Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Kalaidoskop Perumahan Jogja 2016 - bagian 1

    Rumah Contoh tipe New Jasmine Laguna Spring Resort
    Kawasan hunian 1 lantai tipe 42 Pondok Permai Giwangan
    Progres pembangunan maingate Grand Permata Residence
    Progres kawasan hunian 2 lantai tipe 103 (Emerald) Grand Permata Residence
    Hunian 2 lantai tipe 106 (hook) Puri Larasati Purwomartani

    Tahun 2016 bisa dikatakan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi semua lini bisnis di tanah air. Salah satunya bisnis properti yang merasakan sebuah adaptasi terhadap atmosfer perkembangan situasi politik, sosial, dan ekonomi secara makro. Banyak investor yang mengambil sikap untuk wait and see terhadap situasi stabilitas ekonomi di Indonesia. Paket kebijakan ekonomi dari pemerintah terus diluncurkan dalam rangka mewujudkan program nawa cita. Berbagai kebijakan digalakkan untuk menaikkan serapan modal nasional untuk APBN. Misalnya dari sektor perpajakan dan sektor non migas lainnya.

    Bagi para pemain bisnis properti, mereka sepakat untuk bekerja lebih keras lagi, lebih kreatif lagi, lebih tertib lagi, dan lebih jeli dalam menangkap peluang serta terus membangun peluang di pasar mereka. Begitu pula yang dialami di area Jogjakarta, salah satu kota tujuan investasi yang bisa disejajarkan dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Dari data yang dikumpulkan dalam setahun ini, bisa diambil kesimpulan, bahwa pertumbuhan properti di Jogjakarta mengalami perlambatan. Banyak faktor yang mempengaruhi perlambatan serapan tersebut. Misalnya adaptasi terhadap kebijakan perpajakan di sektor properti, adaptasi terhadap aturan pembiayaan dari BI tentang perkreditan, dan terakhir cukup menyita energi ialah adaptasi terhadap anjuran tax amnesty. Selain faktor kebijakan ekonomi secara Nasional tadi, juga dipengaruhi faktor teknis secara regional. Misalnya harga tanah yang semakin tidak terkontrol, ketersediaan lahan yang semakin terbatas, regulasi yang masih membutuhkan energi dan biaya, serta kompetisi antar pengembang yang semakin sengit.

    Namun, ada juga beberapa hal yang bisa memberikan sebuah pencerahan terhadap kondisi perlambatan ini. Para pemain bisnis properti di DIY, masih cukup optimis dalam menyambut tahun 2017 ke depan. Ada beberapa faktor yang bisa membuat pertumbuhan bisnis properti menjadi bergairah dan bangkit seperti masa keemasan properti Jogja (medio 2010 - 2014). Misalnya sektor migas sudah menunjukkan memberi stimulan positif terhadap stabilitas perekonomian makro. Tax amnesty yang sudah berlangsung lancar dan terbilang sukses. Dibangunnya infrastruktur pendukung pemekaran wilayah DIY, serta faktor pendidikan yang masih menjadi magnet tersendiri, dan membuat terobosan di wisata budayanya. Liputan kali ini, kami memberikan beberapa gambaran dari berbagai lokasi perumahan Jogja yang bisa dijadikan pertimbangan bagi calon investor.

    LAGUNA SPRING RESORT
    Terkoreksinya penjualan properti pada tahun 2016 tidak menghalangi niat pengembang Sumber Baru Residence untuk membangun kawasan hunian baru dengan menyasar kelas menengah ke atas dengan nama produk Laguna Spring Resort. Produk yang baru akan grand launching di akhir tahun ini memiliki beberapa keunggulan untuk masuk kategori hunian premium . Konsep kawasan hunian yang dirancang oleh arsitek ternama Indonesia memiliki persiapan yang cukup matang untuk membangun suatu kawasan dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Kebutuhan fasilitas umum seperti taman serta detail layout bangunan baik sisi eksterior maupun interior pada hakikatnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun sebuah rumah sehingga pihak pengembang mencoba memfasilitasi para konsumen dengan rumah Show Unit yang Full furnished . Rumah Contoh yang sudah terisi dan tertata serta segala sesuatunya terletak apik pada tempat yang dirancang oleh interior designer yang dipersiapkan oleh pihak developer. Tata ruang diatur sedemikian rupa sehingga memberikan kesan elegan dan memberikan kesan luas dan nyaman. Developer sangat memperhatikan baik fasade depan maupun interior dalam sehingga secara fungsional dan estetika nya terpenuhi .

    Nilai artistik interior dari suatu bangunan dapat dilihat dan dirasakan dari pemilihan dan penataan hiasan maupun ornamen yang ditampilkan pada rumah contoh tipe New Jasmine dan New Casablanca. Pemilihan benda-benda bernilai seni seperti lukisan, guci, vas bunga serta berbagai macam furnitur menyesuaikan dengan luasan suatu ruangan sehingga tetap memberikan kesan lega dan artistik. Dari layout bangunan tipe New Jasmine memiliki keunggulan lebar bagian depan hingga 10 meter, sehingga nampak lebih luas dan penataan penambahan taman yang terbuka menambah kesan luas ketika memasuki ruang utama. Dengan 4 kamar tidur dan juga study room/office room sangat mengakomidir kebutuhan ruang yang ideal untuk keluarga. Sedangkan pada tipe New Casablanca walaupun lebar bagian muka 8 meter namun memiliki kelebihan adanya taman belakang yang lebih luas serta terdapat private garden pada kamar utama yang terdapat di lantai 2. Semua tipe yang ditawarkan mempunyai 1 carport besar yang bisa mengakomodir kebutuhan penghuni yang rata-rata setiap keluarga setidaknya memiliki 2 mobil. Fasilitas yang disediakan juga sangat lengkap yaitu swimming pool, children pool, children playground, Barbeque area, CCTV, Security 24 hours, panic button dan juga function hall besar di lantai 2 tropical club house nya dengan view kolam renang.

    Lokasi kawasan hunian yang memiliki konsep hunian “Tropical home with resort atmosphere” ini terletak di Jalan Parangtritis, Jogjakarta, 1km dari simpang empat ringroad selatan, memiliki keunggulan yaitu lokasi yg strategis aksesibilitas ke pusat kota yang relatif cepat yaitu waktu tempuh kurang lebih 5 menit dari Malioboro, 8 menit dari Universitas Gadjah Mada, 10 menit dari Plaza Ambarukmo dan 15 menit dari bandara Adisucipto sangat mudah dijangkau akses nya. Harga yang dipatok untuk Laguna Spring Resort adalah mulai dari Rp. 1,5 M. Mekanisme pembayaran yang dapat dipilih konsumen adalah dengan sistem cash, cash bertahap, dan KPR.

    Dengan konsep kawasan dan konsep bangunan yang ditawarkan, saat ini developer sudah dapat menjual sebanyak 20% dari keseluruhan unit bangunan yang belum secara resmi di launching kepada publik. Apresiasi positif dari konsumen tersebut menjadi suntikan motivasi bagi pengembang untuk menatap tahun 2017 agar pasar properti nasional khususnya di wilayah DIY menjadi semarak kembali.

    PONDOK PERMAI GIWANGAN
    Perumahan Pondok Permai Giwangan terus terserap pasar properti Jogja dengan cukup baik. Selama dipasarkan perumahan tersebut telah memasuki tahap 3. Pertumbuhan harga yang terkandung didalamnya menunjukan progress yang menarik. Tipe 42 awal pemasaran dibuka pada kisaran harga 400 jutaan, selang waktu 2 tahun dengan tipe yang sama sudah dipasarkan pada kisaran harga mulai dari 600 jutaan. Menurut data yang dimiliki, Maria SE, Manajer Marketing, mengungkapkan penjualan masih dalam kategori yang stabil.

    “Penjualan produk-produk perumahan kami selama tahun 2016 ini masih tergolong cukup aman dan stabil. Rata-rata dalam sebulan kami mampu menjual kurang lebih 10 unit. Kalau pengembang lain merasa berat menjual di tahun ini, bagi kami sama saja, karena produk kami beragam, dan konsumen bisa memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka,” tegas Maria saat ditemui di kantornya.

    Hal tersebut terkonfirmasi pada penjualan perumahan Pondok Permai Giwangan, dari total 131 unit memasuki akhir tahun 2016 ini tinggal menyisakan 30% nya saja. Dikatakannya, ketepatan membidik pasar, keseimbangan dalam harga dan kualitas kawasan dan bangunan yang disajikan menjadi titik temu dengan daya beli masyarakat bertemu.

    “Pasar yang kami bidik tepat, dan proses pembangunan kawasan dan unit-unit terjual kami bangun sesuai dengan perjanjian. Sebanyak kurang lebih 89 unit yang sudah terjual dan lebih dari 60 unit sudah kami bangun serta sudah kami serah terimakan kepada konsumen. Konsep rumah satu lantai yang kami prediksi lebih banyak digunakan sebagai tempat tinggal, hingga kini sudah menunjukan buktinya. 50% lebih dari yang sudah serah terima digunakan sebagai tempat tinggal. Kawasan perumahan jelas hidup,” paparnya.

    Siapa sangka lokasi perumahan yang terletak di sebelah sisi Selatan Kota Yogyakarta tersebut banyak diminati oleh masyarakat khususnya warga Yogyakarta. Dari data yang dimiliki pihak pengembang konsumen yang terserap pun mayoritas adalah masyarakat lokal Jogja, hal tersebut membuktikan bahwa keadaan ekonomi masyarakat Jogja saat ini semakin baik. Melihat lokasi di daerah perumahan yang telah berkembang dan semakin ramai, serta dekat dengan berbagai fasilitas umum, membuat tempat tersebut sangat cocok untuk berinvestasi maupun untuk tempat tinggal.

    Fasilitas dalam perumahan pun tak kalah menarik, antara lain jalan utama dengan lebar 9 meter, club house, gazebo, one gate system, sistem keamanan 24 jam dan CCTV, kolam renang, jogging track, serta gedung pertemuan (berupa bangunan Joglo). “Fasilitas dalam kawasan sudah kami bangun,” ucapnya tegas.

    Lokasi Pondok Permai Giwangan tepatnya berada di Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, persis di sebelah Selatan Brimob Jl. Imogiri Timur. Lokasi tersebut memiliki keterdekatan dengan berbagai fasilitas pemenuhan hidup sehari-hari. Berbagai fasilitas yang telah terparkir di sekitar perumahan tersebut antara lain hanya memerlukan jarak tempuh sekitar 2 menit untuk menuju ke Terminal Giwangan dan hanya memerlukan waktu sekitar 3 menit menuju SPBU terdekat dan area bermain Balong Water Park. Selain itu, lokasi perumahan juga dekat dengan pusat perbelanjaan seperti Pasar Ngipik dan Pasar Kota Gede. Hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 8 menit untuk menuju ke pusat kota atau ke Malioboro. Untuk kelengkapan legalitasnya, pihak pengembang pun menjamin tidak ada masalah.

    GRAND PERMATA RESIDENCE
    Pembangunan unit-unit terjual perumahan Grand Permata Residence terus dikerjakan untuk mencapai target serah terima kepada konsumen pada Desember 2016. Dikatakan Nur Amalia, Direktur PT. Dwi Mitra Intitama, meski di semester pertama tahun 2016 mengalami kelesuan dalam penjualan namun pihaknya terus mengerjakan unit-unit yang sudah terjual. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti komitmen kuat dari pihaknya dalam menyajikan properti berkualitas dan sesuai perjanjian dengan konsumen.

    “Kami menargetkan pada akhir tahun ini sudah dilakukan serah terima kepada konsumen pertama-pertama kami. Dilokasi kami saat ini sudah membangun sekitar 20 unit. Ada rumah satu lantai ada yang dua lantai. Sisanya masih dalam proses pembangunan,” katanya semangat.

    Dari data yang dimilikinya memasuki semester dua tahun 2016 geliat pasar sudah mengalami pergerakan yang lebih baik. Kondisi ekonomi yang mulai bergerak membaik dan adanya kebijakan tax amnesty dari pemerintah secara tidak langsung dikatakannya cukup berpengaruh pada penjualan bisnis properti.

    “Tahap awal sebanyak 104 unit yang kami tawarkan hingga saat ini sudah terjual lebih dari 60%. Pasar masih sangat potensial untuk Grand Permata Residence, hanya saja konsumen masih sedikit menunggu kondisi yang ada. Tercatat di kami pasar yang tengah tumbuh akhir-akhir ini malah segmentasi pasar dua lantai,” ungkapnya.

    Grand Permata Residence berlokasi di Jl. Raya Imogiri Barat, Km. 8, Desa Sudimoro, Bantul, Yogyakarta strategis cocok untuk hunian maupun untuk investasi. Berdasarkan data dari pihak pengembang, rata-rata konsumen yang membeli murni sebagai tempat tinggal, namun ada beberapa yang menjadikannya sebagai lahan investasi. Dengan harga yang dibandrol saat ini, Lia menuturkan bahwa pihaknya sudah mengalami kenaikan harga sebanyak 4 kali. “Harga di awal pemasaran dulu sekitar 390 jutaan, dan sudah mengalami 4 kali kenaikan,” tegasnya.

    Ditengah kondisi serapan pasar yang tidak begitu baik pihak pengembang mencoba menarik minat konsumen dengan menawarkan promo-promo menarik. “ Di akhir tahun ini kami tawarkan promo potongan harga yang cukup besar. Untuk hunian dua lantai jika konsumen membeli dengan cara bayar cash keras mendapatkan potongan hingga 80 juta, sedangkan untuk rumah satu lantai sekitar 52,5 juta. Cara bayar cash bertahap juga mendapatkan potongan hanya saja tidak sebesar cash keras, jangka waktu pembayaran 8 sampai 12 kali dengan DP 10 dan 20 %,” ujar Lia saat ditemui di kantornya.

    Selain dari promo harga yang ditawarkan, ditambahkan Lia, pihaknya juga menjamin keamanan produk dengan menyertakan legalitas dan perijinan produk yang sudah komplit. “Soal legalitas konsumen kami tidak perlu khawatir, karena legalitas dan perijinan kami sudah sampai dengan pecah sertipikat dan IMB per kavling,” tegas Lia.

    Grand Permata Residence memiliki luas lahan sekitar 3 Ha menawarkan fasilitas yang menarik. Antara lain, seperti swimming pool, playground, club house, exclusive main gate, PLN underground, one gate system, 24 hours security system, serta CCTV cluster. Lokasi perumahan sendiri tergolong ke dalam lingkup ramai dan dekat dengan fasum, yakni 15 menit ke Malioboro, terminal Bus Giwangan, 20 menit ke Bandara, dan 15 menit ke Ambarukmo Plaza melalui jalur Ringroad.

    “Berbagai fasilitas tersebut rencana akan kami mulai pembangunan pada awal tahun depan,” ucapnya. Untuk memberikan pilihan kepada konsumen, tipe rumah yang ditawarkan cukup bervariatif, mulai dari tipe 47 dengan luas tanah 84 m², tipe 56 dengan luas tanah 104 m², tipe 87 dengan luas tanah 94,5 m², tipe 103 dengan luas tanah 108 m², dan tipe 130 dengan luas tanah 121 m². Dengan spesifikasi yang terbilang mewah, harga ditawarkan pun relatif terjangkau, yakni dikisaran 500 jutaan.

    PURI LARASATI PURWOMARTANI
    Respon pasar yang kembali membaik di semester dua tahun 2016 ini dinikmati juga oleh perumahan Puri Larasati Purwomartani, garapan PT. Donini Maju Sukses. Perumahan yang sudah dipasarkan dalam waktu kurang lebih satu tahun tersebut saat ini tinggal menyisakan 50% saja. Diterangkan marketing perumahan tersebut, Nani, triwulan terakhir ini minat pasar untuk membeli sudah cukup bagus.

    “Tiga bulan terakhir ini penjualan kami cukup baik. Berbeda dengan kondisi awal tahun yang cenderung lesu. Sebenarnya secara minat konsumen masih ada dan potensial hanya saja konsumen sepertinya masih menunggu kondisi ekonomi stabil terlebih dahulu. Kalau kondisi pasar seperti ini kami berani targetkan sisa unit yang ada tengah tahun depan sudah sold out,” terangnya semangat.

    Penjualan yang bagus tersebut dikatakan Nani tak lepas dari kejelian pihaknya dalam memberikan kemudahan-kemudahan yang menarik bagi kosumen. Untuk memperingan cara bayar konsumen, pihaknya menawarkan cara bayar cash keras, bertahap atau KPR. Pembayaran uang muka dapat diangsur selama 4 kali, dan bagi konsumen yang membeli pada rumah ready stock akan mendapatkan potongan harga hingga 5%.

    Harga yang dibandrol untuk unit-unit di Puri Larasati Purwomartani, dijelaskannya telah mengalami kenaikan yang cukup menarik. Sejak dipasarkan harga tersebut sudah mengalami kenaikan sebanyak 4 kali. Harga yang ditawarkannya menurut Nani masih relatif murah jika dibandingkan dengan kompetitor di sekitarnya dengan kualitas bangunan yang tak kalah kuat.

    “Kualitas kami berikan yang terbaik meskipun harga yang kami pasang lebih rendah jika dibandingan dengan sekitar. Kenaikannya jelas, tipe 55 pada awal penjualan kami buka pada kisaran 500 jutaan, kini di akhir tahun 2016 kami tawarkan dikisaran 600 jutaan,” terangnya.

    Puri Larasati Purwomartani saat ini masih tersedia rumah satu lantai dan dua lantai, mulai dari tipe 55, tipe 56, tipe 66, tipe 79, hingga tipe 106 dengan luasan tanah rata-rata 125 m² dengan harga masih dibawah 900 juta. Untuk me-cover kemauan konsumen, Nani, menuturkan konsumen dapat melakukan perubahan denah ruang.

    “Konsumen kami boleh melakukan perubahan denah ruang dan perluasan bangunan namun, untuk fasad depan bangunan kami mewajibkan sama, untuk menjaga keseragaman dalam kawasan. Penambahan luas bangunan kami berikan harga satu lantai 3,1 juta per meter, dan dua lantai 3,6 juta per meter,” tutur Nani.

    Sebagai bukti dan komitmen yang kuat dari pihak pengembang, Nani menunjukan proses pembangunan unit-unit terjual tersebut. Dari 18 unit terjual sekitar 7 unit sudah dibangun dan diserahterimakan kepada konsumen. Menurutnya antusiasme konsumen untuk menempati cukup tinggi. “7 unit sudah kami serah terimakan dan 6 diantaranya sudah ditempati. Saat ini kami sedang membangun sekitar 9 unit lagi terdiri dari unit terjual dan unit ready stock. Kawasan perumahan kami meskipun masih dalam tahap pembangunan unit-unit namun sudah nyaman untuk ditempati, karena berbagai fasilitas seperti jalan lingkungan, jaringan listrik dan air sudah masuk, dan yang utama legalitas kami sudah komplit sampai dengan pecah sertipikat dan IMB per kavling,” terang Nani saat ditemui di lokasi perumahan.

    Selain itu dikatakannya dari letak lokasi cukup mudah untuk pemenuhan hidup sehari-hari. Lokasi tersebut memiliki kedekatan dengan pasar tradisional Purwomartani, dan berbagai minimarket di sekitarnya. Sarana pendidikan relatif dekat dengan universitas Respati, Sanata Dharma, UKRIM, dan Budi Mulia. Sektor kesehatan dekat dengan Rumah Sakit Medika Respati, Rumah Sakit Hermina, dan Puskesmas. Juga relatif dekat dengan wisata, Jogja Bay, Stadion Internasional Maguwo, dan Candi Sambisari. Greg&Dwi-red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain