Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Aura Nostalgia Kuliner Ningrat Jawa-Belanda @RESTO PERDJAMOEAN

    resto perdjamoean
    resto perdjamoean
    resto perdjamoean
    resto perdjamoean
    resto perdjamoean

    Budaya kuliner Indonesia tidak akan pernah lepas dari interaksinya terhadap bangsa yang pernah singgah di Nusantara sejak berabad-abad lalu. Yogyakarta yang merupakan salah satu pusat perkembangan budaya Jawa, juga tidak lepas dari fenomena tersebut, dan bahkan hingga kini masyarakat masih dapat menikmati hasil akulturasi budaya kuliner Jawa dengan budaya asing, khususnya Belanda.

    Resto Perdjamoean by Elrama Hospitality hadir untuk mengabadikan kreasi-kreasi unik yang mencerminkan kekhasan kuliner Jawa dan Belanda dengan penyajian modern, namun tetap mempertahankan nuansa dari era kreasi tersebut berasal. Keunikan akulturasi antara sajian ala Belanda dengan hidangan para bangsawan Jawa bersanding dengan keindahan bangunan bergaya Eropa yang memberikan pengalaman kuliner unik serta memunculkan nuansa gaya hidup elegan para aristokrat dan bangsawan yang tentu akan memperkaya khasanah destinasi wisata kuliner di Yogyakarta.

    Berlokasi di Jalan Kaliurang KM. 16, Kledokan, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, Resto Perdjamoean tidak hanya menyajikan hidangan istimewa, namun juga menghadirkan pengalaman berkuliner yang membawa para pengunjung bernostalgia ke era harmonisnya budaya Jawa dan Belanda.

    “Di Perdjamoean para tamu akan merasakan uniknya interaksi budaya dari dua dunia yang berbeda, dalam nuansa bangunan bergaya arsitektur Eropa di kawasan wisata Kaliurang Yogyakarta, yang dahulu dipenuhi vila-vila dan pesanggrahan yang digunakan sebagai tempat beristirahat para kaum ningrat. Kami ambil nuansa Kaliurang yang jadi obyek wisata orang-orang Belanda jaman dulu. Yang coba kita tawarkan wisata khas Jogja, menu khas Jogja tetapi era jaman dulu, tahun 1920-1930an. Perpaduan budaya lokal dan Eropa ini melahirkan kreasi unik yang masih bisa dinikmati hingga masa kini. Dan Perdjamoean hadir sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya tersebut,” papar Rini Susilowati, Head Outlet Resto Perdjamoean.

    Resto yang mulai beroperasi sejak Desember 2024 tersebut, nuansa megah bergaya kolonial nan kental begitu terasa sentuhan aksen Eropa klasik pada setiap sudut areanya. Bangunan tinggi lengkap dengan loteng serta aksen lengkung pada jendela dan pintu utama semakin menegaskan konsep arsitektur ala Belanda. Memasuki bangunan utama resto, nampak sebuah ruangan indoor bernuansa putih dengan ciri khas aksen dekorasi ala kolonial klasik. Tepat di bagian depan pintu masuk tersebut, pengunjung dapat menemukan sebuah coffee bar tempat dimana para barista meracik sajian minuman pesanan pengunjung. Area bar tersebut tampil begitu menarik dengan kombinasi dekorasi bergaya modern twist yang terkesan mewah. Sebuah meja kayu memanjang dengan lengkungan beraksen marmer, berpadu dengan beberapa pernik seperti mesin espresso dan lampu gantung bernuansa klasik semakin mempercantik tampilan dekorasi area bar. Pada area indoor utama tersebut juga tersedia beberapa table set kayu bergaya vintage.

    Resto yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 1000 m2 tersebut juga menyediakan beberapa area lain yang dapat dipilih pengunjung, diantaranya area teras depan, teras belakang, 2 buah VIP room, dan mezzanine atas. “Di area indoor bangunan utama juga tersedia lantai atas berkonsep mezzanine dengan nuansa ala loteng yang dapat digunakan pengunjung untuk menikmati hidangan. Selain itu, bagian teras depan dan teras belakang juga kami sediakan bagi pengunjung yang ingin bersantap sembari menikmati sejuknya udara di kawasan Kaliurang yang masih sejuk dengan konsep semi outdoor. Bagi yang ingin mengadakan private party atau meeting, kami juga mempunyai 2 VIP room berkapasitas masing-masing 10 orang,” imbuh Rini.

    Resto Perdjamoean yang buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 tersebut hadir sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya Jawa-Belanda dengan menghidangkan menu akulturasi seperti olahan steak dengan bumbu khas Nusantara, sup bergaya Belanda dengan rempah indonesia, hingga kudapan dan dessert klasik yang telah disesuaikan dengan cita rasa lokal. Sumber dari hidangan tersebut tidak hanya berasal dari resep asli “Barat” semata, namun juga berasal dari resep-resep yang diciptakan di dapur kerajaan yang mendapat pengaruh cukup kuat dari bangsa Belanda dan kerap menjadi hidangan kegemaran para bangsawan dan aristokrat di masa itu.

    Kreasi kuliner unggulan yang dapat dinikmati di Perdjamoean antara lain Bestik Lidah dan Stampot & Brasswurst. Di bagian makanan ringan tersedia menu khas Belanda seperti Bitterballen dan Bendul Ice untuk menu dessert. Tak kalah menarik juga di kategori minuman terdapat Sparkling Royal atau Bir Jawa serta Limun Mangga sebagai sajian pelepas dahaga. Keseluruhan sajian tersebut dibalut dalam nuansa dan presentasi yang klasik, luwes dan modern sehingga cocok untuk dinikmati oleh berbagai generasi di berbagai momen. “Beberapa menu khas Jawa dan Belanda memang sengaja dihadirkan di sini, tentu saja untuk melengkapi konsep yang kami usung. Mengenai menu-menu tersebut juga disesuaikan agar dapat diterima oleh lidah orang Indonesia dan kami berharap Perdjamoean dapat diterima oleh wisatawan lokal Jogja maupun luar kota,” pungkas Rini.


    RESTO PERDJAMOEAN
    Jalan Kaliurang KM. 16, Kledokan,
    Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.
    Telp : 0895 3639 00007
    IG : perdjamoean.resto

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain