Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Alternatif Hunian Pilihan Timur-Tenggara-Selatan-bagian 1

    Puri Larasati Purwomartani tipe 55
    Perspektif rumah tipe 50 kawasan Adara Citra
    Rumah tipe 55, Pondok Permai Giwangan tahap 3

    Pertumbuhan perumahan di Jogjakarta terus menunjukkan grafik positif. Setelah melewati tahun 2016 yang notabene banyak yang mengalami pengereman penjualan, banyak pihak khususnya para pengembang meyakini tahun 2017 ini menjadi momentum untuk mengembalikan percepatan penjualan. Secara geografis, Jogja Utara masih menjadi primadona bagi para pencari rumah, khususnya konsumen luar Jogja. Namun semakin terbatasnya area lahan yang diperbolehkan untuk dijadikan kawasan hunian serta terbentur aturan pemda perihal luasan kavling yang cukup luas didukung pula kenaikan harga dasar tanah yang semakin tidak realistis, maka membuat pengembang memutar otak untuk pengadaan perumahan di kawasan Sleman. Salah satu sasarannya ialah bergeser ke arah Timur. Daerah Purwomartani dan Kalasan bahkan Prambanan menjadi salah satu target pertumbuhan perumahan baru di Kabupaten Sleman.

    Untuk sisi lainnya, yakni Tenggara dan Selatan, yang kebanyakan masuk Kabupaten Bantul menjadi alternative yang logis untuk penyediaan lahan perumahan. Didukung dengan pencabutan moratorium di 5 kecamatan di Bantul, semakin memberi peluang untuk dibukanya lahan baru. Fakta di lapangan menunjukkan, daerah tenggara sudah masuk kawasan yang cukup tinggi harga tanahnya, membuat pengembang bergeser ke arah Barat, khususnya ke beberapa kecamatan yang masih belum banyak perumahannya. Misalnya kecamatan Jetis, kecamatan Pajangan, maupun kecamatan Sedayu. Kali ini kami berikan beberapa informasi terkait perumahan mulai dari sisi Timur, Tenggara, dan Selatan Kota Jogjakarta, baik dari kelas perumahan kelas premium, kelas menengah bahkan sampai kelas perumahan subsidi.

    PURI LARASATI PURWOMARTANI
    Puri Larasati Purwomartani menjadi salah satu kawasan perumahan kelas menengah di Jogja sisi Timur kota Jogjakarta yang menunjukkan progress penjualan yang cukup signifikan. “Lokasi perumahan berada pada daerah berkembang dan cukup strategis untuk bisnis properti saat ini. Berbagai akses kemudahan dapat dijangkau seperti, dekat Bandara Internasional Adi Sucipto, pusat perbelanjaan dan hiburan terbaru Transmart, hanya 500 meter dari pasar tradisional Purwomartani, dekat dengan fasilitas kesehatan Rumah Sakit JIH, RS. Hermina, RS Medika, tak jauh dari pasar tradisional bahkan supermarket Lotte Mart, dan berjarak tempuh 10 menit dari Stadion Internasional Maguwoharjo, tak jauh dengan kawasan pendidikan seperti sekolah Budi Mulia, Universitas Sanata Dharma, Universitas Respati dan Unriyo dan wahana wisata air terbesar Jogja Bay,” terang Nani, selaku Marketing PT. Donini Maju Sukses.

    Data yang ada, sejak dipasarkan akhir 2015 lalu dengan total 38 unit, Puri Larasati Purwomartani, kini hanya menyisakan 8 unit saja. Harga satu unit rumah yang ditawarkan untuk Puri Larasati Purwomartani saat awal pemasaran mulai dari kisaran Rp. 500 Jutaan untuk rumah 1 lantai, sekarang harganya sudah 610 jutaan. Harga tersebut sudah termasuk IMB, instalasi listrik dan air bersih, PPN pembeli dan PPh penjual. Harga tersebut dikatakan Nani lebih lanjut sudah mengalami beberapa kenaikan. “Hingga hampir satu setengah tahun ini kami sudah mengalami 4 kali kenaikan harga, ini berarti bidang properti untuk investasi masih sangat menjanjikan,” tutur Nani.

    Saat ini Puri Larasati Purwomartani masih menyisakan 2 tipe rumah, yakni satu lantai masih menyisakan 6 unit dan dua lantai tinggal 2 unit saja. Rumah yang masih tersedia pun cukup bervariatif, mulai dari tipe 55, tipe 56, dan tipe 106 dengan luasan tanah rata-rata 125 m². Konsep arsitektur bangunan yang diusung pihak pengembang berkonsep hunian minimalis modern yang banyak diminati pasar. Konsumen akan mendapatkan rumah 1 lantai dengan denah standar berupa 2 kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, kamar mandi, carport serta masih menyisakan halaman di belakang bangunan yang cukup luas, cocok dengan konsep rumah tumbuh.

    Lingkungan yang sudah hidup dan infrastruktur sekarang sudah jelas terlihat nyata di Puri Larasati Purwomartani. Lokasi perumahan yang akan berdiri di atas lahan seluas 7.000 m² tersebut sudah difasilitasi dengan jalan lingkungan selebar 7 meter, serta akan dihadirkan taman playground dan fasilitas ibadah berupa masjid. Dari total 38 kavlingnya, 30 unit terjualnya kini di lokasi sedang proses bangun, namun 11 unit rumahnya sudah ada yang ditempati. “Untuk calon pembeli dapat langsung melihat produk perumahan kami karena di lokasi sudah banyak unit yang terbangun, sehingga konsumen bisa melihat sendiri spesifikasi bangunan yang kami hadirkan,” terangnya. Perumahan ini memiliki spesifikasi standar berupa pondasi batu kali, beton foot plate, dinding batu bata plester aci finishing cat, lantai granit, rangka atap baja ringan, plafon gipsum, air bersih dari sumur gali, kusen alumunium, daun pintu dan jendela kayu jati dan teakwood, serta listrik 1300 W sampai 2200 Watt.

    Nani menjelaskan bahwa diberikan diskon khusus kepada semua pembeli sisa unit-unit terakhirnya. Cara bayar yang ditawarkan pihaknya cukup memudahkan calon konsumen. “Cara bayar yang kami tawarkan cukup membantu konsumen, cara bayar bisa cash keras, cash bertahap hingga 6 kali tanpa bunga, dan sistem bayar KPR dengan DP minimal 30%.” papar Nani.

    ADARA CITRA
    Adara Citra hadir sebagai produk perumahan terbaru garapan PT. Citra Kedaton yang berada di Timur Kota Jogjakarta. Tepatnya diawal Maret Tahun 2017, diperkenalkan sebuah kawasan hunian yang berkonsep green living. Lokasi Adara Citra berada di 300 meter sisi Timur Candi Sambisari, daerah Purwomartani Kalasan Sleman. “Perumahan terbaru kami ini berada di atas lahan 5000 m² dengan menyediakan 29 unit rumah tinggal dengan model 2 tipe rumah, yakni tipe 50 dan tipe 60 dengan luasan kavlingnya 125 m², “ papar Jusan, Marketing PT. Citra Kedaton. Dari sisi lokasi, Adara Citra berada di area pengembangan perumahan Kabupaten Sleman. Perumahan ini sangat dekat dengan fasilitas penunjang, seperti dekat dengan Bandara Internasional Adisucipto yang berjarak 2 km, dekat dengan akses jalan Raya Jogja – Solo km. 11 maupun Ringroad Timur, beberapa kampus pendidikan pun terjangkau seperti Unriyo, USD Paingan, Ukrim, serta sekolah Budi Mulia serta tak jauh dari fasilitas kesehatan seperti rumah sakit Hermina, rumah sakit Bhayangkara dan pusat perbelanjaan LotteMart serta pusat perbelanjaan dan hiburan terbaru Transmart.

    Direktur PT. Citra Kedaton Rama Adyaksa mengungkapkan, produk tersebut baru akan dipasarkan. Ia sengaja membuat konsep baru untuk memberikan pilihan yang lain untuk konsumen. Adara Citra mempunyai desain cukup unik dari kebanyakan perumahan umumnya. Dengan desain yang menawarkan fasad 2 muka untuk setiap rumahnya. “Kita bikin detached house - bigger open space, sehingga setiap rumah yang dihadirkan di Adara Citra kesannya tidak berhimpitan karena semua unit rumahnya memiliki halaman samping. “Pertimbangan kami mengeluarkan konsep ini bahwa halaman rumah merupakan satu kebutuhan dalam hunian. Area ini bisa dimanfaatkan untuk area bermain anak maupun untuk kegiatan bersama keluarga. Halaman yang dibutuhkan tak melulu halaman depan dan belakang. Halaman samping juga dirasa perlu sehingga perumahan yang dibangun tidak terkesan berhimpitan, “ paparnya. Rama mengungkapkan, dengan memberikan halaman samping, pengembang ingin memaksimalkan ruang terbuka hijau yang ada. Selain itu, dengan rumah yang berdiri sendiri dan tidak berhimpitan, penghuni akan merasa lebih nyaman dan antusias melihat tanah kavlingnya lebih luas. Lebih lanjut ditambahkannya, bahwa fenomena konsumen yang menginginkan rumah hook (sudut) semakin banyak, karena dari estetika fasadnya yang mempunyai 2 muka, maka perumahan Adara Citra bisa dikatakan semua rumahnya merupakan rumah hook semua,” lanjutnya.

    PT. Citra Kedaton menyebutkan harga jual akan ada di kisaran 561 jutaan untuk tipe 50, serta kisaran 609 jutaan untuk tipe 60. Adapun segmentasi pasar, lebih menyasar pada keluarga muda yang memiliki keperluan membeli rumah pertama. Rama mengungkapkan, segmentasi itu tidak berbeda dengan produk perumahan yang dipasarkan sebelumnya yakni Asoka Citra. Segmentasi lebih mengarah pada kalangan menengah. “Untuk tipe 65 lebih mengarah pada keluarga yang lebih mapan dengan jumlah anak misalnya tiga anak, “ imbuh Jusan. Sampai medio akhir April 2017 ini, Adara Citra sudah terjual 5 unit untuk semua tipenya. Untuk skema pembayaran ada dua pilihan yang diberikan yakni tunai bertahap dan KPR. Untuk pembayaran tunai bertahap, ada pilihan tunai keras yang dilunasi dalam waktu tiga bulan, ada pula dalam 12 bulan, dan 24 bulan.

    PONDOK PERMAI GIWANGAN
    Pondok Permai Giwangan telah memasuki tahap 3. Melihat lokasi di daerah perumahan yang telah berkembang dan semakin ramai, serta dekat dengan berbagai fasilitas umum, membuat tempat tersebut sangat cocok untuk berinvestasi maupun untuk tempat tinggal. Lokasi Pondok Permai Giwangan tepatnya berada di Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, persis di sebelah Selatan Brimob Jl. Imogiri Timur. Lokasi tersebut kini semakin lengkap berbagai fasilitas kehidupan yang dibutuhkan masyarakat. Berbagai fasilitas umum di sekitar perumahan hanya memerlukan jarak tempuh yang singkat. Sekitar 2 menit untuk menuju ke Terminal Giwangan, rumah sakit, pasar tradisional, swalayan, dan area bermain Balong Water Park. Hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 8 menit untuk menuju ke pusat kota atau ke Malioboro. “Banyak konsumen yang membuat testimoni, bahwa tinggal di Pondok Permai Giwangan masih sangat nyaman suasana lingkungannya, jauh dari kebisingan dan hiruk pikuk kemacetan, konsumen merasa betah untuk berlama-lama di rumah,” demikian Maria, SE, Marketing Manager PT. Sumber Baru Land menjelaskan.

    Memasuki tahun 2017 ini, perumahan ini terus terserap pasar properti Jogja dengan cukup baik. Pertumbuhan harga yang terkandung didalamnya menunjukan progress yang menarik. Tipe 42 awal pemasaran dibuka pada kisaran harga 380 jutaan, selang waktu 3 tahun dengan tipe yang sama sudah dipasarkan pada kisaran harga mulai dari 650 jutaan. “Untuk penjualan tahap 3 ini, kebanyakan untuk saat ini masih dominan dengan cara KPR, sekitar 60% konsumen memilih cara kredit, karena kami juga sudah PKS dengan hampir semua perbankan ternama yang melayani KPR. Sedangkan untuk pembayaran tunai, kebanyakan mengambil sistem cash bertahap tanpa bunga sebanyak 6 kali angsuran tanpa bunga,” ungkap Maria.

    Menurut data yang dimiliki, Maria SE, Manager Marketing, dikatakan penjualan sampai pertengahan tahun 2017 menunjukkan angka yang lebih baik daripada tahun 2016 lalu, dan ke depan semakin positif grafiknya. “Karena kawasan kami sudah jadi, semua infrastruktur sudah selesai dibangun. Fasilitas dalam perumahan pun sangat menarik untuk ukuran kelas middle, antara lain jalan utama dengan lebar 9 meter, club house, gazebo, one gate system, sistem keamanan 24 jam dan CCTV, kolam renang, jogging track, serta gedung pertemuan (berupa bangunan Joglo). “Fasilitas dalam kawasan sudah kami bangun dan sudah dipergunakan. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor strategis yang membuat penjualan di tahap 3 ini terbukti semakin laris,” tegas Maria.

    “Pasar yang kami bidik tepat, dan proses pembangunan kawasan dan unit-unit terjual kami bangun sesuai dengan komitmen kami di awal transaksi. Sebanyak kurang lebih 120 unit yang sudah terjual dan lebih dari 70 unit sudah kami bangun serta sudah kami serah terimakan kepada konsumen. Konsep rumah satu lantai yang kami prediksi lebih banyak digunakan sebagai tempat tinggal, hingga kini sudah menunjukan buktinya. Hampir 65% lebih pembeli rumah satu lantai ini yang sudah serah terima digunakan sebagai tempat tinggal. Kawasan perumahan jelas semakin hidup kondisi lingkungan,” paparnya.
    Untuk rumah satu lantai ini, konsumen akan diberikan berupa hunian dengan memiliki sebuah ruang tamu, 2 kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga dan ruang makan yang terkoneksi dengan dapur dan taman belakang, serta dilengkapi sebuah carport dan taman depan yang cukup lega. “Untuk rumah yang berposisi pojok (hook) dengan tipe 55, terbukti sangat laris, karena mempunyai keuntungan berfasad 2 muka dan memiliki halaman samping yang cukup lebar. Untuk rumah hook tersebut kami jual kisaran harga 700 juta sampai 800 jutaan, disesuaikan dengan luasan tanah yang bervariasi luasannya, sesuai selera konsumen,” papar Maria lagi. Pras-red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain