Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Santap

The Bean Garden Coffee & Eatery Cicipi Sensasi Cozy di Taman Kopi

The Bean Garden Coffee & Eatery
The Bean Garden Coffee & Eatery
The Bean Garden Coffee & Eatery
The Bean Garden Coffee & Eatery
The Bean Garden Coffee & Eatery
[block:views=similarterms-block_1]

Sebuah tempat makan saat ini dinilai tidak hanya harus menyajikan makanan yang lezat namun juga desain tempat baik eksterior dan interior yang terbilang unik dan cantik. Persaingan yang ketat antara tempat makan terlihat sekali tidak hanya melalui promo-promo yang dilakukan namun juga menghias ruangan mereka sehingga dapat menarik pengunjung.

Saat ini kafe sangat mudah ditemukan di setiap kota. Masing-masing dari mereka menawarkan citarasa khas dengan cara yang berbeda untuk menyeduh bahannya. Bagi kaum milenial saat ini, berkumpul bersama kerabat dan keluarga kerap disandingkan dengan kopi. Untuk kota Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar tentunya ini menjadi salah satu persaingan yang cukup menarik antar tempat makan. Pasalnya anak muda zaman sekarang tidak hanya sekedar mencari tempat makan yang enak, namun juga tempat yang bisa digunakan untuk update foto terbarunya di media sosial. Sehingga beberapa tempat makan sendiri sudah mulai menerapkan berbagai desain unik di eksterior dan interiornya. Dengan ramainya spot ngopi yang menarik, Jogja seakan tidak pernah kehabisan tempat untuk bercengkrama.

Johnsto Jogja Horse and Resto Keseruan Wisata Kuliner Ala Koboi

Johnsto Jogja Horse and Resto
Feeding menjadi wahana favorit bagi anak-anak
Area makan outdoor  dengan background camp Indian
Meja makan bergaya industrial minimalis pada sudut area resto
Aneka Menu Johnsto
[block:views=similarterms-block_1]

Berkuda adalah salah satu olahraga tertua di dunia. Bahkan berkuda sudah diperkenalkan sejak berabad-abad tahun yang lalu, pada masa Romawi kuno. Bagi umat muslim, berkuda ini adalah salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah selain olahraga memanah dan berenang. Dibalik keseruan olahraga tersebut, ternyata ada berbagai macam manfaat yang bisa didapatkan dari olahraga berkuda, mulai dari manfaat bugar secara fisik hingga sehat secara mental dan emosional. Berkuda menjadi olahraga populer di banyak belahan dunia, khususnya di benua Amerika, Eropa dan Asia. Maka tak heran di Indonesia pun kini mulai banyak destinasi yang membuka tempat wisata yang mengusung tema berkuda. Dimana di tempat wisata ini wisatawan dapat berwisata menjelajah kawasan berkuda dan mencoba menunggangi kuda. Salah satunya adalah Johnsto, Jogja Horse & Resto.

Mencicipi Filosofi Seni di Terracotta Resto Magelang

Terracotta Resto Magelang
Agus Suharyanto (Owner) Terracotta Resto bersama putra putrinya
Terracotta Resto Magelang
Terracotta Resto Magelang
Aneka Menu Terracotta Resto Magelang
[block:views=similarterms-block_1]

Jika berbicara soal Candi Borobudur, rasanya masih banyak orang yang mengira bahwa ikon wisata Indonesia ini berada di Yogyakarta. Padahal kenyataannya, candi Buddha terbesar di dunia ini secara administratif berada di kawasan Magelang. Walau tak setenar Jogja, sebagai kota yang bersebelahan langsung, Magelang juga punya pesona wisata yang tentu tak kalah memukau. Berjarak sekitar 45 menit dari pusat kota Jogja, selain Borobudur, Magelang juga masih banyak menyimpan tempat-tempat wisata lain yang menarik untuk dikunjungi. Mulai dari wisata alam, budaya, seni, hingga sejarah yang semuanya keren dan mengagumkan. Alamnya yang masih asri dan udaranya yang sedikit lebih sejuk dari Jogja, membuat Magelang bisa jadi alternatif liburan yang menarik di kawasan Jawa Tengah. Selain adanya Borobudur, salah satu liburan seru yang bisa dilakukan di kota ini ialah menikmati wisata kuliner di tengah pemandangan alam yang indah.

Mezzanine Eatery and Coffee Sajian Urban Lifestyle & Natural Ambience

Mezzanine Eatery and Coffee
Mezzanine Eatery and Coffee
Mezzanine Eatery and Coffee
Endi Yogananta dan Nanang Satwanto
Mezzanine Eatery and Coffee
[block:views=similarterms-block_1]

Pasar kuliner di Jogja seolah tiada habisnya, baik makanan tradisional maupun modern memiliki segmen pelanggan sendiri. Hal ini tidak mengherankan mengingat Jogja merupakan salah satu destinasi wisata utama di Indonesia. Setidaknya, Jogja merupakan daerah tujuan wisata dengan wisatawan terbesar kedua setelah Bali. Hal ini juga yang coba dibidik oleh Mezzanine Eatery and Coffee yang hadir sejak 27 November 2017 lalu di bilangan Jalan Palagan Km. 8 No. 30, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Berada di sebelah utara Kota Jogja, Mezzanine bisa menjadi destinasi kuliner untuk mereka yang hendak berwisata di daerah kaki Gunung Merapi, lokasinya yang tidak terlampau jauh dari pusat kota dan aksesnya yang mudah membuatnya patut menjadi perhatian penikmat kuliner maupun wisatawan yang bertandang ke kota pelajar ini.

Iconic Gelato & Bistro Wisata Kuliner di Markas Superhero

Iconic Gelato & Bistro
Konsep industrial pada interior main bistro
Operational Manager dan Chef Iconic Gelato & Bistro
Setting action figure layaknya scene dalam film aslinya
Aneka Menu Iconic Gelato & Bistro
[block:views=similarterms-block_1]

Yogyakarta, sebuah kota budaya yang memiliki banyak sekolah dan universitas berkualitas. Tak mengherankan, kota ini juga sering dikenal dengan sebutan 'kota pelajar', karena didominasi oleh pelajar yang berasal dari berbagai kota untuk mengenyam pendidikan di kota ini. Kebiasaan nongkrong, mengerjakan tugas, dan belajar bersama dengan suasana nyaman menjadikan beberapa coffeeshop di Jogja ramai dikunjungi oleh para pelajar. Selain suasana nyaman, banyak pula yang senang mencari spot-spot menarik untuk berfoto ria, kemudian mengupload momen kebersamaan mereka di Instagram. Hal ini mendorong banyak peluang bagi bisnis kuliner, sehingga beberapa pengusaha di Jogja pun mulai berlomba-lomba untuk membuka kafe dengan konsep desain interior yang unik dan terlihat instagramable.

Kenikmatan Steak No. 2 Se-Indonesia, d'JAVA Steak Purwokerto

d'Java Steak
Nuansa klasik ruang makan dengan pernak-pernik antik
Koleksi barang antik yang menyatu dengan area makan
Aneka menu makan dan minuman d'Java Steak
Handoyo, Owner d’Java Steak
[block:views=similarterms-block_1]

Steak, identik dengan makanan ala Barat. Disajikan dengan tampilan dan citarasa kebarat-baratan dan restorannya pun dibuat semodern mungkin. Lalu, bagaimana jika steak dibuat ala Jawa? Apakah perpaduan ini bisa menggugah selera para penikmat steak Indonesia? Penggemar steak tidak boleh melewatkan makan steak dengan suasana adat Jawa di Purwokerto. D'Java Steak menghadirkan menu steak-steak lezat dengan perpaduan adat Jawa Barat sebagai dekorasinya.

Mencicipi Menu Kenduri dalam Balutan Rimbun, Kandang Ingkung

Kandang Ingkung
Nuansa alam yang kental dengan unsur kayu dan batu
Tempat makan outdoor
Area panahan pada belakang resto
Aneka Menu Kandang Ingkung
[block:views=similarterms-block_1]

Selain terkenal sebagai kota pelajar, Malioboro, Alun-alun, dan pasar Beringharjonya, Yogyakarta yang kaya akan tradisi dan budayanya juga mampu menempatkan diri sebagai kota tujuan wisata yang begitu diminati, baik wisatawan mancanegara maupun domestik. Destinasi wisata kota tersebut tak hanya terbatas pada kota madya Jogja saja, namun semua wilayah Jogjakarta yang terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kota madya tersebut juga memiliki daya tariknya masing masing. Bicara Daerah Istimewa Yogyakarta, selain adat dan budayanya yang masih kental, tidak afdol rasanya apabila tidak berbicara tentang berbagai kuliner khas. Biasanya, wisatawan mencari gudeg atau oleh-oleh khas Jogja seperti bakpia. Padahal, Jogja memiliki banyak pilihan kuliner yang tidak kalah nikmat bila dibandingkan dengan gudeg.

Menikmati Interaksi Hakiki Gallery Kafe 80's “Bocor Alus”

bocor alus
kafe
kursi lawas
crew kafe
menu makanan
[block:views=similarterms-block_1]

Keunikan sebuah kafe pasti menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjungnya. Ya, sisi yang unik tersebut secara tidak langsung juga menjadi faktor komersial berdirinya kafe yang bisa mendatangkan keuntungan. Kafe-kafe dengan tema kekinian itu sudah biasa. Apalagi di kota-kota besar di Indonesia sangat mudah dijumpai tempat-tempat nongkrong anak muda dengan mengambil tema kekinian. Yang tidak biasa itu adalah kafe kekunoan di era kekinian yang tetap instagramable. Daerah Istimewa Yogyakarta lagi-lagi membuat pembaruan dalam dunia kuliner. Sebuah kafe kekunoan bernama Kafe 80's Bocor Alus telah dibuka sejak pertengahan 2017 silam, tepatnya pada bulan Mei. Menyesuaikan dengan kebutuhan zaman now, Bayu Arya Setiawan selaku owner pun mendesain kafenya seunik mungkin menggunakan barang-barang koleksinya yang hits beberapa dekade silam.

Transformasi Gaya Klasik Nan Artistik Goodfellas Resto Semarang

Goodfellas Resto
Area coffee bar  & sudut ruang rustik yang fotogenik
VIP room yang bernuansa mewah
Wisnu Tri Wardani (Captain Floor) bersama Crew Goodfellas Resto & Area glass hou
Aneka menu makanan dan minuman sajian Goodfellas
[block:views=similarterms-block_1]

Kalau Anda pernah jalan-jalan ke kota Semarang, pasti tidak akan kesulitan untuk menemukan bangunan-bangunan tua peninggalan zaman Belanda. Hal ini tidak terlepas dari sejarah masa lalu, di mana Belanda bahkan sempat menjadikan kota Semarang sebagai pusat pemerintahan. Seiring berjalannya waktu, bangunan yang dulunya digunakan pemerintahan Belanda kini berubah menjadi bangunan fungsional seperti kafe, bangunan tempat wisata, atau bahkan ada juga yang menjadi tempat tinggal. Salah satu sisa-sisa bangunan Belanda yang kini dikembangkan menjadi kafe adalah Goodfellas. Goodfellas sukses bertransformasi dari bangunan tua Belanda menjadi salah satu bangunan yang artistik dan fotogenik.

Memuaskan Jiwa & Raga Dalam Atmosfer Majapahit Ala Jiwangga Resto

Jiwangga Resto
Meja kursi kuno pada area depan & Landscape dengan nuansa Bali
Nuansa pedesaan Bali dihadirkan pada sisi area terakota
Konsep area Taman Sari dengan unsur air mendominasi
Aneka menu Jiwangga Resto
[block:views=similarterms-block_1]

Saat para generasi 'jaman now' tengah berlomba-lomba memenuhi feed foto sosial media mereka dengan foto berkonsep futuristik, alam, serta outfit of the day, Jiwangga Resto hadir dengan konsep yang justru kembali kepada jaman kerajaan. Seolah hadir menjadi pembeda pada eranya, resto yang terletak di Jalan Terbaik No. 1 Bromonilan, Purwomartani, Kalasan, Sleman ini menawarkan nuansa khas kerajaan Majapahit kuno. “Kebetulan Suami memang sangat mengagumi kerajaan Majapahit kuno, semua furnitur lawas hingga barang-barang kuno yang ada disini merupakan koleksi pribadi suami saya,” ujar Rosalya Sri Wulandari, owner resto ini.

Menempati tanah pribadi pemilik seluas kurang lebih satu hektar ini, Jiwangga Resto memberikan pemandangan yang sangat kental dengan budaya Hindu yang memang dianut oleh kerajaan Majapahit kuno saat itu. Dengan bangunan didominasi oleh bata merah ekspos, bertingkat dari atas menurun ke bawah dengan beberapa pohon dengan daun yang rindang dan dibatasi sungai dan sawah di pinggir resto ini menambah khas suasana kerajaan kala itu. Bangunan pendopo dan segala furnitur yang digunakan pun sangat kental dengan alam, kayu lawas akan banyak ditemui sebagai material meja kursi yang disediakan untuk tamu resto. Dengan desain yang sangat kuno membuat lokasi ini sangat cocok untuk pengunjung yang ingin berfoto dengan nuansa kerajaan kuno.

PARTNER
Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain