Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Menemukan Ketenangan Batin di Joglo Mandapa

    Joglo Mandapa
    Nuansa Klasik Jawa langsung terasa di area gerbang utama dan Gamelan yang semaki
    Kehangatan Resto Joglo Mandapa dengan interior klasik  dan Keunikan meeting room
    Kenyamanan ala Jawa modern pada kamar tipe suite room
    Swimming pool yang menyatu dengan taman belakang, Fasad bangunan Joglo tampak da

    Menjadi salah satu tujuan wisata populer di Indonesia, kota Yogyakarta tidak hanya memanjakan pengunjungnya dengan pesona budayanya. Kebudayaan yang kian menyatu erat dengan keindahan alam membuat kota ini menjadi pilihan yang tepat saat ingin menghabiskan waktu liburan bersama orang-orang yang kita cintai. Kota Jogja tidak hanya memberi pilihan pada destinasi yang kian membuat bingung para wisatawan. Namun sering kita dihadapkan pada pilihan sulit dalam memilih penginapan, karena pastinya kenyamanan, keamanan, serta kemudahan akses yang mendukung aktifitas selama liburan menjadi pertimbangan khusus sebelum berwisata.

    Joglo Mandapa Boutique Hotel & Resto dengan konsep hunian bernuansa rumah adat Jawa dapat menjadi salah satu alternatif pilihan penginapan keluarga pada saat berkunjung ke kota Jogja. Penginapan tersebut berlokasi di Dusun Kembaran RT 01 Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Untuk menuju ke lokasi Joglo Mandapa, jika pengunjung dari arah bandara hanya perlu melewati Ring Road Selatan menuju perempatan Madukismo, belok kiri (ke arah Selatan) hingga perempatan pertama (Pabrik Gula Madukismo), belok kanan (ke arah Barat) hingga bertemu jembatan, belok kiri sekitar 250 meter dan pengunjung akan langsung menemukan lokasi penginapan tersebut di sisi kanan jalan. Lokasi Joglo Mandapa menjadi cukup strategis karena dekat dengan akses Ring Road, kurang lebih hanya 10 menit menuju kawasan Kraton Yogyakarta, dan 30 menit menuju Bandara Adi Sutjipto. Hal tersebut tentunya akan sangat memudahkan wisatawan untuk mengakses segala kebutuhannya saat berlibur.

    Berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 1420 m² dengan arsitektur bangunan khas rumah Joglo Jawa berpadu dengan suasana alam sekitar yang masih cukup asri membuat penginapan ini semakin sejuk dan memberikan ketenangan bagi para tamu yang menginap. Pintu kayu dengan ukiran khas Jawa berdiri kokoh seolah bersiap menyambut tamu yang datang. Seorang satpam yang ramah mempersilakan pengunjung untuk masuk dan dengan sigap membukakan pintu kayu tersebut. “Sejarahnya dulu di sini hanyalah sebuah tanah lereng kosong yang tidak terurus. Lalu pada suatu hari saat bersepeda bersama melewati daerah ini, tiba-tiba istri saya berhenti di tempat ini dan berkata bahwa Ia tertarik untuk membeli tanah tersebut”, cerita Bobby Ardyanto, Sang owner Joglo Mandapa. Sang istri kemudian mulai menggambar desain bangunan yang awalnya akan dijadikan tempat tinggal untuk keluarga besar kelak. Memanfaatkan kontur tanah yang berada pada lereng sebuah sungai tersebut yang akhirnya menjadikan bangunan penginapan ini mempunyai desain cukup unik.

    Masuk menuju bangunan penginapan, pengunjung akan menjumpai sebuah pembatas ruangan atau rono sebelum memasuki joglo pertama yaitu Joglo Polosan yang berasal dari Jogja. Rono yang berasal dari bahasa Jawa tersebut menyiratkan sebuah arti bahwa ruangan di belakangnya bersifat private. Dalam filosofi Jawa hal tersebut berarti tamu yang datang ke dalam rumah orang lain tidak boleh asal masuk atau bludas-bludus. Bangunan joglo depan ini dimanfaatkan sebagai ruang receptionist dan sebagai ruang tunggu tamu. Beberapa pernak-pernik khas Jawa nampak memenuhi setiap sisi ruangan. Seperangkat gamelan yang berada pada salah satu sudut joglo menjadi hal yang cukup menarik bagi tamu yang datang. Warna merah dominan dan emas khas gamelan mempercantik joglo dan menciptakan nuansa Jawa yang semakin kental. Memasuki area penginapan lebih dalam, terdapat sebuah joglo lain yaitu Joglo Pesisiran yang berasal dari daerah Kudus. Jika diperhatikan lebih detail Joglo Pesisiran tersebut memiliki lebih banyak aksen ukiran yang terdapat pada kayunya dibandingkan dengan Joglo Polosan.

    Penginapan yang mulai beroperasi pada bulan September 2016 lalu tersebut memang memiliki keunikan tidak hanya dari segi arsitekturnya. Di sisi lain konsep penataan ruang yang dipisahkan dengan perbedaan level tinggi tanah itu membuat penginapan ini terkesan luas namun tetap menjadi kesatuan. Pada saat bangunan penginapan dan hotel lain berlomba membangun bangunannya menjulang ke atas, bangunan Joglo Mandapa justru mempunyai dua lantai namun dengan satu lantainya berada di bawah permukaan tanah sekitarnya. Hal tersebut dilakukan untuk memanfaatkan kontur tanah yang berada pada lereng sebuah sungai. “Dulu pertama kali mau meratakan tanah dengan diurug, namun dihitung-hitung kok banyak juga biayanya. Akhirnya dengan kreatifitas desain gambar bangunan dari istri saya malah jadinya unik seperti ini”, ungkap pria yang juga berprofesi pada bidang pariwisata tersebut. Pepohonan hijau yang tumbuh subur di lingkungan penginapan juga membuat pengunjung semakin betah berada di Joglo Mandapa.

    Dilihat dari segi jumlah ruangannya, penginapan ini terdiri dari 2 lantai dan sebuah area kolam renang outdoor. Pada lantai pertama terdapat 5 kamar yang dapat dipakai menginap para tamu. Kamar –kamar pada lantai pertama tersebut dibagi menjadi 2 tipe yaitu tipe Deluxe Room dan Executive Deluxe Room. Kemudian pada lantai kedua di sisi bawah terdapat 6 kamar bertipe Executive Deluxe Room dan Suite Room. Untuk kamar dengan tipe Deluxe dan Executive Deluxe memiliki pilihan double bed atau twin bed. Masing-masing tipe kamar memiliki fasilitas standar berupa LCD TV, air conditioner, bathroom dengan fasilitas hot and cold water shower, dan sarapan. Nuansa kamar yang disuguhkan oleh Joglo Mandapa juga seakan tamu sedang tinggal pada sebuah rumah Jawa. Mulai dari pintu, meja, kursi, lemari, dan tempat tidur semua menggunakan bahan kayu. Aplikasi batu bata ekspos pada dinding serta lantai yang menggunakan Tegel Kuntji semakin menambah kesan Jawa di penginapan tersebut. Perbedaan terdapat pada kamar dengan tipe Suite Room dimana ukuran kamar yang lebih luas dengan adanya ruang keluarga dan fasilitas kamar mandi yang lebih luas dilengkapi dengan bathup.

    Pada lantai bawah Joglo Mandapa mempunyai fasilitas berupa meeting room dengan kapasitas mencapai 70 orang yang dapat digunakan untuk berbagai acara. Masih dengan konsep tradisional pada meeting room juga mengaplikasikan dinding batu bata ekspos. Satu hal yang cukup unik pada ruangan ini yaitu meja kayu yang digunakan adalah modifikasi dari bekas mesin jahit tradisional. “Jadi saya sengaja memanfaatkan kaki meja mesin jahit yang sudah tidak terpakai untuk dibuat meja disini. Tinggal dibuatkan alas meja dari kayu dan finishing ulang sudah jadi seperti ini”, papar penghobi burung kicau tersebut. Pada area meeting room juga terdapat sebuah kotak kayu besar bekas lumbung padi yang sesekali dimanfaatkan sebagai meja hidang makanan yang cukup unik.

    Bergeser ke area outdoor terdapat sebuah fasilitas kolam renang yang dapat digunakan khusus oleh tamu menginap saja. Kolam renang outdoor dengan dikelilingi rindangnya pepohonan di sekitarnya membuat suasana di area ini begitu nyaman dijadikan sebagai tempat menghabiskan waktu untuk sekedar mencari ketenangan. Pada ujung area kolam renang juga terdapat sebuah bar yang menyajikan aneka minuman sebagai teman bersantai. Fasilitas lain yang ada pada Joglo Mandapa yaitu sebuah resto yang menyajikan berbagai macam hidangan nikmat, mulai dari menu tradisional hingga menu modern.

    Sang pemilik Joglo Mandapa memberikan penawaran harga menarik bagi Anda yang ingin menikmati ketenangan dan kenyamanan bernuansa Jawa, yaitu mulai dari harga 550 ribu rupiah per malam untuk tipe Deluxe, lalu untuk tipe kamar Executive Deluxe ditawarkan mulai harga 750 ribu rupiah per malam, dan tipe kamar Suite Room ditawarkan pada harga 1.250.000 rupiah untuk per malamnya. Di akhir perbincangan Bobby juga menceritakan asal mula nama Joglo Mandapa. “Sebenarnya Mandapa adalah nama yang diberikan oleh seorang sahabat saya yang berasal dari Belanda, yaitu berasal dari nama sebuah kuil di India yang pernah Ia kunjungi sebagai tempat untuk mencari ketenangan batin. Namun karena penginapan ini letaknya di Jogja dan konsep bangunannya ala Jawa, jadi ya saya beri nama Joglo Mandapa yang harapannya di sini juga dapat memberikan ketenangan batin bagi para tamu yang menginap”, tutup Bobby mengakhiri perbincangan. Farhan-red

    Joglo Mandapa
    Boutique Hotel & Resto

    Dusun Kembaran Rt.01 Tamantirto
    Kasihan Bantul Jogjakarta
    Telp (0274) 4547960 - 4547991
    Fax (0274) 4547863
    Email : joglomandapa@yahoo.com
    www.joglomandapahotel.com

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain