Fenomena Rumah Menjadi Guest House
Saat ini menciptakan bangunan hunian yang bernilai komersial, menjadi fenomena umum dengan perkembangan tren aplikasi dan bisnis. Hal ini menciptakan peluang bagi pemilik bangunan hunian untuk dapat memiliki pemasukan pasif dengan menyewakan kamar secara harian melalui aplikasi. Beberapa aplikasi yang menawarkan kemudahan bagi pemilik hunian untuk memasarkan kamar mereka yaitu Airbnb, traveloka, airy rooms, dan lain-lain.
Harga kamar rata-rata di Yogyakarta di pasarkan pada harga 150.000 – 350.000/ malam pada low season tergantung fasilitas dan lokasi yang ditawarkan. Hal lain yang harus disiapkan oleh pemilik hunian sebelum memasarkan kamar adalah mempersiapkan fisik kamar secara dekorasi dan fungsional untuk memiliki daya tarik dan saing dengan kompetitor sekelas.
Beberapa hal yang perlu di pertimbangkan pemilik bangunan hunian sebelum menjadikan kamar menjadi guesthouse adalah menentukan kelas pelanggan, rentang harga, tema dekorasi disesuaikan pasar dituju. Sebagai contoh jika bangunan hunian berada jauh dari pusat kota, kemungkinan pasar pelanggan yang dituju adalah pelancong yang menghendaki suasana liburan sehingga tema ruang mengacu pada gaya resort sedangkan kamar pada hunian dalam kota memiliki pasar lebih luas untuk pelanggan dengan tujuan bisnis dan liburan sehingga tema kamar dapat bersifat universal, modern juga mudah untuk dibersihkan.
Berikut beberapa tips langkah untuk menciptakan kamar sewa harian/ guesthouse pada bangunan hunian :
1.Mengurus Ijin Jenis Bangunan
Pada dasarnya setiap bangunan memiliki ijin tertentu sesuai fungsinya, pada jumlah tertentu jika sebuah rumah dialihfungsikan sebagai kamar sewaan maka sebaiknya diperlukan pengurusan perubahan ijin fungsi bangunan untuk meminimalkan adanya gangguan pada perkembangan sebuah guesthouse.
2. Menentukan Harga Sewa
Pada saat pemilik bangunan menentukan harga sewa maka memerlukan analisa pasar dan kompetitor. Pemilik dapat menilai dari harga dan fasilitas yang ditawarkan kompetitor sekelas untuk dapat memberikan penawaran harga sehingga dapat bernilai ekonomis.
3. Mempersiapkan Akses Publik
Sebuah guesthouse memerlukan ruang bersama/publik karena pengguna kamar kemungkinan adalah pihak-pihak yang berbeda. Selain itu ada kemungkinan guesthouse bercampur dengan hunian pribadi sehingga ruang publik sangat penting sebagai pembatas dan akses pelanggan agar dapat leluasa saat bersirkulasi di dalam bangunan hunian.
4. Memastikan Keamanan
Setiap pemilik bangunan tidak dapat membatasi jenis pelanggan yang menyewa kamar sehingga sistem keamanan harus disiapkan untuk meminimalisasi kemungkinan yang ada. Kondisi ideal adalah sebuah guesthouse memiliki staf penjaga untuk memastikan keamanan tetapi hal ini dapat diminimalisasi dengan penggunaan teknologi CCTV untuk meningkatkan keamanan.
5. Mempersiapkan Budget Dekorasi Kamar dan Ruang Publik
Nilai jual sebuah kamar guesthouse bagi pelanggan adalah jika dapat menawarkan kamar dengan desain unik tetapi harga kompetitif jika dibandingkan hotel sekelas. Penilaian konsumen akan berdasarkan images yang diperlihatkan di media promosi. Budget setiap kamar akan bervariasi tergantung pada fasilitas dan tema yang ingin dihadirkan, tetapi sebagai gambaran budget interior kamar guesthouse rata-rata dapat mulai dari Rp 15.000.000,- dengan fasilitas ranjang queen size, laci-laci, meja kerja, backdrop ranjang, meja rias, kursi rias, lemari baju, rak kulkas, gorden/ roller blind. Selain kamar, area publik yang harus didekorasi adalah pantry (dapur bersih), kemungkinan beberapa guesthouse akan menyediakan sarapan atau tamu memerlukan ruang untuk memanaskan makanan.
6. Mempersiapkan Budget Untuk Pemeliharaan
Sebagai usaha yang bergerak pada bidang keramah-tamahan (hospitality), sebuah guesthouse harus menjaga kebersihan dan kerapihan unit sehingga setiap konsumen yang datang mendapatkan kepuasan dan pengalaman tinggal yang selalu sama.
7. Mempersiapkan Foto Sebagai Media Pemasaran
Pada era digital, setiap promosi menggunakan media sosial. Pengguna media sosial akan mudah tertarik pada suatu hal yang menarik dari segi foto sehingga mempersiapkan foto kamar dan ruang publik sangat penting untuk promosi dan menjadi images sebuah guesthouse.
Studi Kasus
Di bawah ini adalah desain sebuah kamar kost-eksklusif yang berada di Pringwulung Yogyakarta berdekatan dengan kampus dan pusat bisnis sehingga difungsikan ganda sebagai Guesthouse pada masa-masa tertentu. Ukuran kamar adalah 4.65 x 4 m sudah termasuk kamar mandi di dalam. Pengisian interior dan dekorasi dinding pada unit memiliki total budget Rp 18.500.000,- ,
Spesifikasi Interior :
Dinding
1 sisi diberi cat aksen, 1 sisi diberi wallpaper sehingga dapat fleksibel sesuai tema kamar.
Plafon
Flat pada ketinggian 2.8 m dengan 4 titik lampu downlight.
Ranjang
Rangka ranjang menggunakan kayu dan tambahan laci, ranjang menggunakan springbed.
Backdrop Ranjang
Background ranjang berupa papan kayu yang memanjang disesuaikan lebar ruang untuk memberikan efek lebih luas
Meja Rias
Kaca meja rias menyatu dengan backdrop ranjang, meja rias menyatu dengan nakas ranjang untuk menimbulkan efek simpel dan muda dibersihkan. Meja rias dilengkapi stool bewarna sebagai aksen dan tempat duduk.
Meja Kerja
Desain meja kerja dibuat menyatu dengan rak kulkas sehingga dapat menghemat space kamar dan menimbulkan efek looks compact dan rapi.
Lemari Pakaian
Ukuran lemari dibuat dengan memanfaatkan lebar ruangan sehingga media penyimpanan dapat menjadi maksimal. Pintu lemari menggunakan sistem slidding untuk menghemat space dan ditambah cermin.-Amata Desain
Amata Desain
Jl. Jlagran Lor No. 5, Yogyakarta 55272
Info : 081220950015
Email : amatadesain@gmail.com
website : www.amatadesain.com

















































































