Nuansa Pedesaan, Hills Joglo Villa
Berkembang pesatnya kota Semarang membuat beberapa orang mencoba membuka peluang usaha di sektor penginapan. Wisata kota Semarang yang tak pernah lekang dari wisatawan membuat banyak penginapan yang turut disediakan. Banyak penginapan di Semarang yang memiliki keunikan masing-masing. Salah satu penginapan yang berkarakter dan bernuansa alam akan ditemui di Hills Joglo Villa.
Hills Joglo Villa merupakan Heritage Resort yang menawarkan nuansa pedesaan. Dituturkan Heny Kustiarsih, SH, Owner, Hills Joglo Villa, konsep 'Heritage Resort' dengan nuansa pedesaan Jawa akan disuguhkan kepada tamu untuk mendapatkan nuansa yang nyaman dan tenang. “Saya ingin menyuguhkan penginapan khas Jawa dengan nuansa pedesaan yang berbeda. Penginapan ini termasuk Heritage Resort mempunyai tujuan untuk tetap melestarikan budaya khususnya budaya Jawa Tengah, dengan bangunan Joglo,” tuturnya.
Awalnya sang owner hanya membeli lahan kosong, karena kecintaanya terhadap alam yang natural. Melihat potensi daerahnya maka kemudian mencoba membuka bisnis penginapan dengan konsep alam dan nuansa khas Jawa. Sejak awal pohon-pohon sudah ditanam untuk memulai penghijauan di sekitar Villa. Dibangun sejak tahun 1997, dengan proses step by step kemudian pada tahun 2005 baru dibuka sebagai penginapan. Awalnya empat bangunan kemudian bertambah sampai sembilan bangunan. “Semua Joglo asli dari daerah pedalaman di beberapa daerah, seperti dari Demak, dan dari Desa Godong,” tambah Heny panggilan sehari-harinya.
Pemandangan sawah dengan tanaman padi yang sedang merekah semakin menguatkan suasana pedesaan. Selain tanaman padi yang dapat menyejukkan suasana di sekitar villa, pohon-pohon besar juga mendominasi di area tersebut. Suasana pedesaan dengan konsep alam dan bangunan yang sangat indah membuat orang yang berkunjung akan betah di sini.
Bangunan metting point yang kental dengan bangunan Jawa akan menyambut setiap tamu yang datang. “Tempat ini kami gunakan sebagai ruang receptionist dan lorong Asmat untuk tamu dapat menikmati koleksi-koleksi antik Asmat. Dulunya bangunan ini adalah rumah dari jaman Belanda, yakni bangunan dari tahun 1925. Di belakang bangunan ini ada coffee shop. Kami juga membuka restoran untuk umum dengan menu-menu makanan khas Jawa dan western. Selain lorong Asmat, ada juga gallery tempat menaruh koleksi barang-barang antik yang bisa dinikmati tamu-tamu kami,” tambahnya.
Koleksi barang-barang antik di Hills Joglo Villa difungsikan untuk menambah wawasan sejarah para tamu. “Kebetulan saya adalah kolektor barang-barang antik, seperti gerabah yang sudah berumur ratusan tahun, keramik Cina dari dinasti Ming & Qing, dan masih banyak lagi yang ada di gallery. Semua koleksi hanya untuk pajangan bukan untuk dijual, karena semua itu koleksi pribadi yang akan saya wariskan ke anak dan cucu,” terang istri dari Dr. Darrell Kitchener Phd.
Berdiri di atas lahan kurang lebih 10 hektar, Hills Joglo Villa menawarkan penataan penginapan bergaya desa. Penempatan bangunan satu dengan lainnya ditata agak berjauhan untuk memberikan privasi bagi para tamunya. Keindahan seni artistik Joglo akan membuat pengalaman tak terlupakan bagi setiap tamu yang menginap. Masing-masing Joglo memiliki kapasitas yang berbeda, mulai dari 2 orang sampai 12 orang. Meski bangunan kental nuansa Jawa, namun fasilitas yang disediakan Hills Joglo Villa cukup modern dan beragam, mulai dari swimming pool, play area, fitness center, dan billard table, WIFI, menu breakfast, TV cable, dan AC.
Akses mudah menuju area Hills Joglo Villa menjadi keunggulan tersendiri. Hills Joglo Villa berlokasi di Desa Keji RT. 06, RW. 01, Mapagan, Ungaran, Semarang. Fasilitas umum yang cukup memadai, yakni sekitar 40 menit dari Bandara Semarang, dan 10 menit dari Stasiun serta Terminal. Area parkir yang cukup luas dengan rumput tanaman hijau menunjukkan konsep alam sudah terasa di depan.
Jalan setapak dengan bebatuan akan mengantarkan pengunjung menuju bangunan Joglo. Setiap Joglo memiliki nama sesuai dengan nama desa tempat Joglo berasal. “Untuk bentuk Joglo sendiri berbeda-beda, karena saya mendapatkannya dari berbagai daerah di pedalaman, namun secara keseluruhan konsep Joglo Jawa ya hanya satu,” tutur Heny sembari menunjukkan Joglo yang ada.
Seperti bangunan Joglo Ds. Demak Dalem dari tahun 1750 memiliki kapasitas 5 orang. Bangunan ini merupakan bangunan khas Jawa Tengah dengan furniture dan material berbahan alam. “Hampir semua material penginapan dari kayu Jati. Tidak ada yang diubah bentuknya. Hanya saja ada beberapa sudut yang ditambahkan dengan kaca untuk membantu penerangan,” kata ibu tiga anak tersebut.
Suasana Joglo Ds. Demak Dalem sendiri sangat nyaman dan tenang. Joglo ini juga menjadi favorit tamu karena letaknya berdekatan dengan area swimming pool. Ruang tamu yang cukup luas dilengkapi dengan furnitur meja kursi kayu dan beberapa hiasan antik membuat interior semakin menarik dan unik. Tempat tidur dengan bahan kayu Jati lawas berpadu cantik dengan hiasan kelambu warna putih memanjang. Kamar mandi modern namun tetap menyuguhkan nuansa Jawa pun turut hadir untuk melengkapi fasilitas. Lantai yang digunakan kebanyakan berasal dari keramik dengan corak natural warna-warna lembut. Di Joglo ini terdapat pantry yang cukup luas didesain dengan permainan kaca dan kitchen set modern.
Beranjak ke bangunan Joglo berikutnya, yakni Joglo Ds.Godong 1822. Area Joglo ini terbilang cukup luas, karena mampu menampung kapasitas 9 orang. Ruang tamu yang cukup luas dengan properti meja marmer dan kursi kayu menjadikan tempat ini cocok untuk keluarga. Tempat tidur antik dengan ukiran yang indah dan dibalut kelambu putih. “Tempat tidur Jawa antik bergaya primitif ini berumur sekitar 400 tahunan. Berasal dari daerah Sumenep, Madura,” tambah Heny sembari menyusuri area Joglo tersebut.
Kamar yang lain berada lebih masuk dengan pintu khas Jawa. Tempat tidur hampir sama, yakni antik dan dibalut kelambu. Kamar mandi dibuat menyudut kecil namun tetap memiliki nilai estetika yang apik. Beberapa hiasan dihadirkan untuk mengusung nuansa khas Jawa. Untuk pencahayaan menggunakan lampu gantung antik dengan warna kuning. Warna khas suasana rumah-rumah tradisional Jawa.
Bangunan Joglo berikutnya dengan kapasitas 8 orang memiliki nuansa yang sedikit berbeda, dimana semua bangunan tertutup dengan kayu. Penempatan furniture yang sedikit berbeda juga dihadirkan, yakni sofa. Di area ini terdapat foto proses pembongkaran Joglo. Kamar mandi dikonsep apik dengan tema pedesaan. Kamar mandi terdapat di belakang, dengan area terbuka menggunakan air mancur dan closet terbuka. Tembok yang tinggi dan penempatan pintu di belakang tetap memberikan privasi saat mandi.
Joglo paling besar berada di dekat area resepsionis. Joglo pertama yang dibangun di Hills Joglo Villa ini dapat menampung 12 orang. Konsep ruang sedikit berbeda, yakni penempatan kamar dengan pintu berjejer. Penempatan TV tabung di ruang tamu cocok untuk menikmati suasana rumah pedesaan tempo dulu. Area teras dengan kursi santai dapat dimanfaatkan untuk memandang area persawahan didepannya.
Hills Joglo Villa menyediakan ruang Convention hall. Tempat ini disewakan untuk acara pernikahan. Area Convention sendiri mampu menampung kapasitas kurang lebih 150 hingga 350 untuk model teater dan 1.000 orang standing. Tempat ini memiliki taman dengan rumput dan pohon-pohon besar mengelilinginya. Jalan setapak menuju area ini dipenuhi dengan pohon bambu kuning yang sangat indah bila diterpa sinar matahari di sore hari.
Konstruksi bangunan ini terbuat dari besi namun atap tetap dibuat Joglo sesuai dengan konsep Jawa yang diusung. Pintu Cina ukir berumur sekitar 200 tahun tersebut memiliki nilai seni yang menarik dan antik. Masuk ke dalam, sekeliling ruangan dihiasi berbagai lukisan dan barang-barang antik seperti meja sembahyang Cina Kuno, jam Jerman antik, dan masih banyak lagi.
Area depan Restoran yang bersanding dengan area galeri terdapat kolam dengan bunga teratai dan beberapa hiasan patung Majapahit. Restoran Hills Joglo Villa menawarkan menu makanan Jawa dan Western. “Restoran sendiri tidak hanya untuk para tamu yang menginap, tapi untuk umum juga,” terangnya gembira.
Disebelah restoran terdapat gallery tempat menaruh berbagai macam koleksi barang antik. “Saya berburu barang-barang antik seperti gerabah dan keramik Cina sampai ke berbagai negara dan wilayah di Indonesia. Bahkan ada koleksi yang saya gabungkan seperti menyusun puzzle karena saat mendapatnya sudah terkubur ratusan tahun di dalam tanah,” terang Heny lagi. Koleksi piring antik Cina jumlahnya sudah mencapai 3.500 pcs. Bahkan Heny akan meluncurkan buku koleksi keramik Cina dengan judul “Found in Indonesia”.
Diakhir pembicaraan Heny menambahkan soal harga menginap di Hills Joglo Villa cukup terjangkau, yakni mulai dari kisaran 500 ribu, untuk wedding harga dikisaran 35 juta, dan untuk meeting dengan paket Joglo dikisaran 4 jutaan. “Kami juga menawarkan daily tours dengan venue gallery dan gardens. Dimana para tamu dapat belajar sejarah barang-barang antik, dan dapat juga belajar tentang asal muasal nasi, yakni dari proses menanam, memanen, dan proses penumbukkan hingga proses akhir menjadi beras,” ungkap ibu dari Retno Larasati, Aryo Bimo, dan Aryo Seto. Yanti-red
HILLS JOGLO VILLA
Desa Keji RT.6 / RW.1
Mapagan-Ungaran-Semarang
Jawa Tengah
Phone: (62) 024 – 6926101-03
Fax: (62) 024 – 6926101
hillsjoglovilla@gmail.com
heny.kustiarsih@yahoo.com

















































































