Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Bermain & Belajar Berkarakter di Preschool Olifant

    Olifant Preschool
    Olifant Preschool
    Olifant Preschool
    Olifant Preschool
    Olifant Preschool

    Tumbuh kembang seorang anak haruslah dimulai dari sejak dini. Stimulasi dan pengaruh lingkungan sekitar cukup berpengaruh besar dalam pembentukan dan perkembangan karakter anak. Anak berusia 1-6 tahun merupakan masa anak untuk bereksplorasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya sehingga merupakan rentang usia yang bagus untuk belajar dan bermain.

    Sekolah sebagai tempat anak menimba ilmu harus mengakomodir dan menyesuaikan dengan kebutuhan si anak. Di sekolah, anak akan belajar berinteraksi dengan lingkungan sosialnya yang baru, bertemu sosok baru, suasana baru yang berbeda dengan kehidupannya di rumah. Berangkat dari hal tersebut, Olifant School hadir di Jogja.

    Olifant School terletak di Jl. Cendrawasih 4 A-B, Demangan Baru, Yogyakarta dengan konsep arsitektur bangunan yang berbeda dengan sekolah pada umumnya. Nampak dari depan, bangunan Olifant menyerupai gajah yang sedang asyik minum air dari sebuah cangkir. Hal ini ternyata mempunyai filosofi, seperti yang dituturkan Dewi Setyorini, SE, Head of Preschool Olifant, “ Bangunan Olifant nampak dari depan seperti sebuah keluarga gajah yang terdiri dari 2 gajah induk (berwarna ungu) dan 3 ekor anaknya ( berwarna kuning, biru, dan merah).

    Secara personal, gajah itu kuat, mempunyai pikiran sehingga bisa dilatih, dan secara sosial gajah itu hewan yang protektif melindungi, saling bekerja sama dengan rombongannya bila ada bahaya yang mengancam, sedangkan cangkir itu ibarat wadah ilmu pengetahuan. Kita berusaha membentuk pondasi dasar bagi setiap anak sehingga ia dapat menyerap dan mencecap semua ilmu yang diberikan. Warna-warna gajah yang berbeda menggambarkan berbagai macam multi cultural, etnis, unity in diversity.” Memasuki kompleks Olifant kita akan melewati sebuah lorong berbentuk lingkaran yang berujung ke sebuah gerbang. Olifant mempunyai 2 gerbang, gerbang pertama memisahkan antara area luar dengan area tunggu.

    Di gerbang pertama ini, setiap orang yang masuk harus meninggalkan ID (tanda pengenal) dan mengisi buku tamu. Orang tua/pengasuh yang menjemput harus menunjukkan ID card Olifant dan melakukan absensi. Hal ini dilakukan demi keamanan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti penculikan. Setelah melewati gerbang pertama terdapat area tunggu bagi para orang tua yang menjemput anaknya atau pengasuh yang ditugasi orang tua anak untuk menunggui buah hati mereka. Area tunggu ini terbagi menjadi dua area lagi, area dalam dan area luar. Sofa berwarna hijau kuning yang ditata berselang-seling tampil apik di ruang tunggu area dalam. Sebuah meja berwarna coklat kayu yang berisi buku dan bulletin sebagai bacaan sembari menunggu anak sekolah. Sofa melengkung bersanding di sisi kanan meja bacaan tersebut. Di ruang tunggu bagian dalam ini juga terdapat meja resepsionis, kantor dan ruang kesehatan. Ruang kesehatan ini didesain dengan begitu apik.

    Dinding ruangan dihiasi wallpaper dengan warna lembut bergambar tokoh kartun, bahkan alat pemeriksaan gigi berbentuk dinosaurus, kelinci dan gurita lucu dengan warna-warna yang menarik sehingga anak tidak merasa takut dan nyaman ketika diperiksa. “Seminggu sekali kita ada pemeriksaan gigi dan dokter umum untuk memantau kesehatan anak,” terang Dewi. Sebuah pohon cemara berdiri di tengah lorong yang terdapat di ruang tunggu area terbuka. Di area terbuka ini terdapat sebuah kantin kecil yang menjajakan beragam makanan dan minuman. Meja dan bangku panjang tersebar di beberapa sudut sebagai tempat duduk bagi orang tua yang ingin suasana yang lebih santai.

    Dari ruang tunggu jika masuk lebih dalam lagi kita akan bertemu dengan gerbang kedua. Gerbang ini memisahkan antara ruang tunggu dan selasar yang menghubungkan kelas ke kelas. Hanya para guru dan murid saja yang boleh masuk ke area ini. hal ini bertujuan agar anak menjadi berani dan bisa bersosialisasi dengan lingkungannya, temannya dan mengurangi ketergantungan dengan orang tua. Lantai selasar ini cukup unik, disesuaikan dengan tingkat resiko dan kebutuhannya. Lantainya tidak terlalu licin dan tidak terlalu kasar sehingga jika anak-anak berlarian dan terjatuh ia tidak akan terluka. Di selasar ini terdapat lantai yang berpola engklek dengan warna-warna yang berbeda dan ditempeli stiker berangka dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Lantai engklek ini difungsikan sebagai media pembelajaran sehingga anak bisa bermain dan belajar sekaligus mengolah saraf motorik. Melompat di atas satu kaki dari kotak satu ke kotak selanjutnya.

    “Pemilihan bahan, jenis, dan warnanya sudah ada konsepnya,” papar Dewi. Di selasar ini juga terdapat pohon-pohon yang tetap dipertahankan dari awal pembangunan. “Arsitek diminta untuk mempertahankan pohon-pohon ini jadi bangunan yang menyesuaikan sehingga tetap ada tumbuhan bukan hanya bangunan saja. Sebagi unsur penghijau, sejuk dan nyaman bagi anak-anak,” beber Dewi. Ia juga menambahkan bahwa unsur safety dan security sangat penting bagi Olifant. Mulai dari pemilihan material bangunan, alat bermain mengandung bahan-bahan atau zat pewarna yang berbahaya bagi anak apa tidak, sangat diperhatikan. Sudut-sudut bangunan tidak dibuat runcing dan lancip melainkan diperhalus dengan tambahan sedikit lekukan.

    Selain Sekolah Dasar (elementary), Olifant juga mempunyai Playgroup dan Taman Kanak-Kanak (kindergarten). Playgroup diperuntukkan untuk anak yang berusia 1 - 4 tahun yang dibagi menjadi Baby Class (1 - 2 thn), Red Class (2 - 3 thn), dan Blue Class (3 - 4 thn). Sedangkan TK diperuntukkan untuk usia 4 - 6 tahun. TK (kindergarten) sendiri dibagi menjadi 2 kelas, yaitu TK A (nol kecil) dan TK B (nol besar). TK A untuk usia 4 - 5 tahun dan TK B untuk usia 5 - 6 tahun. Proses belajar mengajar di playgroup dilaksanakan 3 x seminggu dengan tiap sesinya 2 jam, sedangkan proses belajar mengajar di TK dilaksanakan 5 x seminggu dengan 3 jam tiap sesinya.

    Untuk jam masuknya, Olifant mempunyai 2 kelas, yaitu kelas pagi dan kelas siang, baik playgroup maupun TK. Untuk playgroup, kelas pagi dilaksanakan dari pukul 8 - 10 pagi dan kelas siang pukul 10.30 - 12.30. Untuk TK kelas pagi dimulai pukul 7 - 10 dan kelas siang pukul 10.30 - 13.30. ”Pemilihan kelas disesuaikan dengan kebutuhan anak dan orang tua murid karena biasanya ada anak yang tidak bisa bangun pagi atau orang tua yang tidak bisa mengantar dan disesuaikan dengan kuota ketersediaan tempat. Jika kelas pagi penuh, mau ngga mau harus masuk ke kelas siang, papar Dewi.

    Untuk playgroup terdiri dari 20 murid dengan 3 orang guru tiap kelasnya, sedangkan untuk TK juga terdiri dari 20 murid dengan 2 orang guru tiap kelasnya sehingga semua murid dapat terfasilitasi. Kelas antara playgroup dan TK mempunyai arsitektur yang sama dengan dekorasi yang berbeda setiap kelasnya. Perbedaan antara kelas TK dan playgroup adalah penggunaan bangku. Untuk kelas TK banyak menggunakan bangku dalam proses belajar-mengajar sedangkan playgroup lebih ke lesehan. Baik kelas playgroup maupun TK banyak ditempeli dengan gambar angka, abjad, gambar hewan, nama hari, bulan, dan lain-lain sebagai media untuk stimulasi dan pengingat anak.

    Lantai di setiap kelas menggunakan parket karena parket mempunyai sifat dapat beradaptasi dengan cuaca. Jika udara dingin, ia tidak terlalu dingin, begitu pula sebaliknya. Selain hal tersebut, parket juga meminimalisir terjadinya luka jika terjatuh. Anak-anak diajarkan untuk tidak memakai sepatu di lantai parket tapi diajarkan untuk menaruh sepatu di tempat yang telah disediakan berupa loker. Dinding bagian dalam kelas berupa pintu kaca yang sangat lebat dan bisa dibuka dengan cara dilipat. “Pengunaan pintu kaca ini agar pandangan anak tidak terbatas pada ruang kelas saja. Selain itu juga mengajarkan anak untuk hemat energi.

    Jika udara dingin, AC bisa dimatikan dan pintu dibuka. Juga untuk mengajarkan kenapa kalau ada yang sakit/batuk, AC harus dimatikan? Supaya virus tidak berputar-putar di ruangan tersebut sehingga anak-anak tahu pada saat apa harus menggunakan energi dan mengurangi energi,” terang Dewi. Pintu geser tersebut menghubungkan kelas ke sebuah taman kecil yang terdapat di belakangnya. Taman kecil tersebut merupakan tempat anak belajar memelihara tanaman. Masing-masing anak mempunyai tanaman sendiri dan mereka dituntut untuk bertanggung jawab terhadap tanamannya sehingga ada interaksi dengan alam.

    Setiap kelas mempunyai atap yang tinggi dengan banyak kaca yang berfungsi sebagai sirkulasi udara agar lapang juga untuk pengurangan penggunaan lampu ketika siang hari. Kaca-kaca yang dipakai di Olifant melalui pemilihan dan uji coba tertentu sehingga dipilih kaca yang tebal dan tidak mudah pecah jika terlempar sesuatu atau tertabrak anak-anak ketika bermain. Jika pecah pun, kaca tersebut tidak pecah menjadi serpihan melainkan berupa lembaran.

    Kamar mandi di playgroup dan TK ini juga menyesuaikan dengan kebutuhan usia anak, misalnya saja penggunaan kloset kecil. Kloset kecil ini untuk menstimulasi anak untuk toilet training, seperti yang dijelaskan Dewi, “ Anak usia 1 - 6 tahun membutuhkan kloset khusus sesuai kebutuhan mereka. Jika memakai kloset besar mereka agak kesusahan maka dipasang kloset kecil untuk stimulasi khusus toilet training sehingga mereka merasa nyaman dan senang. Hal ini untuk mengurangi ketergantungan mereka terhadap pampers.” Pengunaan kamar mandi juga dicampur, tidak dipisah antara laki dan perempuan seperti di SD. “Menurut professor kami, usia preschool merupakan usia perkembangan untuk bereksplorasi dan rasa ingin tahu. Oh itu cewek, oh itu cowok. Secara psiko sosial mereka belum mengetahui dan mengerti seperti orang dewasa.

    Untuk itu penggunaan kamar mandi tidak dipisah,” tambah Dewi. Kamar mandi ini mempunyai arsitektur yang unik karena berbentuk lingkaran dan didominasi penggunaan warna merah dan hitam. Selain kedua warna tersebut, setiap ruangan/toilet juga diberi warna-warna yang menarik seperti biru, kuning, merah, hijau sehingga membuat anak nyaman untuk beraktifitas. Ruangan yang berbentuk lingkaran ini juga mengajarkan kepada anak-anak untuk out of the box thinking. Ruangan itu tidak harus berbentuk kotak/ persegi panjang. Wastafel di kamar mandi ini didesain sesuai kebutuhan anak preschool. Mulai dari tinggi wastafel disesuaikan dengan tinggi rata-rata anak usia preschool, pemberian balok kayu bagi mereka yang kurang bisa menjangkau, serta meminimalisir peruncingan sudut. Kamar mandi ini biasanya juga dipakai untuk berganti pakaian dan mandi setelah kelas swimming.

    Olifant Preschool juga dilengkapi fasilitas indoor gym. Permainan berupa perosotan, mandi bola dan berbagai permainan lain yang level permainannya lebih rendah. Ruangan ini juga menggunakan lantai parket yang dilapisi lagi dengan matras yang berwarna-warni untuk mengurangi resiko tumbukan terhadap lantai ketika bermain perosotan. Indoor gym ini dipercantik dengan penggunaan wallpaper bergambar awan yang berarak dan gambar tumbuhan di dinding lainnya. Indoor gym ini terhubung langsung dengan pantry serta ruang makan di bagian belakang. Meja makan panjang dengan warna-warni cerah serta bangku yang lucu dengan bentuk menyerupai semut yang sedang tersenyum memberi suasana yang menyenangkan bagi anak saat makan.

    Sebuah lapangan futsal menjadi pemandangan dari ruang makan ini. lapangan futsal ini selain untuk bermain bola juga tuk gymnastic atau sekedar berlari bermain-main. Rimbunnya pepohonan dan tanaman yang mengelilingi lapangan futsal ini menjadikan suasana menjadi teduh dan tak jarang ada beberapa burung yang singgah untuk sekedar berkicau. Di ruang makan ini anak-anak dilatih untuk mengambil makanan di tempat yang telah disediakan dan apabila telah selesai makan harus mengembalikan ke tempat yang telah ditentukan. Hal ini untuk mengajarkan mereka agar mengerjakan sesuatu secara sendiri atau kemandirian.

    Mengerjakan sesuatu secara sendiri atau kemandirian juga ditanamkan di ruangan day care. Ruangan day care ini diperuntukkan bagi anak-anak yang tinggal di sekolah hingga sore. Bagi orang tua yang kesulitan menjemput anaknya, mereka bisa mendaftar di day care ini. Di ruangan ini anak-anak melakukan kegiatan makan siang, tidur hingga mandi dengan jadwal yang sudah diatur sehingga juga mengajari mereka untuk berdisiplin waktu. Selain disiplin waktu, mereka juga diajari tentang tanggung jawab karena mereka diberi kebebasan dalam memilih sleeping bag untuk digunakan dalam seminggu dan selama seminggu itu mereka harus mengingat sleeping bag nya yang mana, mengambil sleeping bag sendiri, dan setelah selesai tidur mereka juga diajari untuk melipat dan mengembalikan ke tempat penyimpanan.

    Di samping ruang day care terdapat sebuah tangga kayu dengan anak tangganya lebih lebar dan jarak antar anak tangga tidak terlalu tinggi/jauh. Tangga ini didesain khusus sehingga cocok untuk digunakan anak usia 1 - 6 tahun. Railing tangga. Pegangan pun dibuat menjadi dua bagian, tinggi dan pendek sehingga semua anak dapat menjangkaunya. Menginjakkan kaki di lantai 2, kita akan menjumpai ruang perpustakaan. Buku-buku dan rak di ruang perpustakaan ini diberi tanda angka dan lambang tertentu (kotak, segitiga, bintang, dan lain-lain). Hal ini merupakan sebuah metode untuk memudahkan anak-anak untuk mengembalikan buku ke tempat semula.

    Anak TK sudah bisa mengenali sebuah angka dan lambang sedangkan anak yang lebih kecil (playgroup) mungkin hanya bisa mengenali lambang saja. Misalnya buku berkode 8 segitiga (8). Anak TK sudah bisa mengembalikkan buku ke rak nomer 8 berlambang segitiga (). Untuk anak playgroup, mungkin mereka hanya meletakkan buku ke rak berlambang segitiga () dengan nomer yang berbeda. Dalam hal ini, mereka sudah dianggap benar karena setidaknya mereka tahu buku ini dikembalikkan ke rak yang mempunyai lambang sama sehingga perpus mengakomodasi semua kepandaian anak dalam membaca angka dan lambang. Di perpustakaan ini juga dilengkapi dengan komputer dengan pemakaian 1 komputer untuk 2 anak.

    Hal ini bertujuan untuk melatih mereka bersosialisasi, bergantian dan menahan diri untuk tidak ingin menang sendiri. Untuk TK maupun playgroup mendapatkan kelas komputer seminggu sekali. Di perpustakaan, guru bisa menceritakan sebuah kisah dari buku dengan melibatkan anak didiknya untuk berperan menjadi tokoh cerita sehingga anak didiknya akan mudah memahami cerita dan pesan moral yang dikandung.

    Selain bermain di dalam kelas, anak-anak juga disediakan taman bermain/playground. Di taman bermain tersebut terdapat perosotan dan seluncuran yang level kesulitannya agak tinggi dibandingkan di indoor gym. Di ujung playground terdapat sand pit atau tempat bermain pasir. Di sini anak dapat bermain membuat istana pasir atau melakukan percobaan tertentu dan berlatih kepekaan tentang tekstur kasar atau halus. Sebuah kolam renang berukuran mini bersanding di sisi kanan sand pit. Anak di Olifant mendapatkan kelas berenang seminggu sekali. Kelas berenang ini kadang disisipi dengan unsur edukasi juga karena Olifant menerapkan 4 aspek pembelajaran yang meliputi Science and math, motoric, social (life skill) dan culture & language.

    Kolam renang ini juga dilengkapi fun splash pada bagian lantai luarnya. Fun splash adalah semacam air mancur yang menyemburkan air dari permukaan lantai. Rumah pohon dengan halang rintang untuk melatih saraf motorik anak. Di taman bermain ini terdapat pohon alpukat dan rambutan yang memayunginya sehingga tak terasa terik ketika panas menyengat. Playgroup dan TK ini juga dilengkapi fasilitas hall untuk menggelar pementasan drama dan pertunjukkan musik.

    Di Olifant, anak-anak juga dilatih untuk menghadapi bencana dengan simulasi emergency situation. Di lantai atau di dinding terdapat tempelan/ tanda jalur evakuasi untuk menuju ke safe area/ meeting point dan dilengkapi dengan emergency bag (tas P3K) di beberapa sudutnya. Simulasi ini untuk melatih anak agar tidak panik dan ketakutan bila sewaktu-waktu terjadi bencana. Ketika diinstrusikan untuk keluar, anak-anak berbaris rapi, tidak memisahkan diri dari rombongan untuk menuju meeting point. Meeting point biasanya di area terbuka dan terdapat besi penyangga di beberapa sisinya sehingga bila ada sesuatu yang jatuh atau rubuh bisa menimpa besi penyangga tersebut terlebih dahulu. Jadi, tunggu apalagi. Sekolahkan buah hati Anda di Olifant untuk mendapatkan proses pembelajaran yang berkualitas, tidak hanya akademik melainkan juga life skill dalam kehidupan. Ganang-Red

    Alamat :
    Jl. Cendrawasih 4A-B, Demangan Baru, Yogyakarta
    Preschool (0274) 557303 | Elementary (0274) 580808
    fax: (0274) 555614
    Web: www.olifantschool.com
    email : olifant@olifantschool.com

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain