[block:views=similarterms-block_1]
Tahun 2017 diyakini banyak pihak sebagai tolak awal bangkitnya bisnis properti baik secara nasional maupun secara daerah khusus Jogjakarta. Berbagai kebijakan yang digulirkan pemerintah pusat maupun pihak perbankan terkait pembiayaan menjadi stimulus baik bagi konsumen maupun produsen. Meskipun implementasinya belum berjalan maksimal namun diprediksi tahun 2017 akan lebih manis dibanding tahun kemarin.
Sektor perbankan misalnya, Bank BNI Syariah dengan produk-produk unggulannya memprediksi pertumbuhan properti Jogja akan membaik. Keyakinan akan serapan kredit yang baik tersebut berkaca dari data yang dimilikinya hingga akhir tahun 2016. “Sampai dengan November kami sudah berhasil menyalurkan hingga 70 miliar, kalau kondisi ekonomi semakin baik kami yakin hingga Desember bisa menyalurkan hingga 80-90 miliar (Desember-05-2016). Tahun ini serapan kami mengalami kenaikan hingga kurang lebih 150% jika dibandingkan tahun 2015,” papar Branch Manager, PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Yogyakarta, A. Pitra Ardiati.
Diharapkan ditahun 2017 mendatang urusan tax amnesty sudah selesai, sehingga memberikan efek signifikan terhadap tumbuhnya sektor bisnis properti. Orang-orang diharapkan kembali fokus ke properti sebagai salah satu produk investasi yang menjanjikan. Secara makro, diharapkan pertumbuhan Produk Domestik Brutto (PDB) kembali mengarah ke angka yang lebih baik yakni mencapai 7% - 8%.Tak heran jika pengembang saling berkreasi membangun peluang penjualan produknya. Strategi diskon, fasilitas bunga ringan via KPR, serta gimmick promosi lainnya menjadi salah satu caranya. Dalam edisi yang membuka tahun baru 2017 ini, kami memberikan ulasan developer yang membuka kawasan baru, maupun yang memakai model pengembangan. Dengan terbatasnya lahan di lokasi di Kota dan Sleman, membawa berkah daerah penyangga seperti Bantul.