Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Furnitur Vintage yang Unik Khas OlahanNature Living

    Furnitur Nature Living
    Furnitur Nature Living
    Furnitur Nature Living
    Furnitur Nature Living
    Furnitur Nature Living

    Bagi sebagian besar orang penataan interior ruangan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Kesesuaian dengan gaya dan idealisme penghuninya akan mempengaruhi kenyamanan saat berada di dalam rumah. Furnitur pengisi ruangan menjadi hal yang patut Anda pertimbangkan. Usahakan dalam satu ruangan terisi dengan satu langgam furnitur. Tidak harus satu warna, yang penting sesuaikan keharmonisan dan keseimbangan ruangan secara utuh. Salah satu langgam furnitur yang saat ini baru digandrungi adalah bergaya vintage. Style furnitur vintage akhir-akhir ini mulai dilirik sebagai pengisi interior ruangan yang memiliki karakter dan unik. Furnitur vintage biasanya akan merujuk pada sebuah sebuah furnitur-furnitur dengan model dan tampilan yang terlihat usang. Namun, di situlah letak keunikan dan estetika dari furnitur bergaya vintage. Bahkan, karena bentuk dan tampilannya yang sudah kuno atau terlihat usang inilah yang membuat banyak orang mulai mencintai gaya tersebut.

    Nature Living, sebagai salah satu pengusaha dibidang furnitur telah menangkap peluang furnitur bergaya vintage sejak lama. Seperti diungkapkan Direktur Nature Living, Rr. Ine Dinaranti, di kantor sekaligus showroomnya yang beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar No.59. Bahwa, sebenarnya furnitur bergaya vintage ini sudah booming di luar negri sejak beberapa tahun yang lalu. Nature Living telah mengekspor furnitur bergaya tersebut ke beberapa negara besar. “ Orang Australia, Canada, New Zealand, dan Kenya sangat senang dengan gaya furnitur vintage tersebut. Gaya furnitur vintage yang terkesan usang dan terlihat natural itulah yang disukai mereka, karena terlihat lebih estetik dan berkarakter”, paparnya. Lebih lanjut Ine menuturkan, kebanyakan mereka menggunakan furnitur vintage ini untuk interior rumah. Dikombinasikan dengan bangunan bergaya minimalis, namun tata interior yang selaras tetap memperlihatkan karakter yang kuat.

    Bahan-bahan yang digunakan Nature Living dalam memproduksi furnitur vintage tergolong go green. Kayu-kayu bekas rumah atau sebagian besar menggunakan bekas kapal dipilihnya. “ Kayu-kayu ini saya ambil dari bekas kapal, maka warna-warna yang ada ini kebanyakan asli dari warna kapal tersebut”, terang Ine sembari menunjukkan beberapa produk vintagenya. Secara kualitas kayu sebenarnya cukup terjaga, karena jelas menggunakan kayu-kayu yang sudah tua. Ada beragam hasil olahan dari kayu bekas kapal ini yang bergaya vintage. Mulai dari kursi, dining table, dining chair, almari, bookrack, winerack, stand lamp, table lamp, photo frame, dan masih banyak lagi jenis produknya. Meski lebih banyak bergerak pada pasar eksport, namun Jika Anda ingin membeli furnitur vintage di Nature Living tetap dilayani.

    Harganya pun tergolong relatif terjangkau, mulai dari kisaran harga 25 ribu hingga kisaran 10 jutaan. Tergantung pada tingkat kerumitan, bahan dan ukuran yang digunakan. “ Letter, atau tulisan-tulisan ada yang kita jual mulai dari 25 ribuan, photo frame ada yang harganya cuma 100 ribu, dan produk vintage terbaru winerack ada yang ditawarkan pada kisaran harga 650 ribuan”, papar Choniyati Rosidin, Office Manager, Nature Living. Perusahaan yang juga memiliki workshop di daerah Jalan Imogiri ini juga memberikan fasilitas konsultasi desain kepada konsumennya. Jadi, jika Anda mau memesan produk vintage sesuai keinginan Nature Living juga melayani. “ Kita juga menerima custom barang. Konsumen dapat memesan barang sesuai dengan keinginannya”, ucap Ine semangat.

    Soal kualitas Anda tak perlu khawatir, Nature Living menggunakan kayu-kayu berkualitas. Tak jarang owner turun langsung untuk melakukan Quality Control. Pengerjaan furnitur bergaya vintage dengan tingkat kerumitan yang cukup, Nature Living membutuhkan waktu pengerjaan 6 minggu. “ Pengerjaan vintage dengan kerumitan yang lumayan kita butuh waktu sekitar 5-6 minggu, tetapi kalu hanya yang biasa-biasa kita bisa lebih cepat”, ungkap Choni. Dalam furnitur jenis vintage, Nature Living lebih menonjolkan warna-warna aslinya. “ Semisal kapal yang kita peroleh lebih banyak berwarna biru, ya hasilnya nanti akan lebih banyak berwarna biru. Warna asli tersebut tidak kita hilangkan seutuhnya, hanya di haluskan beberapa sudutnya, jadi kadang terkesan usang, dan mungkin lebih mirip bekas”, tutur Choni menerangkan. Finishing furnitur vintage cukuplah sederhana. Untuk tetap mempertahankan warna aslinya, hanya dilapisi bahan coating untuk melindungi kayu dari serangan serangga. Perawatan furnitur bergaya vintage tergolong sangat mudah, tak perlu bahan-bahan khusus, hanya perlu dibersihkan dengan kain saja.

    Nature Living tak hanya menawarkan furnitur-furnitur bergaya vintage saja. Ada sekitar 20 an atau lebih jenis furnitur yang di produksi Nature Living. Jadi tunggu apalagi, segera lengkapi furnitur rumah Anda dengan produk-produk Nature Living yang berkualitas dan berkarakter. Greg-Red

    Nature Living
    Jl. Palagan Tentara Pelajar No. 59
    Yogyakarta
    Telp & Fax : +62 274 885 884
    Email : info@nlconcept.com
    www.nlconcept.com

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain