Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Rumah-Rumah Kelas Menengah Makin Meriah-bagian 3

    Ndalem Sentosa Residence
    Villa Green Village
    Cendana Residence
    The Residence

    NDALEM SENTOSA RESIDENCE
    Ndalem Sentosa garapan PT. Bersama Semakin Makmur Sejahtera juga menawarkan lokasi perumahan yang mengusung konsep kawasan perumahan green living. Kawasan perumahan ini diselaraskan dengan lingkungan sekitar yang masih memiliki udara segar, jauh dari kebisingan dan nyaman untuk sebuah hunian. “ Ndalem Sentosa ini kami konsep sebagai kawasan perumahan yang hijau dan nyaman, setiap rumah di sini dilengkapi dengan sumur sendiri-sendiri untuk pembuangan kamar mandi dan limbah”, papar Nelvy Lucyana, Marketing PT. Bersama Semakin Makmur Sejahtera. Selain itu, keberadaan taman pada gate dan beberapa sudut kawasan perumahan ini akan menambah hijau kawasan tersebut.

    Konsep kawasan perumahan yang green ini akan diselaraskan juga dengan konsep arsitektur yang dianutnya. Ndalem Sentosa mengusung konsep bangunan bergaya minimalis. Menurut Nelvy, panggilan akrabnya, gaya arsitektur bangunan minimalis masih banyak diminati pasar properti kelas menengah Jogja. Modelnya yang simple dengan garis-garis tegas dianggap lebih mudah dalam perawatannya. Berdiri di atas lahan seluas 2475 m², Ndalem Sentosa menyajikan 19 kavling rumah kepada pasar. Lebih lanjut Nelvy, mengungkapkan, “ Ndalem Sentosa menawarkan 19 unit kavling kepada konsumen, di tiap kavling tersebut kami memberikan dua pilihan tipe, yakni konsumen dapat memilih tipe rumah 45 atau tipe 72, semua tergantung keinginan konsumen”, kata Nelvy saat dihubungi di kantor pemasarannya yang berlokasi di Jalan palagan No. 108, Yogyakarta.

    Harga yang ditawarkan Ndalem Sentosa relatif seimbang dengan kawasan dan lokasi yang disajikan. Tipe 45 dengan luas tanah mulai dari 100 meteran sudah ditawarkan pada kisaran harga 390 jutaan, tipe 72 dengan tanah mulai 100 meteran dipasarkan pada kisaran harga mulai dari 500 jutaan. Lokasi Ndalem Sentosa memiliki kedekatan dengan berbagai sarana pembangkit lingkungan di sekitarnya. “ Lokasi kami relatif dekat dengan sarana pendidikan seperti Sekolah Dasar, Kampus Universitas Islam Indonesia, AA. YKPN, dekat dengan pusat kuliner yang berjejer disepanjang Jalan Palagan”, ungkap Nelvy. Selain itu, lokasinya yang berada di antara Jalan Magelang dengan Jalan Palagan Tentara Pelajar, menyajikan kemudahan akses untuk dijangkau. Dengan berbagai keunggulannya tentu Ndalem Sentosa menyajikan kenaikan investasi yang cukup menjanjikan. “Jika dilihat dari investasi di daerah tersebut, kami menilainya sangatlah baik, sebagai gambaran dulu kami membeli tanah pada tahun 2012 dengan harga 750 ribu per meter, sedangkan kemarin pada akhir tahun 2013 tanah di sekitar Ndalem Sentosa sudah ditawarkan pada kisaran harga 1,5 hingga 2 jutaan”, paparnya.

    Ndalem Sentosa hadir dengan legalitas yang sudah komplit. Dikatakan, Nelvy, legalitas Ndalem Sentosa sudah komplit, sertifikat sudah SHM, tiap kavling sudah siap sampai dengan IMB per kavlingnya. Sedangkan untuk sistem pembayarannya Ndalem Sentosa menawarkan 3 macam cara pembayaran, KPR, Cash Bertahap, dan tunai keras. “Untuk memudahkan konsumen kami menawarkan 12 X pembayaran dengan DP 30% yang dapat diangsur selama 3 bulan, sisanya dibagi menjadi 9X angsuran”, paparnya.

    VILLA GREEN VILLAGE
    Perumahan lainnya yang juga berada di sisi Utara Jogja adalah Villa Green Village, persembahan PT. Vinayu Lestari. Perumahan yang berada di kawasan yang masih asri ini menawarkan kenyamanan sebagai rumah tinggal, dengan kesegaran udara yang masih alami. Villa Green Village hadir dengan konsep kawasan perumahan yang eksklusif, nyaman dan prestisius. Dengan sistem small cluster, Villa Green Vilage memberikan kebebasan kepada konsumen untuk menentukan rumah idaman, dengan desain elegan yang dipadukan dengan alam, sehingga memberikan kesan harmonis. Dengan desain kawasan bergaya green, perumahan ini akan menyajikan banyak penghijauan di sekitar kawasan. Landscape kawasan yang menarik tersebut akan ditawarkan bagi konsumen kelas menengah atas di sisi Utara Jogja.

    Villa Green Village menawarkan tiga pilihan tipe kepada pasar, yakni tipe Spring luas bangunan 120, luas tanah 150 m² yang sudah habis terjual, tipe Winter dengan luas bangunan 100, luas tanah 170 m² dipasarkan dengan harga mulai 700 jutaan, tipe 150 dengan luas tanah 170 m² dipasarkan pada kisaran harga mulai 800 jutaan, dan tipe Summer luas bangunan 200 luas tanah 202 m² ditawarkan mulai dari harga 1 milyaran. Infrastruktur dalam kawasan Villa Green Vilage sudah terbangun. Fasilitas berupa jalan lingkungan, sistem jalan satu pintu, dan taman di bagian depan dan beberapa sudut kawasan akan berpengaruh pada percepatan investasi kawasan tersebut. “ Investasi di daerah Villa Green Vilage ini tergolong cukup cepat, sebagai gambaran harga tanah di sekitar perumahan ini dulu saat membeli kami dapat dengan harga 600 ribu, itu dulu tahun 2009, kini di awal tahun 2014 harga tanah sudah ditawarkan hingga 2 jutaan”, papar Hj. Drg. Endang Herdin Winarti, Direktur Utama, PT. Vinayu Lestari.

    Perumahan yang berdiri di atas tanah seluas 4000 m² ini menyuguhkan 17 unit rumah kepada konsumen. Villa Green Vilage hadir dengan bangunan berlanggam arsitektur minimalis simple modern. Minimalis dihadirkan pada garis-garis tegas muka rumah, modern dihadirkan pada penggunaan bahan-bahan bangunan yang digunakan sedangkan aksen alami dihadirkan dengan sentuhan batu alam. PT. Vinayu Lestari mengharuskan setiap fasad depan bangunan rumahnya senada, untuk menjaga keserasian dan keharmonisan. Namun, denah ruang dapat berubah sesuai dengan kebutuhan konsumen. “ Desain ruang setiap unit rumah dapat diubah sesuai dengan kebutuhan, namun kami telah menyediakan desain ruangan yang tak kalah menarik, sebagai contoh untuk desain standar tipe Winter memiliki denah ruang berupa, carport, ruang tamu, ruang makan, kamar mandi, dapur ruang keluarga, dan satu kamar tidur di lantai satu, sedangkan di lantai dua berupa dua kamar tidur, ruang keluarga, kamar mandi, yang cukup nyaman untuk tempat tinggal”, ungkap Endang menjelaskan denah ruang tersebut. Desain ruang tersebut menghadirkan ruang yang lapang meminimalkan sekat dalam ruang.

    CENDANA RESIDENCE
    Konsumen properti Jogja akan semakin dimanjakan dengan berbagai ragam pilihan hunian. Hunian bagi kelas menengah akan semakin banyak bermunculan sebagai kejelian dan usaha para pelaku bisnis properti memenuhi pasar. Salah satu sudut kota yang masih dan sedang berkembang sebagai daerah yang dapat memenuhi pasar menengah adalah sisi Selatan kota Jogja. Sisi Selatan yang masuk dalam Kabupaten Bantul, kini menjadi primadona bagi pengembang yang ingin menyasar konsumen dengan segmentasi kelas menengah. Lokasinya berada pada aksesibilitas yang baik atau pada kawasan yang sudah terbentuk sebagai kawasan perumahan. PT. Viko Lestari, hadir meramaikan pasar menengah dengan produknya Cendana Residence.

    Cendana Residence menawarkan sebuah lokasi perumahan yang memiliki nilai strategis dan akses yang cukup prima. Perumahan yang berada di daerah Sewon ini menawarkan kemudahan akses untuk menjangkau Jalan Parangtritis dan Jalan Bantul. Letak Cendana Residence hanya berjarak sekitar 500 meter dari Jalan Bantul dan Jalan Parangtritis, sehingga memiliki kedekatan dengan berbagai sarana pembangkit lingkungan. Cendana Residence relatif dekat dengan berbagai sarana pendidikan di sekitarnya, seperti Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Universitas ISI Yogyakarta. Selain itu perumahan tersebut juga relatif dekat dengan pasar tradisional Niten, pasar modern, pom bensin, RSUD Bantul, Puskesmas, kantor pemerintahan, dan sarana wisata Gabusan serta Grand Puri WaterPark. Dengan akses yang baik tersebut tentu lokasi perumahan ini sangatlah nyaman untuk sebuah hunian.

    Letak Cendana Residence yang sesuai dengan RTRW Kabupaten Bantul sebagai pemukiman terlihat dari tersedianya berbagai sarana lingkungan seperti jaringan listrik dan air yang sudah melewati perumahan tersebut. Perumahan yang cermat menyasar keluarga muda yang baru pertama memiliki rumah ini berdiri di atas luas lahan 3000 m². Cendana Residence menawarkan 22 unit rumah, dengan harga berkisar mulai dari 200 jutaan. Perumahan yang menyediakan tipe rumah sesuai kebutuhan pasar ini menyajikan beberapa tipe pilihan mulai tipe 37 luas tanah 90 m² sudah habis terjual, tipe 50 dengan luas tanah 90 m² dipasarkan pada kisaran harga 290 jutaan, dan tipe 55 luas tanah 97,5 m² dipasarkan pada kisaran harga 300 jutaan. Dalam jangka waktu kurang lebih 5 bulan pemasaran, Cendana Residence sudah terjual kurang lebih 40 %nya.

    Dengan berbagai keunggulannya, hunian garapan PT. Viko Lestari ini memiliki percepatan nilai investasi yang menggairahkan. Sejak awal dipasarkan perumahan ini sudah mengalami kenaikan hingga 2 kali. Dulu tipe 55 pada awal dipasarkan pada kisaran harga 270 jutaan, dalam jangka waktu kurang lebih 5 bulan sekarang sudah menjadi 300 jutaan. Tipe 55 merupakan tipe yang paling banyak diminati para pencari rumah pertama. Nilai investasi tersebut akan semakin berkembang dengan kawasan perumahan yang disajikan berkonsep lingkungan asri, dengan jalan lingkungan selebar 7 meter, dan taman bermain yang asri.

    Langgam arsitektur Cendana Residence mengadopsi unsur minimalis, simple dan modern. Aksen batu alam pada fasad bangunan dihadirkan untuk memberikan keindahan tampilan muka rumah. Garis tegas minimalis sebagai sentuhan kegagahan bangunan tersebut. Untuk menjaga keseragaman dalam kawasan hunian, pengembang PT. Viko Lestari mengharuskan fasad depan harus sama. Sedangkan untuk kualitas bangunan, pengembang ini memberikan garansi bangunan selama 6 bulan. Melihat segmen pasar menengah yang cukup tinggi, PT. Viko Lestari menargetkan dalam jangka waktu satu tahun perumahan ini akan habis terserap pasar menengah. Seperti diungkapkan La Ode Rusmin, Manajer Operasional PT. Viko Lestari, pangsa pasar menengah Jogja masih sangat bagus, hampir 60 hingga 70 % permintaan rumah di Jogja pada kalangan menengah. Berdasar keyakinan tersebut maka PT. Viko Lestari berencana melebarkan sayap propertinya di daerah Karang Jati dan Sedayu dengan segmen pasar yang sama.

    THE RESIDENCE
    Perumahan yang berada di sisi barat kota Jogja dan juga menyasar pasar kelas menengah adalah The Residence, garapan PT. Bhumi Setra Rizqi. The Residence yang berlokasi di Jalan Wates km 5,5 terletak di sebelah barat kota Jogja, perumahan ini menawarkan sebuah kondisi lingkungan yang masih dapat mengalami perkembangan. Sisi barat Jogja lambat laun semakin menunjukkan perkembangan perekonomian yang makin terasa nyata. Banyak berdirinya pusat perniagaan di kiri kanan jalan nasional Jogja – Wates, seperti pasar tradisional sampai minimarket membuktikan di sisi ini perekonomian terus bergerak maju. Lokasinya yang tak jauh dari sarana pendidikan menjadikan lokasi ini menjadi salah satu pilihan hunian bagi orang tua yang ingin membelikan rumah anaknya yang sekolah di Jogja. Harganya pun masih berada kisaran kelas menengah yang menjadi berbanding seimbang dengan lokasi dan fasilitas yang diberikan.

    Saat ini di sekitaran perumahan tersebut tengah menjadi salah satu alternatif pergeseran properti. Mulai bermunculannya berbagai sarana pembangkit lingkungan, dengan sendirinya sektor properti akan mengikutinya. Kehadiran kampus-kampus seperti Universitas Muhamadiyah Yogyakarta ( UMY ), Bina sarana Informatika (BSI), STIKES A YANI, STIKEs AlMA ATA, dan fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit PKU, serta dekat dengan pusat perbelanjaan, merupakan daya tarik tersendiri bagi The Residence. Kedekatan dengan sarana pendidikan ternyata masih cukup berpengaruh pada sisi penjualan. Hampir 40% konsumen The Residence berasal dari sektor pendidikan. Mereka membeli rumah untuk anak mereka yang kuliah di UMY, daripada mereka kos,orang tua lebih suka membelikan rumah. Sekalian buat investasi.

    Kenaikan investasi The Residence tergolong cukup tinggi, dalam jangka waktu satu tahun perumahan ini dapat mengalami kenaikan investasi sebesar lebih dari 20 %. Sebagai contoh pada awal di pasarkannya tipe 90 ditawarkan pada kisaran harga 400 jutaan, hingga kini sudah dipasarkan pada kisaran harga 770 jutaan. Kenaikan investasi kawasan ini akan semakin berkembang dengan kondisi perumahan yang sudah terbentuk sebagai kawasan hunian. Rumah-rumah yang dibeli konsumen banyak yang ditempati, sehingga perumahan ini setiap harinya akan terasa hidup. Selain itu nilai investasi kawasan The Residence akan semakin menawan dengan berbagai fasilitas perumahan yang sudah dibangun. Fasilitas jogging track, mushola, kolam renang sudah bisa digunakan penghuni perumahan. “ Hampir semua fasilitas yang kami janjikan diawal sudah kami bangun, kini kami masih dalam proses pemenuhan fasilitas berupa pusat perniagaan”, terang Andreas Dwiatmojo Marketing Manager PT. Bhumi Setra Rizqi.

    Sejak awal dipasarkan perumahan The Residence berdiri diatas luas tanah kurang lebih 2,5 ha menawarkan 5 tipe standar yaitu, tipe 75 dengan atap limasan, tipe 90 atap limasan, tipe 90 atap pelana, tipe 99 atap limasan, dan tipe 99 atap pelana dengan konsep dua lantai. Tipe-tipe tersebut ternyata mendapat respon yang bagus dari pasar kelas menengah Jogja yang mencari hunian yang nyaman. Dari total sekitar 120an unit rumah, hingga kini The Residence hanya menyisakan 5 unit tersisa. Yaitu tipe 90 atap pelana dan limasan. Sesuai dengan ketentuan awal perumahan ini yang tidak mengijinkan konsumen mengubah fasad depan rumah, kini dengan kawasan rumah yang berderet nampak serasi, seragam dan menawan. Seperti diungkapkan Andre, panggilan akrabnya, “ sejauh ini kami berhasil menjaga agar fasad depan bangunan tetap seragam untuk keindahan kawasan. Tetapi kalau secara desain tata ruang dalamnya banyak konsumen yang mengubah sesuai kebutuhan ruangnya perubahan dari tipe standar menjadi lebih besar,” ujar Marketing Manager PT. Bhumi Setra Rizqi. Greg-Red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain