Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Properti 2017 Optimis Kembali Manis – bagian 3

    Perspektif maingate kawasan hunian Grand Tosca Residence
    Perspektif rumah-rumah tipe 47 di Grand Tosca Residence
    Perspektif rumah-rumah tipe 36 di Bumi Sedayu
    Progress pembangunan rumah-rumah tipe 36 bersubsidi Griya Argatama tahap 1

    GRAND TOSCA
    Geliat bisnis properti pada tahun 2017 masih menghadirkan berbagai tantangan bagi para produsen atau pengembang perumahan khususnya di lingkup Jogjakarta. Keterbatasan lahan untuk dapat dikembangkan menjadi kawasan hunian khususnya di daerah Jogja Utara yaitu Sleman dan sekitarnya menjadi tantangan yang dihadapi oleh sebagian besar pengembang. Kondisi tersebut tidak menyurutkan PT. Nirmana Utama untuk me-launching produk terbaru mereka dengan label Grand Tosca Residence.

    Berlokasi di Desa Tlogoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman kawasan perumahan ini menawarkan berbagai tipe hunian dengan disain modern minimalis yang berbeda dengan produk Nirmana Utama sebelumnya. Lokasi pengembangan Grand Tosca Residence memiliki akses yang mudah, dekat dengan pusat pemerintahan Sleman dan memiliki akses ke jalan utama yaitu Ring Road Barat dan Ring Road Utara. Berdekatan dengan berbagai desa wisata yang berkembang di Sleman, salah satunya yaitu Desa Wisata Ketingan yang merupakan Desa Wisata untuk konservasi burung kuntul dapat menjadi nilai tambah lokasi perumahan ini. Suasana pedesaan yang alami dan asri dan dekat dengan berbagai fasilitas pendukung menjadikan perumahan ini memiliki prospek yang sangat baik untuk rumah tinggal maupun untuk berinvestasi.

    Berdiri pada lahan seluas 7000 m2 terdapat 4 rumah tipe yang disiapkan oleh Grand Tosca Residence yaitu tipe 47 dan tipe 58, tipe 72 serta tipe yang terbesar adalah tipe 100 dengan spesifikasi 2 lantai. Harga yang ditawarkan cukup kompetitif untuk menyasar segmentasi kelas menengah ke atas dengan harga dimulai dengan kisaran Rp. 700 juta-an. Keseluruhan unit yang disiapkan saat ini adalah 33 unit. Rumah dengan tipe 47 dibangun pada lahan dengan ukuran 150 m2 memiliki spesifikasi 2 kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu yang terhubung langsung dengan ruang keluarga, carport, serta memiliki taman depan dan halaman belakang yang cukup luas.

    Rumah dengan tipe 58 berdiri pada lahan kurang lebih seluas 126 m2 dengan spesifikasi 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, serta carport dengan kapasitas mencapai 2 mobil untuk mengakomodasi keluarga menengah saat ini yang memiliki kecenderungan memiliki 2 mobil. Fasilitas lain adalah adanya taman depan yang cukup luas untuk mempercantik bangunan rumah.Tipe ketiga yang ditawarkan adalah rumah dengan tipe 72 dengan spesifikasi 1 lantai. Memiliki 3 kamar tidur dengan satu kamar tidur dengan fasilitas kamar mandi dalam, 1 kamar mandi luar, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, serta taman yang cukup luas baik bagian depan maupun taman bagian belakang. Sedangkan rumah dengan tipe 100 dengan spesifikasi 2 lantai pada saat ini masih dalam tahap penyempurnaan desain agar didapatkan hasil yang maksimal.

    Aspek legalitas menjadi kunci dan perhatian utama dalam setiap produk yang dilepas di pasar oleh PT. Nirmana Utama. Aspek legalitas merupakan pertimbangan bagi para konsumen untuk menentukan produk perumahan yang ingin dimiliki. Sehingga proses serta progress legalitas tersebut selalu di update untuk memberikan kepastian jaminan bagi para konsumennya. Keunggulan yang ditawarkan adalah penataan kawasan yang dipersiapkan sejak awal. Pembagian site plan diatur sedemikian rupa agar terlihat rapi dan menambah kenyamanan bagi para penghuninya. Pada disain bangunan salah satu yang dipersiapkan adalah ketersediaan taman pribadi baik taman depan maupun taman belakang yang disiapkan oleh pengembang pada seluruh tipe rumah yang ditawarkan. Keberadaan taman diharapkan dapat menambah estetika bangunan baik secara individu maupun komunal dalam suatu kompleks sehingga menambah suasana asri serta mempertahankan fungsi konservasi yang dimulai dari setiap rumahnya.

    BUMI SEDAYU
    Seiring dengan perkembangan properti di daerah Yogyakarta yang semakin pesat, kawasan baru mulai bermunculan untuk memenuhi kebutuhan akan lahan lokasi perumahan. Daerah Sleman hingga kini masih menjadi primadona pembangunan properti di Jogja. Dengan semakin terbatasnya ketersediaan lahan di sisi Utara maupun sisi Timur Kabupaten Sleman, lambat laun kini mulai tumbuh spot-spot lokasi proyek properti baru yang menawarkan alternatif pilihan hunian di daerah Barat Sleman.

    Daerah jalan Wates dan sekitarnya kini sedang menjadi kawasan yang mulai dibidik oleh para pengembang di Yogyakarta. Ditambah lagi dengan adanya proyek bandara baru yang sedang dibangun, menjadikan kawasan Jalan Wates ini semakin strategis sebagai lokasi hunian. Desa Sedayu merupakan salah satu kawasan yang mulai digarap oleh para pengembang perumahan. Salah satu pengembang yang membangun proyek properti di daerah Sedayu adalah PT. Hilmy Jaya Sejahtera.

    Setelah sukses dengan proyek Pandanaran Village, kini PT. Hilmy Jaya Sejahtera sedang membangun proyek properti terbarunya yang bernama Perumahan Bumi Sedayu. Berlokasi di daerah Sedayu, jalan Wates Km. 10, Perumahan Bumi Sedayu menawarkan sebuah hunian dengan konsep minimalis tradisional dengan 21 unit kavling yang berlokasi strategis dan aksesibilitas yang mudah dijangkau.

    Untuk pemasaran sendiri, PT. Hilmy Jaya Sejahtera lebih menargetkan konsumen lokal dengan segmentasi konsumen kelas menengah. Namun yang mengejutkan dari 2 unit yang telah terjual, semua konsumen justru berasal dari luar Jogja. “Memang target kita (PT. Hilmy Jaya Sejahtera-red) yaitu konsumen lokal dengan kelas menengah ke bawah. Tapi 2 unit yang terjual justru konsumennya dari Jakarta semua. Kebanyakan mereka beli memang untuk investasi ke depannya”, papar Muhd. Sani Perkasa, ST. selaku Project Manager PT. Hilmy Jaya Sejahtera.

    Ditambahkan Sani, saat ini konsumen menengah ke bawah porsinya lebih banyak, hanya terkadang terdapat kendala dengan semakin mahalnya lahan di Jogja. Dengan harga lahan yang semakin tinggi maka akan semakin sulit bagi pengembang untuk menyediakan hunian dengan harga murah. Selain itu, perijinan dan pajak yang tinggi semakin menjadi ganjalan bagi pengembang.

    PT. Hilmy Jaya Sejatera sendiri lebih mengusung sebuah konsep hunian asri dengan sentuhan modern. Menerapkan konsep one gate system, hunian di kawasan Perumahan Bumi Sedayu ini lebih bergaya minimalis dengan sedikit unsur tradisional di dalamnya. Hal tersebut dapat terlihat dari pemakaian bebatuan alam pada fasad depan rumah. Saat ini proses pembangunan Perumahan Bumi Sedayu sedang memasuki tahap pengerjaan pembangunan unit serta beberapa fasilitas penunjang.

    Untuk fasilitas sendiri nantinya akan dibangun mushola dan taman, serta akses jalan yang cukup lebar yaitu 6 meter. Pihak pengembang Bumi Sedayu juga memberikan fasilitas berupa denah tata ruang yang fleksibel. Konsumen dapat bebas berkreasi menata interior rumah yang akan dibangun, kecuali untuk fasad depan rumah yang tidak dapat diubah desainnya. “Kalau dari kami lebih fleksibel untuk hal perubahan denah maupun untuk penambahan luasan. Tentunya dengan pembicaraan dari konsumen kepada kami sebelum mulai pembangunan unit”, tambah Sani.

    Harga yang ditawarkan untuk setiap unit rumah di Perumahan Bumi Sedayu berkisar antara 300 jutaan sampai dengan 400 jutaan. Tipe 38/72 dipasarkan pada kisaran harga 300 jutaan, lalu tipe 45/72 ditawarkan pada kisaran harga 350 jutaan, dan untuk tipe 60/92 dijual mulai harga 460 jutaan. Harga jual tersebut sudah termasuk pajak dan diperkirakan akan ada kenaikan harga pada bulan Februari 2017.

    GRIYA ARGATAMA
    Kebutuhan masyarakat akan rumah tinggal khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta selalu mengalami peningkatan, namun belum banyak solusi yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan perumahan tersebut. Harga tanah yang semakin melambung di wilayah sekitar perkotaan secara langsung berpengaruh pada harga jual rumah yang semakin tidak terjangkau bagi masyarakat yang berada pada kelas menengah ke bawah. Diperlukan berbagai alternatif solusi untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dengan penyediaan rumah tinggal yang terjangkau. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

    Salah satu pengembang yang berkomitmen menyediakan rumah murah di Jogjakarta adalah PT. Devcorena Cipta Grhatama dengan salah satu produknya yang bernama Griya Argatama. Mereka yang mencari hunian pertama banyak terserap di perumahan tersebut. Perumahan Griya Argatama berlokasi di Sindet, Trimulyo, Jetis, Bantul saat ini telah memasuki pembangunan tahap 2 dengan jumlah unit yang disiapkan sebanyak 30 unit.

    Lokasi perumahan tersebut menyuguhkan sebuah kawasan hunian nan asri, segar dan masih menyuguhkan panorama alam yang memukau. Unit-unit terjual di tahap pertama saya ini sudah memasuki pembangunan. “Tahap pertama sudah banyak yang kami bangun dan hampir memasuki tahap finishing. Untuk kawasan kami sedang kejar untuk pembangunan fasilitas pelengkap kawasan,” ucapnya.

    Pada tahap pertama disiapkan sebanyak 24 unit yang semuanya telah laku terjual dengan memanfaatkan skema FLPP. Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan salah satu program KPR pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) untuk menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan tetap maupun tidak tetap dengan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi.

    Menurut Andri, Marketing PT. Devcorena Cipta Grhatama, Persyaratan yang dibutuhkan untuk mengajukan pembelian rumah dengan skema FLPP cukup mudah yaitu belum pernah memiliki rumah, belum pernah menerima subsidi lain dari pemerintah, penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku yaitu maksimal Rp. 4,5 juta/bulan, rumah harus dihuni sendiri, memiliki NPWP, dan berstatus pegawai tetap. Harga yang ditawarkan dengan skema FLPP sangat menarik untuk memiliki sebuah rumah. Dengan uang muka Rp. 10 juta , jika jangka waktu angsuran selama 15 tahun maka konsumen hanya akan membayar cicilan sebesar Rp. 800.000,-/ bulan. Syarat lain yang dipenuhi adalah persyaratan sesuai dengan pengajuan KPR yang secara umum.

    Spesifikasi bangunan perumahan Griya Argatama adalah terdiri dari 3 tipe bangunan yaitu tipe 27, tipe 30 dan tipe 36. Masing-masing tipe memiliki 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu sekaligus ruang keluarga dan dapur. Setiap rumah memiliki opsi pengembangan atau penambahan ruangan karena lahan dibagian belakang yang masih cukup luas.

    Spesifikasi bangunan memiliki kualitas yang baik jika dilihat dari nilai jual rumah yang berkisar diangka jual Rp. 116 juta sampai dengan Rp. 126 jutaan. Dengan luas tanah berukuran minimal 60 m². Lokasi di Trimulyo merupakan salah satu alternatif lokasi untuk pengembangan perumahan murah, direncanakan ada tahap ketiga untuk memenuhi total 74 unit bangunan Griya Argatama. Bangunan rumah memiliki spesifikasi struktur beton bertulang dengan dinding bata merah, plafon, kusen kayu, aliran air dari PDAM serta aliran listrik PLN berdaya 900 W hingga 1300 W.

    Selain itu, dari segi kawasan, Griya Argatama memiliki aksesibilitas yang baik untuk menjangkau dan dijangkau. “Lokasi kami berada di Jalan Imogiri Timur Km.12,5 dengan akses relatif dekat dengan pasar tradisional, wisata kuliner sate klatak Jejeran, hanya 10 menit dari Ringroad dan Terminal Giwangan. Fasilitas jaringan air dan listrik sudah melewati lokasi kami,” ungkapnya yakin. Greg,Dwi&Farhan-red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain