Daya Tarik Properti di Bawah 1 Miliar – bagian 1
Jogjakarta tak pernah mati daya tariknya bagi masyarakat luas. Selain ikon sebagai kota pendidikan saat ini Jogja juga terkenal sebagai kota wisata. Berbagai wisata mulai dari wisata alam, rohani dan sejarah banyak terdapat di kota Gudeg ini. Kenyamanan kondisi iklim politik dan suasana Jogja yang hangat bagi para pendatang menjadikan Jogja sebagai kota yang nyaman untuk ditinggali. Banyak konsumen properti Jogja yang membeli rumah untuk menikmati suasana Jogja yang hangat atau hanya untuk liburan, bahkan ada yang membeli untuk menikmati hari tuanya.
Daya tarik kondisi geografis suatu lokasi perumahan bagi pengembang sering ditangkap sebagai salah satu magnet besar untuk menarik konsumen. Nama besar daerah tersebut atau mungkin wisata di sekitarnya akan memudahkan para pengembang untuk mendevelop daerah-daerah di sekitar Jogja menjadi sebuah kawasan hunian. Dari perjalanannya dalam menyajikan pilihan properti di sekitar Jogja, tercatat hunian-hunian dibawah 1 miliar masih menjadi magnet yang cukup baik untuk digarap. Kemampuan daya beli, dan kenaikan harga dasar tanah di Jogja membuat pengembang untuk menyesuaikan harga jual perumahan. Banyak pengembang Jogja menilai, untuk lokasi yang relatif strategis,- tak jauh dari kota- titik temu antara pembeli dan penjual di kisaran harga 300 hingga 700 jutaan.
PURI GARDENIA
Konsep garden yang diusung dalam perumahan Puri Gardenia, besutan pengembang perumahan PT. Karya Sehati Utama, sudah terasa nyata tatkala memasuki area perumahan. Perumahan yang berlokasi di Jalan Raya Kasongan, Yogyakarta tersebut semakin mantab menyambut setiap konsumen yang ngin mencari hunian. Pasalnya dalam kawasan tersebut saat ini sudah banyak unit-unit yang sudah terbangun. Manajer Marketing, PT. Karya Sehati Utama, Andi Dwi Wahyudi, mengungkapkan jika saat ini pihaknya tengah mengejar proses pembangunan unit-unit terjual.
“Pembangunan unit-unit terjual dan berbagai fasilitas yang kami tawarkan di awal, saat ini sedang kami kerjakan. Dari total kurang lebih 70% unit terjual sudah ada yang jadi dan sudah kami serah terimakan kepada konsumen. 50 an unit sudah selesai kami bangun dan sudah kami serahterimakan ke konsumen. banyak yang ditempati. Sisanya masih dalam tahap pembangunan,” terangnya semangat.
Sejak dipasarkan pada awal tahun 2015 silam, produk perumahan tersebut berhasil menyita perhatian konsumen perumahan di daerah Bangunjiwo, Bantul. Hal tersebut tak lepas dari kecermatan pihak pengembang dalam mengkonsep kawasan yang disajikannya. “Pasar masih bagus, kami targetkan tahun ini (2016-red) sudah selesai penjualannya. Tipe 45 dengan luas beragam menjadi tipe yang banyak diminati konsumen kami. Denah ruang, luas bangunan dan harga yang relatif terjangkau adalah penyebabnya. Kebanyakan menggunakan cara bayar KPR, hampir 70%nya,” ujar Andi.
“Konsumen yang terserap kebanyakan dari konsumen lokal, atau orang Jogja yang bekerja di luar. Kebanyakan adalah sebagai rumah pertama, sehingga kedepannya kawasan perumahan tersebut akan hidup”, tambahnya. Tipe 45 dan 54 diungkapkan Andi saat di kantornya menjadi tipe paling cepat terserap pasar. Dikembangkan di atas lahan seluas kurang lebih 1,8 Ha, Puri Gardenia akan menyajikan landscape kawasan perumahan yang menarik layaknya sebuah garden. “Penamaan Puri Gardenia tersebut disesuaikan dengan kondisi alam sekitarnya yang masih hijau dengan udara yang masih segar seperti halnya kondisi yang ada pada sebuah garden, selain itu juga disesuaikan dengan konsep perumahan yang ditawarkan, yakni konsep taman yang hijau”, ungkap Andi.
