KPR Mandiri Tawarkan Suku Bunga Variatif
Kondisi ekonomi Indonesia yang belum stabil dan diberlakukannya peraturan penyaluran LTV dan FTV dirasakan cukup berpengaruh pada penyerapan bisnis properti. Dibandingkan dengan 2-3 tahun kebelakang penyerapan properti hingga kini masih pada posisi yang belum menggembirakan. Hal tersebut juga dirasakan oleh para pengembang perumahan di kota Jogja. Hingga semester 1 tahun 2015 serapan properti Jogja tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Rendahnya serapan properti cukup berpengaruh pada bisnis pembiayaan yang ditawarkan perbankan, melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Meski mengalami penurunan serapan namun pihak pengembang dan perbankan masih memiliki keyakinan bahwa properti Jogja akan kembali membaik. Tingginya demand di Jogja menjadi salah satu landasan keyakinan tersebut. Dari sisi perbankan berbagai program diluncurkan untuk tetap memenuhi target yang dicanangkan perusahaan. Consumer Loans Manager, PT. Bank Mandiri (Persero)Tbk, Cabang Yogyakarta, Fika Ambar Puspitasari, menuturkan pihaknya terus berusaha mencapai target yang dicanangkan dalam satu tahun. “Kami menilai secara umum penyerapan KPR memang mengalami perlambatan, namun kami yakin akan segera membaik, karena demand masih cukup tinggi, terutama untuk pasar kelas menengah”, tuturnya yakin.
Kondisi produk perumahan Jogja yang lebih banyak menjual dengan cara indent cukup menjadi kendala dalam penyaluran KPR, sebab syarat yang diatur harus rumah siap huni. Pihaknya tak memungkiri dengan kondisi tersebut maka pasar secondary hingga saat ini penyerapannya cukup baik. Diungkapkan Fika, dari data yang dimiliki hingga kini (Juni,2015) pihaknya pasar secondary dan primary cukup berimbang. “Secondary kami mencapai 50%, untuk pasar ini kami lebih berhati-hati dalam penyalurannya, karena resikonya lebih besar”, ucapnya.
Pasar kelas menengah, lanjutnya, di Jogja saat ini memiliki prospek yang cukup baik, meski secara loan size nominalnya tidak sebesar seperti pada kelas high end. Selain itu untuk meningkatkan serapan KPR pihaknya terus menggelontorkan pilihan suku bunga yang bervariatif dan kecepatan keputusan kredit apakah aplikasi diterima (approved) atau tidak (reject). “Kalau persyaratan dan dokumen lengkap hanya butuh waktu kurang lebih 10 hari untuk bisa mengetahui pengajuan di terima atau tidak, sedangkan akad kreditnya menunggu hingga semua pihak siap”, katanya singkat. Untuk pembelian di developer kerjasama nasabah akan diberikan suku bunga 9,50% fixed 3 tahun dan 10,25% fixed 5 tahun, sedangkan untuk pembelian properti di developer yang non kerjasama pihaknya memberikan pilihan suku bunga mulai dari 9,75% fixed 1 tahun dan 10,75% fixed 2 tahun.
“Untuk nasabah yang membeli di developer rekanan kami akan mendapatkan suku bunga yang berbeda, dan secara legalitas produk yang dijaminkan tentu lebih terjamin, paling tidak sudah sampai dengan site plan. Bahkan untuk nasabah yang mengajukan aplikasi KPR rumah pertama dengan bangunan dibawah 70 m² dapat menikmati program KPR DP (DownPayment-red) hanya 10 %”, papar Fika. Saat ini Mandiri KPR berkerjasama dengan 17 developer di Jogja dengan total 39 proyek yang ditawarkan. Dengan banyaknya proyek yang dikerjasamakan, pihaknya berharap nasabah akan semakin dimudahkan dalam memiliki rumah sesuai keinginan melalui Mandiri KPR.
“Kami juga memiliki promo spesial bagi nasabah prioritas kami dengan penawaran suku bunga mulai dari 8.75% fixed 3 tahun dan 9.75% fixed 5 tahun. Selain itu kami juga memiliki program suku bunga 11.00% fixed 1 tahun untuk nasabah yang ingin mengajukan aplikasi KPR multiguna. Suku bunga multiguna memang sedikit lebih tinggi karena dana pinjaman dapat digunakan untuk renovasi rumah atau membayar biaya sekolah anak, tidak digunakan untuk pembelian properti”, papar Fika, saat ditemui di kantornya yang beralamat di Jalan P. Diponegoro No.107 lantai 3 Yogyakarta.
Mandiri KPR multiguna adalah fasilitas kredit yang diberikan kepada perorangan untuk pemenuhan kebutuhan konsumtif dengan jaminan rumah tinggal/apartemen/ruko/rukan yang dimiliki. KPR multiguna memiliki fitur take over dan top up seperti halnya pada produk KPR. Take over adalah pemindahan fasilitas kredit sejenis dari bank lain dan dapatkan dana tambahan untuk berbagai keperluan konsumtif, sedang top up adalah penambahan limit atas fasilitas Mandiri KPR Multiguna yang telah berjalan (existing) dengan berbagai fitur menarik. Mandiri KPR multiguna ini memiliki keunggulan seperti proses yang cepat dan mudah, suku bunga kompetitif dan jangka waktu fleksibel hingga 10 tahun. “KPR Take Over, akan membantu nasabah yang membutuhkan dana tambahan, karena dapat ditop up sesuai dengan nilai appraisal saat ini”, terang Fika.
Lebih jelas Fika menerangkan bahwa proses appraisal tersebut dilakukan oleh pihak penilai independen, sehingga hasil penilaian atas barang tersebut diaksep sesuai dengan harga pasar pada saat itu. Untuk menikmati produk Mandiri KPR konsumen harus melengkapi beberapa persyaratan yang terbilang cukup mudah, karena hampir sama dengan perbankan pada umumnya. Persyaratan tersebut meliputi:
- Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia,
- Umur minimal 21 tahun, pada saat kredit berakhir maksimal 55 tahun (pegawai) dan maksimal 60 tahun (profesional/wiraswasta),
- Memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap sebagai pegawai tetap/wiraswasta/profesional dengan masa kerja/usaha minimal 1 tahun (pegawai) atau 2 tahun (profesional/wiraswasta),
- Penghasilan : min. Rp. 2 juta/bulan untuk Wilayah Luar Jabodetabek dan Min. Rp 2,5 juta/bulan untuk Wilayah Jabodetabek, untuk joint income penghasilan minimum tersebut diatas sudah termasuk penghasilan suami/istri.
- Serta melengkapi persyaratan dokumen.
Selain itu, guna menambah penyerapan yang maksimal saat ini pihaknya juga tengah memberikan penawaran jangka waktu pinjaman hingga 20 tahun. “Jika biasanya kami hanya memberi jangka waktu 15 tahun saat ini kami tawarkan jangka waktu hingga 20 tahun dengan syarat nasabah yang mengajukan adalah berprofesi sebagai pegawai”, pungkasnya.
Adapun untuk permohonan aplikasi KPR mandiri dapat dilayani diseluruh cabang Bank Mandiri atau dapat menghubungi Sales Officer Bank Mandiri. Greg-red
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Consumer Loan Bussiness Center
Jl. P. Diponegoro No. 107 Lantai 3
Yogyakarta 55231
Indonesia
Telp : (0274) 550 745 ext 14
www.bankmandiri.co.id

















































































