Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Nostalgia Sajian Tradisional De Kendhil Resto

    De Kendhil Resto
    Display foto-foto produksi gerabah memperkuat tema d’Kendhil Resto
    Layout ruang makan utama hadir dengan nuansa klasik
    Nuansa tropis kental terasa pada area outdoor
    Aneka menu hidangan De Kendhil Resto

    Berwisata kuliner sekaligus menikmati suasana resto yang hommy adalah dambaan setiap orang. Selain tujuan bersantap adalah untuk mengenyangkan perut, kenyamanan tempat pun turut menjadi pertimbangan yang tidak boleh ditinggalkan. Salah satu destinasi tempat yang tepat untuk persoalan di atas adalah De Kendhil Resto yang telah hadir di kota Gudeg ini. De Kendhil Resto hadir dengan menyajikan makanan tradisional dari berbagai penjuru dengan mengusung tagline "Ahlinya Masakan Tradisional". Resto ini mengangkat kerajinan tradisional gerabah sebagai tema desain bangunan dan menjadikannya sebagai icon yang memberikan pengalaman bersantap berbeda dari resto lainnya. Restoran tersebut berada di Jalan Kaliurang No. 20 Km. 5 Yogyakarta ini hadir untuk Anda yang ingin bersantap sembari menikmati suasana yang nyaman dan membuat betah untuk berlama-lama di tempat ini.

    “Mengenai penamaan De Kendhil sebenarnya memiliki doa dan makna tersendiri. Kendhil atau periuk yang pada jaman dahulu digunakan untuk menanak nasi dianggap sebagai wadah yang diharapkan bisa memberikan barokah bagi semua yang ada di dalamnya. Dalam logonya juga terdapat gambar dedaunan, maknanya bahwa kendil ini juga akan membawa kesejahteraan,” papar Agus Dina Istiqlal, Marketing De Kendhil Resto. Resto yang mulai beroperasi mulai akhir tahun 2015 tersebut hadir dengan konsep tradisional , namun dengan tetap membawa kesan modern pada desain interiornya. Pengunjung akan disambut dengan deretan kendil yang sangat banyak cocok untuk background selfie. Area parkir di De Kendhil Resto ini cukup luas, ketika masuk ke dalam resto pengunjung akan disambut dengan live cooking sehingga tempat ini sangat menarik dan nyaman membuat pengunjung betah berlama-lama sambil menikmati menu-menu yang disediakan De Kendhil. Selain direkomendasikan untuk pengunjung yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga sambil menikmati makan siang atau makan malam di kota Jogja, resto ini juga cocok untuk dijadikan tempat gathering, tempat merayakan ulang tahun bersama teman-teman, dan kolega, cocok juga untuk mengadakan acara meeting dan sangat cocok juga untuk dijadikan tempat makan malam romantis bersama pasangan.

    Selain dari menu-menu yang ditawarkan, pengunjung juga dapat melihat sisi Jawa tradisional De Kendhil Resto dari desain interiornya. Begitu memasuki restoran ini dari pintu utama, akan terlihat meja panjang dengan kendhil-kendhil yang disusun rapi di atasnya. Pilihan alas meja jatuh pada kain batik, serta lantai di sekitar meja yang menggunakan tegel kuno sehingga menambah kental kesan Jawa. Di ujung meja terlihat salah satu spot yang dapat dijadikan tempat untuk berfoto pengunjung dengan background toples, gelas, kendhil-kendhil mini, dan juga perlengkapan dapur lainnya yang kesemuanya didominasi warna cokelat tua.

    Furnitur yang dipilih pada ruangan ini juga cukup menampilkan kesan klasik. Meja makan memanjang berbahan kayu yang berwarna putih dan cokelat tua, bersanding serasi dengan beberapa kursi model klasik berbahan kayu dengan warna senada. Dinding di sekeliling ruangan ini didesain dengan sangat menarik, dengan menggunakan potongan kayu yang ditata sedemikian rupa dan dihiasi dengan beberapa foto proses pembuatan kendhil gerabah, sehingga semakin menciptakan suasana hangat bagi pengunjung yang berada di dalamnya. Pada sudut ruangan menghadirkan sedikit sentuhan modern dengan adanya coffe bar yang menjadi tempat di mana barista meracik kopi pesanan pengunjung.

    Menuju ruangan atas, terdapat juga sebuah meja kayu memanjang dengan beberapa hiasan perabot rumah tangga kuno berbahan gerabah seperti yang ditemui pada ruangan lantai bawah. Sebuah ruangan terbuka di lantai atas dengan beberapa tanaman hijau yang berada di sekeliling sudut, sangat cocok sebagai tempat menyantap hidangan sembari berkumpul bersama sanak saudara pada saat sore atau malam hari. Pada lantai atas ini, De Kendhil Resto juga memberikan sebuah fasilitas berupa meeting room yang dapat menampung hingga maksimal 20 orang.

    Kembali menuju area lantai dasar, terdapat salah satu spot yang ada di area De Kendhil Resto yang menjadi favorit pengunjung yaitu outdoor area. Menyajikan konsep garden dengan nuansa yang natural dengan berbagai macam tanaman yang ada, menjadikan area ini cocok untuk menikmati hidangan resto pada sore dan malam hari. Adanya kolam ikan dan suara gemericik air yang keluar dari air mancur berbentuk kendhi membuat suasana semakin nyaman untuk berlama-lama menghabiskan waktu di tempat ini. Pada saat malam hari pun, suasana di area ini akan semakin romantis dengan aplikasi lampu-lampu taman yang tidak begitu terang. “Kami sengaja menyuguhkan konsep garden dengan nuansa hijau di sini karena ingin memanjakan pengunjung dengan ketenangannya. Terutama setelah mereka (pengunjung –red) bergelut dengan hiruk pikuk kota Jogja yang belakangan semakin macet,” tambah Novel selaku Marketing Design.

    Untuk menu yang ditawarkan resto yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 2000 m² tersebut mempunyai lebih dari 70 jenis menu makanan. Beberapa yang menjadi andalan yaitu Ayam De Kendhil. Ayam De Kendhil sendiri adalah masakan yang terdiri dari setengah ekor ayam kampung, dimasak ala tongseng dengan kuah santan yang kaya rempah lengkap dengan berbagai macam sayuran. Disajikan dalam sebuah kendhil berbahan gerabah yang unik, cocok dinikmati dengan nasi putih panas. Kemudian ada juga menu Garang Asem yang konsep makanannya hampir sama dengan Ayam De Kendhil. Perbedaannya hanyalah dari kuahnya yang lebih soft sehingga cocok bagi pengunjung yang kurang begitu menyukai makanan dengan kuah yang kental dan sarat rempah. Bagi pecinta bakmi, De Kendhil mempunyai salah satu menu yang patut dicoba yaitu Bakmi Godog. Sajian berkuah santan yang gurih lengkap dengan suwiran ayam kampung menjadikan menu ini sangat pas dinikmati saat malam hari.

    Selain beberapa menu makanan tersebut, resto ini juga mempunyai sekitar 50 jenis minuman. Menu minuman yang menjadi favorit pengunjung adalah Teh Poci. Menggunakan gula batu sebagai pemanisnya, lalu disajikan dengan teko dan cangkir berbahan gerabah yang sangat cocok dinikmati saat malam hari. Ada juga minuman tradisional yang bernama Wedang Uwuh Susu. Minuman Wedang Uwuh khas daerah Imogiri dicampur dengan susu menjadikannya minuman yang pas untuk menghangatkan badan. Bagi pecinta kopi, resto ini menawarkan menu minuman yang diberi nama Coffee Float. Sajian es kopi hitam dengan topping vanilla ice cream memberikan pengalaman minum kopi yang cukup unik. Untuk range harga makanan di De Kendhil berkisar antara 5000 – 120.000 rupiah.

    De Kendhil Resto beroperasi mulai pukul 10.00-23.00 setiap harinya, kecuali pada hari Jum'at yang mulai buka pada pukul 13.00. So, buktikan kelezatan menu serta kenyamanan yang ditawarkan De kendhil Resto bersama sanak saudara dan orang-orang terkasih Anda. Farhan-red

    De Kendhil Resto
    Jl. Kaliurang Km. 5, No. 20 Yogyakarta
    Telp : (0274) 2923428
    Instagram : dekendhil.resto
    Facebook : dekendhil.resto

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain