Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Perpaduan Jawa, Bali, Madura di Hunian Hadun S, Vadaq

    Perpaduan Jawa, Bali, Madura pada hunian
    Perpaduan Jawa, Bali, Madura pada hunian
    Perpaduan Jawa, Bali, Madura pada hunian
    Perpaduan Jawa, Bali, Madura pada hunian
    Perpaduan Jawa, Bali, Madura pada hunian

    Sebuah hunian mencerminkan sosok penghuninya. Mungkin hal ini sesuai dengan sosok Hadun S. Vadaq. Walau berada di kompleks perumahan, rumah ini tampil beda dengan hunian di sekitarnya. Nampak dari depan, rumah ini didominasi dengan penggunaan bata ekspos pada dinding bagian luar. Beberapa tanaman dengan pot gantung menambah nuansa segar dan hijau pada wajah rumah. Rumah ini semakin tampil etnik dengan hadirnya ukiran-ukiran pada pingiran atapnya. Sebuah atap segitiga menjorok ke depan melindungi teras rumah. Penggunaan bata ekspos pun diterapkan pada pagar yang mengelilingi bangunan dengan luas 218 m² ini. Pagar ini semakin tampil elegan dengan dimasukkannya unsur kayu sebagai penutup dan teralis besi berbentuk floral di atasnya. Beberapa cungkuk lampu menghiasi pilar-pilar pagar.

    Melangkah masuk terdapat sebuah ruang tamu yang begitu nyaman namun tetap memiliki nilai keindahan dengan berbagai pernik di sekitarnya. Beberapa kursi kayu tua dengan bantalan warna merah nampak kelihatan menyatu dengan interior ruangan. “Kursi ini sebetulnya kursi tua dengan dudukan dari jalinan rotan. Oleh istri saya diubah menjadi sofa dengan bantalan tebal agar empuk sehingga tamu merasa nyaman dan betah berlama-lama,” terang Hadun. Di ruang tamu ini juga terdapat sebuah lemari unik yang terbuat dari kayu dan pada bagian atasnya melengkung dengan ukiran di kedua ujungnya. Lemari itu disebut jodan. Jodan adalah tempat untuk menaruh seserahan lamaran dari pihak lelaki untuk mempelai perempuan di Madura. Unsur Madura juga terdapat pada pintu masuk ruang tamu. Pintu kayu dengan bukaan di kedua sisinya dengan ukiran Madura pada bagian atasnya. “Rumah ini dibikin dengan konsep Bali, Jawa, Madura. Pintu-pintu dengan ukiran Madura ini merupakan kebanggaan saya karena saya berasal dari Madura,” ujar pria yang merantau ke Jogja pada tahun 1998 ini. Ruang tamu ini semakin manis dengan hiasan cermin berbingkai ukiran Madura yang terletak di kanan-kiri pintu masuk.

    Melangkah lebih dalam, kita akan mendapati ruang keluarga yang terasa lapang, luas, dan tanpa sekat. Dari ruang ini, kita dapat menjangkau semua sudut ruangan yang terdapat di rumah ini karena ruang keluarga ini merupakan pusat kegiatan atau berkumpulnya anggota keluarga.” Di ruang keluarga ini sengaja dibikin tanpa sekat biar terasa lapang. Sekat hanya digunakan sebagai pembatas antara ruang keluarga dengan ruang tamu. Karena ada beberapa tamu yang merasa malu dan canggung bila kumpul di dalam. Biasanya jika saudara atau teman dekat datang, mereka langsung menuju ke ruang keluarga ini,” papar Hadun. Beberapa kursi kayu dengan rotan sebagai tempat bersantai terletak di sudut ruang bersanding dengan jam antik. Melangkah ke timur kita akan menemui ruang santai untuk menonton TV. Di ruang santai ini terdapat meja panjang berukir yang di atasnya terdapat TV dan peralatan elektronik lainnya. Beberapa lukisan foto keluarga tergantung di dinding. Hampir seluruh dinding ruangan ini terbuat dari dinding bata ekspos dipadukan dengan warna orange sebagai warna kesukaan istri. Rumah ini terdiri dari 2 lantai dengan 5 kamar tidur plus 1 kamar pembantu. Dilantai 1 sendiri terdapat 3 kamar tidur dengan pintu berukir. “Rumah ini dibangun pada tahun 2011 dan selesai pada tahun 2012 dan langsung kita tinggali. Proses paling lamanya di penataan batu batanya. Kita tidak menggunakan bata ekspos melainkan bata biasa yang kita beli di Magelang. Rumah ini bukan susunan bata melainkan cor dulu baru pasang bata,” tambah Hadun.

    Ruang keluarga ini mempunyai tinggi atap 11 meter dengan banyak bukaan pada dinding berupa raster dan kaca sehingga sirkulasi udara tetap berjalan dan pencahayaan sinar matahari tetap bisa masuk sehingga tak akan lembab. Atap yang tinggi ini bukanlah tanpa ada alasan. Hadun mengatakan ketika ia membeli rumah, rumah ini terasa terkepung dengan rumah-rumah sekitarnya yang berlantai dua sehingga sinar matahari tidak bisa masuk. Akhirnya rumah lama dirubuhkan dan bangun baru dengan ketinggian atap 11 meter sehingga tetap mendapatkan sinar mentari. Sebuah tangga menghubungkan lantai 1 dengan lantai 2. Tidak semua lantai 2 ditutup dengan kamar tapi masih menyisakan beberapa ruang terbuka. Ruang terbuka ini berfungsi agar tetap terjadi interaksi antar anggota keluarga yang berada di lantai 1.

    Dari ruang keluarga melangkahkan kaki ke selatan kita akan menjumpai teras belakang rumah. Teras ini merupakan tempat favorit para anggota keluarga. Di teras belakang ini terdapat sebuah taman kecil menambah segar dan hijau. Suara gemericik air mengalir dari cucuran gentong menuju kolam ikan yang terdapat di bagian bawahnya menghadirkan kesan rileks dan tenang. Nuansa alami semakin terasa dengan kicauan beberapa burung dalam sangkar yang tergantung di langit-langit teras. Sebuah kursi beranyaman di tempatkan sebagai tempat bersantai menikmati taman dan suasana di teras belakang. Taman ini berdinding batuan alam dan tanpa penutup atap(void) sehingga udara segar tetap masuk dengan lancar. “ Pada awalnya di bagian belakang terdapat sisa lahan 7m x 1m dan bingung mau bikin apa akhirnya dibangunlah taman ini. Karena jika disekat akan terasa sempit,” terang Hadun. Di sebelah teras belakang terdapat sebuah dapur yang juga memanjang serta menyatu dengan ruang makan. Dapur sendiri pun nuansa kayunya masih kental dengan penggunaan kitchen set berwarna coklat. Sebuah meja bulat terbuat dari marmer terdapat di ruang makan bersebelahan dengan dapur. Lukisan buah orange di dinding menambah segar nuansa ruang makan. Menyantap makanan lebih terasa nikmat karena ruang makan ini mempunyai view langsung ke taman belakang. “Rumah ini akan masih terus berkembang sesuai kebutuhan,” ujar Hadun menutup perbincangan. Ganang-Red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain