Kalaidoskop Perumahan Jogja 2016 - bagian 3
CITRAGRAND MURIARA YOGYAKARTA
Dunia properti nasional menghadapi tantangan yang cukup berat dalam mengarungi tahun 2016. Tidak dipungkiri perlambatan ekonomi global yang berdampak pada ekonomi nasional memberikan ekses yang cukup terasa bagi pelaku usaha properti di wilayah Provinsi DIY, tidak terkecuali pemain yang sudah malang melintang di dunia usaha properti nasional sekelas Ciputra Group. Perlambatan ekonomi nasional yang dimulai pada akhir 2015 hingga 2016 sedikit banyak telah berpengaruh pada produk yang dipasarkan saat ini, yaitu CitraGrand Mutiara Yogyakarta, walaupun tidak terlalu signifikan karena beberapa transaksi penjualan masih dapat diraih di tahun 2016.
Pembangunan kawasan hunian yang terpadu dengan lokasi strategis serta menjamin kenyamanan serta jaminan investasi yang menguntungkan menjadi daya tarik bagi para konsumen. Kawasan hunian dengan segmentasi kelas premium yang berlokasi di Jalan Wates KM 9, Balecatur, Gamping, Sleman, Yogyakarta ini hanya tinggal menyisakan 6 unit rumah dan 12 unit ruko dari total keseluruhan 337 unit yang disiapkan. Terletak di jalur menuju arah perkembangan kota Yogyakarta, CitraGrand Mutiara merupakan pilihan yang tepat untuk hunian maupun investasi. Dengan pengelolaan kawasan yang profesional dan berkesinambungan, nilai properti di kawasan CitraGrand Mutiara selalu meningkat. Kalau dirata-rata tiap tahun pertumbuhan harganya minimal mencapai 20 - 25%, cukup menarik jika dibandingan dengan bentuk investasi yang lain.
Menurut penuturan Yhonas Oktavian, Hal yang menarik di tahun 2016 adalah penjualan hunian atau peralihan hak milik dari pemilik pertama ke pemilik kedua yang cukup ramai. Kondisi tersebut membuktikan bahwa unit di Citra Grand Mutiara Yogyakarta memiliki nilai investasi yang sangat tinggi dan menarik karena dilihat dari segi minat konsumen untuk mendapatkan hunian cukup tinggi walaupun harus diperoleh dari pemilik pertama bukan dari developer langsung. Bagi pemilik unit hunian, hal tersebut menjadi gambaran bahwa minat pembeli yang tinggi berbanding lurus dengan kenaikan nilai jual rumah. Situasi yang saat ini terjadi memberikan gambaran nyata bahwa nilai investasi rumah pada kawasan hunian di CitraGrand Mutiara Yogyakarta semakin menjanjikan dan menguntungkan.
Berdasarkan catatan pengelola saat ini tingkat hunian sudah cukup tinggi baik penghuni pribadi maupun sistem sewa yang diterapkan oleh para pemilik. Fasilitas yang lengkap serta jangkauan dari pusat kota dan fasilitas pendidikan bertaraf internasional yang mudah dan relatif lancar menjadikan daya tarik bagi para penghuninya. Dengan melihat progress yang berlangsung, di lokasi perumahan, khalayak akan dibuat takjub dengan perubahan yang signifikan dari bentuk awal kawasan yang tadinya berupa perbukitan tandus, sekarang menjadi sebuah kawasan yang hijau dan nyaman untuk ditinggali.
Saat ini terdapat dua tipe cluster yang dipasarkan yaitu tipe Andrea dan Tipe Antoinette. Terletak di kawasan Horizon Hill, sebagai kawasan terdepan CitraGrand Mutiara Yogyakarta. Tipe rumah ini menjadi produk paling premium dan prestisius. Rumah dengan tipe Andrea memiliki spesifikasi tipe 215/174 dengan desain hunian modern dipasarkan dengan kisaran harga Rp. 2,7 M. Sedangkan tipe Antoinette memiliki spesifikasi 212/168 dengan harga berkisar Rp. 2,6 M. Harga pada kedua tipe tersebut sudah termasuk dengan BPHTB (Biaya Pengalihan Hak Tanah dan Bangunan). Khusus Tipe Andrea, akan dilengkapi dengan teknologi smarthome yang diusung oleh Broadlink sehingga menjadi rumah digital pertama di CitraGrand Mutiara Yogyakarta.
Mekanisme pembayaran yang dapat dipilih konsumen adalah angsuran selama 24 X tanpa bunga, untuk pembayaran tunai (cash) dalam 1 bulan dengan diskon sebesar 12 % dari harga jual, atau konsumen dapat memanfaatkan fasilitas KPR pada bank-bank yang memiliki kerjasama dengan pihak developer dengan keuntungan diskon 6 %. Optimisme tinggi tetap ditunjukkan pihak CitraGrand Mutiara Yogyakarta dengan mentargetkan pada tahun 2017 seluruh unit hunian baik dengan konsep rumah maupun ruko akan habis terjual. Beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah saat ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha dibidang properti nasional. Kebijakan tax amnesty yang telah diterapkan diharapkan dapat memberikan suntikan modal bagi dunia properti khususnya melalui dana repatriasi yang telah dihimpun. Kebijakan penurunan nilai PPh dan penurunan nilai LTV bagi pengembang diharapkan mampu membuat dunia usaha properti menjadi bergairah kembali.
ARUNA CITRA
Perlambatan ekonomi dunia berdampak luas bagi perekonomian Indonesia, secara simultan perlambatan tersebut memberikan ekses negatif pada perkembangan dunia properti secara nasional pada umumnya dan wilayah DIY pada khususnya. Terkoreksinya penjualan produk perumahan merupakan efek domino dari penurunan nilai komoditas unggulan indonesia seperti pertambangan batubara dan minyak bumi serta sektor perkebunan. Demikianlah gambaran kondisi dunia usaha properti yang dialami oleh PT Citra Kedaton yang dijabarkan oleh Rama Adyaksa Pradipta, selaku Direktur PT Citra Kedaton, Menurut pengalamannya dalam memasarkan produk perumahan, penjualan produk Citra Kedaton banyak diminati oleh konsumen yang memiliki background dunia kerja disektor komoditas seperti pertambangan dan perkebunan. Dengan anjloknya nilai jual komoditas tersebut maka banyak perusahaan yang mengalami kerugian bahkan gulung tikar sehingga secara tidak langsung akan berdampak pada investasi di bidang properti.
Salah satu produk yang masih dipasarkan oleh PT. Citra Kedaton pada tahun ini adalah kawasan hunian Aruna Citra. Kawasan hunian yang berlokasi di Jalan Godean Km 7 ini hanya menyisakan sekitar 20% atau 4 unit saja dari keseluruhan unit yang disiapkan. Lokasi yang strategis dengan harga relatif masih terjangkau untuk kalangan menengah ke atas menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen untuk memiliki hunian di kawasan urban Yogyakarta.
Pada tahun 2016, pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta yang hanya berkisar di angka 5% berdampak pada daya beli masyarakat termasuk daya beli disektor kebutuhan rumah tinggal. Gini ratio atau ketimpangan ekonomi yang cukup tinggi menjadi kekhawatiran bersama yang harus mendapat perhatian dari semua pihak. Harga perumahan yang semakin melejit salah satunya disebabkan oleh tidak seimbangnya antara supply dan demand hunian tempat tinggal. Kebutuhan masyarakat yang tinggi akan rumah tinggal sebenarnya merupakan peluang yang sangat besar bagi para pelaku usaha properti untuk berlomba-lomba membangun rumah tinggal, namun ketersediaan lahan yang minim serta harga lahan yang tinggi menyebabkan nilai jual hunian terlalu tinggi dan tidak dapat dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Sangat diperlukan terobosan-terobosan kebijakan untuk mengatasi ketidak seimbangan supply dan demand disektor hunian di yogyakarta. Salah satunya adalah dengan cara menyediakan rumah dengan kisaran harga Rp. 300 juta-an. Strategi tersebut dapat tercapai apabila terjalin kerjasama antara pemangku kebijakan yaitu pemerintah setempat beserta instansi – instansi pusat terkait dengan pihak pengembang. Pelayanan yang cepat dalam pengurusan ijin serta penyediaan infrastruktur dasar dan Prasarana Sarana Umum (PSU) pada lokasi target dapat menjadi insentif bagi para pengembang untuk dapat menyediakan rumah terjangkau bagi masyarakat. Selain itu diperlukan regulasi tata ruang yang clear dan konsisten untuk diterapkan sebagai landasan perencanaan dan pembangunan wilayah dengan meminimalisir penyalahgunaan peruntukan lahan.
Jika pertumbuhan ekonomi DIY pada tahun 2017 masih berada pada kisaran 5% maka perkembangan properti diprediksi akan mengalami kondisi yang relatif sama seperti pada tahun ini. Menurut pengalamannya dunia properti di DIY sangat bergairah ketika level pertumbuhan ekonomi berkisar diangka 6% (masa keemasan periode 2013-2014). Untuk mengantisipasinya maka diperlukan terobosan untuk mendobrak regulasi yang kurang mendukung perkembangan properti di wilayah DIY sehingga dunia usaha properti dapat bergairah kembali.
THE RESIDENCE
Proses pembangunan kawasan Blok i perumahan The Residence terus dikerjakan. Hal tersebut untuk menyuguhkan konsep kawasan eksklusif. Lokasi yang terpisah dari cluster-cluster sebelumnya, membuat Blok i menjadi deret hunian berkonsep townhouse. Dituturkan N. Citraningrum, S.E, Office Manager, PT. Bhumi Setra Rizqi, pembangunan fasum telah selesai dikerjakan, gate, jalan lingkungan dan taman depan sudah selesai dibangun.
"Pembangunan fasum sudah selesai. Selanjutnya akan kami mulai pembangunan unit-unit rumah," tuturnya. Lebih lanjut ditambahkannya, sejak resmi dipasarkan beberapa bulan yang lalu, dari 7 unit rumah yang dipasarkan telah ter-booking satu unit. Menurut Citra, tahun 2016 ini masih menjadi tahun yang cukup sulit untuk dunia properti. Serapan konsumen tidak secepat tahun-tahun sebelumnya. "Minat pasar sebenarnya masih cukup besar, namun kondisi ekonomi yang belum stabil rupanya konsumen lebih memilih untuk menahan terlebih dahulu, selain itu peraturan dari BI tentang LTV juga menjadi salah satu pengaruhnya. Namun di akhir tahun 2016 ini sudah ada pergerakan dari konsumen, semoga kedepan semakin baik," harapnya saat ditemui di kantornya.
Toh demikian, pihaknya tetap mempersiapkan produk yang dijualnya sebaik-baiknya. Tak terkecuali di sektor perijinan dan legalitas Blok i. Ditegaskan Citra, legalitas dan perijinan Blok i sudah selesai sampai dengan pecah sertipikat dan IMB per kavling. Kesiapan pengembang dalam menyajikan produk tersebut, di tahap awal pemasaran ini harga yang ditawarkan masih pada kisaran harga mulai dari 900 jutaan. Harga tersebut dijelaskannya masih diprediksi akan terus mengalami kenaikan, sehingga nilai investasi di perumahan tersebut akan meningkat tajam.
"Desember ini kami akan menaikan harga. Untuk mempermudah konsumen dalam memiliki rumah-rumah di Blok i kami menawarkan cara bayar cash bertahap dengan DP 30% dan sisanya dibagi 6 kali pembayaran. Sedangkan untuk investasi yang ada di perumahan kami jika dikontrakkan mencapai 20-25 juta pertahunnya," terangnya semangat. Berada dilahan seluas 1800 meter persegi, Blok I perumahan The Residence menawarkan konsep bangunan dua lantai dengan sistem rumah tumbuh. Sisa lahan yang ada dikatakannya memungkinkan konsumen untuk mengembangkan luas bangunan. Blok I menawarkan dua pilihan yakni tipe 75 dan 85 (hook).
Gaya bangunan yang diusung untuk blok tersebut mengusung gaya Indische. Dengan finishing warna cat luar di dominasi hitam dan putih. Denah ruang yang disajikannya pun dikatakan Citra sudah meng-cover kebutuhan ruang penghuninya, seperti carport yang di desain mampu menampung 2 mobil.“Secara konsep memang tak jauh berbeda, hanya ada sentuhan gaya bangunan Indische, ini akan menambah keindahan bangunan. Finishing warna bangunan akan kami hadirkan dengan kombinasi warna hitam dan putih. Secara fasad bangunan konsumen tidak boleh merubah, tetapi kalau denah ruang boleh dirubah, bahkan menambah luasan juga boleh, tetapi ada biaya tambahan,” papar Tyas Kentari,S.H., M.M. Direktur Eksekutif serius.
Dijelaskan Tyas lebih lanjut, soal aksesibilitas The Residence berada pada daerah yang prima untuk sebuah rumah tinggal. lokasi ini memiliki kedekatan dengan berbagai kampus-kampus di sisi barat kota Jogja, seperti Universitas Muhamadiyah Yogyakarta ( UMY ), Bina Sarana Informatika (BSI), STIKES A YANI, STIKES AlMA ATA, dan fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit PKU, serta dekat dengan pusat perbelanjaan.
PESONA RESIDENCE
Lesunya ekonomi nasional pada tahun 2016 juga dirasakan dampaknya oleh PT. Cahyo Griya Inti Santoso sebagai salah satu pengembang properti di wilayah Yogyakarta. Menurut Andri Kurniawan, ST selaku Assistant Manager PT. Cahyo Griya Inti Santoso banyak konsumen yang menunggu kebijakan pemerintah, salah satunya kebijakan tentang pengampunan pajak (tax amnesty). Adanya kesimpangsiuran informasi terkait pelaksanaan tax amnesty diduga mempengaruhi daya beli masyarakat khususnya dibidang investasi jangka panjang berupa properti. Namun setelah tax amnesty berjalan minat masyarakat untuk berinvestasi kembali tumbuh ditandai dengan banyaknya konsumen yang mulai mencari informasi terkait produk unggulan PT. Cahyo Griya Inti Santoso yaitu kawasan hunian Pesona Residence.
Kawasan hunian Pesona Residence memiliki keunggulan lokasinya yang sangat strategis, yaitu berada di dalam kota dan dikelilingi dengan berbagai tingkatan fasilitas pendidikan yang berkualitas. Menurut penuturan Andri, atmosfer pendidikan masih menjadi salah satu faktor utama untuk menarik minat konsumen guna berinvestasi disektor properti di Jogjakarta. Banyaknya perguruan tinggi berkualitas menjadi daya tarik utama para orang tua untuk menyiapkan hunian yang nyaman bagi anak-anaknya yang menempuh pendidikan di wilayah DIY khususnya Kota Yogyakarta. Lokasi yang strategis tentunya berdampak pada nilai investasi dari tanah dan bangunan suatu kawasan, hingga saat ini telah terjadi kenaikan harga sebanyak 3 x sejak produk tersebut di-launhcing pada bulan April tahun 2016 ini. Saat ini harga yang dipatok untuk rumah dengan konsep modern minimalis ini dimulai dikisaran Rp. 1,6 Miliaran. Hal tersebut menunjukkan bahwa lokasi Pesona Residence memiliki nilai yang sangat bagus dan menjanjikan untuk dijadikan sebuah investasi. Aksesibilitas yang mudah yaitu lokasi diapit 2 jalan utama di kota Yogyakarta yaitu Jalan Magelang dan Jalan Nyi Condrolukito (Jalan Monjali) menjadi nilai tambah kawasan hunian ini.
Hingga saat ini progress penjualan perumahan dengan segmentasi menengah ke atas ini telah mencapai 30% dari keseluruhan unit yang disiapkan. Ada 3 tipe yang dibedakan berdasarkan luas bangunan yang ditawarkan bagi konsumen yaitu tipe Jasmine (111 m²), Tipe Lavender (125 m²), dan tipe Edelweis (145 m²). Dari sisi pembangunan, pada akhir tahun ini sebanyak 2 unit rumah telah siap untuk dihuni. Sedangkan dari aspek legalitas, saat ini setiap kavling telah memiliki sertifikat masing-masing dengan proses IMB masih berjalan. Aspek legalitas menjadi bagian yang tidak terpisahkan demi kepastian sebuah investasi khususnya dibidang properti sehingga menjadi perhatian utama para developer dalam memasarkan produk perumahannya. Untuk menarik minat pembeli dan meningkatkan penjualan, berbagai kegiatan promosi dan pameran diikuti untuk memperkenalkan Pesona Residence ini. Salah satu strategi promosi yang ditawarkan adalah pemberian hadiah langsung berupa sepeda motor Yamaha N-Max atau dapat dialihkan dengan penambahan fasilitas rumah senilai sepeda motor tersebut setiap pembelian rumah di Pesona Residence.
Diharapkan pada tahun 2017 mendatang situasi ekonomi nasional membaik sehingga mampu mendukung dunia properti khususnya dibidang penjualan sehingga dapat mengulang sukses di tahun 2015 dimana seluruh produk yang dipasarkan oleh PT. Cahyo Griya Inti Santoso dapat habis terjual. Greg&Dwi-red

















































































