Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Rasa Budaya Bali, Jawa, Eropa Gadjah Wong Garden Restaurant

    Eropa Gadjah Wong Garden Restaurant
    Eropa Gadjah Wong Garden Restaurant
    Eropa Gadjah Wong Garden Restaurant
    Eropa Gadjah Wong Garden Restaurant

    Mengusung konsep garden restaurant, tempat ini akan menyuguhkan sebuah konsep arsitektur bangunan yang memanjakan pemandangan mata. Di atas lahan seluas 1500 m² , dengan kontur tanah yang tidak rata, gaya arsitekturnya akan memberikan pengalaman ruang tersendiri. Gajah Wong Garden Restaurant dibagi menjadi tiga ruang dengan karakter yang berbeda-beda. Mengacu pada konsep melestarikan bangunan budaya. “ Konsep bangunan di sini mengacu pada konsep melestarikan budaya, ada budaya Bali, Jawa, dan Eropa”, terang Benedikta Setiyani, Owner dan Chef, Gajah Wong Garden Restaurant. Lebih lanjut Beliau menuturkan, konsep Bali dihadirkannya dengan penataan taman hijau dengan pohon kamboja di beberapa sudutnya, selain itu kontur tanah yang berundak menghasilkan taman yang lebih menarik. Budaya Jawa dihadirkan pada konsep bangunan Joglo. Beberapa bangunan Joglo dihadirkan untuk melestarikan bangunan budaya khas masyarakat Jawa khususnya Jogja. Sedangkan konsep melestarikan budaya Eropa dihadirkannya pada salah satu ruangan yang ada di Gajah Wong. Budaya Eropa ini dipilih dalam usaha menggambarkan kondisi kota Jogja yang masih banyak berdiri bangunan bergaya Belanda. “ Saya ingin menggabungkan ketiga budaya tersebut dalam restaurant ini, dan seperti inilah jadinya, saya rasa cukup baik dan banyak yang suka dengan konsep ini”, tutur Yani panggilan akrabnya.

    Mengenai nama Gajah Wong Garden Restaurant memiliki nilai history yang besar bagi ibu dua putra tersebut. Nama Gajah Wong diambilnya dari lokasinya yang memang berada di tepi sungai Gajah Wong. Selain itu bagi wanita berlatar belakang Agama Hindu ini hewan Gajah memiliki filosofi yang sangat mendalam. “Gajah merupakan hewan favorit saya, Gajah itu kan dalam Hindu simbol Dewa Ganesha, sebagai pengayom, lambang kekuatan, kecerdasan, dan kebijaksanaan” ungkap Yani semangat. Lebih lanjut perempuan 45 tahun tersebut menceritakan alasannya memilih lokasi ini, “ Saya ingin mengedukasi atau memberikan contoh kepada masyarakat, bahwa sungai bukanlah tempat membuang sampah, jika kita lebih peduli pada sungai pasti akan memberikan keindahan alami, kita harus lebih menghargai alam, dulu lokasi ini adalah tempat pembuangan sampah, bisa dibilang tempat polusi di tengah kota, lalu dalam waktu kurang lebih delapan bulan saya membersihkannya dan mulai membangun restaurant ini, dan sekarang sungai tersebut malah memberi kenyamanan bagi kami”, terangnya.

    Gajah Wong Garden Restaurant ini dibagi menjadi 3 ruang utama. Setiap ruang memiliki nama dan karakter yang berbeda-beda. Ruang Gajah, Ruang Bebek dan Ruang Kura-Kura. Pemilihan nama-nama hewan untuk setiap ruangan tersebut ternyata menyimpan makna yang mendalam bagi sang pemilik. Hewan Gajah merupakan hewan favoritnya, karena memiliki filosofi yang kuat dalam perjalanan hidupnya. Hewan Bebek dan Kura-kura memiliki nilai history tersendiri bagi Yani. Bebek ini selalu mengingatkannya pada ajaran dari orang tuanya, dulu sewaktu kecil Ibu dua putra tersebut pernah dikasih 30 ekor bebek sama orang tua, dipercayakan padanya, sebagai bekal hidupnya, sedangkan kura-kura mengingatkannya pada hewan yang pernah dipeliharanya hingga besar. “Dulu saya punya kura-kura besar, yang bisa dinaikin, tapi karena suatu hal, kura-kura tersebut mati, dan saya kuburkan tepat di samping ruang kura-kura tersebut”, ungkapnya. Setiap ruang ini memiliki karakter bangunan yang berbeda, mencerminkan budaya yang ada di Indonesia. Tak hanya karakter bangunan saja yang berbeda, suasana yang dibangun pun memiliki nuansa yang berbeda pula di setiap ruang. Ruang Gajah dibangun dengan nuansa iringan musik country, Ruang Bebek dibangun dengan iringan musik jazz, dan ruang kura-kura dibangun dengan nuansa yang lebih Indonesia dengan iringan musik gamelan. Selain itu, penataan taman bergaya Bali mengikuti kontur tanah yang berundak membangun keasrian dan konsep garden restaurant tersebut lebih terasa.

    Memasuki Ruang Gajah Anda akan disuguhi arsitektur yang memanjakan mata, sebuah gaya arsitektur bangunan bergaya Joglo Bali. Ruang Gajah berada pada lokasi yang sedikit ke bawah, sehingga untuk mencapai ruang ini Anda harus menuruni anak tangga. Ruang Gajah merupakan ruang pertama yang dibangun, posisinya yang berada di bawah dan dekat dengan sungai Gajah Wong, memberikan nuansa alam yang kental. Gemercik alami air sungai yang mengalir terdengar menyejukkan dari Ruang Gajah. Dengan iringan musik country yang selalu live tiap hari, akan menambah semangat dan nyaman makan di ruang ini. “ Iringan musik country di ruang gajah itu setiap hari live kami hadirkan, untuk menambah kenyamanan setiap tamu yang datang”, ungkap Yani. Ruang Gajah berada bersampingan dengan kithcen. Dari ruang Gajah tersebut ada sebuah lorong yang menghubungkan dengan Ruang Kura-Kura. Lorong ini dibangun menyesuaikan kondisi lahan saat pembangunan. “ Lorong itu dulu tumpukan sampah, lalu kami bersihan, daripada di 'urug' kan butuh tanah banyak, lalu disiasati dengan memberi pondasi saja, lorong tersebut dapat menghubungkan dengan Ruang Kura-Kura, jadi kalau hujan bisa digunakan untuk tamu atau pelayan yang akan mengantarkan makanan ke Ruang Kura-Kura”,terangnya.

    Ruang Kura-Kura dibangun dengan nuansa yang lebih terasa unsur Jawa nya. Dengan konsep arsitektur bangunan Joglo yang masih lengkap menambah kesan elegan makan di Ruang Kura-Kura tersebut. Ruang Kura-Kura ini terdiri dari satu Joglo besar, tiga buah gasebo untuk tamu yang ingin merasakan lesehan, dan sebuah Joglo kecil yang terasa lebih private karena hanya muat sekitar sepuluh orang saja. Nuansa coklat kayu berpadu dengan apik dengan furnitur yang ada. Ruang ini menjadi tempat favorit bagi tamu-tamu manca. Nuansa budaya Jawa terasa kental dengan tambahan panggung dan seperangkat gamelan Jawa sebagai center of view. Gamelan ini akan selalu live setiap hari. Lembutnya alunan gamelan menambah kenyamanan menyantap hidangan di Ruang Kura-Kura. Alunan musik gamelan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu asing. Dari Ruang Kura-Kura ini Anda dapat menikmati konsep garden yang hijau dan tertata apik. Konsep bangunan Joglo tanpa dinding akan memberikan keleluasaan mata untuk menikmati spot-spot lampu pada tanaman. Restaurant yang buka mulai dari jam 18.00 ini selain menyajikan sebuah konsep arsitektur budaya, juga menawarkan suasana romantis.

    Bagi Anda pasangan muda yang ingin mengajak pasangan Anda dinner dengan nuansa yang lebih modern dan romantis, Anda dapat menggunakan Ruang Bebek. Ruang bebek di desain dengan gaya arsitektur bergaya Eropa. Ruang Bebek ini menyajikan dua area yaitu in door dan out door. Di antara dua ruangan tersebut dibatasi dengan pintu-pintu berbentuk melengkung, sebagai salah satu ciri khas bangunan Eropa, khususnya Belanda. Meski bergaya Eropa, Ruang Bebek tetap mempertahankan gaya arsitektur budaya Indonesia, yakni dengan penggunaan empat tiang penyangga bangunan utama, yang mirip dengan konsep Joglo. Tata pencahayaan yang sedikit temaram, dengan lampu berwarna kuning keemasan teras lebih nyaman di mata. Sentuhan budaya Jawa juga dihadirkan pada area in door dengan lampu bergaya 'teplok' di setiap meja. Namun, bedanya jika zaman dahulu 'teplok' menggunakan bahan bakar minyak, di restaurant ini menggunakan lilin. Dengan iringan musik jazz atau klasik Ruang Bebek akan teras lebih romantis bagi pasangan muda. Sebuah piano bergaya klasik terletak pada salah sudut ruangan. Piano tersebut biasa digunakan untuk live musik-musik jazz pada hari-hari tertentu. Jika Anda ingin merasakan suasana yang lebih romantis, Anda dapat menggunakan area out door. Beberapa lukisan tergantung di dinding Ruang Bebek menambah keindahan ruang tersebut. Dengan temaram cahaya sinar rembulan dan kerlip bintang di langit sangat cocok bagi Anda untuk memadu kasih. Ditemani dengan aneka menu yang lezat, tentu akan membuat Anda betah untuk berlama-lama di Gajah Wong Garden Restaurant ini.

    Setelah puas memanjakan mata dengan mengelilingi area Gajah Wong Garden Restaurant, saatnya memanjakan perut dengan berbagai menu pilihan. Gajah wong Garden Restaurant menyajikan tiga pilihan menu masakan, yakni, Indonesian, Indian, dan Italian food. Menurut owner yang juga sebagai chef, setiap makanan di restaurant ini menyajikan konsep makanan 'healthy food' atau makanan sehat. Bahan-bahan yang digunakan selalu menggunakan bahan-bahan yang masih fresh. Untuk mendapatkan bahan-bahannya, Yani bekerjasama dengan peternak dan petani sayur di wilayah Jogja untuk memenuhinya. “Kalau langsung dari petani akan meminimalisir penggunaan bahan kimia”. Lebih lanjut Beliau menambahkan “ Saya selalu menyajikan konsep masakan healthy food, karena pengolahan kami langsung dari dapur tanpa penggunaan penyedap rasa, penggunaan rempah-rempah khas Indonesia sudah memberikan rasa masakan yang enak dan lezat”,terangnya.

    Menu yang ditawarkannya pun cukup lengkap mulai dari appetizers, berupa Gajah Wong Salad, Salad Nicole, Mutton Samosa, Bitterbalen, Greek Salad, dan aneka jenis soups, seperti Tomato Soups, Seafood Bisque,Tom yam Gong, Fish Soup, dan masih banyak pilihan. Anda dapat mencoba Tomato Soups dan Seafood Bisque yang menjadi beberapa menu soup yang banyak digemari konsumen. Tomato Soup adalah sari dari perasan tomat dengan hiasan daun basil diatasnya, sedangkan Seafood Bisque adalah rebusan dari berbagai seafood yang kemudian di hancurkan dan diambil sari-sarinya. Kedua hidangan ini mengandung banyak protein dan menyegarkan saat disantap. Berbagai menu utama yang menjadi andalan di restaurant ini adalah seperti, menu Indonesian, Grilled Duck Nasi Kuning, Home-Smoked Baby Chicken atau ayam asap, menu Indian seperti Ranapakel, dan menu seafood seperti Steamed Red Snaper. Grilled Duck Nasi Kuning, adalah olahan bebek bakar yang dipadukan dengan nasi kuning yang dibentuk tumpeng dan ditemani Karedok. Nasi Kuning yang dibentuk Tumpeng ini bagi sang pemilik restaurant memiliki filosofi yang sangat baik. “ Nasi Kuning dengan bentuk tumpeng ini merupakan simbol kebahagiaan, dalam orang Jawa nasi kuning selalu dihadirkan dalam acara-acara kebahagiaan seperti ulang tahun”, ungkapnya. Home-Smoked Baby Chicken atau ayam asap adalah olahan daging ayam yang diproses melalui pengasapan selama tiga jam, sehingga lemak-lemak dalam daging benar-benar hilang. Ayam Asap ini disajikan dengan rebusan sayur brokoli, wortel, kacang panjang dan kentang yang dihaluskan. Ranapakel, merupakan olahan kambing bakar yang diambil dari kaki kambing bagian depan, sehingga lebih empuk dan lembut. Bagi Anda yang ingin merasakan menu India,kiranya masakan ini dapat mewakilinya. Steamed Red Snaper adalah olahan ikan Kakap Merah yang di steam dan disajikan dengan tumis Jamur Shitake dan kentang yang dihaluskan. Sedangkan menu-menu untuk desserts dan aneka minuman dingin Anda dapat memesan beberapa menu pilihan, seperti Stawberry Crumb Cake, Tirami Su, Mixed Juice Orange-Carrot, Yogurt Lassy Strawbeery, dan Fresh Fruit Ice Cream Cinnamon, Ginger, dan Vanilla.

    Harganya pun berbanding seimbang dengan rasa makanan dan konsep arsitektur yang dihadirkan, cukup terjangkau bagi tamu domestik maupun manca. Soal kualitas masakan, Anda tak perlu ragu, dengan chef yang juga sebagai owner maka kualitas masakan dan bahan akan selalu dijaga dengan baik. Jadi, bagi Anda yang gemar traveling dan wisata kuliner sempatkan untuk singgah ke Gajah Wong Garden Restaurant. Selamat mencoba, perut kenyang, mata segar. Greg-Red

    Gadjah Wong
    Garden Restaurant

    Jl. Gejayan (Affandi)
    PO Box 111 YKBS
    Yogyakarta 55281
    Tel : +62 274 588294, +62 274 542815
    Fax : +62 274 4362089
    e-mail : yogya@gadjahwong.com

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain