Properti Jogja Timur - Barat - Selatan - bagian 2
JOGJA BARAT, TERUS MENGGELIAT
Wilayah barat kini menjadi salah satu daerah yang memiliki prospek bagus bagi sebuah penjualan properti. Kondisinya masih dapat berkembang sebagai daerah pemukiman menjanjikan kenyamanan, kemudahan akses dan perkembangan investasi.
Nampak nyata di sekitaran jalan Jogja – Wates yang semakin hidup perekonomiannya. Kehadiran berbagai kampus di sepanjang ringroad barat – ringroad selatan yang berada di wilayah Kecamatan Gamping, Sleman, maupun Kecamatan Kasihan, Bantul ternyata cukup memacu pertumbuhan properti di sekitar wilayah tersebut. Didukung dengan keberadaan berbagai universitas seperti, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta ( UMY), Bina Sarana Informatika (BSI), STIKES A. YANI, dan STIKES ALMA ATA membuat wilayah ini cukup menarik bagi konsumen. Mulai beroperasinya Rumah Sakit PKU Muhammadiyah dan banyak dibangunnya pusat-pusat perniagaan mulai dari pasar tradisional sampai dengan minimarket di Kecamatan Gamping menjadi fasilitas pendukung. Selain itu, di Jalan Godean juga menunjukkan sebuah perkembangan yang cukup menjanjikan. Hal ini terlihat mulai banyak berdirinya pusat-pusat perniagaan dan perbankan di sepanjang ruas jalan.
The Green Harmony
Masih di poros jalan Gamping – Sidoarum, tepatnya di Dusun Mejing Wetan, Ambarketawang, Gamping, Sleman, terdapat sebuah produk baru garapan PT. Agung Adi Pratama. Hadir dengan nama The Green Harmony, perumahan ini menawarkan 20 unit rumah. sejak resmi diluncurkan pada awal bulan Januari 2013 lalu sampai saat ini sudah terjual kurang lebih 30%nya. Lokasi perumahan tersebut tergolong sangat strategis, karena di Jalan Gamping – Sidoarum tersebut secara langsung dilewati jalur bus yang langsung menuju pusat kota, atau Malioboro. Hanya 10 menit dari pusat kota (Malioboro), dekat dengan akses ringroad barat dan ringroad selatan, serta didukung keberadaan beberapa kampus pendidikan, yakni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bina Sarana Informatika (BSI), STIEKES A. YANI, STIEKES ALMA ATA dan fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit PKU. Menjadikan area ini akan makin cepat pertumbuhan investasinya.
The Green Harmony mengusung konsep suasana nyaman, tenang, dan didukung dengan konsep kawasan dan konsep bangunan rumah yang green, ramah lingkungan sehingga selaras dengan alam. Berdiri di area sebesar 4000 m² tersebut, 30 % nya diperuntukkan untuk taman terbuka. The Green Harmony menyuguhkan unit rumah standar satu lantai, yaitu tipe 45 dan tipe 54 dengan pilihan luasan kavling tanahnya yang beragam mulai dari luasan 125 meter persegi.
The Green Harmony ini mengusung konsep minimalis tropis. Sekitar perumahan ini sudah terbentuk sebagai kawasan hunian. Dengan denah dan tipe standar tipe 45/140 pada perumahan ini ditawarkan pada kisaran harga 410 jutaan. Untuk tipe yang paling laris di The Green Harmony, tipe 54/143 ditawarkan pada kisaran harga 442 jutaan.
Harga yang ditawarkan akan terasa berbanding seimbang dengan lokasi, kawasan, dan konsep yang ditawarkan. Konsep minimalis tropis perumahan ini dibuktikan dengan denah dan desain ruang yang mengoptimalkan pola hubungan yang terbuka. Konsep minimalis tropis ini salah satunya diwujudkan dengan ketinggian plafon 4 meter sehingga sirkulasi udara lancar, tetap adem dan tidak membutuhkan penghawaan buatan. Pada tipe terlaris ialah tipe 54. Untuk tata ruang The Green Harmony, memiliki denah ruang berupa, carport, kamar mandi yang diapit dua kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dan ruang makan di desain tanpa menggunakan pembatas ruang mati.
Desain ini mengacu pada konsep tropis yang lebih mengarah pada penghawaan alami. Untuk memenuhi ruang terbuka di tiap kavlingnya, terdapat taman belakang yang sangat berguna untuk pengembangan rumah tumbuh ataupun area bermain anak. Perumahan ini dilengkapi dengan fasilitas one gate system, keamanan 24 jam, lebar jalan lingkungan 5,5 meter, dan jalan akses ke gerbang depan kawasan perumahan dengan lebar jalan sampai 7 meter.
Graha Nuansa Citra
Perumahan lain yang tak kalah strategisnya adalah Graha Nuansa Citra, garapan PT. Diamor Karya Abadi. Perumahan ini berlokasi di tepi Jalan Raya Sidoarum – Gamping, tepatnya di daerah Patukan. Tak berbeda dengan lokasi-lokasi lainnya yang berada di sisi barat Jogja, perumahan ini memiliki keunggulan dari segi letaknya. Secara kawasan daerah sekitar perumahan tersebut mulai sudah mengalami pergerakan ekonomi yang cukup pesat. Terlihat dari bermunculannya berbagai fasilitas pendukung kebutuhan hidup manusia. Dari segi pemenuhan kebutuhan sehari-hari daerah tersebut kini mulai ramai bermunculan minimarket dan warung makan sebagai kebutuhan dasar manusia.
Kedekatan dengan Jalan Raya Gamping-Sidoarum mempunyai nilai lebih karena berada di jalur alternatif sekaligus jalur ekonomi yang menghubungkan Kabupaten Sleman dengan Kabupaten Bantul. Perumahan yang dilengkapi dengan 8 ruko pada bagian depannya, selain memudahkan para penghuninya untuk menunjang pemenuhan kebutuhan sehari-hari, serta akan meningkatkan sektor ekonomi kawasan sekitarnya dan berdampak pada nilai investasi sebuah perumahan yang dipastikan makin naik setiap tahunnya.
Graha Nuansa Citra hadir sebagai salah satu pilihan bagi konsumen yang mencari lokasi di sisi barat Jogja. Perumahan yang menawarkan rumah dengan harga kisaran 700 jutaan ini menawarkan 22 unit rumah dan 8 unit ruko untuk area ekonominya. Dari 22 unit rumah yang ditawarkan terbagi menjadi beberapa tipe, mulai dari tipe 110/126 yang ditawarkan pada kisaran harga 755 jutaan, tipe 115/136 ditawarkan pada kisaran harga 800 jutaan, dan ruko dengan luas 112/60 dipasarkan pada kisaran harga 770 jutaan, sedang untuk tipe paling besar tipe 150/236 di perumahan ini sudah habis terjual. Graha Nuansa Citra mengusung konsep arsitektur bangunan bergaya minimalis. Garis-garis tegas pada fasad bangunan memperjelas konsep minimalis yang diusung.
Dengan harga yang menyasar kalangan menengah atas, Graha Nuansa Citra tentu harus memiliki keunggulan lainnya. Selain dari lokasi yang strategis, perumahan ini juga memiliki spesifikasi bangunan yang cukup prima untuk konsep bangunan dua lantai. Secara teknis Graha Nuansa Citra memiliki spesifikasi batu kali pada pondasinya dan beton bertulang pada strukturnya. Dinding menggunakan pasangan bata, plester finishing cat. Untuk kusen dan daun, baik pintu maupun jendela menggunakan bahan kayu kalimantan finishing melamin, genteng beton warna/keramik glasir sebagai penutup atap ditopang dengan rangka atap yang terbuat dari beton bertulang dan kayu kalimantan. Lantai menggunakan keramik ukuran 40 x 40, eternity & gypsum, list gypsum pada plafonnya. Kamar mandi menggunakan lantai dan dinding keramik dilengkapi dengan kloset duduk & jongkok, dan pompa. Daya listrik 2200 VA. Cukup memenuhi fasilitasi kebutuhan akan hunian 2 lantai. Dengan keunggulan yang ditawarkan PT. Diamor Karya Abadi memiliki keyakinan yang tinggi produknya akan ramai diburu pasar menengah Jogja barat.
Permata Hijau Ketawang
Salah satu pengembang yang cermat membaca potensi adalah PT. Yusan Nindyakarsa. “Lokasi kami yang sesuai dengan arahan Kabupaten Sleman sebagai daerah pemukiman, dan lokasi sekitar kami yang sudah terbentuk sebagai kawasan perumahan tentu akan memberikan jaminan kepada konsumen daerah tersebut memang digunakan sebagai area pemukiman,” terang Yudi Susanto, Direktur Utama PT Yusan Nindyakarsa. Lokasi Permata Hijau Ketawang berada di poros Jalan Gamping – Sidoarum, tepatnya di dusun Mejing, Ambarketawang, Gamping, Sleman yang terkoneksi langsung dengan jalan Godean Km. 5 Sidoarum maupun Jalan Raya Jogja - Wates Km. 5 dan berakses langsung dengan ringroad barat maupun ringroad selatan Jogjakarta.
Selain itu lokasi ini memiliki keunggulan kedekatan dengan ringroad barat dan dilewati jalur angkutan umum yang langsung menuju pusat kota Jogja. Lebih lanjut Direktur Utama PT. Yusan Nindyakarsa ini mengungkapkan, “ Prospek lokasi kami terbukti sangat bagus, dengan akses yang relatif mudah untuk dijangkau, berada pada wilayah yang masih tumbuh, dan kebutuhan rumah di wilayah tersebut cukup tinggi, harapan kami perumahan ini akan memenuhi permintaan pasar di wilayah tersebut,” terangnya optimis. Terletak di daerah yang masih dapat berkembang, dan lingkungan sekitar yang memang sudah terbangun sebagai kawasan perumahan, tak heran jika lokasi ini sudah mendapat respon yang bagus.
Permata Hijau Ketawang hadir sebagai salah satu perumahan yang menyediakan rumah tipe satu lantai dan dua lantai. Dalam membidik segmen pasar kelas menengah, yang memang potensial di daerah tersebut, PT. Yusan Nindyakarsa menghadirkan 43 unit rumah sebagai pilihannya. Permata Hijau Ketawang menawarkan rumah tipe 45, tipe 50, tipe 60, dan beberapa tipe dua lantai (tipe 85) dengan luasan tanah mulai dari 125 m² untuk luasan terkecil sampai dengan luas 177 m² untuk posisi hook paling besar. Harganya pun relatif terjangkau bagi segmentasi lokal, sebagai contoh tipe 45/127 saat ini dipasarkan pada kisaran harga 324 jutaan, tipe 50/126 dipasarkan pada kisaran harga 341, tipe 60/133 dipasarkan pada kisaran harga 386 jutaan, dan untuk tipe dua lantai 85/177 dipasarkan pada kisaran harga 643 jutaan. Berada pada daerah yang sudah di setting sebagai perumahan Permata Hijau Ketawang membuahkan hasil yang cukup menggembirakan bagi pengembangnya.
Terbukti dari penjualan di beberapa bulan terakhir ini. Dalam kurun waktu dari bulan Desember sampai April ini, Permata Hijau Ketawang berhasil menjual 17 unit rumahnya. Konsumennya pun beragam, “Konsumennya pun bisa dikatakan berimbang, 50 : 50. Lokal maupun luar masih berimbang”, terang Yudi di kantornya. Mereka yang membeli di Permata Hijau Ketawang pada awal launching saat ini sudah merasakan nilai investasi yang sudah meningkat. Semisal untuk tipe paling laris tipe 50, pada awal dibuka ditawarkan pada kisaran harga 330 jutaan, saat ini sudah mengalami kenaikan harga menjadi 350 jutaan.
Konsep kawasan dan arsitektur perumahan ini menggunakan gaya minimalis tropis. Terlihat kontur atau permainan finishing-nya dengan aksen garis lurus dan tegas. Untuk memenuhi ruang terbuka di tiap kavlingnya, terdapat taman belakang yang sangat berguna untuk pengembangan rumah tumbuh di masa mendatang ataupun area bermain anak. Untuk tipe bangunan seluas 50 m2 konsumen akan mendapatkan kavling dengan lebar kurang lebih 10 meter. Di tata sedemikian rupa dengan ruang tamu dengan terasnya serta ornamen kaca sudut yang memberikan ciri sekaligus akses khas Permata Hijau Ketawang, 2 kamar tidur berukuran standar 3 m x 3 m, satu Km/WC, ruang keluarga, carport berukuran 3 m x 5 m, serta dapur yang luasannya cukup memadai sehingga bisa digabung fungsinya dengan ruang makan. Untuk semakin meningkatkan penjualannya saat ini Permata Hijau ketawang tengah mengadakan promo bunga KPR 5% fixed 1 tahun, di tahun kedua menjadi 7,5%, untuk booking fee sebelum 15 Mei 2013. “Sebagian besar pembayaran memang menggunakan jasa KPR, ya mungkin bisa hampir 75 %nya. Peran perbankan yang bersahabat ini tentu membuat prospek properti semakin bagus. Kami optimis sampai tahun 2014 pasar properti jogja masih cukup ramai untuk digarap”, ungkap Yudi semangat.
The Residence
Keyakinan yang sama juga di terapkan PT. Bhumi Setra Rizqi dengan produk The Residence. Lokasinya yang berada di sisi barat kota Jogja kini menyuguhkan perkembangan yang menggairahkan. Nilai investasi pada perumahan ini bisa dibilang cukup menjanjikan, dalam jangka waktu satu tahun bisa terjadi kenaikan sekitar 17 % – 20%. Perkembangan ini jelas didukung oleh perkembangan sarana dan prasarana serta perekonomian di sekitar Jogja barat yang terus membaik. Bermunculannya beberapa kampus di wilayah barat secara tidak langsung berpengaruh terhadap penjualan properti. The Residence yang terletak di jalan Wates km 5,5 ini mempunyai fakta bahwa banyak konsumen The Residence yang berasal dari luar Jawa, mereka membeli di sini karena anaknya kuliah di sini, daripada mereka nge-kost, lebih baik mereka dibelikan rumah dulu setelah mereka lulus rumah dapat dijual kembali, dan tentu saja harganya akan mengalami kenaikan yang sangat signifikan.
Isu pindahnya bandara ke sisi barat Jogja, tepatnya di daerah Kulon Progo, cukup berpengaruh pada penjualan. Mereka yang memiliki mobilitas yang tinggi untuk bepergian akan mulai mendekati pembangunan bandara ini. Jogja Barat yang masih dalam perkembangan akan menyajikan sebuah investasi yang masih dapat bergerak. Fenomena pergerakan properti Jogja begitu terasa oleh perumahan di Jogja Barat ( The Residence), dimana nilai investasinya masih akan berkembang sehingga dapat dikatakan lebih menjanjikan. Dari total 103 unit rumah yang tawarkan sampai saat ini hanya menyisakan kurang lebih 17 unit rumah. Dalam beberapa bulan terakhir ini saja The Residence berhasil closing 6 unit rumah.
The Residence menawarkan sebuah hunian ternyaman di Jogja Barat. Hadir dengan berbagai fasilitasnya, The Residence mencoba memenuhi kebutuhan penghuninya dalam sebuah kawasan. Dengan tag line “Your Comfort Zone” perumahan ini ingin meng-comfort kebutuhan konsumen yang haus akan ilmu pengetahuan dan wawasan. Fasilitas teknologi informatika dihadirkan pada lokasi ini untuk melengkapi kebutuhan konsumen tersebut. Fasilitas –fasilitas lain seperti kolam renang, sarana ibadah, coffee shop, sarana olahraga, playground , dan fasilitas lainnya akan dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Sampai saat ini beberapa fasilitas telah selesai dibangun seperti kolam renang dan tempat ibadah. Fasilitas lainnya masih dalam proses pembangunan.
The Residence yang berada di luas area kurang lebih 2,5 hektar ini menyajikan empat tipe standar yaitu tipe 75, tipe 85, tipe 90 dan tipe 99 yang semuanya dengan konsep hunian dua lantai. Dari beberapa tipe tersebut tipe 90 menjadi tipe yang paling banyak diminati. Mengusung konsep mediteran dan semi minimalis tipe ini menawarkan sebuah konsep ruangan yang cukup mengcover kebutuhan penghuninya. Secara garis besar, konsep kedua ruangan ini tidak berbeda jauh, di lantai satu konsumen akan mendapatkan denah berupa, kamar tidur utama dengan kamar mandi dalam, ruang makan, ruang tamu, dapur, kamar tidur pembantu, kamar mandi, ruang mencuci. Di lantai dua akan menjumpai dua kamar tidur dan satu ruang keluarga. Tipe 90 ini saat ini berada pada kisaran harga 600 jutaan.
CitraGrand Mutiara Yogyakarta
Masih di sepanjang Jalan Jogja – Wates yang menjadi poros jalan utama Jogja Barat, kini telah terparkir satu produk perumahan garapan Group Ciputra. Sebagai salah satu pengembang kelas nasional, memilih juga kawasan Jogja Barat sebagai salah satu sasaran investasinya. Hadir dengan produk CitraGrand Mutiara Yogyakarta. Perumahan ini mengusung konsep Green Living dan Green Building yang diterapkan dalam kawasan pengembangan Green Infrastruktur yaitu Side Walk berupa tanaman peneduh sepanjang jalan. Konsep arsitektur bangunan mengusung gaya Modern Tropis dengan banyaknya bukaan berupa jendela sehingga memaksimalkan penghawaan dan pencahayaan.
CitraGrand Mutiara Yogyakarta berada di sisi barat kota Jogjakarta tepatnya di daerah Gamping, Jalan Wates km 9, berada pada lokasi yang strategis. Mengikuti isu pembangunan bandara di Kulon Progo, dan relatif dekat dengan sarana pendidikan sekolahan dan universitas yang berada di sekitaran Jalan Jogja – Wates menjadikan CitraGrand Mutiara Yogyakarta sebagai salah satu pilihan prestisius di Jogja Barat. Terhampar di atas masterplan seluas 10 hektar, kawasan hunian ini akan menghadirkan 400 lebih unit rumah. Tak hanya menyediakan hunian eksklusif sebagai tempat tinggal, di CitraGrand Mutiara Yogyakarta merupakan sebuah kawasan yang terdiri atas area bisnis dan komersial, fasilitas Water Park di tengah landscape yang hijau dan teduh.
Untuk membangun kawasan bisnis dan komersial dalam waktu dekat ini akan dibuka ruko. Konsep ruko ini masih selaras dengan konsep utama perumahan ini. “ Kita akan mulai memasarkan 27 unit ruko, bagi mereka yang ingin membuka usaha di kawasan kami. Dalam ruko ini kami menyediakan pengelolaan lingkungan berupa Estate Management. Untuk membantu bisnis ruko supaya bisa lebih berkembang, sudah terdapat potensial market dari hunian dan fasilitas penunjang kami berupa Water Park”, tutur Florentia Tisila Manager Marketing CitraGrand Mutiara Yogyakarta bersemangat. Kawasan CitraGrand Mutiara Yogyakarta dibagi menjadi beberapa cluster, yakni cluster Diamond Hill, cluster Crown Hill, cluster Emerald Hill, dan yang terbaru cluster Garnet Hill. Sukses di tahap pertama, dengan memasarkan cluster Diamond dan cluster Crown, saat ini CitraGrand Mutiara Yogyakarta juga telah membuka tahap keduanya cluster Emerald Hill, dan tahap ketiga cluster Garnet Hill.
Dengan brand Ciputra dan konsep kawasan yang di desain begitu menawan tak heran jika perumahan ini laku keras di pasar. “Sudah hampir 75% dari unit rumah kami sudah terjual”, tutur Florentia. Untuk tahap kedua CitraGrand Mutiara Yogyakarta ini menawarkan cluster Emerald dengan tipe rumah Arthur (66/180) dan tipe rumah dua lantai yakni tipe Albert dengan luas bangunan 125 m2 atau 140 m2 dengan luas tanah 180 m2. Melihat potensi pasar yang masih cukup besar untuk digarap saat ini CitraGrand Mutiara Yogyakarta telah meluncurkan cluster Garnet Hill. Pada cluster terbaru ini ditawarkan 32 unit rumah tipe Brian (Deluxe - 68/135) dipasarkan pada kisaran harga 700 jutaan, Brian (Superior - 90/135) dengan kisaran harga 800 jutaan. Cluster Garnet Hill ini sangat cocok bagi Anda keluarga muda yang memiliki anak kecil. Lokasinya lebih dekat dengan fasilitas umum, open channel, banyak didominasi keberadaan taman, sehingga terasa lebih alami. Harga di perumahan ini terbilang cukup berbanding seimbang dengan konsep kawasan serta kemudahan akses yang ditawarkan.
Sistem fixed price yang diterapkan group Ciputra pada harga akan memudahkan konsumen. “ Kami selalu menerapkan fixed price. Jadi konsumen tidak merasa dirugikan karena pada saat yang bersamaan, harga pasti akan sama juga, nilai investasinya juga akan bagus karena tidak ada yang berinvestasi dengan nilai kemahalan atau kemurahan sehingga tidak merusak harga pasar”, terang Flo, panggilan akrabnya. Saat ini CitraGrand Mutiara Yogyakarta sudah bekerja sama dengan beberapa perbankan, di antaranya Mandiri , BCA, Permata dan beberapa bank lainnya sehingga akan lebih memudahkan konsumen yang akan melakukan sistem pembayaran dengan KPR, bank akan memberikan proses cepat dan program menarik baik dari suku bunga maupun DP
( Uang Muka ). “ Hampir 95% konsumen kami melakukan pembayaran secara KPR. hal ini dikarenakan adanya subsidi bunga di tahun pertama sebesar 2%, free biaya provisi dan administrasi”, ungkap Florentia. Greg-Red

















































































