Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Wastafel Injak Portable Adaptasi, Kreasi & Inovasi ‘Rumahku Indah'

    Wastafel Injak Portable Adaptasi, Kreasi & Inovasi ‘Rumahku Indah'
    Wastafel injak portabel stainless steel
    Pedal injak untuk mengalirkan air & sabun dari botol
    Proses pemotongan bahan galvalum dan perakitan rangka wastafel
    Proses pengelasan rangka wastafel dengan bahan besi

    Kembali ke kehidupan normal setelah menjalani kebijakan pemerintah untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah pasca pandemi Covid-19 membutuhkan kesiapan khusus. Pasalnya, telah terjadi perubahan kebiasaan yang signifikan akibat kondisi tersebut. Sehingga, diperlukan kesiapan baik itu secara fisik, mental, sosial, maupun sarana dan prasarana kehidupan untuk dapat beradaptasi kembali dengan kebiasaan-kebiasaan kita sebelum pandemi. Selain itu, kebijakan untuk memasuki era new normal bukan berarti bebas untuk melakukan segala aktivitas tanpa ada batasan melainkan ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.

    New normal adalah fase di mana kebijakan pemerintah untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah dilonggarkan dan publik diperbolehkan untuk kembali beraktivitas dengan sejumlah protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah sebelum ditemukannya vaksin. Kebijakan ini dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengembalikan produktivitas masyarakat agar kondisi perekonomian kembali membaik. Persiapan menjadi hal yang penting agar kita terhindar dari resiko-resiko yang mungkin terjadi, baik itu resiko bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain yang berada di lingkungan sekitar kita.

    Berdasarkan latar belakang dan melihat peluang bisnis di tengah kondisi pandemi tersebut, Nova Suparmanto selaku pemilik workshop Rumahku Indah berhasil menciptakan sebuah terobosan baru yaitu wastafel injak portabel. Rumahku Indah sendiri adalah divisi bidang jasa dari PT. Putra Multi Cipta Teknikindo (PMC Teknikindo) yang berfokus pada perancangan dan pengembang untuk menciptakan suatu keindahan rumah atau kantor. Memiliki tenaga profesional dalam bidangnya, meliputi perancang dan pelaksana taman, pencahayaan, otomasi, instalasi, dan konstruksi bangunan. Mengutamakan penggunaan bahan dan sistem yang ramah terhadap lingkungan, sehingga dapat meningkatkan kesadaran akan kelestarian alam kedepan. “Awalnya melihat peluang yang ada, karena efek pandemi jadi bisnis kami (Rumahku Indah –red) terkena imbas dan sepi konsumen. Kemudian sekitar akhir Mei kemarin mencoba buat. New normal kan harus membiasakan cuci tangan. Peminatnya meningkat saat ini (wastafel portabel dengan sistem injak –red), karena anjuran, dan kesadaran masyarakat juga untuk menjaga kesehatan dan kebersihan,” ujar Nova.

    Latar belakang pembuatan wastafel injak portabel tersebut karena ditengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini masih banyak tempat umum yang belum dilengkapi dengan fasilitas untuk cuci tangan. Contohnya di pasar-pasar tradisional adalah salah satu tempat dimana tingkat kunjungan masyarakat masih tinggi. Hal ini diperparah dengan sebagian masyarakat yang masih enggan menggunakan fasilitas cuci tangan di tempat umum karena mungkin ragu akan kebersihannya. Maksud dioperasikan wastafel dengan diinjak tentu saja untuk meminimalisir kemungkinan penyebaran virus lewat sentuhan tangan. Untuk cara kerjanya, penggunaan alat ini hanya dengan menginjak pedal seperti pada pedal mobil hingga kran air terbuka serta sabun cair keluar dari botolnya. Terdapat dua buah pedal injak dimana masing-masing pedal memiliki fungsi berbeda, satu pedal untuk mengalirkan air dari kran, sedangkan satu pedal lainnya untuk menekan botol sabun agar cairan sabun keluar dari botolnya. "Kita tidak perlu menyentuh kran air serta sabun cair secara langsung karena keduanya secara teknis dapat dikendalikan menggunakan kaki dengan diinjak. Kemudian wastafel ini juga tidak memerlukan aliran listrik dan dapat dipindah-pindah (portabel) sesuai kebutuhan, baik outdoor maupun indoor," papar Nova.

    Bahan wastafel injak portabel yang diproduksi oleh workshop yang berlokasi di Jalan Lestari, Dusun Jeblog RT 02, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta tersebut terbuat dari rangka galvalum yang memiliki kelebihan ringan dan kokoh sehingga mudah untuk dipindahkan. Namun material tersebut memiliki kelemahan dari bahannya yang sedikit tajam pada tepiannya sehingga membutuhkan proses finishing yang ekstra hingga halus. Selain dari bahannya, wastafel portabel yang diproduksinya juga dibuat dengan desain yang estetik sehingga lebih cantik untuk dilihat.

    Kapasitas produksi dari Rumahku Cantik mencapai 8 unit per hari dengan 11 karyawan yang dimiliki saat ini. Dengan kapasitas tersebut, diakui masih belum mencukupi permintaan pasar untuk produk wastafel injak portabel karena meningkatnya demand yang cukup tinggi pada masa pandemi seperti ini. Untuk produknya terdapat 4 jenis yang dapat dipilih konsumen sesuai kebutuhan. "Ada 4 jenis produk, namun yang 1 jenis jarang diproduksi karena biasanya menggunakan sistem pre-order karena menggunakan tandon air yang harganya cukup mahal sekitar Rp 1 jutaan. Sedangkan 3 jenis yang sering diproduksi yaitu wastafel portabel yang menggunakan bak plastik seharga Rp 500 ribu, wastafel portabel alumunium seharga Rp 600 ribu, dan wastafelportabel stainless steel seharga Rp 750 ribu," beber Nova.
    Nova menambahkan bahwa konsumen wastafel yang dibuat di workshop Rumahku Indah mulai dari hotel, perkantoran, sekolah, hingga rumah tangga. Peminat wastafel portabel injak ini tidak hanya dari wilayah Yogyakarta, namun juga telah merambah hingga luar kota, seperti Malang, Surabaya, Banyuwangi, bahkan hingga Medan dan Padang. Farhan-red

    Rumahku Indah
    Jalan Lestari, Dusun Jeblog RT 02, Tirtonirmolo,
    Kasihan, Bantul, Yogyakarta
    Telp : 08953 7000 2211
    Ig : rumahku.indah

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain