Properti Jogja & Solo Akhir Tahun 2015 – bagian 3
NEO CONDOTEL JOGJA & QUEST CONDOTEL JOGJA – JOGJAKARTA
Pengembang PT. Goldenindo Lestari menggebrak dunia properti Jogja dan Malang dengan mengeluarkan 4 produk terbarunya. Tak hanya sektor properti Landed, namun high rise building pun mulai digarapnya dengan serius. Dua produk di Malang yakni Grand Mutiara Regency dan NEO Condotel Batu-Malang. Di Jogja yang tengah marak investasi condotel, PT. Goldenindo Lestari menawarkan dua produk premiumnya, NEO Condotel Ringroad-Jogja dan Quest Condotel Jogja. Dedy WB Loekito, CEO, menuturkan properti high rise building mulai di sasarnya sebagai solusi bank land Jogja yang semakin sempit, namun minat investasi properti masih sangat tinggi. Dua produk condotel tersebut pada daerah premium kota Jogja. Menyimpan aroma pergerakan investasi yang signifikan.
NEO Condotel Ringroad
NEO Condotel Ringroad berada di lokasi strategis untuk mobilitas menuju dalam dan luar kota. Terletak di lokasi premium Ringroad Utara, dikelilingi universitas-universitas ternama, bersebelahan dengan pusat perbelanjaan terbesar di DIY dan Jawa Tengah (Hartono Mall). Memiliki aksesibilitas yang baik untuk menjangkau Bandara Internasional Adi Sucipto, pusat pariwisata Malioboro, Candi Prambanan, Candi Borobudur, dan pusat wisata kuliner Condong Catur. Hotel Budget yang diusung, NEO Condotel dikonsep klasik minimalis dengan 3 pilihan tipe (Standar, Superior, Deluxe). Harga dibuka mulai dari 700 jutaan. Benefit berupa legalitas strata title/SHM, ROI 16%, profit sharing 40% : 60%, capital gain, dan free stay 30 points.
Quest Condotel Jogja
Tak sekedar promosi, Quest Condotel Jogja berada di lokasi emas. Berada tepat di jantung kota Jogja, Malioboro. Jaminan investasi jelas. Prediksi ocupancy mencapai 90%. Investor berhak mendapat legalitas strata title, ROI 18% 2 tahun, free stay 21 point, profit sharing 50% : 50%, high capital gain, dan buy back guarantee 100% tahun ke 5. Menyajikan konsep interior dan bangunan bergaya klasik sesuai peraturan pemerintah daerah. 4 tipe kamar (Standar, Superior,Deluxe, dan Suite) didukung dengan fasilitas, bar, roof top lounge, dan swimming pool untuk memanjakan tamu menikmati keindahan kota Jogja. Harga di tawarkan mulai dari 1,2 Milyaran.
JAMINAN INVESTASI
PT. Goldenindo Lestari dengan brand Java Condotel berkomitmen menyajikan bangunan berkualitas emas. Menggandeng PT. Saka Nusa Properti yang telah berpengalaman dalam pembangunan condotel. Prediksi kenaikan value asset pertahun adalah 25%. Hal ini didukung dengan operator condotel dari PT. Aston Internasional Indonesia. Pengalaman Aston dalam mengelola condotel tak perlu diragukan. Prediksi break even point (BEP) di tahun ke 6.
Untuk mendapatkan informasi lebih, investor dapat mengunjungi Marketing Gallery yang berlokasi di Ruko Gejayan Square No.3 Ringroad Utara, Condong Catur, Depok Sleman, Yogyakarta. Atau menghubungi line telephone 0274-2831777. Nana 0878 3922 0888, Ardian 0857 0266 6798, Freddy 0852 2600 4141, Sulis 0812 1959 3313, Helda 0813 9446 2898, Billah 0878 2983 5509. (ADV)
TIRTAMAYA RESIDENCE 3A – SOLO
Kejelian pengembang PT. Gading Graha Tama dalam membidik pasar kelas menengah atas di daerah Soloraya mendapat respon pasar yang cukup baik. Menawarkan konsep kawasan yang sudah terbentuk sebagai kawasan hunian TirtaMaya Residence sukses menjual tahap 1,2,3. Diungkapkan Direktur Operasional PT. Gading Graha Tama, Arie Soedewo, prospek pasar kelas premium masih sangat ramai. Hal ini terbukti dari penjualan produk TirtaMaya Residence Tahap 3A.
“Di tahun ini kami buka tahap terbaru 3A, untuk mensuplai permintaan pasar. Kami tawarkan kelas premium dengan konsep kawasan yang lebih elite. Karena memiliki gate tersendiri. Dari 46 hunian yang kami tawarkan hingga kini sudah terjual 16 unit, dan dari 12 kavling tanah sisa 5 kavling saja”, ungkap Arie, semangat. TirtaMaya Residence tahap 3A dikembangkan di atas lahan 2 Ha menawarkan beberapa pilihan tipe rumah dengan kisaran harga mulai dari 1 Milyaran dan 600 jutaan untuk kavling tanah. Unit rumah yang ditawarkan mulai dari tipe Executive A dengan luas bangunan 124 dengan luas tanah 153 m² dan 189 m² dipasarkan mulai dari kisaran harga 1,1 Milyaran, tipe Executive B dengan luas bangunan 115 luas tanah 136 m², 144 m², dan 156 m² dipasarkan pada kisaran harga mulai dari 1 Milyaran. Tipe Grand Executive A dan B dengan luas bangunan 153 dan 173 dengan luas tanah mulai 170 m² hingga paling luas 204 m² ditawarkan pada kisaran harga mulai dari 1,3 Milyaran. Dan tipe yang menjadi andalan di cluster 3A adalah tipe Boulevard dengan luas bangunan 215 dan luas tanah 312 m² saat ini ditawarkan pada kisaran harga mulai dari 2,5 milyaran. Kavling tanah luas 136 m² dipasarkan mulai dari kisaran harga 600 jutaan, dan kavling Grande (246.5) ditawarkan mulai dari 1,2 Milyaran.
Menurutnya lebih lanjut, sukses penjualan tersebut juga tak lepas dari penataan konsep kawasan, legalitas produk, dan gaya bangunan yang ditawarkan dalam tahap 3A. Konsep new design yang diusung masih menampilkan gaya bangunan minimalis tropikal. Konsep kawasan ini terasa lebih eksklusif. Landscape kawasan yang hijau dan jalan lingkungan dengan lebar 20 meter menjadi jaminan kawasan tahap 3A ini sangat nyaman dan aman untuk sebuah hunian. Soal legalitas produk yang ditawarkan, Arie menjamin jika saat penjualan berlangsung legalitas unit sedari awal pemasaran sudah sampai dengan pecah sertipikat dan IMB perkavling.
“Penataan kawasan yang eksklusif dengan penghijauan yang kuat, kami membangun sebuah hunian tak sekedar rumah, kenyamanan penghuni saat menempati menjadi kunci desain ruang kami. Executive livestyle, kualitas dan kemewahan dalam kawasan dan hunian selalu kami hadirkan sebagai jaminan investasi dan high capital gain kami hadirkan karena konsumen kelas premium membutuhkan kenaikan investasi yang tinggi”, ungkapnya.
Dalam tahap 3A, ditunjukan Arie saat ditemui dikantornya, di TirtaMaya Residence MPV2, Jalan Mangesti Raya, Gentan, Sukoharjo sedang dalam proses beberapa unit rumah terjual. “Ada 3 unit rumah yang sudah jadi dan siap di serah terimakan. Sisanya masih dalam progres bangun”, tunjuknya. Dilanjutkannya, untuk penjualan tahun ini (2015) sedikit mengalami anomali, akibat perlambatan ekonomi tetapi sekarang sudah menyentuh titik dasar dan bersiap untuk kembali meningkat tajam, sudah terlihat indikasinya. “Meskipun kelipatan penjualan berkurang kecepatannya, tapi masih ada tahun depan kami yakin akan kembali baik. Dalam waktu 10 bulan kami bisa menjual 16 unit, dulu kami menjual 16 unit hanya 4 bulan”, pungkasnya.
THE AVILA – SOLO
Konsep bangunan minimalis dengan jumlah unit yang terbatas ditawarkan perumahan The Avila. Dibangun oleh pengembang PT. Satria Utama perumahan tersebut memiliki luas area 3500 m² yang dibagi menjadi 22 unit hunian. Konsep kawasan perumahan tersebut disajikan dalam sebuah konsep landscape yang rapi dengan penghijauan di beberapa sudut. “Kami menyajikan konsep kawasan perumahan dengan gaya minimalis green. Penataan bangunan yang seragam dan rapi akan kami sandingkan dengan pohon-pohon Pule sebagai peneduh dan taman yang hijau”, ujar Satriyo Budi Utomo, Owner Satria Utama.
Dikatakannya lebih lanjut, selain dari konsep kawasan yang eksklusif, pihaknya juga memberikan fasilitas pendukung berkelas. Fasilitas tersebut berupa keamanan 24 jam, one gate system dengan automatic gate system, dilengkapi dengan kamera CCTV, fixed line telephone, TV cable free 6 bulan dan energy server di setiap rumah, dan di dalam kawasan menggunakan automatic lamp dan jaringan WiFi untuk mendukung konsep hemat energi.
Dengan keunggulan yang dimiliki perumahan The Avila terbukti penjualan perumahan tersebut cukup bagus. “Dalam waktu 6 bulan kami sudah terjual 5 unit. Dan sedang dalam pembangunan sekitar 10 unit rumah. Kami sajikan juga hunian ready stock bagi konsumen yang ingin segera memiliki rumah. Ada yang sudah serah terima juga”, terang Satriyo. Ditambahkannya, jika dalam setiap produknya, pihaknya selalu membangun rumah contoh untuk memudahkan calon konsumen melihat kualitas bangunan dan penataan ruang yang baik. “Rumah contoh sebagai bukti komitmen kami dalam menyajikan kualitas bangunan yang prima”.
Kualitas bangunan yang ditawarkan The Avila, menurut Satriyo, berani diadu dengan perumahan-perumahan yang ada di sekitarnya. Gaya bangunan minimalis yang disajikan terasa kuat pada rumah-rumah yang sudah terbangun. Garis-garis tegas serta pemanfaatan jendela kaca lebar sebagai sirkulasi cahaya. “Kualitas kami sajikan yang terbaik. Misalnya lantai kami sudah menggunakan material granit. Harga yang kami tawarkan pun juga relatif terjangkau”, ujarnya. The Avila menawarkan dua pilihan hunian tipe 50 dan 60 dengan luas tanah mulai dari 103 m² hingga 126 m² sudah ditawarkan mulai dari 500 jutaan hingga paling mahal di kisaran harga 630 jutaan.
Harganya yang relatif terjangkau terbukti serapan pasar banyak yang berasal dari konsumen lokal. “Konsumen hampir 70% berasal dari lokal Solo”, ucapnya. Mereka yang membeli di awal pemasaran dalam jangka waktu 6 bulan sudah dapat menikmati kenaikan nilai investasi yang cukup signifikan. Tipe 50 pada awal dipasarkan pada kisaran harga 480 jutaan, saat ini sudah di buka pada kisaran harga 580 jutaan. Nilai investasi tersebut diyakininya akan semakin meningkat mengingat lokasi perumahan tersebut memiliki kedekatan dengan berbagai sarana pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Akses The Avila relatif dekat untuk menjangkau jalan Adisucipto, Bandara Adisumarmo, pusat perbelanjaan.
Merespon minat pasar properti Solo yang masih sangat baik untuk digarap, di awal tahun depan Satria Utama akan menelurkan produk terbarunya dengan nama The Aleya. Menawarkan 80 unit rumah di atas luas lahan 1,2 Ha perumahan tersebut akan di pasarkan mulai dari kisaran harga di atas 400 jutaan. “Saat ini kami sedang dalam tahap pematangan lahan dan pembangunan infrastruktur. Tipe yang akan kami tawarkan adalah tipe 50/90. Lokasi perumahan ini berada pada daerah yang tengah tumbuh pesat sebagai area pemukiman”, tutupnya di akhir perbincangan.
NDALEM PURBAYAN CLUSTER – SOLO
Daerah Baki, Sukoharjo beberapa tahun terakhir ini menjadi salah satu destinasi bisnis properti di wilayah Soloraya. Pertumbuhan dan pergerakan perekonomian di sekitar Baki menjadi daya tarik yang cukup menggembirakan. Beberapa produk perumahan terlihat parkir di daerah tersebut. Salah satu produk yang telah ditawarkan adalah Ndalem Purbayan Cluster, garapan PT. Naga Perkasa Sejati. Produk yang telah dipasarkan sejak 2 tahun silam ini terbukti terserap pasar dengan baik.
“Permintaan pasar masih sangat bagus. Terbukti dari penjualan kami. Dari total 75 unit yang kami tawarkan hingga kini sudah terjual 70%. Kebanyakan konsumen membeli sebagai tempat tinggal, karena lokasi kami memiliki aksesibilitas yang baik untuk menjangkau berbagai sarana pendukung di sekitarnya”, terang Dewy, Manager Marketing, PT. Naga Perkasa Sejati. Lebih lanjut Dewy, menuturkan jika lokasi Ndalem Purbayan memiliki kedekatan dengan kota Solo, Mall Luwes Gentan, Solobaru, dan berbagai sarana pendidikan di sekitarnya.
Saat di temui di kantornya, Jalan. Tempel Perum Ndalem Purbayan Cluster, Purbayan, Baki, Sukoharjo pihaknya menawarkan kawasan hunian satu dan dua lantai dengan konsep rumah couple. “Kami menawarkan hunian mulai dari tipe 36, 45, 55, 90, dan 120 dan ruko luas 100. Desain tipe 55 kami sangat menarik, karena dapat menjadi bangunan dua lantai. Dengan luas tanah mulai dari 84 m² hingga paling luas 150 m² konsumen kami sangat memungkinkan untuk melakukan perluasan ruangan sesuai kebutuhannya. Dari yang sudah ada kebanyakan konsumen menambah lebar kamar, dan memindah dapur”, terangnya semangat.
Ditunjukannya lebih lanjut, Ndalem Purbayan Cluster masih dalam tahap pembangunan unit-unit terjual. “Ada sekitar 25 unit hunian yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan. 6 unit rumah sudah kami serahterimakan kepada konsumen dan ada sekitar 4 unit yang sudah di tempati”, ucapnya.
Untuk menambah kenyamanan konsumen yang tinggal dalam kawasan perumahan, Dewy, mengungkapkan pihaknya akan menghadirkan beberapa fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut berupa kawasan dalam bentuk Cluster, sistem keamanan dengan pos satpam dan kamera CCTV, kolam renang, dan jalan lingkungan yang relatif lebar. “Berbagai fasilitas tersebut akan kami mulai bangun jika pembangunan unit hunian sudah mencapai 50%, ya kira-kira tahun depan sudah kami bangun”, ujarnya.
Dengan berbagai fasilitas yang akan mulai di bangun tersebut pihaknya memiliki keyakinan nilai investasi tersebut akan mengalami kenaikan yang signifikan. “Setiap 3 bulan sekali rata-rata kami mengalami kenaikan harga di kisaran 10 juta. Sebagai gambaran kenaikan harga yang sudah berjalan, tipe 36 luas tanah 84 awal pemasaran kami buka di kisaran harga 270 jutaan, hingga kini (Desember 2015) dengan tipe yang sama kami buka di kisaran harga 335 jutaan”, terang Dewy.
Untuk mendukung kenyamanan produk, pihaknya telah melengkapi produk dengan status sudah sampai dengan sertipikat pecah perkavling dan IMB. Harga yang ditawarkan Ndalem Purbayan Cluster saat ini mulai di kisaran harga 335 jutaan untuk hunian tipe 36 luas 84 m² tipe 45 luas tanah 119 m² di kisaran harga 490 jutaan, tipe dua lantai tipe 55 luas tanah 105 m² dipasarkan mulai dari 550 jutaan, tipe 90 luas tanah 120 m² dikisaran harga 650 jutaan, tipe 120 luas tanah 150 m² dikisaran harga 780 jutaan, dan ruko luas 100 luas tanah 60 m² di kisaran harga mulai 600 jutaan. Greg-Yanti-Tofan&Prast – red

















































































