DAYA TARIK PROPERTI DI BAWAH 1 MILYAR
Daerah Istimewa Yogyakarta tetap menyimpan potensi besar di sektor properti. Pasalnya, Jogja adalah kawasan wisata dan pusat pendidikan yang selalu memiliki daya tarik bagi pendatang untuk tinggal. Selain ikon sebagai kota pendidikan saat ini Jogja juga terkenal sebagai kota wisata. Berbagai wisata mulai dari wisata alam, rohani dan sejarah banyak terdapat dikota Gudeg ini. Kenyamanan kondisi iklim politik dan suasana Jogja yang hangat bagi para pendatang menjadikan Jogja sebagai kota yang nyaman untuk ditinggali. Banyak konsumen properti Jogja yang membeli rumah untuk menikmati suasana Jogja yang hangat atau hanya untuk liburan, bahkan ada yang membeli untuk menikmati hari tuanya. Iklim ekonomi yang cenderung positif, dan didukung kebijakan baru dari pemerintah, memberikan angin segar sekaligus stimulus bagi sektor properti. Dari kebijakan BPHTB, rencana pemberian tax amnesty, suku bunga yang semakin kompetitif, dengan kembalinya turunnya BI rate, terlepas dari sudut pandang politik, paket kebijakan ekonomi tersebut mampu mendorong kembali seluruh roda lini sektor properti.
Piramid pasar properti, cenderung ke arah piramid gendut, yakni semakin bertambahnya permintaan dari kalangan menengah. Sebuah peluang bagi semua developer, baik kelas kakap maupun pengembang perintis lokal. Tercatat hunian-hunian dibawah 1 miliar masih menjadi magnet yang cukup baik untuk digarap. Dalam ulasan liputan utama kami, bisa di simpulkan, bahwa titik temu antara pembeli dan penjual di kisaran harga 300 hingga 900 jutaan. Salah satu sinyal positif pergerakan sektor properti semakin terasa dengan dukungan pemerintah pusat terkait kebijakan-kebijakan yang dikeluarkannya. Baru-baru ini pemerintah pusat sepakat untuk memberikan insentif pajak penghasilan (PPH) menjadi 0,5 %, untuk instrumen produk dana investasi real estate (DIRE) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi 1% dari besaran sebelumnya 5%. Bagaimana respon REI sebagai wadah bisnis properti, kami berikan dalam rubrik Teras.
Sebuah cerita inspirasi dari hunian Sosok kali ini mengusung gaya rumah tropis. Rumah tropis sendiri merupakan rumah yang elemen-elemennya dirancang dan disesuaikan dengan iklim yang ada. Rumah tropis akan mengoptimalkan potensi iklim tropis dan akan meminimalkan dampak iklim tropis. Konsep rumah dengan memanfaatkan unsur-unsur alam di dalam hunian. Berlibur ke Yogyakarta akan terasa menyenangkan jika diimbangi dengan memilih penginapan yang tepat. Salah satunya Homestay Tembi, penginapan yang berada dalam kawasan kampung wisata Tembi. Temukan daya tariknya dalam rubrik Jendela.
Untuk produk pendukungnya, kami berikan informasi tentang sebuah alternatif teknologi pemanas air. Salah satu solusi bagi Anda yang sedang memburu kenyamanan dalam hunian sekaligus hemat energi listrik. Keistimewaan kota Jogja memang tidak dapat dipisahkan dari keistimewaan kulinernya, salah satu yang sangat layak Pembaca coba ialah mencicipi Sego Simbok. Destinasi baru wisata kuliner di tengah kota Jogja, selengkapnya dalam rubrik Santap. Ide dan inspirasi kali ini mengangkat lebih dalam perihal Teras Rumah. Berfungsi sebagai ruang peralihan diharapkan teras dapat mencerminkan karakter desain rumah yang juga menyatu, memiliki sentuhan dengan lingkungan sekelilingnya. Beberapa fungsi teras sesuai dengan letaknya dijelaskan dalam artikel rubrik Dapur.
Sistem Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin membeli rumah dengan mudah. Ada dua jenis, yakni KPR konvensional dan KPR syariah. Keuntungan dengan menggunakan sistem KPR syariah yakni adanya kepastian angsuran sejak awal. Salah satu bank yang menyediakan sistem KPR syariah, yakni bank BTN Syariah. Temukan promo menariknya dalam ulasan Pundi Artha.
Temukan pula informasi update lainnya di edisi 47 kami. Selamat membaca !

















































































