TECTOON COFFEE Destinasi Ngopi Dalam Hawa Industrial Alami
Yogyakarta selalu memiliki cara tersendiri untuk menyembunyikan keindahan di tiap sudut yang tidak terduga. Salah satunya adalah Tectoon, sebuah destinasi yang menawarkan ketenangan di tengah hiruk pikuk aktivitas perkotaan. Terletak di kawasan Ngabean Kulon, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, tempat ini hadir sebagai oase bagi mereka yang mencari pelarian sejenak dari rutinitas harian yang padat. Tectoon bukan sekadar tempat untuk menikmati sajian minuman, melainkan sebuah ruang yang dirancang untuk memberikan pengalaman visual mendalam melalui perpaduan elemen alam dan arsitektur yang berani.
Daya tarik utama saat menginjakkan kaki di coffeeshop yang berdiri di atas lahan seluas 94 m2 tersebut adalah konsep arsitekturnya yang mengusung gaya industrial jujur. Melalui penggunaan tekstur unfinished pada dinding dan strukturnya, Tectoon berhasil menunjukkan karakter bangunan yang kuat namun tetap estetik. Setiap sudut di tempat ini seolah memiliki cerita tersendiri melalui detail semen ekspos, elemen logam, dan struktur terbuka yang menjadi ciri khas gaya industrial. Keberhasilan dalam mengeksekusi desain ini menjadikan setiap jengkal ruang di Tectoon sangat fotogenik dan memberikan latar belakang yang sempurna bagi para pengunjung yang ingin mengabadikan momen mereka di media sosial.
“Awal mula dulu sebenarnya saya bangun bukan sebagai kedai kopi, namun untuk kantor jasa desain arsitek saya bernama Lab 28. Coffee bar hanya sebagai suguhan untuk klien ketika sedang meeting di kantor. Akhirnya justru semakin serius dan dibuka untuk umum, namun berjalan bersama kantor juga yang tetap berlokasi di sini,” ungkap Rafael Andrean S., owner Tectoon.
Meskipun didominasi oleh elemen beton yang tegas, kafe yang mulai dibuka untuk umum sejak Oktober 2025 tersebut berhasil memberikan keseimbangan visual melalui kehadiran hutan mini yang asri, tepat di depan area bar. Konsep hutan di tengah kota ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, tetapi juga memberikan sirkulasi udara alami yang menyegarkan serta suasana yang tenang. Pepohonan hijau yang tertata rapi di area terbuka memberikan kontras yang indah dengan tekstur bangunan yang mentah, menciptakan atmosfer yang menyerupai pelarian ke alam tanpa harus meninggalkan kenyamanan fasilitas perkotaan. Kehadiran tanaman hijau ini juga secara psikologis membantu pengunjung merasa lebih rileks, sehingga Tectoon sangat direkomendasikan sebagai tempat untuk melepas penat atau sekadar menikmati waktu berkualitas.
“Dalam pembangunan tempat ini juga sebagai ruang research inovasi-inovasi desain arsitektur dan portofolio langsung dari Lab 28 kepada klien kami. Secara garis besar kafe ini terbagi menjadi 4 lantai dengan gaya desain industrial yang sebenarnya. Konsep split level juga sengaja diaplikasikan karena dengan begitu, semua lantai akan mendapatkan view aliran sungai di depan kafe. Untuk area pengunjung kafe disediakan pada sisi depan di setiap lantainya ditambah satu area rooftop. Sementara bagian belakang difungsikan sebagai area kantor kan meeting room,” imbuh Andre.
Jam operasional yang dimulai sejak pukul 07.30 hingga pukul 22.00 membuat Tectoon menjadi pilihan yang sangat fleksibel bagi berbagai kalangan. Di pagi hari, suasana yang tenang dan udara yang segar menjadikannya tempat yang sangat cocok untuk tujuan ngopi pagi selepas olahraga. Memasuki siang hingga sore hari, cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah arsitektur menciptakan permainan bayangan yang dramatis, menambah nilai estetika saat bersantai bersama rekan atau sahabat. Sementara waktu malam merupakan momen yang tepat untuk berkumpul dan berbincang santai, terlebih lokasinya yang berada di lingkungan yang lebih privat dan tenang dibandingkan dengan pusat kota yang seringkali terlalu bising.
Dari segi menu yang ditawarkan, Tectoon hanya fokus pada sajian kopi serta cake & pastry. Beberapa minuman coffee based yang patut dicoba diantaranya Cappuccino, Americano, dan Latte. Sementara untuk menu kopi susu diantaranya Butterscotch, Aren, serta Spanish. Bagi pengunjung yang tidak ingin memesan sajian kopi, Tectoon juga memiliki beberapa menu non-coffee seperti Chocolate, Matcha, dan Lychee Tea. Kemudian sebagai sajian pendamping minuman diantaranya Sourdough, Brownies, dan Pastry.
Tectoon adalah bukti nyata bahwa inovasi ruang di Jogja terus bergerak menuju arah yang lebih kreatif. Melalui perpaduan struktur industrial yang tegas, hijaunya tanaman, serta sajian menu yang memanjakan lidah, tempat ini berhasil menciptakan sebuah identitas yang unik. “Tectoon juga sangat terbuka sebagai collaborative space, dimana hampir setiap bulan kami selalu mengadakan aktivasi acara seperti bar takeover yang bekerjasama dengan beberapa rekan barista dan coffee roaster di Jogja dan sekitarnya. Tectoon juga bukan hanya sekadar tempat singgah, tetapi merupakan sebuah destinasi yang diharapkan dapat merepresentasikan keindahan dalam kejujuran material bangunan dan ketenangan alam. Namun yang selalu kami ingatkan dan perlu diperhatikan oleh pengunjung, Tectoon yang berkonsep unfinished industrial tidak cocok untuk membawa anak-anak, seperti yang sudah kami tulis di bio Instagram kami, ‘Not Kids-Friendly’,” pungkas Andre.
TECTOON COFFEE
Ngabean Kulon, Sinduharjo,
Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.
Telp : 0812 3645 9762
IG : tectoon.id


















































