Dikatakannya lebih lanjut harga jual perumahan tersebut memang belum banyak mengalami kenaikan sejak dipasarkan. Namun secara investasi yang terjadi di dalam kawasan tersebut memiliki potensi yang cukup menggairahkan. Berada tak jauh dari daerah wisata Kasongan, memudahkan konsumen dalam mencari lokasi perumahan tersebut. Nama besar Kasongan yang sudah terkenal sebagai daerah wisata penghasil kerajinan gerabah dari tanah liat, menjadi daya tarik tersendiri untuk tinggal di daerah tersebut. Lokasi Puri Gardenia memiliki keunggulan dalam hal lingkungan sekitar yang masih asri, sehingga menyimpan kenyamanan untuk sebuah tempat tinggal. Kedekatan dengan daerah wisata inilah yang membuat perumahan ini tak jauh dari berbagai fasilitas pembangkit lingkungan di sekitarnya seperti, rumah sakit, pasar tradisional, perbankan, ATM, dan berbagai sarana pendidikan.
Dalam 30% sisa unit yang ada Puri Gardenia lebih banyak menyisakan tipe 54 dan 63 sebagai pilihan bagi konsumen. Tipe 54 dengan luas tanah mulai dari 123 m2 ditawarkan pada kisaran harga mulai dari 460 jutaan, dan tipe 63 dengan luas tanah bervariasi mulai 125 m2 hingga 131 m2 (hook) ditawarkan mulai dari kisaran harga 500 jutaan. Tipe dua lantai 80 dan 90 dengan luas tanah mulai dari 121 m2 hingga 134 m2 ditawarkan pada kisaran harga mulai dari 620 jutaan hingga 700 jutaan, tinggal beberapa unit saja.
VILLA GREEN MADANI BALECATUR
Pengembang PT. Bina Madani Wirasetya masih menyediakan beberapa unit tersisa pada produk Villa Green Madani Balecatur. Berdiri di atas lahan ± 8.700 m², pengembang menawarkan dua macam tipe hunian, yakni tipe 45 dan tipe 60. Komplek perumahan tropis minimalis modern menyajikan suasana tenang dan nyaman, menjadi slogan utama. Minat masyarakat yang positif terbukti dengan laku kerasnya produk unggulan mereka tersebut. ”Dari total 47 unit, saat ini masih tersisa 7 unit untuk tipe 60. Untuk tipe 45 sudah habis, karena memang permintaan pasar banyak yang mencari tipe tersebut,” ungkap Irsyam Taufiq, Marketing Executive PT. Bina Madani Wirasetya.
Rata-rata konsumen di Villa Green Madani Balecatur adalah masyarakat Jogja sendiri. Ini menandakan minat masyarakat Jogja akan rumah tinggal sangatlah positif. Irsyam menambahkan, banyak konsumen di Villa Green Madani Balecatur membeli rumah tipe 45 sebagai rumah tinggal. “Memang sesuai target kami, yakni memberi wadah ke masyarakat untuk memiliki rumah pertama. Dari tipe 45 yang terjual, sudah ada beberapa yang ditinggali. Tipe 45 sudah serah terima sebanyak 15 unit, dan tipe 60 sudah serah terima sebanyak 3 unit,” ujarnya.
“Untuk selisih harga antara tipe 45 dan 60 tidaklah terlalu banyak. Saat ini harga yang ditawarkan untuk tipe 60 yang tersisa di kisaran 415 Jutaan dengan luas tanah 125 m² sampai 128 m². Sejak awal launching di bulan Oktober 2014 lalu, telah mengalami empat kali kenaikan. Harga awal sekitar 314 juta, 345 juta, 349 juta, 399 juta, hingga saat ini di harga 415 juta,” tutur Irsyam panggilan sehari-harinya.
Berdirinya rumah-rumah terjual, membuktikan komitmen pengembang dalam memberikan kualitas bangunan dan waktu yang dijanjikan. “Dari tipe 45 yang sudah terjual saat ini sudah terbangun semua, yakni sebanyak 32 unit. Maingate dan jalan lingkungan di blok utara sudah selesai terbangun, saat ini kami sedang dalam proses pengerjaan untuk tipe 60 yang tersisa. Dan untuk tipe 60 yang sudah laku ada beberapa yang sudah ditempati. Jaringan listrik dan air sudah masuk kawasan, target kami pertengahan tahun selesai,” papar Irsyam saat ditemui di kantornya. Pada perjalanannya dari produk yang terjual, khususnya untuk tipe 45 banyak konsumen yang melakukan perluasan. Untuk perluasan rumah pihak pengembang memberi anggaran dana tambahan kurang lebih 3 jutaan untuk satu lantai.
Lokasi perumahan yang berlokasi di Jl. Wates Km 8 Jitengan, Balecatur, Gamping, Sleman menawarkan tipe rumah satu lantai dengan fasad rumah yang menawan memiliki lokasi yang sangat strategis. Aksebilitas Villa Green Madani Balecatur yang terbilang bagus yakni hanya ±5 menit menuju jalan Ringroad Barat Yogyakarta, kampus UMY, RS PKU, dan Pasar Gamping, serta ±15 menit menuju Kraton Yogyakarta dan Malioboro.
Cara bayar yang ditawarkan pihak pengembang pun sangat bervariatif, mulai dari cara bayar dengan sistem cash bertahap atau cash keras dan bisa juga dengan KPR. “Hampir 70% konsumen kami melakukan pembayaran dengan sistem KPR,” tambahnya.
Di pertengahan tahun ini (2016-red) pengembang tersebut mengeluarkan produk terbarunya dengan nama De Alba Mansion. Lokasi sedikit berbeda, yakni berada di daerah Jl. Wates km 9 hadir dengan konsep hunian ekslusif dengan menawarkan 15 unit hunian. Menyasar segmen pasar menengah ke atas, pihaknya yakin akan mampu bersaing dengan perumahan di sekitarnya. Konsep hunian customize dengan mengunggulkan kenyamanan dan hunian eksklusif tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Fasilitas one gate system, security, dan jalan lingkungan selebar 5,5 m² akan disediakan pihak pengembang untuk kenyamanan konsumennya. “Untuk produk terbaru, saat ini sedang dalam pematangan lahan. Di bangun di lahan ± 6.000 m², kami akan menawarkan hunian eksklusif. Menawarkan hunian dua lantai mulai dari hunian tipe 60 sampai tipe 120 dengan luas tanah 125 m²,” tutur Irsyam di akhir perbincangan.
SEKAR BAKUNG RESIDENCE
Pembangunan unit-unit terjual terus dikerjakan oleh pengembang PT. Merapi Arsita Graha pada produk perumahan Sekar Bakung Residence. Dari total 62 unit dikatakan Adoram Arthanto, Manajer Marketing, PT. Merapi Arsita Graha telah terjual kurang lebih 75 %. Produk yang sudah dipasarkan selama 2 tahun tersebut saat ini dalam kawasan sudah terbentuk sebagai kawasan hunian. Banyak hunian yang sudah jadi dan digunakan sebagai tempat tinggal. “Tinggal 15 unit saja, tipe 42 dan 85 dua lantai. Secara pasar sebenarnya masih cukup bagus, hanya saja saat ini daya beli konsumen lebih berhati-hati,” ungkapnya.
Sekar Bakung Residence terletak di dusun Bakung, Jalan Imogiri Barat Km 7,Bantul menyajikan sebuah lokasi perumahan yang mudah untuk ditemukan. Nama besar jalan Imogiri Barat yang menghubungkan dengan wisata ziarah makam raja-raja akan memudahkan orang untuk mencarinya. Selain itu, di kecamatan Imogiri terdapat sarana pembangkit lingkungan berupa sentra kerajinan tatah sungging di desa Wukisari, sentra kerajinan batik di desa Giriloyo Wukisari, sentra kerajinan keris di Banyusumurup, dan sentra pembuatan makanan kripik tempe di Imogiri. Kawasan Sekar Bakung Residence berada pada sebuah lokasi yang sedang mengalami perkembangan dalam sektor propertinya. Banyak bermunculan perumahan baru di sepanjang jalan Imogiri Barat, menjadi bukti permintaan pasar di daerah tersebut cukup bagus.
Dengan kondisi sekitarnya dan lingkungan perumahan yang semakin nyata perkembangannya tak heran jika pihaknya menargetkan pada tahun ini sudah selesai penjualannya. “Dari total unit terjual hampir sebagian besar hunian sudah kami bangun. Hanya 5 unit yang saat ini sedang dalam proses bangun. Data kami menunjukan hampir lebih dari 50% dari unit yang sudah serah terima kepada konsumen sudah digunakan sebagai tempat tinggal. Jaminan lingkungan perumahan hidup sudah nyata,” papar Ado saat di temui di kantornya.
Konsep kawasan perumahan green living yang dicanangkan sejak awal pembangunan, sudah terasa nyata dengan adanya taman-taman penghijauan di beberapa sudut perumahan. Berdiri di atas lahan 1,2 ha pengoptimalan lahan sebagai area penghijauan dihadirkan dengan pohon-pohon perindang di sepanjang jalan. Langgam arsitektur bangunan bergaya minimalis tropis. Garis-garis tegas nampak pada sudut-sudut bangunan untuk menghadirkan kesan minimalis namun tetap elegan. Sedangkan untuk menghadirkan sentuhkan tropis pada bangunan rumah menggunakan tipe atap limasan dengan menggunakan tritisan.
Denah ruang di Sekar Bakung Residence yang mengusung konsep pengoptimalan tata ruang membuat banyak konsumen memilih denah ruang standar. Pencahayaan, penghawaan, secara alami di dalam rumah dihadirkan dengan sistem bukaan yang banyak. Jendela-jendela besar dan roster-roster sebagai beberapa contoh bukaan yang kita hadirkan. Dengan jendela dan roster cahaya dan udara dapat masuk secara alami. Selain itu, adanya taman di bagian belakang rumah akan menambah kesan tropis dan menyegarkan penghuninya.
Semakin terbentuknya kawasan membuat nilai investasi dalam Sekar Bakung Residence terus mengalami kenaikan yang signifikan. Tipe yang tersisa 42 dengan luas tanah 84 m2 sudah dipasarkan pada kisaran harga mulai dari 500 jutaan, sedangkan tipe dua lantai 85 sudah cukup tinggi kenaikan harganya. “Harga awal penjualan dulu kami buka pada kisaran harga 300 jutaan selang 2 tahun kini sudah 500 jutaan,”tegas Ado. Diilustrasikannya lagi jika dalam kawasan Sekar Bakung Residence apabila unit rumah satu lantai dikontrakan sudah menembus harga 15 juta per tahunnya. Kenaikan investasi tersebut juga didukung dengan legalitas perumahan yang sudah lengkap sampai dengan terbitnya IMB per kavling.
Tak jauh dari Sekar Bakung Residence, PT. Merapi Arsita Graha juga sedang mempersiapkan lahan terbarunya dengan nama Kuantan Townhouse Giwangan. Sebanyak 26 unit ditawarkan dalam perumahan tersebut. Kuantan Townhouse Giwangan akan dipasarkan mulai Mei 2016 mendatang dan akan dibuka pada kisaran harga mulai dari 850 jutaan. “Produk terbaru ini sedang dalam masa pematangan lahan. Kami targetkan Mei sudah siap,” pungkasnya.
NDALEM AGENG BANGUNTAPAN
Riscon Group menawarkan hunian eksklusif yang dirancang untuk memberikan kenyamanan dan harmoni bagi penghuninya. Bangunan bergaya modern naturalis dengan pesona lingkungan yang asri serta akses yang strategis ke berbagai fasilitas publik menjadi brand dari pengembang tersebut. Hanavih, General Manager, mengungkapkan pihaknya saat ini tengah menyelesaikan rumah contoh sebagai cara untuk menarik konsumen. “Saat ini masih dalam proses pengerjaan rumah contoh, hampir 60% dan akan selesai pada bulan April. Biasanya dengan menghadirkan rumah contoh maka segmen pasar akan lebih meningkat,” ungkapnya.
Seiring dengan progres pembangunan rumah contoh dalam kawasan perumahan tersebut, tercatat minat pasar masih cukup bagus untuk digarap. “Dengan melihat harga yang relatif terjangkau dan lokasi yang prospektif karena terbilang dekat dengan fasilitas umum seperti Bandara Adisucipto, fasilitas pendidikan, dan dekat dengan pusat perbelanjaan kami yakin dalam mencari konsumen tidaklah sulit,” tambahnya.
Ndalem Ageng Banguntapan, menawarkan bangunan dua lantai dengan konsep rumah minimalis modern naturalis. Tipe 90 saja yang disajikan dengan luas tanah beragam mulai dari 120 m² dan 175 m². Berdiri di atas lahan sekitar 1.200 m², Ndalem Ageng Banguntapan akan menawarkan hunian eksklusif sebanyak 7 unit. “Dari 7 unit rumah, sudah laku satu. Unit rumah contoh sedang dalam proses,” ungkap Hanavih.
Lokasi perumahan Ndalem Ageng Banguntapan beralamatkan di Jl. Garuda, Dk. Ketandan Banguntapan, Kab. Bantul, Yogyakarta. Secara fasad bangunan, kemewahan akan terlihat dari material yang dipakai. Pondasi batu kali, sloof beton bertulang, dinding bata merah dan bata ekspose, struktur beton bertulang, lantai batu granit, kusen kamper oven melamin, rangka atap baja ringan, dan jaringan listrik 2.200 watt. Untuk pemilihan warna netral dan putih. “Untuk proses pembangunan sendiri kami targetkan sekitar 5-6 bulan. Dan soal legalitas kami sudah selesai, dari IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) pecah per bidang, dan Sertifikat Hak Milik (SHM) sudah selesai,” tutur Hanavih.
Pengembang Riscon Group menawarkan perumahan Ndalem Ageng Banguntapan pada kisaran harga mulai dari 800 jutaan. Sistem bayar yang ditawarkan sangatlah beragam, mulai dari KPR dan cash keras maupun cash lunak. “Untuk sistem bayar kami akan membantu memproses pembayaran melalui KPR jika data-data lengkap dan biasanya uang muka setara 20%, serta untuk konsumen yang minat kami memberi booking fee sebesar 1 juta. Sistem bayar dengan cash keras diberi jangka waktu satu bulan harus lunas, mulai dari booking, uang muka 30%, kemudian satu bulan kemudian harus 100%. Sedangkan sistem pembayaran melalui cash lunak atau cash bertahap, booking 1 juta kemudian uang mukanya 30% lalu sisanya 70% bisa dibagi selama 6 bulan,” papar Hanavih.
Hanavih menambahkan bahwa saat ini konsumen yang membeli dalam produk perumahan tersebut akan mendapatkan berbagai keuntungan seperti promo yang sedang ditawarkan. “Untuk masa awal penjualan ini kami berikan promo bagi 3 pembeli pertama perumahan Ndalem Ageng Banguntapan akan langsung ikut hadiah undian 1 unit mobil. Selain itu juga ada banyak promo hadiah langsung yang dapat dipilih sendiri, seperti elektronik, voucher umroh, voucher tabungan, dan cash back,” ungkapnya berpromosi.
SYMPHONI BANGUNTAPAN
Hadir dengan nama Symphoni Banguntapan hadir sebagai usaha PT. Jogja Griya Sejahtera untuk memenuhi permintaan pasar kelas menengah Jogja. Lokasi Symphoni Banguntapan tepat berada di tepi Jalan raya Pleret. Symphoni Banguntapan menjanjikan sebuah aksesibilitas yang baik untuk dijangkau maupun menjangkau pusat kota. Lokasi tersebut dekat dengan berbagai sarana pembangkit lingkungan seperti, pendidikan (SD, SMP, SMU), SPBU, wahana permainan Balong WaterPark, rumah sakit, dan berbagai pusat perbelanjaan modern dan tradisional. “Aksesibilitas lokasi kami yang prima berimbas positif pada penjualan Symphoni Banguntapan, dari total 61 unit yang kami pasarkan tercatat sudah berhasil terjual lebih dari 50%. Minat pasar masih tinggi. Kami berusaha terus menyuplai,” ungkap Agus Farhan, Pimpinan Proyek Symphoni Banguntapan.
