Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Napak Tilas Kuliner Tradisional di hanggar mobil KLASIK

    Kuliner Oemah Djowo
    Kuliner Oemah Djowo
    Kuliner Oemah Djowo
    Kuliner Oemah Djowo
    Kuliner Oemah Djowo

    Route 66, kerlap-kerlip lampu jalan, ban berdecit, dan mobil tua klasik, siap berpacu dengan kemolekan lekuk besi tuanya. Asap knalpot mobil membuat suasana menjadi hiruk pikuk. Kehadiran gaya klasik, mewah, dan langka membawa memori kita kembali pada tahun 50an. Mungkin inilah yang akan Anda rasakan ketika menyantap sajian makanan dan minuman di Oemah Djowo sambil menyaksikan mobil-mobil klasik nan cantik berjejer rapi. Mobil-mobil klasik tersebut menjadi salah satu titik indah dari tempat ini. Galeri otomotif yang menyerupai hanggar pesawat berpadu harmonis dengan bangunan bernuansa Jawa Klasik. Pemandangan ini membuat siapa saja yang datang merasa seperti hidup di era Indonesia pada jaman mudanya.

    Sejauh mana langkah kaki berjalan, tetapi pada akhirnya akan mengingat rumah juga, itulah makna dari kata Oemah Djowo. “Pada awalnya sebuah tempat bersantai biasa, layaknya kafe dan tempat ngopi lainnya. Sambil melihat koleksi mobil dan motor klasik sebagai properti pemanis suasana kafe. Dan tidak terpikir akan membuat sebuah resto, karena tempat ini hanya menjadi tempat berkumpul bagi komunitas mobil klasik di Jogja. Seiring berjalan waktu, sekitar tahun 2010 ternyata muncul saran dari beberapa Owner yang ingin memperluas konsep tersebut,” ungkap Fahrudin Daryatmo sang Operasional Manager Oemah Djowo. Berawal dari tempat ngopi kemudian disulap menjadi resto tradisional, sasaran konsumen tentu saja langsung meluas.

    Tak hanya komunitas mobil klasik saja, kini komunitas lain seperti, komunitas fotografi, dan sepeda motor klasik kerap mengadakan acara di Oemah Djowo. Resto yang berlokasi di Jl. Lowanu no. 105 ( depan SPBU Wirosaban-red ) Jogjakarta ini berdiri dengan konsep Jawa Klasik. Komunitas fotografi memanfaatkan Oemah Djowo sebagai lahan estetika dalam melukis cahaya dan objek. Mobil klasik menjadi nilai tersendiri bagi beberapa komunitas fotografi di Jogja. Tak heran, banyak komunitas fotografi sering mengadakan event-event atau workshop dengan tema mobil klasik di Oemah Djowo.

    Galeri mobil klasik yang bentuk bangunannya menyerupai hanggar pesawat ini menyambung benang merah keharmonisan dengan bangunan Jawa Klasik. Ada dua hal menarik yang disajikan oleh Oemah Djowo, dilihat dari segi estetika bangunannya dan cita rasa khas makanan tradisional Jawa. Serta, tentu saja barisan mobil klasik nan indah, menampilkan dimensi pemandangan yang jarang Anda temui sehari-hari. Hal ini menjadi daya tarik bagi pengunjung lokal dan wisatawan asing. Di Oemah Djowo kita dapat menyantap variasi menu tradisional yang saat ini sudah jarang kita cicipi sehari-hari. Joglo dan Pringgitan serta pernak pernik interior memunculkan atmosfer Jawa Klasik. Bangunan Pendopo yang menyambut pengunjung restoran ini sudah berdiri sejak dahulu, berasal dari pemilik lahan sebelumnya. Memasuki Pendopo, nuansa Jawa sangat terasa dan langsung berinteraksi dengan mata para pengunjung. Suasana ini dikarenakan struktur bangunan Pendopo yang membawa Anda masuk ke dalam atmosfer Jawa jaman dahulu.

    Di dalam Pendopo kita disambut dengan beberapa ornamen-ornamen klasik. Sepeda Onthel, Andhong, Patung Punokawan, Lampu Robyong, furnitur berbahan Jati, serta perkakas kuno jaman dahulu sengaja diletakkan di atas meja Jati lekat dengan nuansa jadul. Meja kursi Jati menjadi perhatian khusus bagi Owner. Meja makan dan Kursi, Owner sengaja mencari produk-produk orisinil bekas direnovasi dan difinishing kembali. Meja dan kursi diperoleh dari berbagai tempat di Wonosari, Jogja, dan Kota Gede. Ternyata Kota Gede yang konon sebagai kota tua di Jogja, masih banyak terdapat furnitur meja dan kursi asli dari jaman dahulu. Termasuk Andhong yang menghias gerbang masuk Pendopo, didapatkan dari Kota Gede.
    Kawasan seluas 5000m² didesain menjadi beberapa unit bangunan. Pendopo sebagai gerbang masuk, kemudian Pringgitan sebagai tambahan bangunan semi-permanen. Mengikuti konsep rumah Jawa pada umumnya.

    Menapaki kaki masuk lebih dalam ada satu unit bangunan yang berdiri dengan nuansa bergaya Eropa klasik . Desain arsitek bangunan ini mendapat sentuhan gaya klasik Eropa namun tetap harmonis dengan konsep Jawa Klasik. Bangunan bertingkat dua tersebut adalah Ruang Meeting dan Dinning Room. Desainnya menggunakan rangka baja sebagai bahan material, berbeda dengan bagian depan yang secara keseluruhan berbahan kayu Jati. Ruang meeting sanggup menampung kapasitas 80 sampai 100 orang, sedangkan untuk Dinning Room bisa menampung kapasitas 110 orang. Bentuk bangunannya unik seperti resto jaman Eropa klasik yang dindingnya memakai material kaca.

    Beralih pada bagian samping selatan wilayah lahan Oemah Djowo, mata Anda akan dimanjakan dengan galeri bangunan berbentuk Hanggar Pesawat. Disanalah ditempatkan koleksi mobil dan motor klasik. “Beberapa diantara koleksi tersebut adalah Sedan Ford, dan beberapa Chevrolet Pick-up Dodge”, ujar Nuri sang Mekanik yang dipercaya menangani dan merawat mobil dan motor klasik. Lebih lanjut Nuri, menuturkan “Mobil dan motor klasik ini merupakan salah satu jantung utama pusat perhatian bagi pengunjung resto, setiap jam 09.00 WIB sesuai jadwal, mesin akan dipanasi” tegasnya. Semua kendaraan klasik masih dalam perawatan rutin mesin dan keasliannya tetap dipertahankan sama seperti bentuknya dahulu.

    Resto yang buka setiap hari dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 21.30 WIB ini menawarkan variasi menu tradisional yang siap menggoyang lidah Anda. Cita rasa menu tradisional dan beverages dikemas dengan visi melestarikan makanan khas Jawa. Demikian dapat dilihat dalam penamaan menu makanan dan minuman yang menggunakan Bahasa Jawa. Anda dapat menikmati menu populer Oemah Djowo seperti Iga Bakar Tatit yang diolah dengan rempah-rempah bumbu tradisional. Rasa pada saos rempah seperti jahe dan cabe kontras terasa dilidah Anda. Iga Bakar Tatit ini diakui kekhasannya karena, jarang ada olahan menu Western yang dikombinasikan dengan bumbu rempah tradisional. Sudah pasti menggelitik lidah siapa saja yang menikmati santapan ini. Iga Bakar Lowanu pun cukup menarik dicicipi, olahannya hampir sama dengan Iga Bakar Tatit. Sensasi manis dari saus dan gurihnya daging menjadi pembeda diantara Iga Bakar Lowanu dan Iga Bakar Tatit.

    Tak kalah unik, adapula menu Gurami Bakar Tatit, yang rasanya kental dengan sensasi pedas dan rempah-rempah. Gurami Tatit ini rasanya sangat berwarna, karena sekali lagi bumbu rempah berperan memunculkan warna-warni rasa yang dikecap oleh lidah. Beberapa variasi menu lainnya seperti Gurami Terbang, Sup Pindang Gurami, Sup Gurami Bening juga tak boleh Anda lewatkan. Menu khas lainnya yang mendapat banyak perhatian adalah Oseng Sos Dor terdiri dari olahan Kikil Sapi. Bumbu dan rempah yang digunakan seperti cabe merah, menantang Anda untuk berani mencoba sensasi pedasnya. Bagi para penikmat kuliner makanan pedas, Oseng Sos Dor ini patut dicoba. Untuk menu sayuran Anda bisa memesan Oseng Godhong Gandul, yang dikombinasikan dengan ikan teri. Oseng Godhong Gandul merupakan menu tradisional Jawa yang sudah jarang ditemui era sekarang. Sayuran tradisional ini memang mengajak memori Anda teringat akan nikmatnya makanan rumah.

    Para pelayan restoran pun rajin menyapa dan melayani Anda dengan sangat ramah, seakan sedang berada dirumah sendiri. “Kualitas serta kenyamanan pengunjung sudah menjadi perhatian khusus bagi Oemah Djowo” ungkap Fahrudin sambil melempar senyum ramah. Snack ringan yang ada di menu boleh dicoba, ketika sedang ingin bersantai sambil berbincang dengan keluarga atau teman. Menu snack seperti Gedhang Anyes merupakan olahan dari pisang goreng dan Ice Cream Strawberry sebagai topping, mengundang lidah Anda untuk merasakan segarnya ice cream dan manisnya pisang goreng. Tak kalah uniknya adalah Tape Walondo, terdiri dari tape ditambah keju sebagai topping meramaikan cita rasa.

    Minuman tradisional seperti Wedhang Uwuh, yang terdiri dari rempah-rempah Sereh, Daun Salam, Daun Jeruk, Kayu Secang, Cengkeh, Jahe, Kapulaga, dan sebagainya ternyata mempunyai khasiat menyegarkan badan yang letih. Tak kalah sedapnya ada Teh Poci, penyajiannya juga masih menggunakan poci tanah liat, cocok menjadi teman kongkow di sore hari. Sajian beverages yang ada di dalam menu, seperti Jawa Punch dapat menjadi pilihan Anda untuk melepas dahaga. Jawa Punch terdiri dari racikan rempah, sere, soda, lemon dan secang, tentu menggelitik rasa penasaran para pengunjung. Masih banyak beragam minuman lainnya yang layak dicoba seperti Putri Ayu, dan Tropical Shake. Rio-Red

    Oemah Djowo
    Jl. Lowanu no 105
    (depan SPBU Wirosaban)
    Jogjakarta
    Telp. : 0274 - 413535
    Fax : 0274 - 379808

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain