Properti Jogja, Bersinarnya Residensial Tumbuhnya Vertical House-bagian 3
PURI TAMAN NIRWANA TAMANTIRTO
Pasar properti di daerah Yogyakarta pada tahun 2015 masih menjadi primadona bagi banyak pengembang perumahan dari segala kelas. Salah satu dari banyak pengembang yang ikut meramaikan pasar properti di Yogyakarta adalah PT. Hoki Sejahtera Abadi. Pada awal tahun 2015 ini, PT. Hoki Sejahtera Abadi meluncurkan produk properti terbarunya dengan nama Puri Taman Nirwana Tamantirto. Dengan menempati lahan seluas ± 4.000 m², Puri Taman Nirwana Tamantirto merupakan hunian satu dan dua lantai. Terbagi menjadi dua tipe yaitu tipe 50 dan tipe 100 dengan total sebanyak 23 unit. “Di tahun 2015 ini kami mencoba menawarkan pilihan alternatif hunian di kawasan Tamantirto yang dari segi lokasi menempati daerah yang strategis”, ucap La Ode Rusmin, Direktur Utama PT. Hoki Sejahtera Abadi.
Puri Taman Nirwana Tamantirto terletak di dalam jalan Ringroad Selatan Yogyakarta. “Letak Puri Taman Nirwana Tamantirto hanya berjarak sekitar 50 meter dari Ringroad dan akses ke segala arah mudah”, terang Rusmin. Selain memiliki kedekatan dengan Ringroad, lokasi Puri Taman Nirwana Tamantirto juga dikelilingi dengan berbagai pusat pendidikan seperti kampus Universitas Muhamadiyah Yogyakarta, kampus Stikes Ahmad Yani dan kampus Stikes Alma Ata. Di samping itu, Puri Taman Nirwana Tamantirto juga tidak terlalu jauh dengan fasilitas umum seperti Masjid Baiturahman dan pasar Gamping. Untuk menuju ke pusat kota, hanya membutuhkan waktu ± 10 menit dari lokasi perumahan.
Konsep desain perumahan Puri Taman Nirwana Tamantirto masih mengacu pada hunian minimalis. Pihak pengembang menyediakan pilihan luas tanah yang bervariasi untuk tipe dua lantai (tipe 100) mulai dari 98 m² hingga 116 m² sedangkan untuk tipe satu lantai (tipe 50) dengan luasan standar yaitu 90 m². Setiap hunian sudah dilengkapi dengan carport dan jalan kawasan selebar 7,5 meter. “Di Puri Taman Nirwana Tamantirto selain lokasinya strategis kami juga menjaga kualitas bangunan”, jelas Rusmin. Material bangunan menggunakan bahan-bahan berkualitas. Untuk lantai menggunakan keramik Super Milan, rangka atap baja ringan dan genteng merk Arcon. Bagian plafon dengan gypsum dan kusen berbahan alumunium. Sebagai finishing dinding menggunakan cat merk Catylac atau setara. Meskipun baru dipasarkan kurang dari satu bulan namun respon pasar terhadap Puri Taman Nirwana Tamantirto cukup menggembirakan. ”Sudah ada lebih dari 4 unit yang dalam proses pembelian”, ungkap Rusmin. Dengan respon positif yang didapatkan pihak pengembang menargetkan bahwa pada tahun 2015 ini seluruh unit pada Puri Taman Nirwana Tamantirto akan terjual habis. Konsumen yang membeli produk Puri Taman Nirwana Tamantirto berasal dari luar Jogja. Dijelaskan oleh Rusmin, mayoritas konsumen Puri Taman Nirwana Tamantirto berasal dari orang asli Jogja yang bekerja di luar kota. Selain itu, pembeli juga datang dari luar pulau Jawa seperti pulau Kalimantan dan Sumatera.
Harga yang ditawarkan pada hunian satu lantai pada perumahan Puri Taman Nirwana Tamantirto (tipe 50) berkisar di angka 400 jutaan rupiah sedangkan untuk hunian dua lantai (tipe 100) ditawarkan dengan harga 600 jutaan rupiah. “Untuk harga kami proyeksikan akan naik 5 % -10 % dari harga awal. Hal tersebut dikarenakan dengan prospek pasar yang bagus di lokasi.”, tutur Rusmin. Harga yang ditawarkan tersebut sudah termasuk dengan biaya IMB, SHM dan BBN. Saat ini progress pembangunan perumahan Puri Taman Nirwana Tamantirto baru mencapai tahap penyiapan lahan. “Saat ini kami masih dalam proses menyiapkan lahan”, kata Rusmin. Untuk legalitas sudah mencapai IPT. Perumahan Puri Taman Nirwana Tamantirto dilengkapi dengan fasilitas berupa one gate system, line telephone dan listrik dengan daya 1.300 VA. Pihak pengembang menyediakan hadiah berupa 1 unit mobil yang akan diundi pada akhir tahun.
GRAHATAMA PERMAI 4
Pengembang PT. Devcorena Cipta Grhatama pada awal tahun 2015 ini menawarkan sebuah lokasi perumahan terbarunya yang berlokasi di Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul dengan nama Tiara Grahatama 1. Perumahan dibagi menjadi 8 unit dan berdiri di lahan seluas ± 1.000 m² dengan konsep hunian satu lantai tipe hunian 36. Produk garapan PT. Devcorena Cipta Grhatama ini sudah dipasarkan sejak bulan November 2014. Dijelaskan oleh Tony Andriansyah, S.T, Marketing Director PT. Devcorena Cipta Grhatama. Adapun Tiara Grahatama 1 mulai dipasarkan sejak akhir tahun lalu telah terjual sebanyak 50 %. Angka penjualan yang terbilang cepat ini merupakan sebuah bukti dari reputasi yang baik dari perusahaan pengembang yang beralamat di Jalan Rajawali no. 21 B, Babadan Baru, Ketandan , Kabupaten Bantul ini. “4 unit dari total 8 unit Tiara Grahatama 1 telah terjual. Dan pembelinya kebanyakan merupakan konsumen lokal Jogja”, ungkap Tony.
Segmen pasar Tiara Grahatama 1 mayoritas merupakan segmen menengah dengan latar belakang keluarga muda dan fasilitas rumah pertama. Fasilitas KPR juga menjadi cara pembayaran yang paling banyak dipilih oleh konsumen Tiara Grahatama 1. “Kami sudah melakukan PKS (Perjanjian Kerjasama –red) dengan banyak bank swasta seperti BTN dan BNI. Dan relasi kami dengan bank-bank tersebut sudah terjalin dengan baik”, sanggah Tony. Pengembang menyediakan bangunan rumah standar tipe 36, namun konsumen diperbolehkan untuk mengubah dari sisi interior dan memperluas struktur bangunan dari bentuk aslinya.
“Tiara Grahatama 1 merupakan rumah berkonsep typical house dengan desain costumized, sama seperti produk-produk kami sebelumnya. Konsumen dapat melakukan perubahan denah posisi interior ruang. Rata-rata dari tipe standar 36 diperluas menjadi tipe 45 dan 54. Kedua tipe tersebut kebanyakan menjadi pilihan pengembangan”, jelas Tony. Selain perubahan pada struktur bangunan, konsumen juga diperkenankan untuk mengubah baik itu warna cat dinding maupun keramik. Untuk penambahan biaya perubahan struktur bangunan dikenakan biaya sebesar 2.500.000/m², imbuh Tony. Untuk konsultasi desain konsumen tidak mendapatkan biaya tambahan. Untuk waktu pembangunan unit perumahan menghabiskan waktu selama empat bulan. Kepuasan konsumen sangat diutamakan oleh pihak pengembang PT. Devcorena Cipta Grhatama. Kepuasan diwujudkan pihak pengembang dalam bentuk garansi pemeliharaan selama 2 bulan.
Harga yang ditawarkan untuk setiap unit Tiara Grahatama 1 berkisar di angka 275 jutaan. ”Untuk harga kami perkirakan akan mengalami kenaikan sebesar 5 % -10% dari harga perdana”, tutur Tony.
Progress pembangunan kawasan perumahan Tiara Grahatama 1 saat ini sudah masuk tahap pembangunan unit rumah. Ditambahkan oleh Tony, prospek pasar properti di kawasan Tiara Grahatama 1 cukup bagus. Pihak pengembang memprediksi bahwa pada kuartal pertama tahun 2015 ini seluruh unit hunian Tiara Grahatama 1 akan seluruhnya terjual. Keoptimisan pihak pengembang ini didukung dengan respon pasar yang baik. Tiara Grahatama 1 sudah didukung dengan aspek legalitas yang lengkap. Selain proyek kawasan Tiara Grahatama 1, PT. Devcorena Cipta Grhatama juga menawarkan sebuah lokasi lain yang akan mulai dipasarkan pada bulan Februari 2015 ini. Perumahan yang berlokasi di Sorogenen, Timbulharjo, Sewon, Bantul bernama perumahan Tiara Grahatama2. Dengan luas lahan ± 2.500 m², Tiara Grahatama 2 merupakan sebuah kawasan perumahan yang memiliki total hunian sebanyak 15 unit dan terbagi menjadi tiga tipe standar yaitu tipe Tulip (36/95), tipe Mawar (40/87) dan tipe Aster (36/88).
WIROSABAN RESIDENCE
Berada di tengah kota tidak menghalangi usaha salah satu perusahaan developer perumahan yaitu PT. Jayaland untuk menciptakan sebuah kawasan hunian yang nyaman untuk ditinggali. Melalui proyek perumahan bernama Wirosaban Residence, PT. Jayaland menawarkan konsep hunian dua lantai dengan langgam minimalis modern. Lokasinya terletak di tengah kota Yogyakarta tepatnya di daerah Nitikan, Umbulharjo, Yogyakarta. Aksesibilitas Wirosaban Residence memiliki kedekatan dengan berbagai pusat keramaian di kota Yogyakarta. Dari Bandara Internasional Adi Sucipto Yogyakarta hanya sekitar 10 menit, dari mal Ambarukmo Plaza hanya menghabiskan waktu tempuh sekitar 7 menit. “Dari jalan raya Menteri Supeno hanya berjarak 100 meter. Selain itu, Wirosaban Residence hanya selangkah dari XT Square, 5 menit ke Jogja Expo Center dan dekat dengan Malioboro”, ujar Ir. Suyana, Manager Produksi PT. Jayaland.
Wirosaban Residence dibangun di atas lahan seluas ± 5.000 m² menawarkan sebanyak 28 unit hunian dua lantai. Hingga saat ini, Wirosaban Residence telah terjual sebanyak 13 unit sejak pertama kali dipasarkan pada pertengahan tahun 2014. Dijelaskan oleh Suyana, Wirosaban Residence selain lokasinya yang strategis juga memiliki keunggulan lainnya yaitu dari sisi kualitas bangunan. Bangunan di Wirosaban Residence menggunakan material unggulan. “Untuk kualitas, kami berani bersaing dengan kompetitor lain yang berada di lokasi yang sama”, imbuh Suyana. Desain arsitektural minimalis modern pada Wirosaban Residence juga menjadi keunggulan dari garapan PT. Jayaland ini. “Kami satu-satunya developer yang menerapkan desain minimalis modern di kawasan Wirosaban”, ungkap Suyana. Denah ruang standar Wirosaban Residence memiliki tiga kamar tidur, ruang tamu, ruang makan serta dapur. “Konsumen diberikan kebebasan untuk mengubah tatanan denah ruang standar kecuali mengubah bentuk fasad bangunan dan atap. Rata-rata dari konsumen yang sudah membeli melakukan perubahan pada sisi interior. Untuk atap kami mewajibkan setiap rumah sama bentuknya yaitu atap limasan”, tambah Suyana.
Keunggulan lainnya yang dimiliki oleh Wirosaban Residence adalah bebas banjir. “Seluruh hunian kami naikkan ketinggiannya 75 cm dari tanah agar bebas banjir dan terlihat lebih estetis”, ujar Suyana. Fasilitas pendukung yang terdapat pada Wirosaban Residence yaitu keamanan 24 jam, jalan lingkungan yang lebar, dan one gate security system. Selain itu, untuk menjaga kualitas seluruh proses bangun unit perumahan Wirosaban Residence dikerjakan langsung oleh pihak pengembang. Masa pembangunan tiap unit rata-rata berkisar 5 sampai dengan 6 bulan. Selain itu Wirosaban Residence juga dilengkapi dengan jaringan listrik underground dan jalan kawasan selebar 6 meter.
Pihak pengembang menargetkan bahwa pada tahun 2015 ini seluruh unit Wirosaban Residence terjual. Keoptimisan pihak pengembang ini diperkuat dengan melihat respon pasar yang memuaskan. Konsumen Wirosaban Residence datang dari kalangan menengah atas yang berasal dari kalangan wiraswasta. “Pembeli datang dari pelanggan lama maupun baru. Kami melakukan langkah jemput bola dengan memberikan pelayanan yang prima kepada konsumen”, tegas Suyana. Pihak pengembang menjamin kelengkapan legalitas perumahan sehingga konsumen tidak perlu khawatir dengan hal tersebut. Nilai investasi pada Wirosaban Residence sangat tinggi. Dijelaskan oleh Suyana dengan kawasan perumahan yang sudah terbentuk dan berkembang, Wirosaban Residence menjadi kawasan dengan nilai hunian maupun investasi yang sangat prospektif. “Terbukti 50 % dari total unit sudah dihuni dan lingkungan pun sudah ramai”, kata Suyana. Selain sebagai sarana investasi, Wirosaban Residence juga menjadi pilihan tepat sebagai hunian.
GREEN KUANTAN RESIDENCE
Awal semester 2015 pengembang PT. Merapi Arsita Graha juga tengah memasarkan produknya yang berlokasi di sisi Barat kota Jogja. Sejak pertama dipasarkan pada akhir tahun 2013 lalu, Green Kuantan Residence menawarkan unit sebanyak 40 unit hunian kepada konsumen. Diungkapkan Adoram Arthanto, Manajer Marketing, PT. Merapi Arsita Graha, pada awal pemasarannya perumahan Green Kuantan Residence cukup cepat penjualannya, sehingga di semester dua 2014 dibuka tahap 2 dan tahap 3 dengan tambahan 90 unit. " Dari total unit sekitar 120 rumah hingga kini sudah terjual sekitar 30%", ungkap Ado panggilan akrabnya. Kawasan perumahan Green Kuantan Residence hingga kini telah terbangun. "Infrastuktur kawasan perumahan ini sudah jadi, jalan sudah jadi, penerangan jalan kami juga sudah terpasang, kami tinggal membangun fasilitas club house", terang Ado, saat dihubungi di kantornya.
Dari data penjualan diungkapkan Ado, konsumen Green Kuantan Residence cukup beragam. Pasar properti Jogja dengan skala nasional membuat konsumen bervariasi. Selain itu letak lokasi Green Kuantan Residence yang cukup prima menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Perumahan ini menawarkan aksesibilitas yang baik untuk menjangkau berbagai sarana pembangkit lingkungan seperti, Universitas Mercubuana Yogyakarta, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta, universitas-universitas di sepanjang Ringroad Barat, Rumah Sakit PKU, dan berbagai swalayan di sepanjang Jalan Wates. Secara umum pasar properti Jogja yang masih banyak porsinya adalah dengan harga di bawah 500 jutaan. Tipe 40an dengan harga awal dibawah 500 jutaan terbukti lebih banyak terserap pasar. "Pada awal pemasarannya kami tawarkan rumah tipe kecil, yakni tipe 40an, dan itu terserap pasar dengan baik", ungkapnya.
Untuk menggenjot penjualan hunian yang masih ada, Green Kuantan Residence, saat ini telah membangun rumah contoh tipe 89. Dituturkan Ado lebih lanjut, dengan adanya rumah contoh tersebut konsumen akan semakin dimudahkan, mereka tak hanya melihat konsep dalam gambar, namun bisa langsung melihat dan membuktikan konsep dan kualitas bangunan yang ditawarkan. "Rumah contoh ini sebagai bukti kualitas bangunan kami yang baik, selain itu konsumen juga bisa langsung melihat beberapa unit rumah yang sudah terjual dan sudah terbangun", ungkapnya.
Dikatakannya lebih lanjut dari total hunian 30% yang sudah terjual hingga kini 25% sedang proses bangun. Bahkan dikatakannya lebih lanjut, 6 unit rumah sudah dilakukan serah terima. "Beberapa rumah sudah kami serah terimakan kepada konsumen, dan ditargetkan pada bulan ini juga akan diserah terimakan lagi beberapa rumah. Konsumen lebih banyak untuk hunian dan investasi. Konsumen melihat lokasi Green Kuantan Residence yang sangat baik sehingga ke depan nilai investasi perumahan ini akan semakin berkembang", katanya semangat.
Dari harga yang ditawarkan dapat dilihat pertumbuhan nilai investasi perumahan Green Kuantan Residence cukup potensial untuk lebih bisa berkembang. Lokasi dan kawasan yang baik menjadi pertimbangannya.
Sejak awal dipasarkan, dituturkan Ado perumahan ini sudah mengalami kenaikan kurang lebih 15%. "Dulu pada awal pemasarannya tipe 40 dipasarkan pada kisaran harga mulai dari 390 jutaan hingga sekarang dengan tipe yang sama kami sudah menjualnya pada kisaran harga mulai dari 470 jutaan", katanya. Diterangkannya, bahwa kenaikan harga tersebut bukan tanpa alasan, banyak hal yang mempengaruhinya, seperti kenaikan harga material, BBM dan kenaikan harga dasar tanah disekitarnya yang cukup cepat, terang Ado tegas. Greg & Dika-red

















































































