Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Daya Tarik Properti di Bawah 1 Miliar – bagian 3

    Fasco Village tahap 1 tipe 45
    Fasco Village tahap 2 Tipe 45
    Deret hunian Graha Margodadi Asri tipe 36-54
    Perspektif Graha Sedayu Asri tipe 45
    Perspektif Griya Argatama tipe 36

    FASCO VILLAGE TAHAP 2
    Konsep kawasan yang menyatu dengan alam sekitarnya disajikan secara nyata pada perumahan Fasco Village. Dengan kontur tanah layaknya di perbukitan Pecatu Bali, Fasco Village menawarkan sebuah pemandangan alami yang luas. Sukses dengan penjualan tahap pertama di awal tahun 2016 ini pengembang perumahan PT. Asa Persada, membuka tahap dua sebagai usaha pemenuhan permintaan pasar. Diungkapkan Nurul Astri, Marketing Executive, Fasco Village, jika permintaan pasar daerah tersebut masih cukup bagus seiring dengan perkembangan dalam kawasan dan lingkungan sekitarnya. Berlokasi di Jalan Raya Kasongan Sedayu, Bangunjiwo, Kasihan Bantul lokasi tersebut saat ini sudah banyak berdiri hunian-hunian di tahap awal.

    Unit-unit tahap pertama sudah banyak yang diserahterimakan kepada kosumen dan digunakan sebagai tempat tinggal. Konsep kawasan ini sengaja diselaraskan dengan lingkungan sekitarnya. Dengan dukungan alam yang sejuk, konsumen akan diajak Fasco Village untuk menikmati indahnya pemandangan pegunungan bernuansa pulau Dewata Bali. Untuk mendukung suasana layaknya di Pulau Dewata Bali, secara arsitektural bangunannya akan diberi sentuhan batu-batu alam bercorak bunga-bunga pada beberapa sudut di fasad rumah. Minimalis modern, menjadi langgam yang dihadirkan Fasco village.

    “Di tahap pertama sebanyak 30 unit ready stock yang kami tawarkan tinggal menyisakan 4 unit saja, padahal permintaan pasar masih ada, makanya kami buka tahap dua sebanyak 21 unit, dengan tipe hunian standar 45 dan luas tanah beragam mulai dari 80 m². Pada tahap dua ini kami buka mulai dari kisaran harga 300 jutaan,” terang Nurul semangat. Harga tersebut dijelaskannya sudah mengalami kenaikan investasi yang cukup baik jika dibandingkan dengan tahap sebelumnya. “Pada tahap pertama tipe 45 kami tawarkan mulai dari kisaran harga 270 jutaan, selang waktu kurang lebih 3 tahun, saat ini kami tawarkan pada kisaran harga 370 jutaan. Kenaikan harganya sudah cukup tinggi. Selain itu jika di kontrakan dalam kawasan Fasco Village untuk tipe 45 sudah tembus di kisaran harga 11 jutaan,” terangnya.

    Masih senada dengan tahap pertama konsep bangunan dan cara jualnya pun tak jauh berbeda. Cara jual dengan cara hunian ready stock, pengembang perumahan tersebut masih fokus pada konsumen yang ingin segera memiliki hunian. “Hunian ditahap dua saat ini sudah mulai pembangunannya. Sudah terjual kurang lebih 6 unit meski bangunan belum jadi. Rencananya kami akan serentak membangun 21 unit tersebut secara bersamaan. Dengan cara ini kami menyajikan kualitas bangunan yang terbaik. Secara gaya tak banyak berubah, hanya lebih mengikuti keinginan pasar, namun tetap menghadirkan sentuhan nuansa Bali yang lebih fresh,”papar Nurul saat ditemui dilokasi.

    Fasco Village dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti, taman, mushola, jalan lingkungan 8 m, jakuzi bagi warga Fasco Village, one gate system, sistem keamanan satpam, jaringan telepon dan indihome. “Berbagai fasilitas tersebut kami targetkan pada tahun 2016 ini akan mulai dibangun, setelah hunian tahap dua sudah selesai dibangun. Taman, jalan lingkungan, one gate system dan keamanan pos satpam sudah kami bangun, yang belum adalah fasilitas clubhouse, mushola dan jakuzi,” terang Nurul.

    Berdiri diatas luas tanah kurang lebih 1,2 Ha, perumahan ini menawarkan kompleks perumahan kepada konsumen dengan legalitas yang sudah komplit hingga IMB perkavling. Selain dari internal perumahan, letak Fasco Village juga tak kalah menarik. Perumahan tersebut memiliki kedekatan dengan berbagai tempat wisata yang ada di kecamatan Pajangan. Secara geografis Kecamatan Pajangan memiliki beberapa desa yang menarik untuk dikunjungi, seperti di Desa Guwosari terdapat desa wisata Krebet dan penghasil kerajinan batik kayu, selain itu juga terdapat objek wisata Goa Selarong, yang sering dilakukan acara Haul, Pangeran Diponegoro, untuk mengenang wafatnya. Selain itu di sekitar daerah tersebut akan dibangun kawasan kampus STIE Hamfara. Dengan berdirinya kampus di daerah tersebut dapat dipastikan daerah tersebut akan mengalami perkembangan di berbagai sektor.

    GRAHA MARGODADI ASRI & GRAHA SEDAYU ASRI
    Konsep rumah tumbuh yang ditawarkan pengembang PT. Graha Optimasi Triasindo dalam produk perumahan Graha Margodadi Asri terbukti ampuh menyerap pasar yang dibidiknya. Berada di sisi Barat Kota Jogja lokasi perumahan tersebut menawarkan sebuah landscape alam nan hijau dengan kesejukan udara alami. Secara akses perumahan tersebut memiliki kedekatan dengan berbagai sarana kebutuhan hidup seperti, pasar tradisional Godean, berbagai Swalayan, Rumah sakit, dan pemda Sleman. Untuk sarana pendidikan memiliki jarak 10 menit menuju Universitas Mercubuana, UMY, STIKES A.YANI, STIKES ALMA ATA, serta berbagai sarana lainnya.

    Agus Junaedi, Owner, mengungkapkan penjualan perumahan Graha Margodadi Asri terbilang cukup baik. “Meski akhir-akhir ini daya beli konsumen secara nasional menurun, hampir di semua segmentasi pasar, namun penjualan perumahan kami sudah cukup bagus. Dari total 63 unit yang kami tawarkan pada awal pemasaran, hingga awal tahun ini (2016-red) tinggal menyisakan 7 unit saja,”paparnya semangat.

    Ditambahkannya saat ditemui dikantornya yang beralamat di Jalan Tinosidin No. 387 Ngestiharjo, Graha Margodadi Asri tengah mengejar pembangunan unit-unit terjual. “Ada beberapa unit yang sudah jadi, yang sedang dalam tahap pembangunan ada sekitar 50 unit. Kami terus kerjakan supaya segera bisa diserahterimakan kepada konsumen,” ujar Agus. Konsumen yang terserap, dari data yang dimilikinya cukup berimbang. Konsumen luar Jogja hanya tersaring 40 % saja sisanya adalah konsumen lokal. “Kami melihat kebanyakan konsumen lokal membeli sebagai tempat tinggal,” imbuhnya. Dikatakannya lebih lanjut, konsumen yang membeli pada produk perumahan tersebut jelas mendapatkan berbagai keuntungan, mulai dari harga yang hanya di kisaran 200 jutaan, cash back hingga 30 juta, uang muka bisa diangsur, legalitas terjamin, bergaransi, bebas polusi, dan luas kavling minimal 200 m2. Beberapa fasilitas yang kami janjikan di awal dulu seperti jalan lingkungan dengan pos satpam dan tempat ibadah sebagian sudah kami bangun. Jaringan listrik dan PDAM sudah masuk dalam kawasan saat ini sedang dalam tahap penyaluran ke tiap kavling. Dengan denah ruang yang kami buka hunian tipe 36, 45, dan 54 dan luas tanah 200 m2 sangat memungkinkan konsumen dalam melakukan penambahan luas bangunan. Dan itu banyak terjadi pada konsumen,”ucapnya serius.

    Melihat potensi pasar kelas hunian tipe 36 dan 45 masih cukup tinggi, maka di tahun 2016 ini Agus, tengah mempersiapkan lahan terbaru dengan segmentasi pasar yang hampir sama. Berlokasi didaerah dusun Kepuh, Jalan Wates Km. 12 Sedayu Bantul perumahan tersebut akan hadir dengan nama Graha Sedayu Asri. Memiliki luas area 3500 m2, kawasan perumahan tersebut akan menyajikan sebanyak 27 unit. Luas kavling di Graha Sedayu Asri lebih kecil jika dibanding dengan Graha Margodadi Asri. “Luas kavling kami sajikan mulai dari luas 70 m2 hingga 100 m2. Saat ini kami sedang dalam tahap pematangan lahan, dan persiapan pembangunan infrastruktur kawasan,” tutur Agus semangat.

    Desain bangunan Graha Sedayu Asri tidak jauh berbeda dengan produk sebelumnya, masih menganut gaya minimalis modern. “Pada produk ini kami mengakomodasi banyaknya masukan dari konsumen untuk menggunakan material kaca sebagai salah satu cara memberikan kesan lebih luas, dan memaksimalkan penerangan alami, harga satu unit rumah tersebut akan kami buka pada kisaran harga mulai dari 300 jutaan,” terang Agus. Fasilitas yang ditawarkan dalam kawasan perumahan tersebut berupa Mushola, taman bermain, jalan one gate system, dan keamanan dengan CCTV.

    GRIYA ARGATAMA
    Pengembang perumahan PT. Devcorena Cipta Grahatama kembali menelurkan produk perumahan dengan nama Griya Argatama. Lokasi perumahan tersebut berlokasi di daerah Sindet, Trimulyo, Jetis Bantul. Dikatakan Tony Andriansyah, Marketing PT. Devcorena Cipta Grahatama, lokasi perumahan tersebut menyuguhkan sebuah kawasan hunian nan asri, segar dan masih menyuguhkan panorama alam yang memukau. “Kami tawarkan kawasan hunian dengan konsep natural menyatu dengan alam sekitar. Cara jual kami bagi menjadi hunian bersubsidi dan hunian komersial,” ungkapnya.

    Minat pasar dikatakan Toni, sangat bagus. Mereka yang mencari hunian pertama banyak terserap di perumahan tersebut. Berdiri di lahan seluas kurang lebih 8000 m² kawasan perumahan tersebut akan menawarkan sebanyak 73 unit kepada konsumen kelas menengah ke bawah. “Ditahap awal ini kami tawarkan sebanyak 24 unit rumah subsidi dengan harga hanya 116 juta, sudah habis terserap pasar. Sisanya kami jual non subsidi,” ucapnya. Ditambahkannya meski 24 unit rumah dijual secara subsidi namun soal kualitas tetap dijaga.

    “Sesuai prediksi kami, minat pasar rumah subsidi sangat besar di kota Jogja. Pasar rumah subsidi ini kami pilih untuk menyiasati agar tetap ada pergerakan penjualan di tengah pasar properti yang masih mengalami perlambatan. Rumah subsidi menjadi magnet besar karena konsumen akan mendapatkan berbagai keuntungan dan kemudahan, mulai dari DP yang hanya 5 juta, cara bayar melalui KPR bank BTN. Ada subsidi bunga dan lain sebagainya,” terangnya. Pembangunan unit-unit tersebut, diungkapkan Toni target akan dimulai pada awal bulan April. “Rumah subsidi dan non subsidi akan mulai bangun pada awal bulan (april-red). Pematangan lahan terus kami kerjakan,”ucapnya. Meski menawarkan hunian bagi segmentasi kelas menengah kebawah pihaknya tetap komitmen untuk menyajikan kualitas bangunan yang prima di kelasnya. Menawarkan gaya bangunan minimalis, perumahan tersebut disajikan dengan kualitas spesifikasi bangunan yang baik, seperti bata merah, lantai keramik, pondasi batu putih, plester aci, listrik 1300, air PDAM, rangka atap kayu kalimantan. Denah ruang yang ditawarkan memang cukup simpel namun memenuhi kebutuhan penghuninya. “Desain ruang dua kamar tidur, ruang tanpa sekat, dan dapur,”ucapnya singkat.

    “Hunian non subsidi kami buka pilihan tipe 30 dan 36 dengan luas tanah mulai dari 70 m² hingga 90 m². Harga yang kami patok pun relatif terjangkau bagi segmentasi yang kami bidik, yakni berkisar mulai dari kisaran 126 jutaan hingga 180 jutaan. Tergantung luas tanah yang dipilih konsumen. Dengan harga tersebut kami yakin kebanyakan konsumen kami kelak akan lebih banyak mereka yang mencari hunian pertama,”papar Toni saat ditemui di kantornya.

    Melihat potensi pasar yang tinggi tak heran jika pengembang tersebut menargetkan dalam waktu satu tahun akan habis terjual. Selain itu, dari segi kawasan, Griya Argatama memiliki aksesibilitas yang baik untuk menjangkau dan dijangkau. “Lokasi kami berada di Jalan Imogiri Timur Km.12,5 dengan akses relatif dekat dengan pasar tradisonal, wisata kuliner sate klatak Jejeran, hanya 10 menit dari Ringroad dan terminal Giwangan. Fasilitas jaringan air dan listrik sudah melewati lokasi kami,” ungkapnya yakin.

    Hunian non subsidi, ditawarkan oleh pengembang tersebut dengan cara customize desain. Dimana konsumen boleh merubah bentuk bangunan asalkan tetap senada dengan konsep yang diusung Griya Argatama. “Desain bisa berubah, atau custom, bisa perluasan. Asal senada dengan konsep minimalis modern. Legalitas kami sedang dalam proses,” terangnya serius. Target akhir tahun, pengembang tersebut sudah ada serah terima unit kepada konsumen. Greg&Yanti-red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain