Jogja Dibalik Pintu Tamu Ibu Guesthouse
Wisatawan di Jogja kian hari semakin dimanjakan dengan beragam pilihan penginapan. Berbagai konsep penginapan disajikan oleh pelaku bisnis, mulai dari konsep hotel berbintang hingga konsep rumah pribadi. Konsep yang tengah marak antara lain adalah homestay maupun guest house. Salah satu tempat menginap dengan konsep tersebut adalah Tamu Ibu Guest House. Penginapan yang beralamat di Jatirejo RT 005/ RW 022 No 98 C, Sendangadi, Mlati, Sleman, tersebut menyuguhkan kenyamanan saat menginap di dalamnya. Ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau, setiap tamu dapat menikmati kemudahan akses untuk menjangkau berbagai tempat wisata di Jogja. Kedekatan dengan pusat kuliner dan hawa sejuk, pemandangan sawah masih dapat dinikmati di sekitar Tamu Ibu Guest House.
Sekilas bangunan guest house tersebut tak seperti pada penginapan pada umumnya, dimana suasana kemewahan sudah terasa sejak luar bangunan. Tamu Ibu Guest House menampilkan muka bangunan yang tak jauh berbeda dengan bangunan disekitarnya. Namun, siapa sangka jika dibalik dinding bangunan tersebut terdapat sebuah konsep penginapan tematik yang berkarakter.
Dibangun di atas luas tanah kurang lebih 415 m2, Tamu Ibu Guest House memiliki fasilitas dan tema yang cukup menarik. Dikatakan sang pemilik guest house saat dihubungi via telephone, pihaknya ingin membuat sebuah penginapan yang simpel dengan suasana layaknya sebuah rumah pribadi, dan tentu saja dengan nuansa Jogja yang kental. Dengan penataan interior yang disajikan seolah-olah Jogja berada di dalam penginapan tersebut.
“Tema yang kami usung adalah reminding Jogja. Tata interior kami desain sebisa mungkin yang mencerminkan kota Jogja. Jika tamu menginap, pasti akan merasakan konsep tema tiap ruangan yang berbeda. Lebih banyak bernuansa tradisional Jogja,” terang Wieke Brian Arga Pusparini.
Lebih lanjut Wieke menceritakan jika penamaan Tamu Ibu berdasar sejarah rumah yang sekarang menjadi penginapan tersebut adalah hadiah dari sang ayah kepada sang ibu. “Kami menganalogikan tamu-tamu yang menginap sebagai tamu yang datang ke rumah ibu, karena dulu rumah pribadi yang direnovasi jadi penginapan,” tambahnya.
Tamu Ibu Guest House menawarkan 4 kamar tematik. Sejak dibuka pada awal Desember 2015, guest house tersebut sudah menyerap tamu cukup baik. “Tamunya beragam, dari luar kota Jogja cukup dominan. Kebanyakan mereka mencari suasana penginapan yang nyaman, dan seperti dirumah sendiri. Tamu keluarga lebih senang karena disini mereka dapat memasak makanan sendiri, peralatan memasak dan dapur sudah disiapkan semua,” terang Idris Khotim M, Pengelola.
Tematik yang diusung di tiap kamar, dikatakannya menjadi daya tarik bagi setiap tamu yang menginap sebagai tempat berfoto atau selfie. Kamar utama, atau kamar yang paling luas di Tamu Ibu Guest House diberi nama Wayang room. Dua kamar berukuran sedang diberi nama Onthel dan Jamu room, dan kamar berukuran paling kecil adalah kamar Punokawan.
“Setiap kamar memiliki kamar mandi dalam, kecuali kamar Punokawan. Dan yang menarik disini adalah tiap kamar tidak ada fasilitas televisi, seperti kamar-kamar hotel. Televisi kami letakan di living room, karena kami ingin menyajikan ketenangan saat beristirahat,” imbuh Idris yakin.
Penamaan setiap kamar tersebut didasarkan pada background lukisan yang melatar belakangi setiap tempat tidur. “Mural grafis yang menyiratkan ikon kota Jogja coba saya kombinasikan dengan berbagai furnitur di dalamnya bergaya vintage. Bagi tamu kami keluarga muda pasti senang dengan gaya yang kami sajikan karena tidak terlalu berat/klasik dan cenderung kekinian, sehingga mereka dapat merasakan tematik ambience Jogja yang ekletik,” terangnya bersemangat.
Untuk dapat merasakan nyamannya menginap di Tamu Ibu Guest House, sang pemilik mematok harga yang cukup bersaing dengan penginapan yang ada di wilayah Jogja. Bagi tamu yang yang ingin menggunakan satu rumah dengan kapasitas 10 orang dibuka pada kisaran harga 1,8 jutaan per malam. “Tamu juga dapat menggunakan per kamar saja, harganya berbeda-beda. Kamar Wayang dihargai 750 ribu permalamnya, kamar Onthel dan Jamu di harga 450 ribu dan kamar Punokawan 350 ribu permalamnya,” ungkap Idris.
Ditambahkan Idris, bagi tamu rombongan pihaknya juga dapat mengakomodir hingga 20 orang. “Kami bisa extra bed,” tambahnya. Selain itu, dipaparkannya lebih lanjut jika setiap tamu yang menginap dapat menggunakan fasilitas yang ada, seperti, kolam renang, dapur, dan living room.
Area living room, tematik Jogja yang bersanding dengan furnitur vintage terasa kental mendominasi. Sebuah furnitur sofa dengan pemilihan corak dan warna yang ringan terletak sebagai center point dari area living room. Set telivisi dengan background lukisan orang berpakian khas Jogja, dan bertuliskan 'Sugeng Rawuh' yang artinya selamat datang seolah ingin menyambut setiap tamu yang datang.
Masih menjadi satu dengan area living room, dengan konsep ruang tanpa sekat membuat setiap ruang terlihat menyatu. Terdapat juga sudut vintage yang cukup kuat dengan pemilihan pernik-pernik yang ditata rapi. Poster-poster jadul menghiasi beberapa sudut dinding untuk mempertegas tematik Jogja tradisional yang kuat.
Ruang makan dan dapur bersih bersanding rapi dengan pemilihan warna yang senada. Dapur dengan kitchen set warna coklat bersanding dengan meja makan bernuansa alami khas kayu. “Meja makan ini menjadi sentuhan warna natural alami yang dihadirkan oleh pemilik. Meja ini dapat menampung 10 orang,” tambah pria asli Cilacap tersebut.
Segaris dengan ruang makan tersebut, pada salah satu dinding terdapat sudut lukisan yang menyimbolkan tamu sedang ada di Jogja. Lukisan beberapa nama-nama menu makanan khas Jogja. Tepat di bawah lukisan tersebut terdapat furnitur berbahan rotan sintetis yang simpel namun fungsional.
Satu lagi area yang berada di paling belakang dari Tamu Ibu Guest House adalah kolam renang. Kolam renang tersebut tampil sederhana secara bentuk namun estetis ketika petang hari. Kolam renang berukuran sedang tersebut disandingkan dengan dinding bermaterialkan batu alam. Penyusunan batu alam yang tidak rata menyiratkan suasana alami. Permainan lampu tembak akan menambah syahdu area kolam renang saat dinikmati dari sun lounger yang berada di salah satu sudut kolam. Greg-red
Tamu Ibu Guesthouse
Jatirejo RT 005/ RW 022 No 98 C,
Sendangadi, Mlati, Sleman
tamuibu@gmail.com
Telp : 0812 8424 8421

















































































