Pilihan Perumahan Jogja Timur-Klaten-Gunungkidul – Bagian 3
GRAND BUKIT SARI – WONOSARI
Perumahan Grand Bukit Sari merupakan salah satu kawasan hunian di kota Wonosari yang menyajikan hunian bergengsi. Perumahan garapan PT. Panca Suryagraha Pratama tersebut mulai dipasarkan sejak tahun 2013 dengan jumlah unit yang tak sedikit. Sumaryo, ST, Marketing Manager, PT. Panca Suryagraha Pratama, mengungkapkan “Kami menyajikan hunian bergengsi di Wonosari, dengan keunggulan lokasi yang strategis, fasilitas yang fantastis, dan modern bangunannya”. Pilihan unitnya pun beragam mulai dari tipe 40, 69, dan hunian dua lantai tipe 95. Grand Bukit Sari memiliki lokasi yang strategis karena terletak di Jalan KRT Djoyodiningrat, Karangduwet 1, Karangkretek, Wonosari (Ringroad Selatan Kota Wonosari). Lokasi tersebut memiliki jarak tempuh hanya sekitar 5 menit untuk menjangkau pusat kota, terminal, perkantoran, dan berbagai pusat perbelanjaan.
Keunggulan di dalam kawasan perumahan, dipaparkan Sumaryo juga tak kalah menarik. Dengan sistem kavling siap bangun pihaknya berharap akan tercipta kualitas bangunan yang prima karena adanya pengawasan antara pihak pengembang dengan pembeli. “Kami menjual kawasan yang masih asri, nyaman dan aman. Berbagai fasilitas akan kami hadirkan untuk mendukung kenyamanan dan keamanan tersebut. Fasilitas seperti sistem cluster, one gate system, jalan utama selebar 10 meter, jalan lingkungan 6-8 meter, satpam 24 jam, taman penghijauan di beberapa sudut kawasan sudah kami bangun. Yang akan segera kami bangun demi kenyamanan konsumen adalah fasilitas Mushola, Convention hall. Playground, dan jaringan CCTV, dengan fasilitas yang komplit tersebut kami yakin konsumen akan nyaman saat tinggal disini”, paparnya semangat.
Hal tersebut diamini oleh salah satu konsumen Grand Bukit Sari yang telah menempati hunian di kavling H2. Pasangan suami istri, Sukiran dan Supiyati mengukapkan suka dengan lokasi perumahan yang strategis. “Kami sudah membandingkan dengan beberapa perumahan di Wonosari, dan kami cocok disini, lokasinya strategis, kondisi alamnya masih segar, fasilitasnya juga terbilang komplit, keamanan dalam kawasan dengan adanya kamera CCTV dan satpam 24 jam kami rasa sudah cukup aman, dan soal kualitas sudah sepadan dengan harga yang ditawarkan”, terang Sukiran yang tengah menikmati hari tua di perumahan Grand Bukit Sari. Perumahan yang menawarkan sebanyak kurang lebih 164 unit rumah tersebut mengusung gaya bangunan minimalis modern. “Material bangunan kami sudah modern, rangka atap kami menggunakan baja ringan genteng flat. Untuk kerapian kawasan kami mengharuskan bentuk muka bangunan harus sama, tetapi kalau denah bisa berubah”, ucap Sumaryo.
Dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya penjualan Grand Bukit Sari tergolong cukup prospektif. “Sejak kembali resmi dipasarkan selama tiga bulan ini kami sudah berhasil menjual kurang lebih 21 unit. Sudah serah terima kepada konsumen sebanyak 12 unit dan 6 rumah sudah ditempati oleh pemiliknya. Kami prediksi kawasan perumahan akan hidup karena sebagian besar menggunakannya sebagai tempat tinggal”, ujarnya. Ditambahkannya, jika dilihat dari data yang terjual tipe 40 menjadi tipe yang paling banyak diminati pasar. Tipe 40 dengan luas tanah beragam mulai dari 80 m² hingga 109 m² sudah dipasarkan pada kisaran harga antara 200 hingga 300 jutaan. Tipe 69 dengan luasan mulai dari 148 m² hingga 170 m² dipasarkan mulai dari 480 jutaan, tipe dua lantai 95 dengan luas tanah yang bervariasi juga dalam perumahan tersebut sudah dipasarkan dengan harga mulai dari kisaran 500 jutaan.
Untuk cara bayar, pengembang tersebut menawarkan cara bayar cash keras, cash bertahap dan KPR. “Dari yang sudah hampir 75 % konsumen menggunakan jasa KPR sebagai cara bayar”, ucapnya singkat. Tingginya peminat KPR tersebut diungkapkan Sumaryo karena pengembang tersebut telah bekerjasama dengan beberapa perbankan swasta maupun negeri yang menyediakan fasilitas KPR, diantaranya, Bank BNI, Bank BNI Syariah, Bank Mandiri, Bank Mandiri Syariah, Bank BPD Syariah, Bank BTN, Bank BCA, dan Bank BII.
GRIYA LOGANDENG PERMAI – WONOSARI
Konsumen perumahan di Wonosari semakin dimeriahkan dengan beragam pilihan kawasan perumahan. Tak hanya perumahan berbasis komersil, dengan harga dasar tanah yang masih relatif terjangkau sangat memungkinkan untuk menyediakan rumah bersubsidi. PT. Riscon Realty hadir sebagai salah satu pengembang yang menawarkan perumahan bersubsidi dengan nama Griya Logandeng Permai. Perumahan yang berdiri di atas lahan 3 ha direncanakan akan berdiri 250 unit rumah. “Tahap 1 kami tawarkan terlebih dahulu 45 unit kepada konsumen, karena rumah bersubsidi kami hanya menawarkan satu pilihan tipe 36/72 dengan harga kami bandrol 110 juta” terang Muhammad Pandu Prabowo, Property Advisor PT. Riscon Realty.
Dipaparkan Pandu, prediksi konsumen yang akan banyak terserap adalah dari kalangan tenaga pengajar dan pegawai instansi. “Pasar sangat bagus, harga yang relatif terjangkau dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan perbankan tentu akan menarik bagi konsumen yang baru pertama memiliki rumah. Saat ini (Agustus 2015) sudah ada yang booking lebih dari 5 unit”, papar Pandu. Kelebihan perumahan bersubsidi, diterangkan Pandu, yakni konsumen yang membeli akan mendapatkan fasilitas KPR dari Bank BTN. “Cara bayar kami arahkan untuk KPR di BTN, karena konsumen akan mendapatkan keuntungan berupa bunga angsuran sebesar 5% flat hingga masa pinjaman, uang muka hanya sebesar 10 %, dengan harga hanya 110 juta, maka cicilan akan terjangkau”, terangnya.
Meski menawarkan perumahan bersubsidi Griya Logandeng Permai juga memiliki aksesibilitas yang menarik, karena memiliki kedekatan dngan pusat kota Wonosari. Selain itu dari dalam kawasan sendiri, Griya Logandeng Permai juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang baik. “Fasilitas akan kami hadirkan berupa taman penghijauan, balai pertemuan, sistem jalan one gate system, Masjid, jalan utama lebar 7 meter”, ujarnya semangat. Selain itu juga akan diberikan listrik 900 watt, dan saluran air PDAM.
Griya Logandeng Permai, beralamat di Siyono, Logandeng, Playen, Gunungkidul menyajikan konsep hunian bergaya modern naturalis. Konsep modern naturalis tersebut dipilih pengembang menyesuaikan dengan lokasi alam sekitar yang masih alami, dan natural. “Kualitas bangunan juga tak kalah menarik, pondasi kami menggunakan batu kali, sloft, dinding batu bata merah, struktur beton bertulang, kusen kayu mahoni, pintu double multiplek, lantai keramik, dan rangka atap kayu Glugu”, jelasnya. Dalam kawasan perumahan tersebut saat ini sedang dalam tahap pembangunan fasilitas jalan, yang akan dilanjut dengan pembangunan rumah-rumah. “Kami menyajikan konsep hunian siap huni. September kami akan mulai pembangunan unit-unit rumah tersebut, dan kami tergetkan pada Desember sudah selesai dan mereka yang sudah beli bisa langsung akad”, tegas Pandu.
Untuk mendapatkan rumah bersubsidi tersebut ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh konsumen, seperti surat keterangan belum memiliki rumah, copy KTP suami istri, copy kartu keluarga, copy NPWP & copy SPT, copy surat nikah/surat cerai, copy rekening 3 bulan terakhir, pas photo 3X4, materai 6000. Untuk konsumen karyawan harus menyertakan copy SK pertama & terakhir, Slip Gaji asli 3 bulan terakhir dan surat keterangan kerja asli, sedangkan untuk konsumen wiraswasta menyertakan copy TDP/SIUP/SITU/HO/SKU, laporan keuangan, dan foto usaha.
GRIYA PUSPITA ASRI – WONOSARI
Penyebaran properti provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kini sudah menyebar di berbagai penjuru. Kabupaten Gunungkidul tak luput dari penyebaran lokasi perumahan. Hal ini tak lepas dari tingginya permintaan pasar akan hunian di Jogja yang masih cukup tinggi namun lahan semakin terbatas. Prospek yang bagus tersebut ditangkap baik oleh pengembang perumahan PT. Asri Putra Persada dengan meluncurkan produk perumahan Griya Puspita Asri. Lokasi perumahan tersebut terletak tidak jauh dari pusat kota Gunungkidul.
Berada di atas lahan 2259 m² perumahan Griya Puspita Asri menawarkan sebanyak 16 unit rumah kepada konsumen perumahan di Gunungkidul. Satriya Triputra, SE, Owner, PT. Asri Putra Persada, menuturkan jika pasar properti di Gunungkidul masih prospektif untuk digarap. “Peminat pasar sangat bagus, terbukti dari banyaknya konsumen yang datang ke lokasi, meski belum membeli setidaknya peminatnya cukup banyak, konsumen lokal masih menunggu, tapi kedepannya kami yakin akan baik”, tutur Satriya semangat.
Konsumen yang tercatat kebanyakan berasal dari Gunungkidul yang bekerja di luar kota. Keinginan memiliki rumah di kampung halaman, untuk menikmati hari tua cukup banyak. Selain itu konsumen keluarga muda yang baru memiliki rumah tak kalah banyak. “Beragam konsumen, tetapi pada intinya mereka mencari untuk sebuah hunian atau tempat tinggal”, ujar Satriya. Griya Puspita Asri, menawarkan ragam hunian mulai dari tipe 45, 50, 55, dan 65. Harga yang dipatokpun cukup bervariasi tergantung dari luas lahan setiap unitnya. Tipe 45 dengan luas tanah 90 m² dipasarkan mulai dari kisaran harga 230 jutaan, tipe 50 dengan luas tanah 95 m² dipasarkan mulai dari kisaran harga 240 jutaan, tipe 55 luas tanah 110 dipatok pada kisaran harga 270 jutaan, dan tipe 60 (hook) dengan luas tanah 130 ditawarkan pada kisaran harga 310 jutaan. Harga yang di patok pun sudah termasuk PPN.
Sejak dipasarakan mulai dari April 2015 Griya Puspita Asri hingga kini sudah terjual lebih dari 2 unit. Dikatakan Satriya, untuk memudahkan konsumen dalam melihat kualitas dan denah ruang yang ditawarkan pihaknya telah membangun unit rumah contoh. “Secara denah ruang kami menawarkan sebuah konsep hunian yang mengedepankan sirkulasi udara dan cahaya alami semaksimal mungkin. Ciri khas bangunan kami terletak pada, kaca yang terletak di bagian atas muka rumah, kaca tersebut sebagai sirkulasi cahaya. Selain itu ketinggian plafon hingga 4 meter membuat sirkulasi udara di dalam rumah akan semakin dingin”, papar Satriya. Soal kualitas bangunan pihaknya menjamin karena pembangunan langsung berada di bawah pengembang.
Kualitas bangunan tersebut juga didukung dengan legalitas bangunan yang sudah siap sampai dengan IMB per kavlingnya. “Legalitas kami sudah siap hingga IMB perkavlingnya. Sehingga konsumen yang mau cara bayar KPR semakin dimudahkan, kami juga menawarkan cara bayar cash bertahap selama 6X. Harga langsung dibagi enam kali pembayaran”, katanya di akhir perbincangan. Greg&Pras – red

















































































