Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Target DPW Apernas DIY 2019, Bangun 1000 Rumah Murah

    Target DPW Apernas DIY 2019, Bangun 1000 Rumah Murah
    Suranto Ramli, Sekretaris DPW Apernas DIY

    Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (Apernas), sebagai salah satu wadah organisasi pengembang perumahan dalam skala nasional. Wadah organisasi yang dideklarasikan dan didirikan pada tanggal 23 Februari 2009 di Jakarta ini, menjadi suatu wadah organisasi yang bertujuan menghimpun pengusaha (perusahaan), koperasi, ataupun perorangan yang berusaha menjadi pengembang kecil Perumahan Sederhana Sehat Tapak dan Susun di seluruh Indonesia. Meningkatkan profesionalisme dan mendorong terciptanya peningkatan kualitas usaha pengusaha pengembang kecil, meningkatkan kualitas dan mutu dalam penyediaan perumahan sederhana sehat tapak dan susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), serta berperan aktif dalam pembangunan nasional khususnya dalam pengembangan perumahan sederhana sehat.

    Untuk diketahui, sesuai arahan pemerintah, kriteria rumah sederhana atau rumah murah bersubsidi ini, untuk rumah tapak luas tanah 60 meter persegi sedangkan luas bangunan berukuran 30 meter persegi. Sementara untuk rusunami (rumah susun milik) mempunyai luas bangunan 20 meter persegi atau tipe studio.

    Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (Apernas) DIY berkomitmen untuk mampu menghadirkan salah satu kebutuhan pokok masyarakat, yakni Papan atau Rumah Tinggal. Seperti disampaikan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Apernas DIY, Suranto Ramli bahwa sejak hadir di wilayah DIY di bulan Agustus 2017 silam, pihaknya terus berupaya menjembatani kebutuhan akan rumah tinggal bagi MBR. Apernas DIY sampai saat ini memiliki sekitar 40an anggota yang merupakan pengembang berbadan hukum (PT/CV) yang melakukan investasi di pasar properti DIY. Terkait investasi, Suranto mengaku investasi bagi usaha developer baik perumahan MBR atau bahkan perumahan komersil, pilihan pengembang memang masih di dominasi di kawasan kabupaten Sleman dan Bantul bahkan Kotamadya Jogjakarta.

    Suranto Ramli menuturkan pihaknya berkomitmen menjaring anggota yakni pengembang yang memiliki komitmen tinggi untuk melayani masyarakat dalam penyediaan fasilitas rumah murah. Meski demikian, tidak lantas rumah yang murahan namun rumah murah yang tetap berkualitas. “Kami selalu mewanti-wanti anggota kami untuk tidak membohongi masyarakat. Kita memastikan pengembang yang tergabung dalam Apernas menghasilkan produk rumah yang layak. Sehingga apa yang ditawarkan sesuai dengan realita spesifikasi yang ada. Dan hal yang terpenting dari pendirian perumahan adalah soal perizinan. Pihaknya juga berkomitmen menjalankan apa yang diminta Pemerintah Kabupaten, khususnya terkait fasos dan fasum, "Kami tidak ingin, pengembang yang tergabung dalam Apernas dikenal sebagai pengembang yang asal bangun rumah. Kualitas rumah, fasum dan fasos akan kami perhatikan betul,” ungkapnya tegas.

    “Kami mentargetkan tahun 2019 ini berupaya membangun lagi 1000 rumah sederhana untuk MBR. Untuk tahap awal kami sudah hadirkan beberapa lokasi di wilayah DIY. Saat ini kami berhasil hadirkan di wilayah Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul.”

    Suranto Ramli mengatakan sejak tahun 2018, data menunjukkan bahwa Apernas DIY telah berhasil menghadirkan lebih dari 800 unit rumah. “Di awali di Kabupaten Sleman, anggota kami yakni PT. Sahid Putra Sehati telah berhasil menyediakan 540 unit rumah murah di Mulia Purnama Residence di atas lahan seluas 5 hektar, yang masuk geografis Sleman Barat. Selanjutnya kami rintis di wilayah Kabupaten Bantul, lewat pengembang PT. Maro Anugrah Jaya dengan menghadirkan 266 unit rumah murah di Nawa Village Bangunjiwo dengan luasan lahan 2,6 hektar.

    Menurut Suranto, pria yang berpengalaman sebagai konsultan dan kontraktor ini, antusias masyarakat lokal DIY cukup tinggi untuk memiliki rumah murah bersubsidi yang dibandrol seharga 130 jutaan per unit (tahun 2018-red). Terbukti dari sold out-nya rumah murah bersubsidi di Mulia Purnama Residence dan Nawa Village Bangunjiwo di tahun 2018 lalu. Melihat keberhasilan di tahun 2018, maka tahun 2019 ini, asosiasinya berupaya untuk memenuhi target total 1000 lebih unit rumah bersubsidi bisa terbangun. “Kami optimis sampai 2020, kami mampu memenuhi target total 2500 penyediaan unit rumah murah bersubsidi bagi MBR,” paparnya semangat.

    Data kami menunjukkan, sampai pertengahan 2019 ini, kami mendapatkan laporan bahwa untuk Kabupaten Sleman kami rencanakan menghadirkan 3 titik kawasan yakni perumahan Mulia Purnama Residence 1 (± 540 unit) dan Mulia Residence 2 (± 540 unit) dengan pengembang PT. Sahid Putra Sehati, serta perumahan Kirana Godean Village (± 643 unit) dengan pengembang PT. Karya Indah Putra. Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Bantul akan menghadirkan perumahan Nawa Village Bangunjiwo (± 226 unit) dengan pengembang PT. Maro Anugrah Jaya, perumahan Naraya Asri Trimulyo (± 360 unit) dengan pengembang PT. Amarta Jaya Properti, perumahan Segoroyoso Mulyo Residence 1 (± 350 unit) dengan pengembang PT. Bintang Cipta Lestari, dan perumahan Prasada Green Village (± 213 unit) dengan pengembang PT. Asa Prasada Mulia. “Apabila ditotal, akan dihadirkan ± 2872 unit rumah murah bersubsidi dengan total luasan lahan sekitar 26,7 hektar,” lanjutnya.

    Suranto mengatakan sebenarnya ada beberapa titik lain namun belum bisa dipastikan jumlahnya, karena proses perizinan masih berjalan. Sejauh ini diakui Suranto baru wilayah Sleman dan Bantul untuk pembangunan rumah bersubsidi karena harga tanah masih terjangkau dan konsumennya masih sangat besar jumlahnya. Namun tidak menutup kemungkinan pihaknya juga tengah menjajaki wilayah Kulonprogo. "Sedangkan mengenai perluasan lahan investasi ke kawasan Kulonprogo dan Gunungkidul, Suranto mengaku meski ada beberapa pengembang yang masuk di dua kawasan ini, namun tidak sebanyak di kawasan Sleman dan Bantul. ”Faktor ini dimungkinkan karena konsumen masih memilih membeli rumah di kawasan Bantul dan Sleman. Daerah Kulonprogo dan Gunung Kidul masih penjajakan beberapa titik-titik lokasinya, semoga bisa diwujudkan, syukur di tahun 2019 bisa terealisasi," paparnya.

    Lebih lanjut Suranto mengatakan, setelah perhelatan pilpres dan pileg 2019, pemerintah pusat sudah memberikan kebijakan tentang batasan harga jual rumah sederhana.”Untuk DIY ditetapkan harga 140 juta sedangkan untuk penjualan ditahun 2020 besok dipatok dengan harga 150 juta,” paparnya menutup perbincangan. Wahyu Pras-red

    Dewan Pimpinan Wilayah
    APERNAS DIY

    Jl. KH. Agus Salim No. 29 Jogjakarta
    Telp/Fax : (0274) 374 194
    Hotline : (0274) 451 285
    WA : 0877 3901 4666

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain