Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Berbudaya & Berbudidaya di Omah Kecebong

    Omah Kecebong
    Jembatan bambu yang menyambut tamu yang datang
    Bangunan Omah Bamboe cocok untuk tamu family
    Resto Omah Kecebong yang menyuguhkan menu-menu lokal
    Bangunan Omah Lawas

    Jelajah desa, belajar dengan alam dan melestarikan budaya, itulah tagline yang disematkan pada guesthouse bernuansa alam yang bernama Omah Kecebong. Menurut sang owner Hasan S Prayogo, Omah Kecebong memiliki filosofi bahwa segala sesuatu termasuk manusia berproses menuju kesempurnaan, dan katak dapat menggambarkan serta merepresentasikan proses metamorfosis atau proses perubahan yang sempurna. Kecebong menjadi salah satu tahapan terpenting dalam metamorfosis katak karena telah lolos seleksi alam untuk menjadi seekor katak yang sempurna. Omah kecebong diharapkan dapat menjadi salah satu proses menuju kesempurnaan dalam kehidupan sang owner yang melepaskan karir dibidang Event organizer dengan skala internasional untuk menggeluti dunia bisnis yang menjadi nalurinya.

    Terletak di Dusun Sendari, Tirtoadi, Mlati, Sleman, guesthouse ini memiliki suasana pedesaan yang sangat kental. Berbatasan dengan Desa Ketingan sebagai desa konservasi satwa burung kuntul serta lokasi yang dikelilingi persawahan menambah suasana damai bagi para tamunya. Para tamu dapat menikmati pergerakan kawanan ribuan burung kuntul yang hendak mencari makan ketika pagi maupun sore hari. Selain itu hembusan angin persawahan dan suara katak pada malam hari menjadi musik alam yang menemani sepanjang malam. Suara gemricik air dari kolam di sekitar kamar juga dapat menjadi sarana relaksasi bagi para tamu yang menginap di Omah Kecebong.

    Sejarah berdirinya Omah Kecebong sendiri diawali dengan usaha Hasan S. Prayogo yang ingin mengembangkan tanaman hortikultura di daerah Sendari, Cebongan. Ketika sedang merintis usaha tersebut ada masukan dari salah satu pelaku wisata internasional agar dikembangkan sebuah penginapan dengan konsep alam pedesaan. Gayung bersambut, setelah dirintis pada tahun 2014 animo wisatawan untuk menginap di Omah Kecebong cukup besar sehingga usahanya dapat berkembang dengan baik dan direncanakan untuk menambah kapasitas untuk memenuhi animo masyarakat yang cukup tinggi.

    Omah Kecebong Guesthouse ini menyediakan 5 kamar dengan total kapasitas 20 orang. Tipe kamar yang disediakan disesuaikan dengan model masing-masing bangunannya dengan rate Rp 550.000,- s.d Rp. 975.000,-. Tipe penginapan yang ditawarkan adalah omah bamboe, omah gladak, omah lawas dan omah antik. Keunikan dari masing-masing tipe omah atau kamar tersebut adalah bentuk serta umur bangunan yang dijadikan sebagai kamar.
    Omah Gladak misalnya merupakan bangunan omah lawas yang berusia lebih dari 200 tahun, diperoleh dari daerah perbatasan Pati dan Kudus yang berhiaskan ukiran tangan pada dindingnya. Omah Gladak, Omah Antik, dan Omah Lawas merupakan bangunan rumah kuno degan material utama kayu jati yang sudah berumur sehingga memberi kesan klasik dan nyaman. Mebelair dan perlengkapan guesthouse kebanyakan menggunakan bahan dengan material kayu lawasan dan bambu untuk menambah kesan kuno dan sesuai dengan konsep guesthouse yang dibangun.

    Berbagai ornamen dengan tema katak dapat ditemui pada beberapa sudut, seperti patung dan asbak dengan tema katak. Omah Bamboe sendiri merupakan salah satu cara untuk memberikan ruang promosi pada produk bambu yang merupakan salah satu kerajinan yang terkenal dari daerah Sendari. Berbagai produk berbahan dasar bambu dapat dengan mudah ditemui di daerah Sendari ini.

    Omah Bamboe memiliki jumlah 2 kamar dengan spesifikasi single bed dan double bed sehingga cocok untuk keluarga karena letak kamar yang berhadapan. Fasilitas yang diberikan bagi penghuni kamar sendiri sudah disesuaikan dengan kebutuhan dasar penginapan yaitu AC, hot water, dan jaringan wi-fi.

    Segmentasi yang disasar pada saat awal mula berdirinya Omah Kecebong adalah mengakomodasi keinginan para wisatawan mancanegara yang ingin menikmati suasana pedesaan yang asli serta jauh dari hiruk-pikuk kota, sehingga tidak aneh jika reservasi kamar didominasi oleh para wisatawan mancanegara yang sudah jauh-jauh hari memesan untuk mendapatkan pengalaman tinggal dengan suasana desa yang asri dan alami. Penataan bangunan kamar secara terpisah memberikan jarak untuk menjaga privasi para tamu. Sepanjang lorong yang menghubungkan tiap kamar, di kanan kirinya terdapat berbagai jenis tanaman buah koleksi Omah Kecebong yang dapat dicicipi oleh pengunjung secara bebas ketika sudah berbuah.

    Seiring dengan tagline yang telah dibuat, maka ada edukasi yang ingin diberikan oleh pengelola terhadap para tamu yang menginap. Edukasi yang yang diberikan antara lain adalah belajar tentang pertanian khususnya kebun hortikultura. Berbagai jenis tanaman yang berasal dari berbagai negara menjadi koleksi Omah Kecebong dapat dijadikan sarana belajar bagi para tamu.

    Jenis tanaman hortikultura yang ada antara lain Anggur Brasil yang memiliki keunikan 7 rasa pada buahnya, Kelengkeng Merah, Duwet Jumbo dari India, Ceri Brasil, Mame Sapote atau Sawo yang beratnya mampu mencapai 2 kg dan masih banyak lainnya. Para tamu dapat belajar bagaimana membudidayakan berbagai jenis tanaman serta dapat belajar bagaimana peluang bisnis dalam dunia hortikultura.

    Selain belajar tentang hortikultura, para tamu juga dapat belajar langsung tentang persawahan dengan terlibat langsung dalam kegiatan persiapan penanaman seperti membajak sawah secara tradisional. Beberapa bidang sawah milik masyarakat sekitar menjadi wahana edukasi bagi setiap pengunjung Omah Kecebong untuk belajar bertani dan memperoleh pengalaman secara langsung untuk terlibat dalam pelestarian kegiatan bercocok tanam secara tradisional.

    Selain kegiatan bertemakan budidaya terdapat pula banyak kegiatan terkait dengan kegiatan budaya. Kegiatan-kegiatan budaya yang dilestarikan di Omah Kecebong diantaranya adalah temu sastra dengan nama Sastra Sendaren dengan skala internasional setiap empat bulan sekali, kesenian gamelan yang dapat diikuti secara terbuka oleh masyarakat sekitar serta belajar membatik untuk semua kalangan.

    Potensi desa sekitar Omah Kecebong sangat besar terkait budaya, ditangkap oleh pemilik menjadi kesatuan kegiatan yang secara berkesinambungan supaya dapat memberikan manfaat bagi setiap orang yang terlibat baik secara individu maupun kelompok. Kegiatan jelajah desa untuk menikmati suasana pedesaan yang alami dapat dilakukan baik menggunakan sepeda maupun gerobak sapi.

    Penggunaan gerobak sapi sendiri merupakan ide Sang pemilik untuk mengoptimalkan potensi gerobak sapi yang dimiliki masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Gerobak Sapi Manunggal Lestari. Gerobak sapi sendiri sebelumnya hanya terlibat pada kegiatan festival, namun dengan adanya kegiatan jelajah desa yang diinisiasi oleh Omah Kecebong, gerobak sapi tidak hanya berjalan ketika ada festival namun dapat dilestarikan sebagaimana fungsinya seperti dahulu dan memiliki nilai tambah untuk pariwisata budaya.

    Selain penginapan dan kebun hortikultura, fasilitas yang disiapkan oleh omah kecebong adalah resto yang menyajikan menu-menu lokal sebagai menu andalannya. Berdiri dengan bangunan omah limas dan memiliki berupa pemandangan sawah, berbagai menu lokal ditawarkan untuk memperdalam kesan pedesaan yang sesungguhnya. Menu yang ditawarkan antara lain adalah nasi bakar dan sayur oseng lompong untuk mengingatkan kembali dan melestarikan citarasa lokal bagi para pengunjung. Sang owner memiliki prinsip bahwa rejeki setiap orang sudah ada yang mengatur jadi dia tidak ragu-ragu untuk membuka setiap rahasia dapurnya bagi yang ingin belajar baik dari budidaya tanaman hingga masakan tradisional yang menjadi andalan di Omah Kecebong. Mari belajar budaya dan berbudidaya di Omah Kecebong. Dwi-red

    Omah Kecebong Guest House
    Sendari (Cebongan) Tirtoadi
    Mlati Sleman,55287
    Yogyakarta, Indonesia
    Phone: 0817 0290 771
    E-mail: omahkecebong@gmail.com
    www.omahkecebong.com

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain