Kombinasi Apik Hunian Minimalis & Jawa
Rumah layaknya istana yang patut diperhatikan konsep penataannya. Tata letak segala perabot rumah yang serasi turut menjadi hal yang penting. Dengan begitu penghuni rumah pun akan merasa nyaman dan tenang saat semua hal sudah diperhitungkan secara matang-matang sebelum rumah itu terbentuk. Seperti halnya yang dilakukan oleh pasangan muda, Dina Andrea Purba Indarja S. Psi dan Ruwi Sismanto, SE berikut ini dalam mengkonsep rumah minimalisnya.
Tampak dari luar rumah ini hampir sama dengan rumah minimalis pada umumnya. Rumah berpagar hitam dengan warna cat tembok luar abu-abu ini ternyata memiliki keunikan tersendiri di dalamnya. Sebelum memasuki rumah tersebut kita akan disambut dengan jalan setapak bebatuan koral dengan rumput hijau disekelilingnya. Meskipun tergolong rumah minimalis, tetapi empunya rumah ternyata menghadirkan konsep penghijauan simpel namun tetap menyejukkan. Pintu kayu berbahan Jati dengan khas warna cokelat menyembunyikan suatu hal yang menarik di dalamnya. Setelah masuk ke dalam rumah, kita akan disambut dengan ruang tamu simpel yang menarik. Furniture sofa hitam memanjang dengan beberapa hiasan aksen bantal berbahan beludru mampu membuat nyaman setiap orang yang datang untuk bertamu. Hiasan dinding berbahan batik tulis dengan berbagai model mampu membuat mata ingin berlama-lama memandanginya. “Kebetulan saya mempunyai usaha batik, dan untuk hiasan itu saya terinspirasi dari sebuah bank yang pernah saya kunjungi, namun di bank tersebut tidak banyak modelnya, batik tulis berbagai model ini saya pesan sendiri di daerah Solo,” tutur Dina pemilik rumah.
Untuk pencahayaan ruang tamu digunakan lampu gantung modern berbentuk lonjong yang sangat simpel namun tetap unik. Aksen warna putih pada dinding ruang tamu tampak serasi pula dengan hiasan kaca melebar dengan frame berbahan kayu Jati lawas natural. Di samping pintu terdapat lemari kaca berbahan Jati dengan beberapa pernak-pernik oleh-oleh saat berwisata di dalam negeri atau luar negeri. Interior rumah minimalis yang beralamatkan di Kutu Patran Jl. Magelang ini mengusung konsep Jawa kental. Konsep tersebut dihadirkan dengan banyaknya furniture khas Jawa dan koleksi-koleksi hiasan Jawa bernilai 'lawas' . “Untuk eksterior memang merupakan rumah minimalis modern, namun untuk konsep interior benar-benar Jawa kental,” tutur Dina Andrea Purba Indarja S. Psi. Menurutnya pemilihan konsep antara modern dan Jawa ini dikarenakan perbedaan pendapat dengan sang suami. “Suami saya menyukai rumah modern, akan tetapi saya sendiri pecinta Jawa. Jadi untuk eksterior rumah saya ngikut suami, akan tetapi untuk konsep dalam rumah saya sendiri yang menentukan, yakni konsep rumah Jawa,” tambah istri Ruwi Sismanto, SE.
Rumah minimalis satu lantai ini meminimalkan penggunaan sekat di dalam ruangan. Untuk ruang tamu, livingroom serta meja makan tidak digunakan sekat. Livingroom dengan background lemari backdrop modern tempat menaruh buku-buku ditata apik dengan pemilihan warna hitam dan glossy merah. Di atas dinding ruang livingroom dipercantik dengan beberapa aksen hiasan seperti kaligrafi tembaga dan dua lukisan gajah dari Bangkok.
Di samping area ini dihadirkan permainan wallpaper bernuansa soft dipadukan dengan beberapa koleksi foto pasangan suami istri yang telah menikah pada tangga 3 Juli 2013 lalu, serta foto-foto wisuda dan medali-medali. “Rencana ke depan saya akan mengganti wallpaper yang sedikit tegas warnanya, supaya terkesan berani. Dan untuk sofa di ruang tamu saya berencana akan merubahnya dengan kursi-kursi kayu jati lawas yang saat ini sudah dalam proses pengerjaan,” tambah Dina panggilan akrabnya.
Hadirnya lampu gantung 'lawas' khas Jawa di area livingroom ini semakin menambah kesan Jawa yang sangat kental. Ada lagi yang menarik dari sudut wallpaper livingroom tersebut, yaitu diletakkannya patung tradisional Jawa, yakni Loro Blonyo yang melambangkan persatuan antara laki-laki dan perempuan menurut mitos Jawa. Ditengah patung Loro Blonyo juga ada hiasan permainan tradisional 'dakon' yang bernilai 'lawas' juga.
Pada sudut ruang livingroom tersebut, terdapat ruang koleksi, seperti tas dan beberapa koleksi lainnya yang disimpan di dalam lemari kaca berbahan kayu Jati, beberapa aksen hiasan pun turut mempercantik ruang koleksi tersebut. Beranjak ke ruang makan, meja dihadirkan cukup unik, dimana kayu Jati digunakan sebagai bahan furniture kursi serta meja dengan bentuk kursi berlubang dan bentuk meja yang menyerupai roda. “Meja dan kursi makan saya konsep sendiri karena terinspirasi dari salah satu acara di televisi. Kemudian saya menggambar sendiri kursi seperti roda dan meja seperti gerobak sapi jaman dulu, baru saya masukan ke tukang kayu,” ungkapnya saat dikediamannya.
Pencahayaan dalam rumah yang dibangun di atas lahan ±150 m² ini juga cukup menarik, dimana disetiap sudut ruangan dihadirkan lampu sorot. “Hampir setiap sudut ruang saya beri lampu sorot, supaya terkesan mewah dan hangat. Bahkan di taman depan saya hadirkan juga lampu sorot di bawah tanaman yang agak besar,” tambah ibu rumah tangga yang tengah menempuh studi S2nya di salah satu Universitas di Yogyakarta tersebut. Konsep dapur simpel modern yang tak kalah menarik terletak di ujung ruang sebelah meja makan. Warna hitam dan merah doff menjadi aksen warna yang sangat menonjol. Beberapa aksen hiasan Punokawan dan hiasan piring keramik antik turut menghidupkan suasana kitchen. Hunian yang secara keseluruhan menggunakan lantai granit tersebut mampu menghadirkan suasana rumah yang hommy dan hangat bagi pasangan muda tersebut.
Kecintaan Dina akan barang-barang bernilai Jawa serta warna ungu dan putih ini, ia eksplorasikan pada kamar utamanya. Kamar utama dengan warna ungu yang sangat menonjol dipadukan dengan tempat tidur berbahan kayu Jati lawas natural yang sangat kental nuansa Jawanya. Kamar utama ini tampak simpel dan hangat. Bedcover berwarna ungu serta jendela bergorden ungu muda membuat suasana kamar menjadi tenang dan romantis. Lemari Jati lawas menjadikan kamar ini tampak gagah dan menarik. Penggunaan karpet beludru berwarna ungu menampilkan romantisme dalam kamar tersebut. Tak ketinggalan satu set meja rias lengkap dengan kursinya turut memperindah di dalam kamar utama. Kamar mandi dalam dengan shower pada kamar utama di desain sesimpel mungkin dengan penggunaan keramik kotak-kotak.
“Hampir semua furniture dalam rumah saya menggunakan kayu Jati, ada yang kayu Jati lawas atau kayu 'gembol' dan ada juga beberapa kayu Jati baru,” ungkap Dina gembira. Hunian tipe satu lantai ini memiliki tiga kamar. Selain kamar utama, Dina dan Sang suami menambahkan dua kamar tamu dengan pemilihan warna hijau. Kamar tamu pertama yang bersebelahan dengan kamar utama juga didesain seindah mungkin. Penempatan lemari Jati bermotif kotak-kotak dan tempat tidur kayu Jati tampil serasi. Jendela kaca dengan gorden warna biru tampil serasi dengan karpet bulu warna cokelat. Lemari kecil untuk menaruh perlengkapan sholat dihiasi boneka Teddy Bear menyimpulkan keterbukaan sang pemilik rumah. Untuk kamar mandi tamu sengaja ditempatkan di luar kamar.
Tak jauh berbeda dengan kamar tamu yang pertama, kamar tamu kedua ini juga didesain dengan penggunaan warna dinding hijau. Tempat tidur kayu jati baru dipadukan apik dengan kursi sofa berwarna merah lengkap dengan hiasan bantal. Kamar tamu yang satu ini terkadang difungsikan juga sebagai tempat kerja pasangan suami isteri ini. Kecintaan Dina akan barang-barang bernilai Jawa lawas ini, membuatnya berkeliling luar kota demi mendapatkan barang yang ia sukai. “Saya memang menyukai hal-hal bernilai Jawa, terkadang saya harus ke luar kota untuk mendapatkan barang-barang lawas koleksi saya saat ini yang ada di dalam rumah,” tutur Dina diakhir perbincangan. Menurutnya rumah adalah salah satu tempat yang harus dibuat senyaman dan setenang mungkin. “Banyak teman-teman perkumpulan saya yang suka main ke rumah, menurut mereka konsep Jawa yang ada di dalam rumah ini membuat mereka betah lama-lama main di sini,” tuturnya wanita berhijab tersebut. Yanti-red

















































































