Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Karakter Desain Post-Modern Ruang Apartemen Emi Susanta

    apartemen jogja
    apartemen jogja
    apartemen jogja
    apartemen jogja
    apartemen jogja

    Apartemen menjadi salah satu aspek properti yang perkembangannya cukup pesat di kota-kota besar di Indonesia, tak terkecuali di Yogyakarta. Perkembangan apartemen ini sebanding dengan peningkatan kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal. Bagi kalangan muda yang masih fokus bekerja atau kuliah, serta untuk pasangan yang baru saja menikah, tinggal di apartemen adalah pilihan paling tepat. Pasalnya, waktu di rumah praktis hanya untuk beristirahat atau tidur. Jadi tidak membutuhkan banyak waktu untuk merawat atau pun membersihkan rumah. Oleh karena itu, apartemen merupakan hunian yang paling tepat dan praktis serta tidak membutuhkan banyak keterlibatan pemilik untuk merawatnya seperti rumah pada umumnya.

    Rupanya hal tersebut juga yang menjadi alasan seorang Emi Susanta memutuskan untuk memiliki sebuah unit di Patraland Amarta Apartment. Selain menjadi tempat singgah, faktor investasi juga menjadi alasannya untuk memiliki sebuah unit apartemen bertipe 1 bed room tersebut. “Dulu memang awalnya sempat tanya-tanya tentang harga apartemen, namun belum memutuskan untuk membeli. Kemudian satu waktu saya sedang bersepeda ke arah Kaliurang yang kebetulan juga sejalan dengan lokasi Patraland Amarta. Saat itu salah satu marketing dari pihak developer yang kebetulan follow Instagram dan melihat story saya sedang bersepeda kemudian menghubungi dan meminta saya mampir saat perjalanan pulangnya. Lalu saat itu saya diantar untuk melihat salah satu unit di sana dan marketing tersebut menawarkan promo harga dan kemudahan pembayaran yang sulit untuk ditolak, dan akhirnya saya memutuskan untuk membeli unit di apartemen tersebut,” papar Santo, sapaan akrabnya.

    Sisi interior menjadi hal yang benar-benar diperhatikan dari unit apartemen yang dibeli sejak November 2020 tersebut. Nuansa interior modern dengan sentuhan klasik langsung terasa begitu memasuki ruangan apartemen tersebut. Memaksimalkan luasan lahan yang tidak begitu besar, Santo berhasil mendesain penataan ruang yang cantik dan juga fungsional. Pemilihan furnitur dan pernak-pernik dengan dominasi material kayu turut menghadirkan sentuhan bergaya klasik pada area ruangan. Di bagian depan terdapat sebuah area dapur dengan konsep modern yang didesain layaknya sebuah mini bar lengkap dengan bar stole berbahan kayu. Kitchen set bernuansa motif kayu nampak bersanding serasi dengan pemilihan warna putih pada sisi keramiknya. Tidak lupa Santo juga menambahkan beberapa pernak-pernik hiasan agar suasana dapur menjadi lebih hidup.

    Masuk lebih ke dalam ruangan apartemen yang beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar KM. 7,5, Mudal, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta tersebut, terdapat sebuah ruang utama yang dapat digunakan sebagai ruang untuk menerima tamu maupun sebagai ruang keluarga. Terdapat sebuah sofa minimalis bernuansa monochrome sebagai tempat duduk pada ruang utama tersebut. Pada sudut lain, sebuah televisi layar datar nampak menempel pada dinding dengan nuansa putih nan cantik. Aplikasi cermin berukuran besar pada salah satu dinding membuat kesan ruangan menjadi lebih luas.

    Pada sudut lain di ruang utama dari apartemen seluas 44 meter persegi tersebut terdapat sebuah ruang kerja yang mempunyai view keluar area balkon yang begitu menakjubkan. Sebuah meja kerja minimalis material batu marmer berpadu dengan dinding kayu bernuansa natural, menghadirkan perpaduan warna yang cantik. Beberapa buku tertata rapi pada sebuah rak kayu bergaya senada yang terletak tepat di samping meja kerja. Sebuah lampu tempel bergaya vintage menjadi pelengkap dekorasi yang semakin mempercantik tampilan ruang kerja. “Dalam menata interior rumah ini sebenarnya tidak ada konsep baku, hanya memaksimalkan kebutuhan ruang saja karena memang luasannya tidak terlalu besar. Namun di beberapa ornamennya saya ingin menghadirkan nuansa post-modern ala tahun '60an. Untuk warnanya memang sengaja saya pilih warna-warna netral agar kesannya lebih hommy,” ujar pria lulusan ISI tersebut.

    Konsep dekorasi interior yang cukup menarik dihadirkan pada area kamar tidur utama. Desain simpel nan nyaman juga diterapkan dalam menata kamar tidur utama. Dominasi unsur kayu pada ranjang tidur minimalis dan lantai berpadu dengan nuansa putih dinding kamar, memberikan kesan hangat pada ruangan tersebut. Sentuhan vintage dihadirkan lewat aplikasi lampu gantung berbahan kuningan pada sisi tempat tidur. Tepat di samping tempat tidur, terdapat sebuah meja dengan pernak-pernik hiasan yang tertata rapi di atasnya. Ruang wardrobe juga didesain dengan memaksimalkan fungsi serta space yang ada pada sudut kamar tidur. Kamar tidur tersebut juga mempunyai akses langsung menuju balkon yang didesain sebagai area bersantai dengan pemandangan Jogja dari lantai atas apartemen.

    Selain digunakan sebagai tempat singgah bagi Santo dan keluarganya ketika berada di Jogja, rupanya unit apartemen tersebut juga disewakan sebagai bentuk investasi properti yang cukup menjanjikan. “Sebenarnya memang untuk tinggal sehari-hari saya tidak di sini, tapi ada rumah di kawasan Bantul. Hanya sesekali saya pakai untuk singgah, dan ketika ada keluarga yang ke Jogja saja. Selebihnya, apartemen ini saya sewakan dan diiklankan lewat AirBnb. Selain daripada kosong tidak dihuni, namun ternyata juga sebagai bentuk investasi untuk menghasilkan passive income yang menjanjikan,” pungkas Santo mengakhiri perbincangan. Farhan –red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain