Taman Tropis Lebih Alami
Taman tropis memang merupakan taman yang paling cocok di Indonesia, karena sesuai dengan iklim yang ada. Taman tropis memiliki kesan natural dan kadang seperti tidak teratur. Memiliki taman tropis adalah solusi untuk Anda yang ingin mendapatkan inspirasi dari lingkungan terdekat.
Taman tropis memang menarik untuk dipandang. Kesan alami ala pedesaan bisa didapatkan karena tanamannya yang kebanyakan mengandalkan bentuk daun yang beragam. Bentuk daun yang beragam ini bisa dibuat cantik dengan penataan taman yang tepat. Secara umum, tanaman tropis menganut konsep semakin rimbun dan hijau semakin baik.
Meskipun taman tropis mengusung konsep natural atau tidak teratur, namun dalam pembuatannya perlu perencanaan dan perawatan yang matang. Ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum membuat taman tropis. Mulai dari penataan taman yang akan dibuat, pemilihan tanaman sebagai inti dari taman (soft material), pemilihan pernik-pernik untuk menghias taman (hard material), dan perawatan.
Menurut Yuliana Pertamanan, taman tropis merupakan taman sulapan atau taman yang setelah dibuat dapat langsung dinikmati. Tidak perlu nunggu beberapa waktu untuk dapat menikmati bentuk taman yang akan dibuat. Hal ini dikarenakan, penggunaan material-material pembuat taman yang sudah jadi. Konsep penataan dan pemilihan material menjadi dasar utama keindahan taman tropis. Dalam taman tropis, biasa menggunakan sistem tanaman bertingkat. Kontur tanaman yang bertingkat akan menghasilkan keindahan tersendiri.
Sistem penataan bertingkat ini berarti membagi susunan tanaman dalam beberapa tingkatan. “ Sebaiknya taman tropis dibagi menjadi beberapa tingkatan. Pada umumnya taman jenis ini akan dibagi menjadi empat tingkat tanaman, sehingga kontur tanaman akan lebih terasa” terang Yuliana Pertamanan, spesialis taman landscape. Pembagian tingkat tersebut biasanya berupa, tanaman paling belakang, biasanya diisi pepohonan yang tinggi. Pohon-pohon ini biasanya digunakan sebagai point of interest dari sebuah taman tropis. Jenis pohon yang biasa digunakan seperti, Pohon Kamboja (Plumeria Rubra.L), Pohon Kelapa Sawit, Palem Bismark (Bismarckia Nobilis), Palem Jari (Sinersis) Pohon Palem Kuning (Dypsis Lutescens), dan pohon sejenisnya yang ketinggiannya bisa mencapai kurang lebih 5 meter. Jarak tanam antarpohon ini sebaiknya minimal 2,5 meter. Jika bagian belakang dari taman berupa dinding, bisa juga diisi dengan tumbuhan merambat yang memanfaatkan batas ruang, yakni tembok pembatas halaman.
Tingkat setelahnya biasa diisi dengan tanaman yang memiliki ketinggian sedang, seperti pisang-pisangan, Calathea lutea, Calathea Loseneri, Canna Hybrids, Cordyline Fruticosa, Acalipa, Heliconia Marginata (Pisang Gantung), dan sejenisnya. Jenis tanaman ini biasanya memiliki daun yang lebar. Daun yang lebar ini akan memberikan aksen warna hijau yang segar saat dipandang mata. Jarak tanam jenis tanaman ini sebaiknya minimal 30 cm. Hal ini untuk memberi ruang daun-daun yang berukuran besar.
Setelah itu tingkat selanjutnya gunakan jenis tanaman perdu. Tanaman perdu sangat cocok untuk membangun aksen taman yang rimbun segar dan subur. Pilihlah tanaman perdu yang memilik bunga seperti, Bakung Gepeng (Crinum Asiaticum), Sambang Dara (Excoecaria Cochinchinensis), Heliconia (Heliconia Sexi pink), Soka (Ixora, Ixora Superking), Sabrina ( Tabernae Montana Divaricata), Corombusa, dan tanaman sejenisnya. Dengan adanya bunga akan memberikan sentuhan yang berbeda pada taman tropis.
Dan yang paling bawah dari tingkatan taman tropis biasanya di isi dengan berbagai jenis rumput. Pilihlah salah satu jenis rumput yang Anda suka, Rumput Gajah, Rumput Gajah Mini, atau Rumput Manila. Rumput merupakan finishing akhir dari taman tropis. Hijaunya rumput pada taman akan menambah natural taman tropis.
Selain sistem penanaman dan jenis tanaman yang digunakan, hal lainnya yang bisa digunakan untuk memperindah dan membuat lebih alami taman tropis adalah menghadirkan material pendukungnya. Menempatkan elemen air adalah salah satu cara untuk menjadikan taman tropis Anda lebih menarik. Bukan hanya dari visual yang ditampilkan, tapi juga dari suara yang benar-benar menstimulasi indera penglihatan dan pendengaran. Taman yang baik sebaiknya bisa menstimulasi kelima indera Anda. Menempatkan hard material seperti patung, gerabah, atau sedikit batu-batu kecil akan memberikan aksen tersendiri. Meskipun taman tropis mengutamakan kesan yang liar dan berantakan, namun taman tropis tetap membutuhkan perawatan sehingga terlihat menarik, alami, indah, dan pastinya terawat. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk perawatan taman tropis cukup mudah.
• Lakukan pemangkasan pada tanaman yang layu atau kering dan penjarangan untuk tanaman yang beranak setiap 1 bulan sekali. Sehingga, taman akan terlihat atau tampil dengan bentuk seperti desain awal.
• Pada tanaman yang lambat tumbuh atau perlu dirangsang agar berbunga, berikan pupuk tambahan, seperti Growmore dan Hyponex. Cara aplikasinya bisa dengan disemprot. Atau bila disiram sebaiknya gunakan setengah dosis anjuran. Jangan lupa, gunakan pupuk lambat urai, dosis dan frekuensi pemakaian sesuaikan dengan yang tertera pada kemasan.
• Penggemburan tanah, ini perlu dilakukan karena tanah makin lama makin keras akibat pemupukan. Caranya cungkil ringan tanah seperti saat membajak sawah, lalu isi dengan campuran pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1. Ketebalan sekitar 2 cm. Lakukan 3 bulan sekali atau paling lambat 1 tahun sekali.
• Pengendalian HPT, hama yang paling banyak menyerang ialah ulat, kutu, bekicot, dan nematoda. Penyakit terutama cendawan dan busuk fusarium. Bila tingkat serangan rendah, atasi dengan cara mekanis yaitu dibuang satu per satu. Serangan parah, gunakan pestisida, seperti Curacron, Decis, dan Metaphar. Untuk pencegahan taburkan Furadan.
Dengan begitu, taman tropis di rumah Anda akan tetap tampil terawat dan mencuri perhatian. Selamat mencoba menghadirkan taman tropis di sekitar hunian Anda.
YULIANA PERTAMANAN
LANDSCAPE CONTRACTOR
Nursery :
Jl. Sidomoyo Km. 3 Godean, Sleman, Jogjakarta
Telp : 081 333 967 666 - 0817 262 558
Email : mzdcapella@gmail.com
Greg-Red

















































































