Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Santap

Romansa Kota Solo Tempo Dulu di Rumah Nenek

Romansa Kota Solo Tempo Dulu di Rumah Nenek
Romansa Kota Solo Tempo Dulu di Rumah Nenek
Romansa Kota Solo Tempo Dulu di Rumah Nenek
Romansa Kota Solo Tempo Dulu di Rumah Nenek
Sop Buntut
[block:views=similarterms-block_1]

Setiap daerah memiliki budaya khas tersendiri. Tak terkecuali dengan kota Solo atau dapat disebut juga dengan Surakarta. Salah satu budaya yang masih eksis hingga kini adalah budaya Wedangan. Budaya Wedangan menyiratkan kesan kebersamaan, keakraban dan kesederhanaan. Karakter orang Solo yang gemar nongkrong sambil berkuliner menjadi ide awal dari pendirian Wedangan Rumah Nenek.

Sepotong London di Demangan

Tickles Cafe and Resto
Tickles Cafe and Resto
Tickles Cafe and Resto
Tickles Cafe and Resto
Tickles Cafe and Resto

Swinging London, itu yang disebutkan oleh pemilik saat kami mendatangi “Tickles Cafe and Resto” pada suatu sore yang hujan. “Kami berempat kebetulan memiliki minat yang sama mengenai hal- hal yang berbau Inggris. Termasuk soal makanan dan budayanya,” kata Andi Wardhana, satu dari empat pemilik Tickles.

Mencicipi Surga Kecil Kuliner Kota Semarang

Delman Resto Semarang
meja makan
joglo semarang
restoran semarang
kuliner semarang
[block:views=similarterms-block_1]

Delman Resto menawarkan sebuah alternatif tempat makan bagi Anda yang mencari suatu tempat kuliner yang tidak biasa di kota Semarang. Terletak di Jalan Simongan No. 22 A, resto milik Paulus Maryadi ini mudah dijangkau. Apabila Anda dari klenteng Sam Poo Khong, maju sedikit ke arah Bandara Ahmad Yani. Anda akan ketemu traffic light, dan ambil arah ke kanan. Resto ini sekitar 3 rumah saja dari traffic light tersebut.

Nuansa Classic Industrial Epic Coffee

Epic Coffee
Epic Coffee
Epic Coffee
Epic Coffee
Epic Coffee
[block:views=similarterms-block_1]

Jogjakarta sebagai salah satu icon kebudayaan di Indonesia terus mengalami perkembangan. Heterogenitas penduduk Jogjakarta khususnya kaum urban dengan beragam suku dan budaya menjadikan berbagai pihak dengan jeli memanfaatkan keadaan tersebut. Dinamika tersebut juga berdampak ke berbagai sektor perekonomian. Salah satunya adalah pada sektor kuliner. Munculnya berbagai tempat kuliner baru menjadi salah satu bukti . Tempat kuliner kini tidak hanya difungsikan sebagai sarana untuk menyantap hidangan semata, tetapi kini juga dapat dipergunakan sebagai media untuk membahas kepentingan lain seperti keperluan studi maupun urusan bisnis. Epic Coffee hadir sebagai salah satu pilihan alternatif untuk mengakomodasi berbagai keperluan tersebut.

Fusion Vintage di Gila Pasta

Fusion Vintage di Gila Pasta
Fusion Vintage di Gila Pasta
Fusion Vintage di Gila Pasta
Fusion Vintage di Gila Pasta
Fusion Vintage di Gila Pasta
[block:views=similarterms-block_1]

Hasrat untuk menjadi wirausahawan muda telah mantab di benak Bisma Adi Kuncoro dan Yudaning Mahandaru. Selepas dari bangku perguruan tinggi mereka berkeinginan untuk mempunyai usaha di bidang kuliner. Berawal dari hobby dua sejoli ini yang gemar menyatap beragam makanan, terciptalah ide membuat tempat kuliner bernama Gila Pasta. Tempat kuliner yang mengusung langgam fusion vintage terletak di Jalan Kaliurang Km. 8 Dayu, Yogyakarta memiliki luas tanah ± 600 m². Bangunan Gila Pasta sekilas tampak sederhana. Seperti rumah tinggal keluarga jika dilihat dari kejauhan. Dari sisi depan, Gila Pasta tampak seperti hunian yang memiliki taman asri dengan rumput teki mungil yang cantik dan sebuah rumah panggung di sisi utara. Sebelum melewati taman, pengunjung harus melewati sebuah pintu artifisial bergaya minimalis elegan tetapi tanpa daun pintu. Sebidang taman di depan bangunan utama yang dibatasi dengan pagar khas taman-taman eropa vintage akan memancing mata setiap orang yang akan memasuki bangunan utama resto bertema Italian Food Restaurant tersebut.

Eksotisme Kuliner Bergaya Country

Alive Fusion Dining
Alive Fusion Dining
Alive Fusion Dining
Chicken Teriyaki
Roasted Boneles Chicken
[block:views=similarterms-block_1]

Alive Fusion Dining hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Yogyakarta yang gila akan kuliner. Terletak di Jalan Timoho No. 49 A, Yogyakarta, Alive Fusion Dining Resto menghadirkan nuansa yang berbeda di setiap area yang memiliki luas tanah sekitar ± 1.200 m². Sesuai dengan namanya yaitu, fusion (campuran), resto yang terdiri dari tiga lantai ini memiliki arsitektur yang tidak biasa. Begitu menginjakkan kaki di pintu masuk Alive Fusion Dining Resto kita disambut dengan atmosfer yang unik. Terdapat dua atmosfer yang ada di lantai pertama ini. Nuansa country khas negara Amerika Serikat. Didominasi oleh interior yang terbuat dari kayu Oak, tampak pada dinding-dinding. Mata kita disuguhi dengan suasana tepi jalan pedestrian di pinggiran kota-kota negara Eropa. Lantai pada bangunan ini adalah kombinasi dari batu, dan keramik. Nuansa outdoor sangat kental di lantai pertama ini. Kesan ini diperkuat dengan adanya ornamen-ornamen bergaya vintage seperti lampu penerangan jalan yang sengaja ditempatkan dan dikombinasikan dengan lampu bohlam dengan intensitas pencahayaan yang tidak begitu terang serta adanya sebuah pohon artifisial akan menambah nikmatnya suasana.

Spirit Gendhis Resto Kuliner Berwawasan Budaya

Gendhis Resto
Gendhis Resto
Gendhis Resto
Gendhis Resto
Gendhis Resto
[block:views=similarterms-block_1]

“Menapaki wilayah Sagan, tepatnya jika kita memasuki Jl. Dewi Sartika, pasti memori dan kenangan Jawa Kolonial lekat begitu tertanam dalam benak pikiran kita. Trotoar kecil berukuran 1,5 meter menemani setiap langkah kaki, pepohonan hijau serta bunga-bunga taman pun seakan menyapa kita dengan manis. Di sini kita dapat menghirup udara segar. Tak lepas dari pemandangan sekitar jalan, terdapat sebuah rumah jadul disulap menjadi resto apik nan indah, berkesan Jawa Kolonial. Itulah Gendhis Resto, bangunan peninggalan cagar budaya jaman kolonial ternyata dapat dimanfaatkan untuk membuat sebuah resto berkelas premium, sanggup menarik perhatian untuk segera menyambanginya. Di Gendhis Resto kita dapat menikmati kuliner tradisional fusion khas Indonesia dan bercita rasa Internasional.”

Napak Tilas Kuliner Tradisional di hanggar mobil KLASIK

Kuliner Oemah Djowo
Kuliner Oemah Djowo
Kuliner Oemah Djowo
Kuliner Oemah Djowo
Kuliner Oemah Djowo
[block:views=similarterms-block_1]

Route 66, kerlap-kerlip lampu jalan, ban berdecit, dan mobil tua klasik, siap berpacu dengan kemolekan lekuk besi tuanya. Asap knalpot mobil membuat suasana menjadi hiruk pikuk. Kehadiran gaya klasik, mewah, dan langka membawa memori kita kembali pada tahun 50an. Mungkin inilah yang akan Anda rasakan ketika menyantap sajian makanan dan minuman di Oemah Djowo sambil menyaksikan mobil-mobil klasik nan cantik berjejer rapi. Mobil-mobil klasik tersebut menjadi salah satu titik indah dari tempat ini. Galeri otomotif yang menyerupai hanggar pesawat berpadu harmonis dengan bangunan bernuansa Jawa Klasik. Pemandangan ini membuat siapa saja yang datang merasa seperti hidup di era Indonesia pada jaman mudanya.

Sensasi Kuliner Kota Solo di Social Kitchen

Kuliner Social Kitchen Solo
Kuliner Social Kitchen Solo
Kuliner Social Kitchen Solo
Kuliner Social Kitchen Solo
Kuliner Social Kitchen Solo
[block:views=similarterms-block_1]

Bisnis kuliner di Kota Solo terus mengalami perkembangan yang menarik. Pengusaha-pengusaha kuliner terus bersaing untuk menyajikan menu dan tempat yang memiliki karakter yang kuat. Seperti salah satu restaurant yang dikembangkan di Jl Abdul Rahman Saleh No 1, Banjarsari, Solo, Social Kitchen. Restaurant ini berupaya menghadirkan konsep yang baru dan berbeda agar bisa bersaing di tengah menggeliatnya sektor ini. Secara sekilas saja restaurant tersebut sudah menunjukkan karakternya yang kuat dan berbeda dengan daerah sekitarnya. Memanfaatkan bangunan tua sebagai induknya dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas di dalamnya, menjadikan Social Kitchen tak hanya tempat untuk makan.

Mencicip Menu Narapidana BONG KOPITOWN

Bong Kopitown
Bong Kopitown
Bong Kopitown
Bong Kopitown
Bong Kopitown
[block:views=similarterms-block_1]

Suatu ketika Kim harus mendekam di penjara akibat kesalahan yang tidak dilakukannya. Sebagai sahabat yang setia, Bong melamar untuk jadi koki di penjara tersebut. Masakan Bong yang begitu enak, membuat narapidana-narapidana yang seharusnya sudah bebas meminta memperpanjang masa tahanannya demi masakan Bong. Alhasil pemerintah Hongkong pun akhirnya menutup penjara tersebut dan menyulapnya menjadi sebuah restoran dengan nama Bong KopiTown. Sebuah potongan kisah fiksi di Kota Hongkong tahun 1967 tentang persahabatan antara dua orang, Bong dan Kim.

PARTNER
Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain