Pilihan Perumahan Jogja Utara, Magelang dan Temanggung - bagian 2
GEMILANGNYA PERUMAHAN MAGELANG
SENOPATI RESIDENCE – MAGELANG
Animo pasar yang baik dalam hal penyerapan rumah dirasakan oleh pengembang perumahan Panembahan Group dalam produk Senopati Residence. Hadir sebagai pilihan kawasan hunian premium di wilayah Magelang, perumahan tersebut berhasil menggaet pasar. Sebanyak 32 unit di tahap pertama berhasil terserap pasar dengan sangat antusias. Dari data yang tercatat, diungkapkan Direktur Senopati Residence, Ali Joko, penjualan tahap pertama sangatlah baik saat ini tengah membuka perluasan sebanyak 10 unit. “Konsumen kelas premium yang terserap di perumahan kami cukup bervariatif. Namun masih banyak berasal dari wilayah Magelang dan sekitarnya. Sebagian besar mereka adalah pengusaha. Adanya histori dan kenangan dengan Magelang menjadi salah satu alasan konsumen luar Magelang untuk membeli”, ungkap Ali.
Konsep perumahan yang menggabungkan kerapian, keasrian, keindahan dan keamanan tersebut saat ini sudah dapat dirasakan ketika calon pembeli memasuki kawasan perumahan. Berbagai fasilitas yang dijanjikan sejak awal pemasaran seperti sistem satu pintu dengan pengamanan cctv 24 jam, taman bermain, jogging track, sistem jaringan bawah tanah, tv kabel, dan akses internet saat ini sudah terbangun. “Beberapa unit yang sudah terjual saat ini sudah dalam proses bangun, dalam waktu dekat kami targetkan sudah ada yang serah terima kepada konsumen. Ini sebagai bukti komitmen kami dalam menyuguhkan produk terbaik”, terangnya.
Senopati Residence tahap 1 menawarkan pilihan hunian tipe besar mulai dari tipe 150, tipe 200, dan tipe 300. Tipe-tipe besar tersebut berhasil terserap pasar dengan baik karena kemudahan cara bayar yang ditawarkan pengembang. “Cara bayar kami cukup fleksibel, ada cara KPR, Bertahap dan tunai keras. Namun dari yang sudah memang lebih banyak menggunakan cara bayar bertahap. Kami memberikan waktu 10 bulan untuk cara bayar bertahap”, paparnya. Ditambahkannya jika pembangunan setiap unit hunian di kisaran 10 bulan untuk mendapatkan kualitas bangunan yang prima. Kualitas tersebut juga didukung dengan legalitas perumahan yang sudah komplit, “Tahap satu legalitas kami sudah sampai dengan IMB per kavling”.
Konsep landsekap kawasan dan bangunan mewah, cantik, dan prospektif untuk investasi sangat melekat di Senopati Residence tahap 1. Pada Senopati Residence tahap 2 ini, konsumen akan merasakan kenaikan investasi yang cukup cepat, seiring pembangunan kawasan. Lokasinya strategis, pemandangan alam sangatlah cantik dengan view gunung Sumbing, lukisan alam yang tak pernah hilang. Kemewahan dalam konsep bangunan dan kawasan perumahan sudah dapat dirasakan. Kemewahan kawasan Senopati Residence sudah terlihat dari ikon keris di pintu depan perumahan. Keris setinggi 18 meter dengan konstruksi besi dengan balutan dan ornamen dari tembaga, menjadi salah satu bukti keseriusan pengembang dalam menghadirkan kawasan perumahan elite.
Kondisi tanah Senopati Residence yang terasiring memberi keuntungan pada penataan kawasan yang lebih cantik. Konsep bangunan green konsep dapat dilihat langsung pada bangunan tahap 1. Senopati Residence menggunakan teknologi-teknologi yang mendukung untuk konsep green tersebut seperti septictank biotech. Selain itu kaca-kaca besar pada bangunan untuk memaksimalkan pencahayaan alami, sehingga konsumen juga dapat langsung menikmati pemandangan alam dari dalam rumah.
Pada area pengembangan, atau tahap 2, secara konsep bangunan akan mengikuti di tahap 1. Hal ini diungkapkan Ali, karena konsumen sangat senang dengan konsep yang ditawarkan. “Secara konsep bangunan kami tidak berubah, namun tipe yang kami tawarkan di tahap dua akan kami mulai dari tipe 200 dengan luas tanah yang beragam”, ujarnya, saat ditemui di kantornya. Ditegaskannya pada area pengembangan tersebut harga unit rumah akan dibuka mulai dari kisaran harga 1 Milyaran. Sebuah alternatif kawasan hunian kelas premium yang berada di tengah kota Magelang.
OMAH PAKELAN – MAGELANG
Kondisi ekonomi Indonesia yang lesu berimbas pada konsumsi masyarakat yang menurun, tak terkecuali di sektor perumahan. Banyak pengembang di wilayah Magelang maupun Jogja merasakan hal tersebut. Salah satu pengembang yang merasakan lesunya daya serap perumahan adalah PT. Utama Jaya Mekar, dalam produk Omah Pakelan. Menurut Dandis Mahardika, Marketing, penjualan masih cukup lesu. Sejak 6 bulan dipasarkan pihaknya baru terjual satu unit.
“Penjualan memang sedikit mengalami perlambatan, tidak secepat produk sebelumnya. Untuk meningkatkan penjualan kami saat ini kami sudah membangun dua rumah contoh dan promosi”, terangnya. Pembangunan dua unit rumah yang sudah jadi tersebut, diharapkannya dapat memancing konsumen untuk membeli. Adanya rumah contoh tipe 36 dan tipe 45 konsumen akan dimudahkan untuk melihat konsep dan kualitas bangunan yang ditawarkan. “Kami melihat tipe 36 dan tipe 45 menjadi tipe yang banyak dicari oleh konsumen perumahan Magelang, dengan harga di bawah 500 jutaan, makanya kami bangun rumah contoh tersebut”, tambahnya.
Selain pembangunan dua rumah contoh tersebut untuk memberikan keyakinan konsumen bahwa kawasan perumahan tersebut akan tertata rapi dan menawarkan kenyamanan, pengembang tengah membangun sarana jalan lingkungan dan taman depan. Berdiri di atas lahan seluas 1870 m2 dan memiliki jumlah 13 unit hunian, Omah Pakelan akan dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti taman, keamanan dengan pos satpam 24 jam, sistem jalan one gate system dan lebar jalan lingkungan 8 meter.
Omah Pakelan hadir sebagai salah satu pilihan perumahan di Magelang dengan pilihan unit mulai dari tipe 36, tipe 45, dan tipe 60. Legalitas perumahan tersebut, diungkapkan Dandis, telah komplit hingga IMB per kavling. Tipe-tipe standar tersebut ditawarkan, tetapi jika konsumen ingin melakukan perluasan tetap dilayani. Misalkan dari tipe 45 bisa dinaikkan jadi tipe 54, harga tentu berubah. Sisa lahan yang ada sangat memungkinkan konsumen melakukan pengembangan. Luas tanah tiap kavling juga berpengaruh pada harga jual tiap unit hunian.
Omah Pakelan ditawarkan dengan luas tanah per kavlingnya mulai dari luas 74 m2 hingga paling luas 104 m2. Tipe 36 dengan luas tanah 75 m² saat ini sudah dipasarkan pada kisaran harga mulai dari 350 jutaan. Tipe 45 dengan luas tanah 92 m2 sudah ditawarkan pada kisaran harga mulai dari 400 jutaan, dan tipe 60 dengan luas tanah 98 m2, menawarkan denah ruang 3 kamar tidur sudah dipasarkan pada kisaran harga mulai dari 500 jutaan. “Harga kami yang saat ini sudah termasuk dengan PPN”, ucapnya singkat. Harga tersebut diungkapkan Dandis sudah termasuk sertipikat HGB, PDAM, listrik 900 VA, dan penerbitan IMB. Dari segi harga, imbuhnya, jika diprediksi pertahun untuk daerah Pakelan akan bisa mengalami pertumbuhan di kisaran 20 % – 30 %. Prediksi ini didukung dengan kualitas bangunan dan aksesibilitas yang ditawarkan. Secara aksesibilitas perumahan ini memiliki dengan berbagai sarana pembangkit lingkungan seperti dekat dengan SPBU, dekat Giant Supermarket, relatif dekat dengan ARTOS Mall, dan berada pada jalur yang mudah untuk dicapai.
“Soal kualitas bangunan kami berani diadu dengan perumahan lainnya yang sekelas dengan kami”, ucapnya. Pembangunan langsung di bawah pengawasan pengembang adalah hal yang dijadikan alasannya. Dengan pengawasan langsung pengembang maka spesifikasi bangunan yang ditawarkan seperti pondasi batu kali, struktur beton bertulang, dinding batu bata plester finishing aci, atap baja ringan genteng beton minimalis, tidak akan dikurangi kualitasnya. Melihat potensi pasar perumahan di wilayah Magelang yang masih cukup tinggi, maka di pertengahan tahun ini, PT. Utama Jaya Mekar membuka lokasi baru. Perumahan terbaru ini akan menyasar kelas pasar yang lebih tinggi. “ Lokasi ini berada di dusun Santan Mertoyudan, sebanyak 20 unit, kami menawarkan hunian tipe 45, tipe 54, dan tipe 60 respon pasar sangat baik, meski belum resmi dipasarkan saat ini sudah ada yang indent”, pungkas Dandis.
HONGGOSARI LAND – MAGELANG
Kawasan perumahan yang terintegrasi dengan area komersial berupa ruko terbukti terserap pasar dengan baik di Honggosari Land. perumahan garapan PT. Tsaqifuziel Jaya tersebut terus menunjukan progres pembangunan kawasan secara nyata seiring dengan penjualan unit. Sejak resmi dipasarkan 8 bulan yang lalu Honggosari Land sudah terjual lebih dari 17 unit. “Animo pasar perumahan kelas menengah atas di Magelang masih sangat bagus. Hingga kini (September-2015), dari total 58 unit, sudah terjual 17 unit”, terang Dwi Haryanti, Direktur PT. Tsaqifuziel Jaya.
Diungkapkan Dwi, panggilan akrabnya, dari total unit yang sudah terjual, ada 11 unit yang sudah diserah terimakan kepada konsumen. “Kebanyakan konsumen kami membeli untuk investasi”, ungkapnya. Lebih lanjut, pihaknya menuturkan jika sejak resmi ditawarkan Honggosari Land telah mengalami kenaikan nilai investasi pada kisaran 10 % - 20 %. “Harga yang kami tawarkan hingga kini telah mengalami kenaikan. Sebagai contoh tipe dua lantai 90 dengan luas tanah 114 pada awal kami buka pada kisaran harga 525 jutaan, kini sudah kami tawarkan pada kisaran harga 582 jutaan”, tuturnya semangat.
Nilai investasi tersebut juga didukung oleh keunggulan dari segi aksesibilitas. Kawasan perumahan Honggosari Land terletak di Jalan Mayor Unus, Dusun Honggosari, Kelurahan Jogonegoro, kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Akses menuju lokasi perumahan sangat mudah dijangkau dari segala arah, baik dari kawasan Borobudur maupun kota Magelang. Untuk menuju ke Artos hanya kurang dari dari 10 menit dan menurut rencana pemerintah, jalan raya di depan lokasi Honggosari Land akan menjadi jalan provinsi sehingga kawasan akan semakin ramai.
Selain dari segi akses, kualitas bangunan dan kawasan juga tak kalah menarik jika dibandingkan dengan berbagai perumahan di sekitarnya. Dalam kawasan perumahan sendiri saat ini sudah terbangun berbagai sarana seperti jalan lingkungan 8 meter, maingate dengan pos keamanan, sedangkan untuk fasilitas tempat ibadah saat ini sedang dalam proses pembangunan. Untuk semakin memberikan kenyaman kepada konsumen, legalitas perumahan Honggosari Land dijamin oleh pihak pengembang. “Untuk legalitas, semuanya sudah pecah sertifikat. Kami tidak berani menjual kalau belum beres. Kami memberikan garansi selama 3 bulan setelah serah terima”, papar Dwi.
Sebagai bukti keseriusan dari pihak pengembang, Dwi memaparkan, jika cara jual Honggosari Land menggunakan sistem hunian ready stock. “Ada sekitar 40 unit yang sedang kami bangun. Semua kami bangun terlebih dahulu, tinggal finishing. Jadi kalau konsumen beli dapat melihat bangunan mentah terlebih dahulu, baru kita finishing”. Dari pengalamannnya, Honggosari Land, lebih cepat terjual untuk tipe bangunan 45. Harga yang ditawarkan untuk hunian yang masih ada, hunian satu lantai tipe 36/63 dipasarkan pada kisaran 250 jutaan rupiah, tipe 45/90 di angka 280 jutaan rupiah dan tipe 60/117 dijual pada kisaran 390 jutaan rupiah. Untuk tipe dua lantai 90/107 dipasarkan pada kisaran harga 570 jutaan rupiah. Untuk ruko saat ini tinggal menyisakan 4 unit saja, tipe 175/102 pada kisaran 860 jutaan rupiah.
Desain hunian minimalis menjadi gaya arsitektur yang diaplikasikan pada perumahan Honggosari Land. Setiap unit diwajibkan memiliki tampilan fasad yang sama dan tingginya naik 30 cm dari jalan lingkungan. Secara desain ruangan, Dwi mengungkapkan, konsumen boleh mengubah interior ruang dan spesifikasi bangunan sesuai dengan kebutuhannya. Selama luasan tidak berubah tidak dikenakan biaya. Namun jika konsumen melakukan penambahan luasan akan dikenakan biaya Rp. 2,5 juta/ m².
GRAND CYRILLA – MAGELANG
Segmen pasar properti menengah ke atas di daerah Magelang dan sekitarnya coba dibidik oleh salah satu perusahaan pengembang perumahan yaitu PT. Adika Catur Karya, dengan menawarkan sebuah produk teranyarnya, Grand Cyrilla. Proyek seluas ± 3000 m2 tersebut menawarkan sebuah kawasan properti yang terintegrasi dengan kegiatan bisnis berupa hunian satu lantai dipadukan dengan kawasan ruko. “Grand Cyrilla ini merupakan proyek ke 5 dari perusahaan kami, dan kebetulan semuanya terletak di Kecamatan Mertoyudan. Kami memulai dengan perumahan Sekar Kencana, Kencana 2, Madani Hills 1, Madani Hills 2, dan Grand Cyrilla ini,” papar Efi Irawati, Direktur PT. Adika Catur Karya.
Perumahan Grand Cyrilla memiliki beragam keunggulan. “Keunggulan kami yaitu lokasinya yang strategis, selain itu lingkungan di sekitar kawasan masih asri dan sejuk”, ucap Efi. Kawasan perumahan Grand Cyrilla terletak di Jalan Mayor Unus, Dusun Honggosari, Kelurahan Jogonegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Di pilihnya lokasi di Jalan Mayor Unus ini, ialah daerah sangat prospektif. “Untuk menuju ke pusat Kota Magelang, misalnya Mall Artos hanya kurang dari dari 10 menit, dan dalam rencana tata kota Magelang, akses jalan depan perumahan kami ini, akan menjadi jalan utama yang menghubungkan kota Magelang dengan kota Mungkid yang notabene memiliki kawasan wisata kelas dunia, dengan keberadaan Candi Borobudur dan Candi Mendutnya,” terang Efi.
Perumahan garapan PT. Adika Catur Karya ini terdiri dari 20 unit kavling. Untuk area komersialnya, ditawarkan 5 unit ruko dua lantai tipe 110 dengan luasan tanahnya 60 m2 – 73 m2 dan 15 unit hunian satu lantai denah tipe standarnya tipe 55 dengan luasan tanahnya 92 m2 – 105 m2. “Sejak mulai dipasarkan sejak pertengahan tahun 2015 lalu (Mei-red), produk perumahan Grand Cyrilla telah terjual sebanyak 1 unit ruko dan 3 unit rumahnya”, terang Efi Irawati. Desain hunian tropis minimalis menjadi gaya arsitektur yang diaplikasikan pada perumahan Grand Cyrilla. Setiap unit memiliki tampilan fasad yang sama dan ketinggian plafonnya ± 3,7 meter yang akan memberikan optimalisasi pada sirkulasi dan cahaya dalam rumah.
“Konsumen pun boleh mengubah tata ruang interior dan menaikkan spesifikasi bangunannya sesuai selera mereka”, ujar Efi. Harga yang ditawarkan untuk hunian satu lantai tipe 55/92 dipasarkan pada kisaran 362 jutaan rupiah, tipe 55/101 di angka 364 jutaan rupiah dan rukonya untuk tipe dua lantai 110/60 dipasarkan pada kisaran harga 650 jutaan rupiah dan ruko tipe 110/73 pada kisaran 670 jutaan rupiah. “Untuk harga sudah termasuk sertipikat (hak milik), penerbitan IMB, listik (PLN), dan air (PDAM)”, terang Efi. Keunggulan lain yang dimiliki oleh Grand Cyrilla adalah fasilitas penunjang yang terdapat di kawasan perumahan. “Untuk kawasan kita desain dengan konsep kawasan hunian tanpa pagar, untuk menunjang estetika kawasan yang mendukung kenaikan nilai investasinya”, kata Efi. Kawasan komersial ruko dengan area parkir selebar 12 meter dan jalan lingkungan perumahan memiliki lebar 9 meter dengan akses one gate system dengan keamanan 24 jam.
Konsumen perumahan Grand Cyrilla berasal dari dalam dan luar kota Magelang dengan segmen kelas menengah. “Untuk perbandingannya sekitar 60 : 40 antara pembeli lokal dengan luar Magelang. Ditambahkan Efi, pihaknya menargetkan untuk setiap bulan minimal 2 unit terjual. Saat ini progress pembangunan kawasan Grand Cyrilla telah mencapai maingate, jalan lingkungan, dan pagar keliling perumahan. “Seiring dengan progress pembangunan kawasan, kami yakin konsumen akan semakin antusias dengan produk Grand Cyrilla”, tambah Efi.
Untuk memberi kemudahan bagi konsumen, kami berikan program diskon dalam rangka MILAD PT. Adika Catur Karya Ke-5, yakni memberikan potongan harga 15 juta untuk pembelian unit rumah dan diskon 20 juta untuk pembelian ruko. Untuk KPR, kami berikan kemudahan cicilan DP 30%-nya bisa diangsur 8 X tanpa bunga. Untuk pembayaran Cash Keras, bisa dicicil selama 12 X tanpa bunga, “ pungkas Efi.
ALAMANDA ESTATE – MAGELANG
Perumahan garapan Damai Putra Group, Alamanda Estate, telah menunjukan tajinya sebagai kawasan hunian berkelas dengan sistem cluster. Sejak dipasarkan pada tahun 2008 perumahan tersebut memiliki luas area 8 hektar yang dibagi menjadi beberapa kali pemasaran. “Tahap pertama kami sudah habis terjual, dan sebagaian besar hunian di tempati, ini membuktikan kawasan Alamanda Estate akan hidup”, tutur Widjaja Daniel Y, Manajer Marketing Damai Putra Group Jogja-Magelang.
Seolah mengikuti penjualan di tahap 1, Alamanda Estate di tahap 2 juga tak kalah menarik dari segi penjualanannya. Menawarkan 35 unit kepada konsumen kelas menengah di Magelang, saat ini tinggal menyisakan 17 unit saja. Sukses penjualan tersebut tak luput dari kejelian pengembang dalam menyediakan tipe rumah dan harga yang sesuai dengan kemampuan beli masyarakatnya. “Pada Tahap 2 ini kami masih menyasar konsumen kelas satu lantai dengan pilihan hunian mulai dari tipe 50, tipe 60, dan tipe 80. Dari data yang kami miliki tipe 50 dan tipe 60 menjadi tipe yang paling banyak diminati pasar”, ungkap Daniel saat di kantornya.
Damai Putra Group yang saat ini memiliki 5 lokasi perumahan di Magelang. Pada perumahan Alamanda Estate ditawarkan dengan harga mulai dari 400 jutaan untuk hunian tipe 50 dengan luas tanah 96 m2, dan harga dikisaran harga 500 jutaan untuk hunian dengan tipe 60 dan luas tanah 128 m2. Daniel mengungkapkan jika harga yang saat ini ditawarkan telah mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. “Kalau dari harga sudah berkembang pesat, dulu pada awal pemasaran tahap 1 kami tawarkan juga hunian tipe 36/90 yang kami buka masih di kisaran harga mulai dari 95 jutaan”, ungkapnya.
Nilai investasi dalam kawasan Alamanda Estate tersebut saat ini sudah dapat dinikmati oleh konsumen-konsumen tahap satu. Menurut Daniel, pihaknya telah melihat nilai investasi perumahan yang sudah terbentuk tersebut cukup prospektif. Sebagai contoh jika satu unit rumah tipe 40 dikontrakan, saat ini sudah dikisaran harga 5 juta per tahunnya. Nilai investasi tersebut terus berkembang seiring unit-unit yang terus terbangun sebagai lokasi perumahan dengan udara yang masih segar, berada di jalur alternatif, dan memiliki fasilitas yang nyaman seperti jalan lingkungan yang lebar, taman bermain, balai pertemuan warga, dan sistem keamanan satu pintu dengan security 24 jam.
Aksesibilitas perumahan tersebut juga tak kalah menarik, relatif dekat dengan sarana pembelanjaan seperti Metro Square, Artos Mall, pasar tradisional, sarana pendidikan kampus Universitas Muhammadiyah Magelang dan Rumah Sakit Yoga Dharma Magelang. Sedangkan dari segi legalitas perumahan, Alamanda Estate di tahap 2 tersebut sudah komplit hingga terbitnya IMB per kavling. “Legalitas kami terjamin”, ucapnya. Untuk memberikan kemudahan bagi calon konsumen memiliki hunian bergaya minimalis modern tersebut, pihaknya memberikan kemudahan dalam cara bayar. Damai Putra Group menawarkan kemudahan cara bayar berupa konsumen dapat membayar uang muka (DP) sebesar 30 % yang bisa diangsur sebanyak 9X, sisanya bisa dengan cara KPR maupun tunai. “Kami ada promo harga persahabatan, nego halus”, ujar Daniel.
Selain Alamanda Estate, Damai Putra Group Magelang juga menawarkan lokasi lainnya seperti Valencia Residence, Bumi Prayudan Estate, Harmoni Estate, dan Cempaka Residence. “Harmoni Estate kami buka bagi konsumen hunian dua lantai dengan tipe rumah 80. Di atas luas lahan 3 hektar gaya minimalis masih diusung dan dijual mulai dari kisaran harga 700 jutaan. Sedangkan untuk Bumi Prayudan Estate kami tengah membuka pengembangan terbaru. Ini masuk tahap ke 8. Kami tawarkan sebayak 70 unit dengan cluster tersendiri, lebih eksklusif, nilai investasinya jelas menarik”, papar Daniel. Greg&Pras-red

















































































