Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Poros Properti Jogja & Magelang Makin Gemilang-bagian 3

    Honggosari Land tipe 90
    Moah Pakelan tipe 54
    Grand Mulia Imperium tipe 60
    Bukit Tidar Permai tipe 45 (hook)

    HONGGOSARI LAND – MAGELANG
    Segmen pasar properti menengah ke atas di daerah Magelang dan sekitarnya coba dibidik oleh salah satu perusahaan pengembang perumahan yaitu PT. Tsaqifuziel Jaya, dengan menawarkan sebuah produk bernama Honggosari Land. Proyek seluas ± 1,3 Ha tersebut menawarkan sebuah kawasan properti yang terintegrasi dengan kegiatan bisnis berupa hunian satu dan dua lantai dipadukan dengan bangunan ruko.

    Perumahan garapan PT. Tsaqifuziel Jaya ini terdiri dari tiga tipe hunian satu lantai yang terbagi dalam tipe 36/72, 45/90 dan 60/117 sedangkan untuk hunian dua lantai berupa tipe 90/107 serta ruko dua lantai tipe 117/67 dan 175/102 sebanyak 12 buah ruko. Selain tipe-tipe tersebut, Honggosari Land juga menawarkan tipe spesial yaitu hunian dengan tipe 321/300. “Sejak mulai dipasarkan sejak pertengahan tahun 2014 lalu, produk perumahan Honggosari Land telah terjual sebanyak 20 unit dari total sebanyak 60 unit perumahan”, terang Dwi Haryanti, Direktur PT. Tsaqifuziel Jaya.

    Desain hunian minimalis menjadi gaya arsitektur yang diaplikasikan pada perumahan Honggosari Land. Setiap unit memiliki tampilan fasad yang sama dan tingginya naik 30 cm dari jalan lingkungan. “Konsumen boleh mengubah interior ruang dan spesifikasi bangunan”, ujar Dwi. Selain itu konsumen juga diperkenankan untuk menambah luasan bangunan dengan biaya Rp. 2,5 juta/ m². Konsumen perumahan Honggosari Land berasal dari dalam dan luar Magelang. “Untuk perbandingannya sekitar 50:50 antara pembeli lokal dan luar Magelang. Ada 6 pembeli yang berasal dari Jakarta”, tutur Dwi. Ditambahkan oleh Dwi, pihaknya menargetkan untuk setiap bulan minimal 2 unit terjual. Saat ini progress pembangunan kawasan Honggosari Land telah mencapai pembangunan 6 unit perumahan dan 7 buah ruko. “Seiring dengan progres pembangunan kawasan, kami yakin konsumen akan semakin antusias dengan produk Honggosari Land”, tambah Dwi.

    Harga yang ditawarkan untuk hunian satu lantai tipe 36/72 dipasarkan pada kisaran 220 jutaan rupiah, tipe 45/90 di angka 260 jutaan rupiah dan tipe 60/117 dijual pada kisaran 360 jutaan rupiah. Untuk tipe dua lantai 90/107 dipasarkan pada kisaran harga 530 jutaan rupiah. Untuk ruko tipe 117/67 ditawarkan 580 jutaan rupiah dan ruko tipe 175/102 pada kisaran 800 jutaan rupiah. “Untuk harga sudah termasuk BPHTB dan BBN. Selain tipe bangunan standar, untuk tipe bangunan satu dan dua lantai tersedia juga tipe hook”, terang Dwi.

    Perumahan Honggosari Land memiliki beragam keunggulan. “Keunggulan kami yaitu lokasinya yang strategis, selain itu lingkungan di sekitar kawasan masih asri dan sejuk”, ucap Dwi. Kawasan perumahan Honggosari Land terletak di Jalan Mayor Unus, Dusun Honggosari, Kelurahan Jogonegoro, kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Akses menuju lokasi perumahan sangat mudah dijangkau dari segala arah, baik dari kawasan Borobudur maupun kota Magelang. “Untuk menuju ke Artos hanya kurang dari 10 menit dan menurut rencana pemerintah, jalan raya di depan Honggosari Land akan menjadi jalan propinsi sehingga kawasan akan semakin ramai”, imbuh Dwi.

    Keunggulan lain yang dimiliki oleh Honggosari Land adalah fasilitas penunjang yang terdapat di kawasan perumahan. “Untuk kawasan kita cukup lengkap”, kata Dwi. Akses jalan kawasan maingate selebar 12 meter dan jalan lingkungan perumahan memiliki lebar 8 meter. Selain itu tersedia pula keamanan 24 jam dan pengembang memberikan fasilitas berupa air PDAM dan listrik dengan daya 1.300 Watt. Honggosari Land juga dilengkapi dengan fasilitas umum berupa food court dan masjid.

    Legalitas perumahan Honggosari Land dijamin oleh pihak pengembang. “Untuk legalitas, semuanya sudah pecah sertifikat. Kami tidak berani menjual kalau belum beres. Kami memberikan garansi selama 3 bulan setelah serah terima”, papar Dwi. Honggosari Land menawarkan promo bulan Maret 2015 berupa gratis treatment perawatan di Valda salon selama 3 bulan bagi pembeli unit rumah maupun unit-unit ruko.

    OMAH PAKELAN – MAGELANG
    PT. Utama Jaya Mekar kembali menelurkan produk perumahannya di wilayah Magelang dengan nama Omah Pakelan. Secara aksesibilitas perumahan ini memiliki kedekatan dengan berbagai sarana pembangkit lingkungan seperti dekat dengan SPBU, dekat dengan Giant supermarket, relatif dekat dengan ARTOS Mall, dan berada pada jalur yang mudah untuk dicapai. Selain itu saat dalam kawasan perumahan ini tengah membangun beberapa rumah yang terjual dan satu rumah contoh. Menurut Dandis Mahardika, Marketing, PT. Utama Jaya Mekar, “ Rumah contoh kami targetkan bulan ini sudah jadi”, ucapnya. Dengan rumah contoh yang sudah jadi Dandis berharap penjualan akan semakin bagus, karena konsumen tidak hanya melihat gambar tetapi bisa langsung membuktikan bentuk dan kualitas bangunan yang ditawarkan.

    Omah Pakelan hadir sebagai salah satu pilihan perumahan di Magelang dengan pilihan unit mulai dari tipe 36, 45, dan 60. “Kami menawarkan unit tipe tersebut, tetapi jika konsumen ingin melakukan perluasan tetap kami layani, misal dari tipe 45 bisa kami naikan jadi tipe 54, harga tentu berubah”, papar Dandis. Luas tanah tiap kavling juga berpengaruh pada harga jual tiap unit hunian. Omah Pakelan ditawarkan dengan luas tanah per kavlingnya mulai dari luas 74 m2 hingga paling luas 104 m2. Dengan jumlah 13 unit hunian perumahan tersebut saat ini sudah dipasarkan pada kisaran harga mulai dari 330 jutaan untuk tipe 36 dengan luas tanah 74 m², dan paling mahal saat ini dikisaran harga mulai dari 500 jutaan untuk hunian tipe 60 dengan luas tanah 104 m².

    Harga tersebut diungkapkan Dandis sudah termasuk sertipikat HGB, PDAM, listrik 900 VA, dan penerbitan IMB. Dari segi harga, imbuhnya, jika diprediksi per tahun untuk daerah Pakelan akan bisa mengalami pertumbuhan di kisaran 20 – 30 %. Prediksi ini didukung dengan kualitas bangunan yang ditawarkan. “Soal kualitas bangunan kami berani diadu dengan perumahan lainnya yang sekelas dengan kami”, ucapnya singkat. Pembangunan langsung di bawah pengawasan pengembang adalah hal yang dijadikan alasannya. Dengan pembangunan di bawah pengembang maka spesifikasi bangunan yang ditawarkan seperti pondasi batu kali, struktur beton bertulang, dinding batu bata plester finishing aci, atap baja ringan genteng beton minimalis, tidak akan di kurangi kualitasnya.

    Menurutnya jika tipe yang ditawarkan Omah Pakelan sudah sesuai dengan apa yang dicari oleh sebagian besar konsumen properti Magelang. “Tipe 36 dan 45 menjadi tipe yang banyak diminati disini”, ucapnya. Dengan keyakinan tersebut Omah Pakelan di targetkan dalam satu tahun akan habis terjual. Berdiri di atas lahan seluas 1870 m2 dan memiliki jumlah 13 unit hunian, Omah Pakelan akan dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti taman, keamanan dengan pos satpam 24 jam, sistem jalan one gate system dan jalan lingkungan selebar 8 meter.

    Melihat potensi pasar perumahan di wilayah Magelang yang masih cukup tinggi, maka di pertengahan tahun ini, PT. Utama Jaya Mekar membuka lokasi baru. Perumahan terbaru ini akan menyasar kelas pasar yang lebih tinggi. “ Lokasi ini berada di dusun Santan Mertoyudan, kami menawarkan hunian mulai dari tipe 54, respon pasar sangat baik, meski belum resmi dipasarkan saat ini sudah ada yang indent”, tutur Dendis semangat.

    GRAND MULIA IMPERIUM – MAGELANG
    Daerah Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang mulai tumbuh daerah yang menjadi kawasan strategis bagi pengembangan area bisnis maupun properti. Banyak perusahaan pengembang properti mulai melebarkan sayap bisnisnya di daerah yang beriklim sejuk ini. Salah satu dari sekian banyak pengembang yang mencoba menawarkan sebuah kawasan perumahan di Mertoyudan adalah PT. Internusa Arsitama Mandiri dengan produknya yang bernama Grand Mulia Imperium yang menempati lahan seluas ± 7.000 m². Grand Mulia Imperium menawarkan sebuah konsep hunian modern minimalis yang nyaman, aman serta sejuk untuk dijadikan pilihan hunian maupun investasi di daerah Mertoyudan, Magelang.

    Aksesibilitas menjadi salah satu poin keunggulan dari Grand Mulia Imperium. “Akses Grand Mulia Imperium sangat strategis untuk menjangkau lokasi-lokasi pusat pembangkit ekonomi di Kota Magelang”, ucap Bahrul Hakim, Direktur PT. Internusa Arsitama Mandiri. Grand Mulia Imperium sangat dekat dengan pusat perbelanjaan Artos Mall, Kantor Walikota Magelang dan Akademi Militer Magelang. Ketiga titik lokasi tersebut dapat ditempuh dengan waktu sekitar 5 menit dari lokasi perumahan. Selain itu, Grand Mulia Imperium juga memiliki kedekatan akses dengan SMU Taruna Nusantara serta obyek wisata Taman Kyai Langgeng dan Candi Borobudur.

    Selain itu, faktor lokasi juga menjadi keunggulan lain yang dimiliki oleh Grand Mulia Imperium. Lokasi perumahan Grand Mulia Imperium terletak di lokasi khusus untuk tempat tinggal. Kenyamanan juga terdapat di lokasi Grand Mulia Imperium. “Lokasi proyek Grand Mulia Imperium berada di kawasan yang tidak bising, tenang dan berhawa sejuk. Penataan site plan yang rapi dan didukung dengan jalan utama lokasi selebar 8 meter dan jalan lingkungan lebarnya 7 meter”, ungkap Hakim. Tipe hunian yang ditawarkan Grand Mulia Imperium terdiri dari hunian satu dan dua lantai dengan total hunian 60 unit. “Untuk hunian satu lantai kami menawarkan tipe 45 dan tipe 60 sedangkan untuk dua lantai tersedia tipe 75 dan 90”, terang Hakim. Dari total 60 unit yang dipasarkan telah terjual sebanyak 10 unit sejak pertama dipasarkan pada pertengahan tahun 2014 lalu. Ditambahkan oleh Hakim, untuk harga sudah mengalami kenaikan sampai dengan 20 % dari harga awal.

    Konsumen Grand Mulia Imperium datang dari berbagai kalangan. “Untuk target market kami adalah middle up”, ujar Hakim. Konsumen yang telah membeli unit hunian Grand Mulia Imperium merupakan typical consument. “Rata-rata yang membeli adalah orang yang memiliki nilai historical dengan Magelang. Baik orang yang pernah sekolah, kerja maupun mempunyai kenangan dengan kota ini (Magelang –red). Mayoritas dari konsumen yang sudah membeli unit rumah memilih untuk ditinggali”, papar Hakim. Sistem cash bertahap menjadi jalan yang paling banyak dipilih sebagai cara pembayaran. “Dari 10 unit, hanya satu yang menggunakan mekanisme KPR. Untuk KPR, semua bank apa saja bisa”, tambah Hakim. Saat ini progress pembangunan kawasan perumahan sudah proses pembangunan unit rumah. “Maingate serta rumah contoh sudah jadi”, terang Hakim.

    Untuk sisi legalitasnya, pengembang memberikan jaminan kepada konsumen.
    Perumahan Grand Mulia Imperium dijamin oleh pihak pengembang. “Sertifikat tanah atas nama PT. Internusa Arsitama Mandiri, bukan perseorangan. Untuk legal sudah clear. Tinggal menunggu pecah IMB”, imbuh Hakim. Fasilitas yang terdapat pada kawasan perumahan Grand Mulia Imperium cukup beragam. Untuk fasilitas, pengembang menyediakan jaringan wifi serta security 24 jam dengan CCTV. Tahun 2015 ini ditargetkan Grand Mulia Imperium akan sold out dan pengembang sudah menyiapkan lokasi pengembangan.

    BUKIT TIDAR PERMAI – MAGELANG
    Salah satu pilihan perumahan di wilayah Magelang yang terus menggenjot penjualannya adalah perumahan Bukit Tidar Permai. Perumahan garapan Rumah Kita ini menawarkan 20 unit pilihan kepada konsumen perumahan di wilayah Magelang. Sejak di pasarkan hingga kini sudah terjual lebih dari prosentase 40 % Diungkapkan Budi Rahayu, Marketing, Rumah Kita, jika sampai dengan saat ini sudah ada sekitar 8 rumah sedang dalam proses bangun.” Ada yang masih dalam proses bangun, tapi yang sudah ditempati juga sudah ada”, ungkap Budi. Bukit Tidar Permai terletak di Bagongan, Sukorejo, Mertoyudan, Magelang memiliki aksesibilitas untuk menjangkau kota Magelang dan Purworejo. “ Lokasi kami berada di jalur penghubung, sangat mudah untuk menemukan lokasi kami”, ucap Budi saat dihubungi di kantor pemasaran Jogja, yang beralamat di Jalan HOS. Cokroaminoto N0. 209.

    Lebih lanjut dikatakannya , dengan lokasi yang strategis ini membuat konsumen perumahan tersebut cukup bervariasi. Antara konsumen lokal dan luar kota Magelang cukup banyak. Alasannya sederhana, kebanyakan konsumen tersebut merupakan orang-orang yang pernah tinggal di kota Magelang. “Hampir 70% konsumen kami berasal dari luar Magelang namun biasanya mereka memiliki pengalaman pernah tinggal di Magelang. Sisanya adalah penduduk lokal yang mencari hunian pertama”, katanya.

    Menurutnya saat ini trend pembeli di Magelang sudah mulai bergeser, jika beberapa tahun lalu kebanyakan segmen pasar pencari hunian pertama, saat ini lebih ke investasi. “Pengalaman kami hingga kini konsumen properti kami sudah mulai berpikir untuk investasi. Mereka yang membeli untuk investasi, setelah rumah jadi maka akan disewakan. Apalagi lokasi kami yang masuk dalam Kecamatan Mertoyudan memiliki pertumbuhan harga yang cukup baik. Dulu pada awal pemasaran tipe 36 kami buka pada kisaran harga 160 jutaan, selang satu tahun kini harga tersebut sudah berada di kisaran harga 233 jutaan”, papar Budi semangat.

    Bukit Tidar Permai menawarkan dua pilihan unit rumah tipe 36 dan 45 dengan luas tanah yang bervariasi. Harga yang ditawarkannya pun relatif terjangkau bagi konsumen lokal. Tipe 36 saat ini dipasarkan mulai dari kisaran harga 230 jutaan dan untuk tipe 45 sudah dipasarkan mulai dari kisaran harga 260 jutaan. Harga tersebut, diungkapkan Budi, akan berbanding lurus dengan kualitas yang di berikan. “Konsep bangunan kami mengusung bangunan minimalis yang dikombinasikan dengan sentuhan batu alam. Secara desain ruang kami menyuguhkan sebuah konsep ruang fungsional, kami memaksimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara yang nyaman dengan ketinggian plafon 4 M”.

    Selain kualitas bangunan yang diutamakan pengembang ini adalah legalitas produk. Dituturkan Budi, jika saat ini perijinan perumahan tersebut sudah sampai dengan proses pecah per kavling. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, Budi mengimbuhkan jika prediksi pertumbuhan properti di kuartal pertama tahun ini (2015) akan semakin bagus. “Kami terus berusaha menggenjot penjualan nya, target sih tahun ini sudah sold out”, tuturnya. Diakhir perbincangan Budi mengungkapkan jika sistem pembayaran yang sudah-sudah kebanyakan konsumen menggunakan cara pembayaran cash bertahap. “Untuk sistem pembayaran kami menggunakan sistem bertahap hingga 8 bulan dengan down payment sebesar 20 %. Sedangkan untuk konsumen yang menggunakan cara KPR relatif lebih sedikit”, pungkasnya.

    GRIYA MALIYAN – MAGELANG
    Dari total 67 unit hunian di Griya Maliyan kini tinggal menyisakan beberapa unit saja. Griya Maliyan merupakan produk garapan PT. Srikandi Tidar Gemilang yang menawarkan hunian bagi pasar yang mencari hunian pertama di wilayah Magelang. Diungkapkan Dedi, Marketing PT. Srikandi Tidar Gemilang, bahwa pencapaian penjualan ini sesuai dengan apa yang ditargetkan di awal pemasaran. “Dari unit-unit yang sudah serah terima kepada konsumen di Griya Maliyan sudah banyak yang ditempati. Sehingga kawasan perumahan ini terasa hidup”, ungkapnya semangat.

    Lebih lanjut dituturkannya, bahwa dari segi lokasi Griya Maliyan tergolong dalam aksesibilitas yang baik. Griya Maliyan memiliki aksesibilitas yang baik untuk menjangkau pusat perbelanjaan ARTOS Mall yang hanya butuh waktu 15 menit, hanya 5 menit menuju Pemda dan Polres Magelang, untuk sarana pendidikan hanya sekitar 100 dan 300 meter terdapat SD dan SMP Negeri. Dengan aksesibilitas yang baik tersebut tak heran jika penjualannya juga cukup baik, “ 60 % konsumen kami berasal dari luar Magelang, tetapi pernah tinggal di Magelang, sehingga mereka tetap menggunakannya sebagai huinan”.
    Diimbuhkannya jika dari dilihat dari data konsumen yang ada hampir 70 % konsumen yang membeli di perumahan tersebut digunakan sebagai tempat tinggal dan sisanya sebagai investasi.

    Berbicara investasi di lokasi perumahan tersebut cukup menarik pertumbuhannya. Menurutnya kenaikan nilai investasi di daerah tersebut tergolong menggairahkan. Hal ini terlihat dari penjualan produk tersebut, diawal pemasarannya tipe 36 dipasarkan pada kisaran harga 110 jutaan selang kurang dari dua tahun dengan tipe yang sama kini sudah dipasarkan pada kisaran harga mulai dari 180 hingga 200 jutaan tergantung luas tanah setiap kavlingnya.

    Dari sisa unit yang ada di Griya Maliyan saat ini tinggal menyajikan tipe 36 dan 45 dengan luas tanah yang beragam. Harga yang dipasarkannya pun saat ini sudah dikisaran mulai dari 180 jutaan untuk tipe bangunan 36 dengan luas tanah 94 m2, dan untuk tipe 45 dengan luas tanah mulai dari 96 m2 hingga paling luas 129 m2 sudah ditawarkan pada kisaran harga mulai dari 240 jutaan.

    Melihat pasar daerah tersebut yang masih cukup besar potensinya, PT. Srikandi Tidar Gemilang , dilokasi yang sama tengah meluncurkan cluster terbarunya dengan nama Casa Bella Residenza. Cluster tersebut menawarkan sebuah kawasan hunian baru dengan konsep rumah indah. Cluster Casa Bella ini hadir dengan konsep berbeda dari produk sebelumnya. Sebuah kawasan yang berwawasan lingkungan dan sarat kenyamanan dalam tata kelola untuk sebuah lingkungan sehat, tanpa meninggalkan aspek keindahan, kualitas bangunan dan keamanan.

    Desain bangunan Casa Bella Residenza mengusung gaya bangunan couple dengan kualitas yang lebih baik. Secara detail bangunan dari segi bentuk dan komposisi mengacu pada aspek fungsional. Menurut Dedi, dalam menciptakan desain arsitektur, pengembang selalu memikirkan secara matang-matang, agar mampu menjawab kebutuhan akan rumah tinggal yang indah, sehat, tanpa meninggalkan aspek kualitas. “Di Casa Bella ini kami sajikan kualitas bangunan yang lebih, meski hanya menawarkan tipe 36 sebanyak 20 unit, kami menggunakan spesifikasi bangunan yang berkualitas,atap kami sudah baja ringan dengan genteng beton”, terangnya semangat. Untuk menambah kenyamanan kosumen perumahan tersebut akan dilengkapi fasilitas jalan one gate system , dan keamanan menggunakan CCTV. Greg&Dika – red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain