Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Eksotisme Kuliner Bergaya Country

    Alive Fusion Dining
    Alive Fusion Dining
    Alive Fusion Dining
    Chicken Teriyaki
    Roasted Boneles Chicken

    Alive Fusion Dining hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Yogyakarta yang gila akan kuliner. Terletak di Jalan Timoho No. 49 A, Yogyakarta, Alive Fusion Dining Resto menghadirkan nuansa yang berbeda di setiap area yang memiliki luas tanah sekitar ± 1.200 m². Sesuai dengan namanya yaitu, fusion (campuran), resto yang terdiri dari tiga lantai ini memiliki arsitektur yang tidak biasa. Begitu menginjakkan kaki di pintu masuk Alive Fusion Dining Resto kita disambut dengan atmosfer yang unik. Terdapat dua atmosfer yang ada di lantai pertama ini. Nuansa country khas negara Amerika Serikat. Didominasi oleh interior yang terbuat dari kayu Oak, tampak pada dinding-dinding. Mata kita disuguhi dengan suasana tepi jalan pedestrian di pinggiran kota-kota negara Eropa. Lantai pada bangunan ini adalah kombinasi dari batu, dan keramik. Nuansa outdoor sangat kental di lantai pertama ini. Kesan ini diperkuat dengan adanya ornamen-ornamen bergaya vintage seperti lampu penerangan jalan yang sengaja ditempatkan dan dikombinasikan dengan lampu bohlam dengan intensitas pencahayaan yang tidak begitu terang serta adanya sebuah pohon artifisial akan menambah nikmatnya suasana.

    Selain suasana outdoor yang direpresentasikan dalam atmosfer jalan pedestrian, di lantai pertama ini juga terdapat ruangan berbentuk rumah yang diberi nama d'Lioes Cabin. Ruangan yang bergaya country ini akan membawa imajinasi kita ke dalam rumah khas gaya American country yang penuh dengan corak kayunya. Suasana pedesaan Amerika Serikat ini akan semakin lengkap dengan sajian music country. Penempatan kursi dan meja ditata sedemikian rupa menyerupai deretan bangku taman. Detail furnitur berupa meja dan kursi pun sangat dipikirkan oleh owner Alive Fusion Dining yaitu Gabriel Bintang Adiyaksa atau yang akrab dengan sapaan Gabi ini. “Kursi dan meja memang sengaja saya buat pendek supaya para pengunjung tidak terkesan kaku”, jelas Gabi. Sebelum melangkah ke lantai kedua, pada bagian kasir juga tak kalah menghadirkan kesan fusion, yaitu pemakaian kotak kayu sebagai meja kasir. Tembok pada bagian kasir terbuat dari potongan kayu yang memiliki ketebalan berbeda sehingga tampak dinamis. Dapur sengaja ditampilkan resto ini untuk menambah kesan hommy bagi para pengunjung. Setiap tangga penghubung antar lantai sengaja tidak diberi pegangan. Hal ini akan menambah kesan luas dan tidak kaku. Pada saat akan melangkahkan kaki ke lantai dua terdapat jejeran lukisan bergaya retro terpampang pada tembok yang menjadikan kesan oldiest semakin kuat. Penerangan sepanjang tangga dari lantai pertama menuju lantai kedua dihasilkan dari lampu-lampu bohlam yang memakai topi Charlie Chaplin sebagai kap lampunya.

    Memasuki lantai dua, kita disajikan nuansa berbeda. Mata kita akan tertuju pada sebuah mini bar yang terbuat dari material kayu Oak. Mini bar masih tetap mengusung konsep country seperti pada lantai satu. Mini bar ini merupakan pusat pembuatan minuman . Para pengunjung pun dapat dengan bebas melihat bagaimana sebuah minuman disajikan. Owner sengaja memisahkan dapur dan bar ke dalam dua lantai yang berbeda. Untuk mempermudah pelayanan antara order minuman dan makanan digunakan lift untuk sebagai sarana transportasi agar tidak mengganggu pengunjung melewati tangga penghubung antara lantai satu dan lantai dua. Jadi kita tidak akan sering melihat pemandangan para waiter hilir mudik membawa menu pesanan seperti pada kebanyakan resto pada umumnya. Interior di lantai dua juga masih kental dengan nuansa kayu. Menurut owner, lantai dua merupakan tempat favorit bagi para kawula muda untuk menghabiskan waktu, atau sekedar untuk hangout bersama. Lantai dua ini merupakan space favorit untuk berfoto-foto ria atau istilah yang sedang booming saat ini yaitu selfie. Di lantai ini terdapat dua area yaitu area indoor dan outdoor. Di area indoor terdapat meja dan kursi dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan lantai pertama. Di area outdoor terdapat beberapa gasebo yang diletakkan berdampingan dengan meja dan kursi yang ditata sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan romantic dining. Untuk mensiasati kesan panas yang terdapat pada area open air ini, owner menggunakan material batu pada area outdoor lantai dua ini. “Material batu saya pilih untuk menghindari kejenuhan pengunjung. Kebanyakan resto hanya menggunakan satu material saja untuk lantainya, tetapi di sini saya kombinasikan”, ungkap Gabi yang merupakan mahasiswa jurusan arsitek sebuah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Di lantai ini biasanya acara gathering, launching produk, perayaan ulang tahun maupun launching diselenggarakan secara reguler pada hari Kamis.

    Beranjak ke lantai tiga yang merupakan Roof Top, kita akan disuguhi view menawan kota Yogyakarta. Di lantai tiga ini terdiri dari dua space utama yaitu deretan lounge yang tertata rapi memanjang di sisi Selatan dan sebuah gasebo utama berukuran sedang. Dengan konsep garden, mata kita akan dimanjakan oleh view yang menarik dari ketinggian. Material yang mendominasi lantai tiga ini adalah batu yang diaplikasikan pada lantai dan temboknya. Pagar yang terdapat di lantai tiga ini terbuat dari besi ulir. Sembari menikmati menu yang tersedia, pengunjung juga dapat menyaksikan sunset dari open space ini bersama dengan kolega, sahabat ataupun pasangan. Nuansa yang lebih private memang sengaja diciptakan untuk dapat memfasilitasi pengunjung yang ingin mendapatkan ketenangan dari hiruk pikuk rutinitas yang telah dijalani. Di lantai tiga ini sering pula diadakan private party dengan menu Barbeque lengkap dengan show cookingnya. Secara keseluruhan konsep bangunan Alive Dining Resto adalah perpaduan dari vintage maupun modern. Tak ada sekat antara space indoor dengan outdoor. Berada di setiap lantai dari resto ini memiliki atmosfer yang berbeda tetapi tetap terasa nyaman. “Kalau orang ngobrol santai, tentu gak merasa dioyak-oyak untuk pergi”, kata Gabi yang menyukai tiga jenis musik yaitu jazz,country dan blues. Sesuai dengan slogannya yaitu good food, good life Alive Fusion Dining Resto ingin menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan bagi pengunjungnya.

    Konsep vintage tak hanya dari segi arsitektur bangunannya saja. Buku menu pun didesain unik menyerupai sebuah passport. Di dalam buku menu tersebut juga terdapat kisah tentang latar belakang kenapa resto ini berdiri. Dari segi menu, Alive Fusion Dining Resto menyajikan berbagai macam menu. Mulai dari menu nusantara seperti nasi goreng hingga menu mancanegara. Resto yang buka mulai pukul tujuh pagi ini memiliki beberapa menu andalan. Untuk pagi, disajikan makanan ringan yang sangat cocok untuk sarapan, sedangkan pada sore hingga malam hari Alive Fusion Dining menyuguhkan beberapa menu andalan. Diantaranya adalah Roasted Boneless Chicken. Sesuai dengan namanya, Roasted Boneless Chicken terbuat dari ayam tanpa tulang yang telah diolah sedemikian rupa sehingga lidah dapat merasakan sebuah menu dengan citarasa yang kaya dari bumbu-bumbu yang di dalamnya. Roasted Boneless Chicken hadir dengan Mash Potato dan saus bayam yang menimbulkan kombinasi kuliner sempurna. Untuk menu lokal, Alive Fusion Dining menghadirkan Nasi Goreng Jawa. Cara penyajiannya yang menggunakan panci tanpa piring tentu akan menambahkan pengalaman baru pengunjung dalam menikmati sebuah hidangan nasi goreng. Selain Roasted Boneless Chichken dan nasi goreng, Alive Fusion Dining juga menghadirkan Chicken Teriyaki. Ayam lunak yang dipanggang sehingga menciptakan aroma grilled yang khas. Dipadukan dengan saus teriyaki dan irisan bawang bombay tentu akan menambah sedap kuliner yang satu ini. Untuk dessert, Alive Fusion Dining menghadirkan cream brule. Cream brule memiliki rasa yang lembut dan manis di lidah. Bagian topping dessert ini terdapat buah cerry yang diletakkan di tengah-tengahnya. Cream brule terbuat dari gula yang dipanaskan hingga menjadi karamel dan di bawahnya terdapat cream dingin. Hmm..Yummy lidah terasa dimanjakan dengan kuliner yang satu ini.

    Di bagian beverage, Alive Fusion Dining memiliki tiga menu andalan yaitu Lechy Squash, Jamaica Blend dan Taro Milik. Lechy Squash adalah minuman berbahan dasar soda yang dipadukan dengan buah leci. Yang menarik dari Lecy Squash ala Alive Fusion Dining adalah penyajiannya. Minuman bersoda ini dikemas dalam sebuah tempat berbentuk tabung. Tabung yang digunakan seperti kemasan yang ditemukan dalam selai. Dari segi kemasan sudah unik, rasanya tak kalah unik pula. Gabungan antara soda dengan leci menghasilkan rasa yang mantab. Jamaica Blend menawarkan rasa khas. Minuman ini terdiri dari tiga lapisan. Lapisan pertama terdapat kopi jamaica yang lembut teksturnya. Dia atasnya terdapat krim tebal yang menggoda selera. Di lapisan paling atas (topping) ditaburi dengan irisan kasar coklat caramel. Tentunya blend (campuran) antara ketiga level rasa yang berbeda menjadikan minuman ini kaya akan citarasa yang menggoda siapa saja yang menikmatinya. Minuman terakhir andalan Alive Fusion Dining adalah Taro Milk. Taro yang berasal dari bahasa Jepang mempunyai arti talas. Talas yang dicampur dengan susu murni kental menyajikan perpaduan yang unik. Rasa talas yang netral dicampur susu dengan tambahan sedikit gula menjadikan minuman ini patut dicoba oleh penikmat kuliner unik.

    Alive Fusion Dining adalah tempat kuliner yang patut Anda coba. Restoran yang berdiri sejak 1 Juni 2013 ini menghadirkan sebuah konsep lebih dari sebuah tempat makan. Jadi, luangkan waktu Anda sejenak untuk mencicipi wisata kuliner yang eksotik dan menggoda ini. Tak hanya desain arsitektural yang eye catching, tempat ini juga menawarkan pengalaman yang baru di kota Yogya. Alive Fusion Dining, good food, good life ! Dika-Red

    Alive Fusion Dining
    Jl. Timoho No. 49 A,
    Yogyakarta
    Telp : (0274) 568776
    087738160223
    www.eatjogja.com

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain