untuk menunjukkan komitmen MAG untuk terus menghadirkan sebuah kawasan hunian yang asri, sejuk, nyaman sekaligus berkualitas, prestisius, serta mempunyai nilai investasi yang tinggi. Kawasan seluas 3 hektar ini secara keseluruhan mempunyai ruang terbuka hijau yang mencapai 40-50 %.

    Menurut data pengembang, pada awal pemasarannya (2014-red), sampai saat ini, perumahan Green Kuantan Residence cukup progresif penjualannya. " Dari total unit sekitar 120 rumah hingga semester kedua 2020 ini kini sudah terjual sekitar 80 % dan lingkungan perumahan sudah sangat hidup, karena unitnya sudah dihuni kurang lebih 70%", ungkap Ado sapaannya.

    Lebih lanjut selaku Marketing Arsitek MAG, Hary menambahkan bahwa “Kualitas bangunan di Green Kuantan Residence bisa dipastikan bermutu tinggi. Untuk spesifikasi standarnya akan diberikan lantai granit, memakai kusen dan pintu jendela paduan alluminium dengan kayu, bukaan yang cukup besar, diberikan layout ruang yang lega serta mempunyai ketinggian elevasi bangunan cukup tinggi dari permukaan jalan lingkungan. Juga diperbolehkan untuk mengubah tata ruang interior yang akan dipandu langsung oleh Marketing Arsitek MAG sehingga untuk kaidah-kaidah dalam perencanaan dapat terpenuhi secara optimal.”

    Semua infrastruktur telah disediakan oleh pengembang untuk memenuhi kebutuhan sosial seluruh konsumen. “Dengan mainroad selebar 8 meter serta dukungan jalan lingkungan selebar 6 meter, security with CCTV 24 hours, serta fasilitas open space berupa garden area yang dilengkapi gazebo, playground, pedestrian berupa jogging track, serta mini clubhouse yang dilengkapi dengan ruang pertemuan sudah tersedia,“ terang Hary.

    Dituturkan Ado perumahan ini terbukti menguntungkan nilai investasinya. Green Kuantan sudah mengalami kenaikan kurang lebih 10% - 15% per tahun. "Dulu pada awal pemasarannya (2014-red) tipe 46 dipasarkan pada kisaran harga mulai dari 500 jutaan hingga sekarang dengan tipe yang sama kami sudah menjualnya pada kisaran harga mulai dari 900 jutaan", paparnya.

    “Saat ini kami masih menyediakan beberapa tipe unit rumah berkonsep 1 lantai ini. Mulai tipe 37, tipe 46, tipe 55, dan tipe 61 dengan luasan tanah kavlingnya variabel mulai 108 – 229 m². Untuk harganya kami tawarkan mulai 800 jutaan. Dan yang paling penting Green Kuantan juga menyajikan legalitas perumahan yang sudah komplit. Pihaknya, mengatakan jika saat ini Sertipikat sudah pecah dan siap per kavling include IMB nya,” tegas Ado.

    Griya Arta Palihan menjadi alternatif kawasan hunian terbaru yang hadir di Kabupaten Kulon Progo yang berada di lokasi sangat strategis dan prospektif nilai investasinya. Kehadiran Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di kabupaten Kulon Progo yang secara resmi beroperasi April 2020 lalu, seolah membuka kran investasi di area ring 1 Bandara. Sektor yang sudah mulai terlihat pergerakannya adalah sektor properti. Terlihat dari munculannya kawasan bisnis baru, khususnya kontrakan, kost, maupun area baru kawasan hunian.

    Seperti disampaikan Dedi Tri Hadianto, SE., selaku CEO Bumi Persada Shineliving, developer yang menghadirkan Griya Arta Palihan, bahwa Kawasan premium private cluster yang tepat berada di titik nol kilometer Bandara YIA ini rencana akan menghadirkan 8 unit terbatas hunian eksklusif di atas lahan 1100 m² dengan sasaran pasar kelas middle Jogjakarta. Griya Arta Palihan menurutnya akan menjadi daerah penyangga utama bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dengan keberadaan Bandara YIA.

    “Secara lokasi, Griya Arta Palihan berada persis di Barat kawasan Bandara YIA atau persis di pintu masuk sisi Barat Underpass terpanjang di Indonesia, tepatnya di Selong Palihan Temon Kulon Progo. Secara aksesibilitas, terhubung dengan poros Jalan Provinsi Jogja – Purworejo maupun Jalan Daendels Pantai Selatan. Hunian yang cocok untuk investasi maupun rumah tinggal. Dengan perkembangan Bandara YIA, kami yakini, percepatan kenaikan nilai investasinya, bahkan bisa memberikan passive income bagi pemiliknya karena bisa dikembangkan sebagai rumah kost maupun kontrakan. Nilai sewa rumah di sini sudah di angka 10 - 15 juta per tahun serta angka kenaikan harga propertinya rata-rata akan tumbuh 10 – 15 % per tahun.”

    Griya Arta Palihan menawarkan hunian yang mengusung langgam desain arsitektur modern tropis berkonsep eco living. “Hunian Griya Arta Palihan mengadopsi konsep bangunan yang dapat beradaptasi dengan iklim tropis, dimana dapat menyerap beberapa elemen tropis yakni mereduksi radiasi sinar matahari, mencegah tingginya suhu ruangan, mencegah tingginya kelembaban udara, melindungi dari curah hujan tinggi, serta mampu mengalirkan sirkulasi udara yang lebih optimal. Kami kemas sebagai hunian ramah lingkungan karena memanfaatkan segala macam kelebihan desain arsitektur sehingga bermuara pada hemat energi, karena mampu mereduksi penggunaan listrik, khususnya penggunaan AC dan lampu,” papar Henky Tornado selaku Arsitek Bumi Persada Shineliving.

    Menghadirkan 2 model rumah, yakni tipe 45 untuk rumah 1 lantai dan opsi tipe 72 untuk rumah 2 lantainya. “Dengan dipilihnya model atap limasan, akan memperkuat karakter sekaligus menambah kesan elegan di fasad bangunannya. Untuk luasan kavlingnya, variabel mulai 87 – 119 m². Sejak resmi launching bulan Juni 2020, kami sudah berhasil menjual 3 unit rumah. Kami sudah bekerjasama PKS dengan beberapa perbankan KPR seperti BTN, BRI, BNI, dan Mandiri. Bahkan untuk karyawan Angkasa Pura 1 kami berikan special discount. Untuk kisaran harganya kami tawarkan mulai 450 jutaan,” imbuh Febby Wicaksono, selaku Marketing Manager-nya.

    Saat ini progress pembangunan di kawasan berjalan cukup signifikan dengan telah rampungnya 1 unit rumah tipe 1 lantai, pembangunan unit terpesan 2 lantai, dan pemasangan paving block kawasan sudah selesai dibangun. “Saatnya mengambil keputusan memiliki aset properti di Griya Arta Palihan. Kenapa properti ? Karena properti adalah Raja, karena tanah tidak dapat dicetak kembali dan semakin hari semakin terbatas jumlahnya sehingga harganya dipastikan akan semakin mahal”, pungkas Dedi. Wahyu Pras –red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain