Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Kejawa Resto Langgam Joglo Jawa, Aroma Kuliner Nostalgia

    Kejawa Resto
    Kejawa Resto
    Kejawa Resto
    Kejawa Resto
    Kejawa Resto

    Kreatifitas serta jatidiri sebuah rumah makan akan menjadi kekuatan dalam menjual konsep serta menu kuliner yang akan ditawarkan. Saat ini, berwisata kuliner sekaligus menikmati suasana resto yang homy adalah dambaan setiap orang. Salah satu destinasi yang tepat untuk persoalan tersebut adalah Kejawa Resto. Dengan berbagai menu makanan serta tempat makan berkonsep menarik, tentunya akan menghadirkan pengalaman bersantap yang berkesan bagi pengunjung yang datang.

    Resto yang berlokasi di Jalan Shinta No. 11, Karang Moko, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta tersebut mengusung tema desain bangunan Jawa minimalis dengan ruang terbuka nan sejuk. Bangunannya merupakan intervensi desain dari bangunan Jawa dan minimalis. Tujuan dari intervensi tersebut agar tidak terkesan monoton dan orang tidak bosan ketika berkunjung dan tetap merasakan nyaman. Awal mula berdirinya Kejawa Resto sendiri memang didasari dari owner yang hobi berwisata kuliner bersama keluarga. Seringnya berwisata kuliner membuat owner juga tertarik untuk membangun sebuah resto. “Karena memang dari dulu ayah sering mengajak keluarga untuk berwisata kuliner, akhirnya ingin mendirikan sebuah resto sederhana seperti Kopi Klotok Pakem. Namun oleh teman-temannya disarankan untuk total sekalian kalau ingin membangun sebuah resto. Kebetulan dari dulu ayah juga sangat menyukai furnitur serta bangunan lawasan khas Jawa dan sudah mempunyai koleksi beberapa bangunan Jawa yang disimpan. Pada akhirnya bangunan dan koleksi lawasan tersebut diaplikasikan ke dalam bangunan Kejawa hingga menjadi seperti saat ini,” cerita Almaas Rosi Nur Amalia, owner Kejawa Resto.

    Almaas, sapaan akrabnya juga menambahkan bahwa penamaan resto yang mulai beroperasi sejak bulan Agustus 2020 tersebut tercipta secara tidak sengaja. “Kebetulan ayah saat ini menjabat sebagai Ketua Perbakin Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan saya juga terdaftar sebagai anggota di sana. Jadi kami sering menghadiri event menembak di luar kota. Biasanya orang luar Jogja terutama di kota-kota besar sering menyebut Jawa untuk mengartikan kota Jogja. Saat itu teman-teman ayah sering sekali bertanya kepada kami kapan pulang ke Jawa, dan pada akhirnya kata tersebut semakin familiar di telinga. Akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan nama Kejawa pada resto ini karena simpel dan mudah diingat. Dan kebetulan juga masih selaras dengan konsep resto ini yang bernuansa Jawa,” imbuhnya.

    Kejawa Resto yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 6000 m² tersebut terbagi menjadi beberapa spot utama, diantaranya area Pendopo depan, meeting room, coffee shop, dan area utama resto yang mengaplikasikan bangunan Limasan. Pada bagian depan serta belakang juga terdapat fasilitas lahan parkir yang cukup luas untuk menampung kendaraan tamu yang datang. Sebuah bangunan rumah 2 lantai bergaya minimalis dengan sentuhan unsur Jawa terletak di sisi belakang bangunan Pendopo depan sebagai meeting room. Kesan megah dan elegan ditampilkan dari aplikasi dua konsep Jawa minimalis tersebut. Pada bagian interiornya juga tidak kalah cantik dengan furnitur kayu serta beberapa dekorasi ruangan yang semakin mempercantik tampilan interiornya.

    Bangunan selanjutnya yaitu area coffee shop yang terletak agak ke bawah, tepat berhadapan dengan area utama resto. Nuansa industrial justru nampak cukup mendominasi dari fasad bangunan coffee shop tersebut, dengan aplikasi dinding kaca berukuran besar serta unsur besi bernuansa hitam semakin memperkuat konsep bangunan yang diusung. Dari interiornya, nuansa industrial juga dipertahankan dengan dekorasi bergaya unfinished serta table set kayu yang tertata rapi sebagai area menikmati hidangan bagi pengunjung. Tepat di sisi samping bangunan, terdapat sebuah aliran sungai dan pepohonan rimbun yang menghadirkan sisi natural nan syahdu. “Sebenarnya area ini rencananya akan difungsikan sebagai coffee shop dengan segmen pasar lebih ke anak muda yang hobi nongkrong. Namun untuk saat ini kedai kopinya memang belum mulai beroperasi. Jadi sementara area ini bisa digunakan oleh pengunjung resto yang ingin menikmati hidangannya di sini,” papar Almaas.

    Beralih menuju area bangunan utama resto, nuansa klasik khas Jawa lebih ditonjolkan pada bangunan Limasan dengan aplikasi batu bata ekspos berpadu dengan tegel motif klasik pada sisi lantainya. Furnitur kayu yang tertata rapi di bagian dalam bangunan serta beberapa dekorasi hiasan dinding berupa lukisan-lukisan bernilai seni tinggi semakin mempercantik tampilan ruangan serta menambah nuansa homy sehingga pengunjung betah untuk berlama-lama menghabiskan waktu di tempat ini. Tidak berhenti sampai situ saja, nuansa otomotif juga dihadirkan di beberapa sudut area dari mulai motor klasik Jepang, Eropa, hingga Harley-Davidson yang mencerminkan owner adalah seorang penghobi motor.

    Ciri khas dari Kejawa Resto selain dari tempatnya yang “nJawani” dan “homy” tetapi juga aneka menu masakannya yang berbeda dari yang lain. Racikan masakannya terbuat dari bumbu yang diolah sendiri dari bahan baku mentah, serta ada beberapa bumbu serta bahan baku ikan yang diimpor dari luar negeri. Di restoran ini ada seorang Chef yang andal serta telah berpengalaman di kapal pesiar dan sempat menetap di Afrika selama 15 tahun. Beberapa menu andalan dan menjadi best seller dari Kejawa Resto antara lain Ikan Bakar Slengseng, yaitu sajian menu bakaran dimana bahan baku ikannya menggunakan jenis ikan Makarel yang diimpor dari Norwegia. Dengan bumbu bakaran khas serta sambal pendamping yang nikmat.

    Menu selanjutnya Kambing Braai yakni olahan daging kambing berumur 3-4 bulan yang dipanggang dengan bumbu serta cara pengolahan yang tepat sehingga tidak berbau seperti layaknya menu olahan daging kambing lainnya. Dengan kualitas service, bahan baku, serta pengolahan yang begitu diutamakan, maka tak heran apabila resto ini sering dikunjungi para pejabat publik dan pesohor lainnya. Mulai dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Ganjar Pranowo, Ahmad Syahroni, Ahmad Dhani, Rio Febrian, Irfan Hakim, Luna Maya, Rio Dewanto, hingga Sri Sultan HB X telah merasakan pengalaman kuliner di Kejawa Resto. Farhan – red

    KEJAWA RESTO

    Jl. Shinta No. 11, Karang Moko,
    Sariharjo, Ngaglik, Sleman,
    Yogyakarta
    WhatsApp : 0878 8667 4646
    Instagram: kejawaresto

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain