Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Santap

Mencicipi Filosofi Seni di Terracotta Resto Magelang

Terracotta Resto Magelang
Agus Suharyanto (Owner) Terracotta Resto bersama putra putrinya
Terracotta Resto Magelang
Terracotta Resto Magelang
Aneka Menu Terracotta Resto Magelang
[block:views=similarterms-block_1]

Jika berbicara soal Candi Borobudur, rasanya masih banyak orang yang mengira bahwa ikon wisata Indonesia ini berada di Yogyakarta. Padahal kenyataannya, candi Buddha terbesar di dunia ini secara administratif berada di kawasan Magelang. Walau tak setenar Jogja, sebagai kota yang bersebelahan langsung, Magelang juga punya pesona wisata yang tentu tak kalah memukau. Berjarak sekitar 45 menit dari pusat kota Jogja, selain Borobudur, Magelang juga masih banyak menyimpan tempat-tempat wisata lain yang menarik untuk dikunjungi. Mulai dari wisata alam, budaya, seni, hingga sejarah yang semuanya keren dan mengagumkan. Alamnya yang masih asri dan udaranya yang sedikit lebih sejuk dari Jogja, membuat Magelang bisa jadi alternatif liburan yang menarik di kawasan Jawa Tengah. Selain adanya Borobudur, salah satu liburan seru yang bisa dilakukan di kota ini ialah menikmati wisata kuliner di tengah pemandangan alam yang indah.

Mezzanine Eatery and Coffee Sajian Urban Lifestyle & Natural Ambience

Mezzanine Eatery and Coffee
Mezzanine Eatery and Coffee
Mezzanine Eatery and Coffee
Endi Yogananta dan Nanang Satwanto
Mezzanine Eatery and Coffee
[block:views=similarterms-block_1]

Pasar kuliner di Jogja seolah tiada habisnya, baik makanan tradisional maupun modern memiliki segmen pelanggan sendiri. Hal ini tidak mengherankan mengingat Jogja merupakan salah satu destinasi wisata utama di Indonesia. Setidaknya, Jogja merupakan daerah tujuan wisata dengan wisatawan terbesar kedua setelah Bali. Hal ini juga yang coba dibidik oleh Mezzanine Eatery and Coffee yang hadir sejak 27 November 2017 lalu di bilangan Jalan Palagan Km. 8 No. 30, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Berada di sebelah utara Kota Jogja, Mezzanine bisa menjadi destinasi kuliner untuk mereka yang hendak berwisata di daerah kaki Gunung Merapi, lokasinya yang tidak terlampau jauh dari pusat kota dan aksesnya yang mudah membuatnya patut menjadi perhatian penikmat kuliner maupun wisatawan yang bertandang ke kota pelajar ini.

Iconic Gelato & Bistro Wisata Kuliner di Markas Superhero

Iconic Gelato & Bistro
Konsep industrial pada interior main bistro
Operational Manager dan Chef Iconic Gelato & Bistro
Setting action figure layaknya scene dalam film aslinya
Aneka Menu Iconic Gelato & Bistro
[block:views=similarterms-block_1]

Yogyakarta, sebuah kota budaya yang memiliki banyak sekolah dan universitas berkualitas. Tak mengherankan, kota ini juga sering dikenal dengan sebutan 'kota pelajar', karena didominasi oleh pelajar yang berasal dari berbagai kota untuk mengenyam pendidikan di kota ini. Kebiasaan nongkrong, mengerjakan tugas, dan belajar bersama dengan suasana nyaman menjadikan beberapa coffeeshop di Jogja ramai dikunjungi oleh para pelajar. Selain suasana nyaman, banyak pula yang senang mencari spot-spot menarik untuk berfoto ria, kemudian mengupload momen kebersamaan mereka di Instagram. Hal ini mendorong banyak peluang bagi bisnis kuliner, sehingga beberapa pengusaha di Jogja pun mulai berlomba-lomba untuk membuka kafe dengan konsep desain interior yang unik dan terlihat instagramable.

Kenikmatan Steak No. 2 Se-Indonesia, d'JAVA Steak Purwokerto

d'Java Steak
Nuansa klasik ruang makan dengan pernak-pernik antik
Koleksi barang antik yang menyatu dengan area makan
Aneka menu makan dan minuman d'Java Steak
Handoyo, Owner d’Java Steak
[block:views=similarterms-block_1]

Steak, identik dengan makanan ala Barat. Disajikan dengan tampilan dan citarasa kebarat-baratan dan restorannya pun dibuat semodern mungkin. Lalu, bagaimana jika steak dibuat ala Jawa? Apakah perpaduan ini bisa menggugah selera para penikmat steak Indonesia? Penggemar steak tidak boleh melewatkan makan steak dengan suasana adat Jawa di Purwokerto. D'Java Steak menghadirkan menu steak-steak lezat dengan perpaduan adat Jawa Barat sebagai dekorasinya.

Mencicipi Menu Kenduri dalam Balutan Rimbun, Kandang Ingkung

Kandang Ingkung
Nuansa alam yang kental dengan unsur kayu dan batu
Tempat makan outdoor
Area panahan pada belakang resto
Aneka Menu Kandang Ingkung
[block:views=similarterms-block_1]

Selain terkenal sebagai kota pelajar, Malioboro, Alun-alun, dan pasar Beringharjonya, Yogyakarta yang kaya akan tradisi dan budayanya juga mampu menempatkan diri sebagai kota tujuan wisata yang begitu diminati, baik wisatawan mancanegara maupun domestik. Destinasi wisata kota tersebut tak hanya terbatas pada kota madya Jogja saja, namun semua wilayah Jogjakarta yang terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kota madya tersebut juga memiliki daya tariknya masing masing. Bicara Daerah Istimewa Yogyakarta, selain adat dan budayanya yang masih kental, tidak afdol rasanya apabila tidak berbicara tentang berbagai kuliner khas. Biasanya, wisatawan mencari gudeg atau oleh-oleh khas Jogja seperti bakpia. Padahal, Jogja memiliki banyak pilihan kuliner yang tidak kalah nikmat bila dibandingkan dengan gudeg.

Menikmati Interaksi Hakiki Gallery Kafe 80's “Bocor Alus”

bocor alus
kafe
kursi lawas
crew kafe
menu makanan
[block:views=similarterms-block_1]

Keunikan sebuah kafe pasti menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjungnya. Ya, sisi yang unik tersebut secara tidak langsung juga menjadi faktor komersial berdirinya kafe yang bisa mendatangkan keuntungan. Kafe-kafe dengan tema kekinian itu sudah biasa. Apalagi di kota-kota besar di Indonesia sangat mudah dijumpai tempat-tempat nongkrong anak muda dengan mengambil tema kekinian. Yang tidak biasa itu adalah kafe kekunoan di era kekinian yang tetap instagramable. Daerah Istimewa Yogyakarta lagi-lagi membuat pembaruan dalam dunia kuliner. Sebuah kafe kekunoan bernama Kafe 80's Bocor Alus telah dibuka sejak pertengahan 2017 silam, tepatnya pada bulan Mei. Menyesuaikan dengan kebutuhan zaman now, Bayu Arya Setiawan selaku owner pun mendesain kafenya seunik mungkin menggunakan barang-barang koleksinya yang hits beberapa dekade silam.

Transformasi Gaya Klasik Nan Artistik Goodfellas Resto Semarang

Goodfellas Resto
Area coffee bar  & sudut ruang rustik yang fotogenik
VIP room yang bernuansa mewah
Wisnu Tri Wardani (Captain Floor) bersama Crew Goodfellas Resto & Area glass hou
Aneka menu makanan dan minuman sajian Goodfellas
[block:views=similarterms-block_1]

Kalau Anda pernah jalan-jalan ke kota Semarang, pasti tidak akan kesulitan untuk menemukan bangunan-bangunan tua peninggalan zaman Belanda. Hal ini tidak terlepas dari sejarah masa lalu, di mana Belanda bahkan sempat menjadikan kota Semarang sebagai pusat pemerintahan. Seiring berjalannya waktu, bangunan yang dulunya digunakan pemerintahan Belanda kini berubah menjadi bangunan fungsional seperti kafe, bangunan tempat wisata, atau bahkan ada juga yang menjadi tempat tinggal. Salah satu sisa-sisa bangunan Belanda yang kini dikembangkan menjadi kafe adalah Goodfellas. Goodfellas sukses bertransformasi dari bangunan tua Belanda menjadi salah satu bangunan yang artistik dan fotogenik.

Memuaskan Jiwa & Raga Dalam Atmosfer Majapahit Ala Jiwangga Resto

Jiwangga Resto
Meja kursi kuno pada area depan & Landscape dengan nuansa Bali
Nuansa pedesaan Bali dihadirkan pada sisi area terakota
Konsep area Taman Sari dengan unsur air mendominasi
Aneka menu Jiwangga Resto
[block:views=similarterms-block_1]

Saat para generasi 'jaman now' tengah berlomba-lomba memenuhi feed foto sosial media mereka dengan foto berkonsep futuristik, alam, serta outfit of the day, Jiwangga Resto hadir dengan konsep yang justru kembali kepada jaman kerajaan. Seolah hadir menjadi pembeda pada eranya, resto yang terletak di Jalan Terbaik No. 1 Bromonilan, Purwomartani, Kalasan, Sleman ini menawarkan nuansa khas kerajaan Majapahit kuno. “Kebetulan Suami memang sangat mengagumi kerajaan Majapahit kuno, semua furnitur lawas hingga barang-barang kuno yang ada disini merupakan koleksi pribadi suami saya,” ujar Rosalya Sri Wulandari, owner resto ini.

Menempati tanah pribadi pemilik seluas kurang lebih satu hektar ini, Jiwangga Resto memberikan pemandangan yang sangat kental dengan budaya Hindu yang memang dianut oleh kerajaan Majapahit kuno saat itu. Dengan bangunan didominasi oleh bata merah ekspos, bertingkat dari atas menurun ke bawah dengan beberapa pohon dengan daun yang rindang dan dibatasi sungai dan sawah di pinggir resto ini menambah khas suasana kerajaan kala itu. Bangunan pendopo dan segala furnitur yang digunakan pun sangat kental dengan alam, kayu lawas akan banyak ditemui sebagai material meja kursi yang disediakan untuk tamu resto. Dengan desain yang sangat kuno membuat lokasi ini sangat cocok untuk pengunjung yang ingin berfoto dengan nuansa kerajaan kuno.

Cita Rasa Hommy Dan Cozy Racikan Simetri Coffee Roasters

Simetri Coffee Roasters
Area Living room dengan sentuhan klasik industrial
Ruang tengah sebagai area bar
Study room
Aneka menu Simetri Coffee Roasters
[block:views=similarterms-block_1]

Bisnis kuliner di kawasan Yogyakarta semakin semarak dengan hadirnya berbagai macam resto maupun kafe yang menawarkan berbagai variasi konsep bangunan maupun menu hidangan yang menarik. Persaingan di dunia kuliner khususnya di kota Jogja menuntut inovasi para pelakunya untuk menghadirkan konsep yang berbeda, unik, serta segar untuk dapat diterima oleh berbagai kalangan terutama segmen anak muda yang menjadi salah satu segmentasi pasar paling potensial saat ini. Tak hanya menu yang menarik, namun penataan interior yang nyaman untuk bersantap dan berinteraksi saat ini menjadi hal yang dicari oleh penikmat kuliner di Jogja.

Salah satu resto yang menawarkan konsep tata interior menarik dan nyaman adalah Simetri Coffee Roasters. Resto & Coffee yang beralamat di Jalan Sabirin No. 20, Kotabaru, Yogyakarta mencoba mengusung konsep klasik minimalis dengan sentuhan industrial yang juga nampak pada pemilihan furniturnya. “Di Simetri sendiri sebenarnya yang ingin kita kedepankan yaitu pengunjung dapat menikmati sajian di sini terutama kopi, dengan kenyamanan layaknya berada di rumah sendiri. Dengan perpaduan bangunan kuno dengan konsep interior yang modern, diharapkan dapat menghadirkan suasana yang membuat pengunjung betah untuk berlama-lama,” ungkap Rendi, Operational Manager Simetri Coffee Roasters. Dikatakannya lebih lanjut, nama Simetri sendiri mempunyai arti sebuah bangun datar (hexagon) yang memiliki sisi yang sama persis. Hal tersebut berarti bahwa resto ini senantiasa menjaga kualitas serta cita rasa hidangan menunya akan sama persis antara satu cabang dengan cabang lainnya. “Awal berdirinya Simetri sebenarnya adalah berada di daerah Jakarta sekitar setahun yang lalu. Kemudian berlanjut di Jogja ini 4 bulan setelahnya,” tambah Rendi.

Sensasi ke Amerika Tahun 50-an di Double Decker Casual Dining Solo Baru

Double Decker Casual Dining Solo Baru
Area makan lantai dasar Double Decker
Meeting area dan karyawan Double Decker
Toilet unik
Menu unggulan Double Decker
[block:views=similarterms-block_1]

Wisata kuliner kota Solo ternyata tidak hanya menjunjung ragam panganan lokal yang nikmat dan murah meriah. Menikmati sajian lezat di atas bus tingkat di Double Decker Casual Dining dapat menjadi salah satu pengalaman wisata kuliner yang tak bisa dilupakan. Double Decker adalah salah satu tempat casual dining dengan konsep unik dan menarik yang menawarkan sejuta kenikmatan western food, sekaligus membawa kita ke suasana Amerika tahun 1950an yang terkesan vintage, terlihat dari segala ornamen-ornamen yang akan membawa para pengunjungnya masuk dalam dimensi tahun 50an. Seperti televisi dan radio kuno, mural-mural cantik ala jadul dan juga suasana kota New York di era 50an.

Berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, Solo Baru, atau tepatnya berada di ground floor Fave Hotel dan diapit pusat perbelanjaan serta pertokoan, semua mata orang yang lewat akan tertuju pada bus merah yang menjadi icon resto satu ini. Apalagi ada gadis-gadis manis berpakaian maid yang cute dan selalu menyambut siapapun yang datang dengan senyum manis.

PARTNER
Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain