Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Teras

Peran REI dalam Pembangunan Daerah

REI
[block:views=similarterms-block_1]

Rumah merupakan salah satu dari tiga kebutuhan dasar manusia, yakni, sandang, pangan dan papan atau rumah. Rumah sebagai tempat berteduh, berkumpul bersama keluarga. Seiring pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, maka tak heran jika permintaan rumah juga akan berbanding lurus.Hampir di semua segmentasi masyarakat mengalami kenaikan permintaan rumah, sebagai tempat tinggal. Dari segmentasi pasar kelas menengah – bawah hingga menengah – atas. Pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam usaha pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat. Dalam perkembangannya pemerintah bersama pengusaha-pengusaha perumahan yang tergabung dalam persatuan Real Estate Indonesia (REI) bersama masyarakat umum telah berusaha memenuhi kebutuhan tersebut. “ REI dalam skala nasional, per tahunnya telah berhasil membangunan atau menyediakan rumah rata-rata di atas 100.000 unit rumah sederhana tapak”, tutur Remigius Edi Waluyo, Ketua DPD REI Yogyakarta.

Izin Peruntukan Penggunaan Tanah ( Perda Sleman No.19 Tahun 2001 )

IPPT Perda Sleman
IPPT Perda Sleman
[block:views=similarterms-block_1]

Setiap tahunnya kebutuhan manusia akan tempat tinggal terus meningkat. Hal ini menuntut penyediaan tanah sebagai lahan untuk membangun yang cukup luas. Di Kabupaten Sleman sebagai daerah yang banyak diincar para pencari rumah, karena kondisinya alamnya yang masih bersih, tiap tahunnya menunjukkan permintaan yang terus meningkat.

Mengenal Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Untuk Bangun-Bangunan

Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
[block:views=similarterms-block_1]

Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan bangunan gedung yang tertib, baik secara administrasi maupun secara teknis, setiap daerah kini mengharuskan adanya surat Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk setiap pembangunan bangunan gedung. Dasar Hukumnya merupakan kelanjutan dari UU No. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, PP No. 36 tahun 2005, serta Peraturan Menteri PU No : 25/PRT/M/2007 tentang Pedoman Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung.

Juklak Sleman Perda No.5 Th 2011 - Bangunan Gedung

Perda Sleman No 5 tahun 2011
[block:views=similarterms-block_1]

Sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Sleman No. 5 tahun 2011 tentang bangunan gedung diharapkan pembangunan gedung sesuai dengan yang arahan pemerintahan setempat. Dalam peraturan daerah ini mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan gedung dan prasarana bangunan gedung. Diantaranya adalah pengertian-pengertian bangunan gedung dalam pasal 1 ayat 5, bangunan gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah, dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya, maupun kegiatan khusus. Pasal 1 ayat 6 menyebutkan, perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan. Maka setiap perumahan hendaknya mematuhi peraturan terbaru berkaitan dengan bangunan gedung ini.

Proses serta Persyaratan Akta Jual Beli & Waris Tanah

info BPN Sleman
[block:views=similarterms-block_1]

Peralihan atau pemindahan hak adalah suatu perbuatan hukum yang bertujuan memindahkan hak dari suatu pihak ke pihak lain. Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan dalam jual beli tanah, yaitu mengenai subjek dan objek jual beli tanah. Mengenai subjek jual beli tanah adalah para pihak yang bertindak sebagai penjual dan pembeli. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah calon penjual harus berhak menjual yaitu pemegang sah dari hak atas tanah tersebut, baik itu milik perorangan atau keluarga. Sedangkan mengenai objek jual beli tanah adalah hak atas tanah yang akan dijual.

Peningkatkan Status Tanah SHGB menjadi SHM

BPN Sleman
Pertanahan Sleman
[block:views=similarterms-block_1]

Melihat pertumbuhan perumahan di wilayah Sleman yang terus meningkat, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman menghimbau agar setiap pengembang mematuhi prosedur perizinan yang berlaku. Secara umum ada beberapa langkah yang perlu ditempuh oleh seorang pengembang. Setiap pengembang perumahan sebelum menanamkan investasinya di wilayah Sleman diharapkan untuk mengecek terlebih dahulu tata ruang wilayah. Hal ini untuk mengetahui apakah daerah tersebut memang dapat digunakan sebagai permukiman atau tidak. Sehingga kedepannya tak ada yang merasa dirugikan, baik pengembang itu sendiri atau konsumen. Setelah itu pengembang harus minta Pertimbangan Teknis Pertanahan (PTP) ke Kantor Pertanahan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan Izin Lokasi kepada bupati.

Rakerda DPD REI DIY 2012

Real Estate Indonesia
Rakerda DPD REI DIY
REI Expo
[block:views=similarterms-block_1]

Pertumbuhan properti di kota Jogja semakin menggairahkan, terbukti dari banyaknya pengembang-pengembang baru berskala nasional memparkirkan produknya di kota gudeg ini. Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) sebagai organisasi asosiasi perusahaan atas dasar kesamaan usaha, kegiatan dan profesi di bidang realestat, memiliki tantangan yang cukup besar. Guna menjawab tantangan perkembangan properti di masa depan, DPD REI DIY pada tanggal 13 November 2012 menyelenggarakan Rakerda di Hotel Grand Aston, dengan mengusung tema “Kontribusi/Peran Industri Perumahan Sebagai Penggerak Ekonomi Daerah”.

PARTNER
Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain