Homestay Tembi Wisata Budaya, Aslinya Jogja
Yogyakarta merupakan wilayah yang cukup berkembang dan memiliki banyak tempat wisata yang dapat dikunjungi. Berlibur ke Yogyakarta akan terasa menyenangkan jika diimbangi dengan memilih penginapan yang tepat. Salah satu penginapan yang akan menginpirasi adalah Homestay Tembi yang beralamatkan di Jl. Parangtritis Km. 8,5 Tembi, Timbulharjo, Sewon Bantul, Yogyakarta. Homestay Tembi merupakan salah satu penginapan yang berada dalam kawasan kampung wisata Tembi.
Berdiri sejak 31 Oktober 2008, mengusung konsep penginapan Jawa. Berada di daerah yang masih asri dengan rindangnya pepohonan di sekeliling penginapan menambah suasana sejuk. Udara yang masih segar dan suasana pedesaan yang khas dihadirkannya lewat bangunan-bangunan Limasan dan Joglo.
Pemilik Homestay Tembi, Dawud Subroto mengungkapkan bahwa tujuan utamanya mendirikan penginapan tersebut mengarah pada konsep back to natural Jawa. “Semua konsep bangunan di sini benar-benar asli dari Jawa dan saya sendiri yang memilihnya. Saya sengaja membuat konsep Jawa supaya adat istiadat Jawa tetap dipertahankan terutama dari segi bangunannya dan kulinernya. Secara bangunan tidak ada yang diubah, hanya di dalamnya saya konsep seperti penginapan yang selayaknya di hotel,” ujarnya.
Rumah tinggal sang pemilik menjadi satu kompleks dengan penginapan sebagai bentuk pelayanan dan penyambutan secara kekeluargaan dan terbuka. “Saya tinggal di sini untuk menyambut tamu layaknya saudara sendiri. Dalam sebuah homestay harus ada interaksi antara tamu dan pemilik, karena tamu akan lebih puas jika sang pemilik sendirilah yang menjamu kedatangan mereka, sehingga suasana kekeluargaan akan tercipta. Bahkan tamu-tamu saya ada yang sampai menjadikan homestay ini sebagai rumahnya sendiri,” tambah Dawud panggilan akrabnya.
Ada empat bangunan limasan yang disediakan, masing-masing bangunan memiliki nama yang cukup unik. Pemberian setiap nama bangunan pun ada ceritanya sendiri. “Nama-nama kamar di sini saya beri nama dengan latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan nama-nama prajurit Keraton dan ada juga nama-nama yang diadopsi dari nama keluarga saya. Untuk dua nama diantaranya menggunakan nama ayah dan adik saya, itu bertujuan untuk tetap mengenang nama ayah dan adik saya,” ungkapnya.
Bangunan limasan yang pertama bernama Bugis, Bugis sendiri diadopsi dari nama prajurit Keraton. Bangunan kedua bernama Joyoblumbang yang diambil dari nama ayah, ketiga nama Brahmana yang diambil dari nama sang adik, dan yang keempat bernama Prawiratama yang diadopsi dari nama prajurit Keraton. Sehingga secara tidak langsung kedua keluarga sang pemilik diapit oleh kedua prajurit Keraton, sungguh penamaan yang sangat menarik.
Menuju area depan homestay kita akan melewati area resepsionis. Bangunan limasan dengan konsep terbuka akan menyambut setiap tamu yang datang. Konsep meja bambu finishing warna hitam menjadi sorotan yang menarik. Ornamen batik corak 'Parang Rusak' pada salah satu sudut memberikan aksen yang khas. Pemandangan sawah di bagian depan menjadikan penginapan ini terasa sejuk dan segar. Batuan kerikil menghiasi sebagian besar jalan di area penginapan tersebut.
Ditemani salah satu pegawai kepercayaan, Acuy sampailah ke bangunan Bugis. Di teras depan terdapat set meja kayu dan kursi rotan yang sesuai dengan konsep rumah-rumah khas Jawa tempo dulu. “Limasan Bugis ini berasal dari daerah Kulonprogo, secara keseluruhan kayu tidak ada yang berubah, hanya bagian atap saja yang kita rubah sesuai fungsinya yakni untuk menyesuaikan tingkat kedinginan menggunakan AC di dalam kamar,” ungkap Acuy sembari membuka pintu bangunan Bugis.
Suasana Jawa dipadukan dengan fasilitas hotel seperti breakfast, AC, dan TV LED, water heater, hairdryer, dan WIFI akan membuat tamu lebih merasa nyaman saat menginap di sini. Furniture meja kayu dan kursi rotan jengki bersanding apik di depan televisi untuk kegiatan bersantai di dalam kamar atau menikmati secangkir kopi hangat. Fasilitas yang tak kalah menarik lainnya, yakni di setiap kamar tamu disediakan termos panas untuk membuat minuman hangat saat menginap. Permainan atap bambu ragunan di dalam limasan cukuplah memukau mata. “Hampir semua atap dalam Homestay Tembi menggunakan permainan atap bambu ragunan yang di atasnya dilapisi kain parasit agar tetap menjaga suhu dingin saat menyalakan AC dan hampir disetiap bangunan, kamar dibuat tanpa sekat, ” tambah Acuy.
Masih dalam kamar Bugis, penggunaan lantai tegel menambah kuat kesan Jawa. Penempatan tempat tidur double bed dipadukan dengan lukisan burung menjadikan suasana istirahat menjadi hangat dan nyaman. Di dekat lemari kayu antik terdapat ornamen kerajinan produksi Homestay Tembi. Mirror dengan balutan pandan rara juga tampil unik di sudut ruang kamar Bugis. Kamar mandi dengan pintu khas limasan menggunakan atap bambu anyam menjadi cantik saat dipadukan dengan washtafel bulat memanjang lengkap dengan kaca hias.
Atmosfer yang sedikit berbeda dengan kamar Bugis adalah kamar Joyoblumbang. Kamar ini merupakan kamar favorit. Dalam kamar Joyoblumbang terdapat wallpaper dinding batik tulis asli dengan nilai artistiknya. Tempat tidur double bed berjejer dan ditengahnya terdapat meja bulat dilapisi daun pandan serta vas bunga turut mempercantik. Suasana hangat, nyaman, tenang membuat siapapun akan merasa betah saat bermalam di Homestay Tembi. Pencahayaan lampu gantung dengan gaya antik semakin menguatkan konsep penginapan Jawa yang telah diusung penginapan tersebut. Kamar mandi dalam Joyoblumbang cukup menarik untuk diulas. “Dulunya kamar mandi ini terbuka, lalu ada tamu yang kurang nyaman makanya sekarang ditutup dengan atap bambu anyam,” tambah Acuy sembari menunjukan.
Limasan Brahmana berasal dari daerah Kulonprogo, di dalamnya terdapat wallpaper batik tulis asli yang bernilai seni tinggi. Furniture meja kayu dan kursi rotan difungsikan sebagai tempat santai. Penempatan dua bed cover bersanding apik dengan background batik tulis asli karya Homestay Tembi. Banyaknya pohon-pohon besar nan rindang di luar bangunan akan menambah suasana sejuk dan segar.
Limasan Prawiratama yang berada di ujung memiliki konsep yang sedikit berbeda. Di luar bangunan terdapat kolam ikan kecil bersanding dengan kursi rotan bulat sangat cocok untuk bersantai menikmati suasana alam yang masih asri di sekitaran penginapan. Penggunaan bed cover batik menjadikan suasana ini tampak hangat dan nyaman saat beristirahat. Kamar mandi dikonsep dengan mamanfaatkan washtafel yang terbuat dari tegel memanjang lengkap dengan hiasan mirror memanjang.
Tamu Homestay Tembi mayoritas tamu lokal, namun tak sedikit tamu manca negara yang datang ke penginapan tersebut. “Hampir 80% tamu domestik, sedangkan 20% saja tamu asing yang menginap di sini. Kebanyakan tamu family untuk penginapannya, dan banyak group yang datang untuk outbond,” ungkap Dawud di sela-sela perbincangan. Soal harga penginapan Homestay Tembi menerapkan harga fluktuatif atau tergantung situasi. Untuk harga normal per malam dikenakan biaya sebesar Rp 450.000,00 untuk kapasitas 4 orang. Untuk single bed dikenakan biaya Rp 250.000,00 per malam untuk 2 orang. Dalam Homestay Tembi juga melayani kegiatan seperti outbond dengan biaya Rp 20.000,00 untuk pelajar, dan Rp 35.000,00 untuk publik.
Rumah tinggal pemilik Homestay Tembi tepat menjadi satu dengan penginapan. Terdapat sudut ruang 'pringgitan' yang sangat cocok untuk menghabiskan waktu santai sembari mengobrol ditemani minuman hangat. Di samping pringgitan terdapat ruang gallery kerajinan hasil karya Homestay Tembi. Mulai dari kain batik tulis, baju batik tulis, kotak pensil, kotak tisu, dan masih banyak lagi hasil kerajinan yang berada dalam gallery tersebut.
Satu bangunan yang sangat menarik di Homestay Tembi adalah berdirinya bangunan Joglo yang sudah berubah bentuk akibat gempa yang pernah melanda daerah Bantul pada tahun 2006. “Dulunya bangunan Joglo tidak seperti sekarang, setelah gempa saya belum sampat memperbaiki ke bentuk semula jadilah seperti sekarang bangunannya. Namun banyak tamu yang bilang justru bangunan Joglo tersebut lebih unik seperti itu. Namun rencana ke depan saya akan mengubah Joglo ke bentuk semula sesuai dengan konsep Joglo pada umumnya,” kata Dawud diakhir perbincangan. Yanti – red
Homestay Tembi
Jl. Parangtritis Km. 8,5
Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul
Yogyakarta.
Telp : (0274) 2810338
081392133205
087738940798
joyoblumbang@gmail.com
www.homestaytembi.com

















































