Symphoni Banguntapan menawarkan sebuah konsep kawasan perumahan dengan kemewahan dan kenyamanan hunian yang segar. Taman-taman hijau di beberapa sudut kawasan sudah terlihat hasilnya, menyuguhkan kesegaran dan keindahan. Langgam arsitektural yang dianut Symphoni Banguntapan, menawarkan gaya bangunan yang bergaya minimalis modern. “Gaya bangunan kami mengikuti permintaan pasar yang masih banyak diminati. Dalam masa penjualan terbukti gaya tersebut diminati pasar. Secara fasad tidak ada yang berubah, karena kami memang melarangnya, namun secara denah ada yang melakukan perluasan, atau merubah sedikit,” terang Agus saat di temui di lokasi.
Selain dari gaya bangunan yang menarik, Symphoni Banguntapan juga akan dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti, jalan masuk dengan sistem satu pintu, dilengkapi dengan keamanan 24 jam, taman, playground, tempat ibadah, kolam renang, jaringan listrik. “Fasilitas yang belum kami bangun adalah kolam renang, dan tempat ibadah. Kami targetkan dalam waktu dekat akan kami mulai pembangunannya,” ucapnya.
Dengan berbagai keunggulannya tersebut dikatakan Agus, saat ditemui kenaikan nilai investasi daerah tersebut tergolong cukup pesat. “Meski kawasan belum terjual seluruhnya namun nilai investasi yang ada sudah cukup menggembirakan. Tipe 38 pada awal pemasaran kami tawarkan pada kisaran harga 290 jutaan, berjalannya waktu saat ini dengan tipe yang sama kami sudah menjual pada kisaran harga 365 jutaan,” tegasnya.
Progres pembangunan dalam kawasan Symphoni Banguntapan terasa nyata, dengan berdirinya unit-unit terjual. Dari 37 unit terjual saat ini sudah ada rumah yang sudah jadi dan sedang dalam tahap pembangunan. “Sekitar 32 unit rumah sedang dalam proses bangun, kami targetkan dalam waktu dekat dapat diserah terimakan kepada konsumen. Kami yakin kedepan kawasan perumahan ini akan hidup karena dari beberapa yang sudah diserahterimakan kepada konsumen sudah digunakan sebagai tempat tinggal,” terang Agus. Dari data yang dimilikinya, konsumen Symphoni Banguntapan cukup berimbang. Konsumen yang berasal dari luar Jogja kebanyakan memiliki background pernah tinggal di kota ini.
Harga yang ditawarkan Symphoni Banguntapan, sudah mengalami beberapa kali kenaikan, namun masih relatif terjangkau bagi semua kalangan. Dari sisa unit yang ada tersebut saat ini Tipe 38 luas tanah 76 ditawarkan pada kisaran harga mulai 340 jutaan, tipe 40 dengan luas tanah 80 ditawarkan pada kisaran harga 400 jutaan, tipe 50 dengan luas tanah 94 ditawarkan pada kisaran harga 480 jutaan, tipe 60 sudah sold out, dan tipe 72 dengan luas tanah 110 ditawarkan mulai dari kisaran harga 640 jutaan. Untuk menggenjot penjualan Symphoni Banguntapan sedang menawarkan promo diskon menarik mulai dari 5 juta hingga 30 juta tergantung dari tipe rumah yang dibeli. Greg&Yanti-red

















































































